NovelToon NovelToon
Menjadi Istri Kedua Ayah Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Ayah Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tasya Chuky

Bandung tidak pernah ramah bagi kantong seorang perantau. Di usianya yang menginjak 23 tahun, Yasita Humaira harus memutar otak setiap akhir bulan. Demi mengirimkan rupiah untuk Ayah dan Ibunya di kampung, dia rela menahan lapar dan berhemat sedemikian rupa. Yasita sadar diri; dia bukan wanita sholeha, bukan pula muslimah taat yang rajin beribadah. Shalatnya masih bolong-bolong, penampilannya biasa saja. Jauh dari kata sempurna.

​Beruntung, di kota ini dia memiliki Zulaikha—sahabat dekat seumuran yang bak langit dan bumi dengannya. Zulaikha adalah definisi wanita idaman: keturunan Arab-Indonesia dengan mata tajam yang indah, selalu anggun dengan gamis dan hijab lebar yang menjuntai. Tak hanya cantik, Zulaikha adalah putri dari pemilik Mandra Bros J, raksasa industri pakaian muslimah dan perhiasan emas tempat Yasita mengadu nasib. Namun persahabatan itu putus ketika sebuah Tawaran Dari Umi laila Ibu Zulaikha memintanya menjadi istri kedua Ayah Zulaikha yaitu Jalal Ash-Siddiq....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tasya Chuky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

"Wah, Mama! Banyak sekali makanannya! Mama, aku mau semua! Aku mau itu, itu, dan itu!" pekiknya sambil menunjuk-nunjuk antusias.

​Orang-orang yang sedang mengantre di lapak seketika menoleh ke arah Jayan lalu tertawa gemas.

​"Tidak boleh banyak-banyak, Nak. Nanti kalau makan kebanyakan, sakit perut itu. Kita makan semampunya kita saja, toh?" ucapku sembari membelai rambutnya yang halus.

​"Hah? Sakit perut? Mama, apa itu sakit perut?" tanyanya polos, mendongak menatapku dengan mata biru lautnya yang mengerjap bingung.

​Aku agak canggung karena menjadi pusat perhatian sekeliling, lalu berbisik pelan padanya. "Sakit perut itu... di mana kita merasakan rasa seperti tertusuk sesuatu di dalam perut kita. Seperti ini..." ucapku, lalu mencontohkan dengan menusuk-nusuk pelan perut gendut Jayan menggunakan jari telunjukku.

​Bocah itu langsung tertawa terbahak-bahak karena kegelian, diikuti kekehan beberapa ibu-ibu yang masih mengantre membeli nasi kuning.

​"Mama, aku tidak mau sakit perut. Tidak enak!" serunya lagi setelah tawanya reda.

​Aku mengangguk menyetujui.

​"Astaga... cerewet betul ini anak cowok, diii?" celetuk seorang ibu-ibu di depanku yang langsung diangguki setuju oleh pembeli yang lain. Aku hanya bisa tersenyum ramah menanggapi mereka.

​Namun, senyumku mendadak kaku saat salah satu dari mereka kembali melontarkan pertanyaan yang paling kuhindari. "Esi'... di mana mi ini bapaknya? Pasti ganteng sekali toh, sampai anaknya bisa se-bule ini?"

​Seketika, semua orang di dekat lapak memandangku, menunggu jawaban. Termasuk seorang pria berjaket kulit di antrean depan yang sejak tadi diam, memakai masker hitam yang menutupi sebagian besar wajahnya.

​Aku memaksakan sebuah senyuman. Di dalam dada, sekuat tenaga kutahan rasa sesak dan perih yang mendadak menyeruak naik ke tenggorokan.

​"Bapaknya sedang kerja, Tanta. Dia cari uang banyak-banyak di sana untuk belikan mainan Jayan. Toh, Jayan?" jawabku, beralih melemparkan pertanyaan pada putraku agar fokus orang-orang teralih.

​Jayan langsung mengangguk heboh, membantuku meyakinkan ibu-ibu kepo itu. "Iye! Bapaku pergi jauh. Dia cari uang banyak-banyak buat belikan aku sepeda... iya kan, Mama?"

​Aku kembali mengangguk, mengusap pipi gembilnya sembari tersenyum selembut mungkin. Berpura-pura kuat di hadapan dunia, demi melindungi malaikat kecilku dari kenyataan yang sebenarnya.

•••••••••••

Di sebuah rumah singgah, seorang pria tampak terburu-buru turun dari mobil Kijang mewah. Tanpa sempat melepaskan alas kakinya dengan benar, dia langsung merangsek masuk ke dalam rumah tanpa mengucapkan salam sama sekali. Wajahnya dipenuhi keringat dan napasnya memburu panik.

​"Pak? Bapak...?" panggilnya setengah berteriak.

​"Ya, saya di sini," jawab pria yang dipanggil 'Bapak' dari arah ruang tengah. Pria itu adalah Jalal.

​"Sudah kamu beli sarapannya, Rud?" tanya Jalal begitu melihat asisten pribadinya, Rudi, muncul di ambang pintu.

​Rudi hanya mengangguk pelan sembari mengembuskan napas panjang, mencoba menetralkan detak jantungnya yang berkejaran.

​Jalal mengernyitkan dahi bingung melihat tingkah aneh asistennya. "Kamu kenapa? Habis dikejar anjing atau habis lari maraton?"

​"Pak... saya tadi di pasar ketemu bocah yang wajahnya mirip sekali dengan Anda!" kata Rudi dengan raut wajah super serius.

​"Hah? Bocah mirip saya?" Jalal menghentikan aktivitasnya, sama sekali tidak memahami arah pembicaraan Rudi.

"Iya, Pak! Dia ganteng, mirip sekali dengan Bapak waktu muda. Kulitnya putih bersih, dan yang paling mencolok... pupil matanya berwarna biru laut. Persis seperti genetik keturunan Arab-Indonesia milik Bapak!" ucap Rudi berapi-api.

​Jalal masih terdiam, namun dadanya mulai berdesir aneh.

​"Dan Bapak tahu apa yang lebih membuat saya jantungan? Saya bertemu istri kedua Bapak! Yasita! Perempuan itu adalah ibu dari anak tersebut, Pak!"

​BRAK!

1
Fitria Syafei
KK cantik kereen 😍 kereen 😍 terimakasih 😘
Fitria Syafei
semangat kk cantik 👌 KK cantik mantaf 🥰 terimakasih 🥰
Fitria Syafei
cepat sehat yaa KK cantik 😍 KK cantik kereen 😘 terimakasih 😘
Ummi Sulastri Berliana Tobing
cepat pulih y Thor 😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!