"Maaf nyonya, tapi bayi anda tidak bisa diselamatkan." Kata-kata itu seperti pisau yang menancap tepat di jantung nya membuat dia mati rasa.
Namun, tampaknya kematian memang mengikuti nya. "Mommy, pergilah bersama dengan bayimu. kau tidak pantas jadi mommy ku." Kata-kata itu dari bibir kecil dengan wajah yang polos namun senyuman licik terbit seiring dengan mobil yang meledak.
"Jika aku hidup kembali, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama."
Mata itu terbuka dengan napas yang memburu. Dia melihat keseluruh tubuhnya dan sepasang tangannya yang terbuka.
"Baguslah kau sudah bangun. bersiaplah! Pernikahan mu menghitung jam!"
"Aku? hidup kembali?"
Bagaimana kelanjutannya? Apakah akhirnya akan tetap sama atau berubah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bak Kuda
"Tante, sebaiknya aku pulang. Terimakasih atas undangannya. Maaf, jika aku membuat ketidaknyamanan. Om, rora... Aunty pulang ya." Pamit Miranda dengan wajah sendu dan perlahan berbalik tanpa bisa membalas ucapan Lucas yang melukai dirinya.
"Aunty!" Rora ingin berlari tapi Neneknya langsung dengan sigap menahan tangannya dan menggeleng kecil.
"Daddy, tidakkah itu terlalu berlebihan? Bagaimanapun dia tamu dan kita semua mengenal nya.
"Kalian saja, aku tidak!" Potong cepat Lucas.
"Dan aku harap sikapmu kepada tamu itu lebih kepada menantu mu Jennifer." Lanjut Lucas.
Semuanya menoleh seiring dengan langkah yang terdengar menuruni anak tangga. Tampak Logan dan Athena melangkah yang didahului oleh Athena.
"Rora, mau kemana sayang?" Tanya Logan cepat saat melihat putrinya ingin pergi.
"Mau tidur saja. Kakek membuat aunty Miranda pergi Daddy." Adunya.
"Harus makan dulu ya. Nanti sakit perut." Bujuk Logan.
"Tidak mau!" Tolak nya.
"Aurora!"
"Kau bahkan tidak bisa mengendalikan putrimu sendiri. Cckk." Sindir Athena dengan pelan.
"Kau tau apa tentang putriku. Jaga sikap mu." Athena memutar bola matanya.
"Ya sudah, biarkan saja dia sakit perut." Athena melanjutkan langkahnya dan meninggalkan Logan yang berada dalam dilema menghadapi tingkah putrinya.
Setiap langkah yang Athena ambil, itu mengingatkan nya pada kepedulian nya yang berbalut kepolosan dan b0doh dengan mengejar Aurora dan membujuk nya. Tapi bukan itu yang penting, bagian terpenting nya anak itu sudah merencanakan sesuatu untuk nya dengan cara menjebaknya terkunci di gudang dengan dalih bermain petak umpet dan membuat Athena terkunci semalaman dengan rasa kelaparan.
'Dan itu tidak akan terjadi lagi!'
"Kau membiarkan Logan yang membujuk Aurora? Kenapa bukanmu? Seharusnya kau melakukannya untuk pendekatan dengan rora."
Athena tersenyum manis pada mertuanya. "Dia butuh waktu bukan? Aku menyimpan kata-kata itu tadi. Jadi, sekarang belum waktunya. Bahkan, belum 24 jam. Jadi, lebih baik Daddy nya saja yang melakukan nya. Dia tau lebih banyak. Benarkan mommy? Lagipula mommy, mendekati secara agresif bisa mempengaruhi anak." Athena melanjutkan langkahnya, menuju kursi dan duduk manis.
"Maaf atas keterlambatan ku Kakek." Ujar Athena sopan.
"Kakimu sudah diobati?" Athena mengangguk.
"Iya."
"Baiklah, kita makan."
"Tapi Daddy, Logan dan rora...."
"Mereka bisa menyusul. Menantu mu sudah duduk disini. Dan kalian masih berdiri saja." Jenifer dan Leonard menarik kursi mereka dan pelayan mulai menyajikan makanan.
"Ayo, kita mulai makan." Titah Lucas.
"Oh ya Athena, Logan mengobati mu dengan baik bukan?" Pertanyaan itu membuat kepala Athena berputar ke adegan dimana Logan menggendongnya menuju kamar.
"Aghhh!" Logan berteriak saat rambutnya ditarik kencang oleh Athena.
"Kau! Lepas!" Tapi Athena menggeleng seraya tersenyum manis. "Suamiku, kau berpikir untuk menghamburkan ku ke ranjang ini dengan kecepatan tinggi bukan? Aku tidak mau, lakukan dengan pelan maka rambut mu yang mengkilap dan bagus ini akan aku lepaskan." Manik Logan memerah, dia menatap wanita yang begitu berani menarik rambutnya.
"Perlahan suamiku, kau tidak mau botak bukan?" Lanjut Athena. Seperti kuda yang ditarik tali kekang nya, Logan menurut. Dia menurunkan Athena dengan pelan di ranjang empuk itu. Masih ingat dalam ingatan Athena, Logan menariknya kasar dan mendorong nya ke ranjang membuat kening nya terluka. Tapi tetap saja tidak ada kelembutan atau pertanyaan kepedulian.
'Ini? Kamar kita?' Logan tersenyum mengejek.
'Kamar mu saja. Kita pisah kamar, kau pikir aku akan sekamar dengan mu?'
"Bagus suamiku. Ranjangnya sangat empuk. Seperti kelembutan mu." Athena menjulurkan kakinya.
"Sekarang, obati kaki istrimu ini. Seperti yang kakek katakan." Gigi Logan menggerutuk dengan rahang mengeras dan Athena senang melihat nya
Bersambung......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰 🙏 🥰