NovelToon NovelToon
Cinta Harta Dan Persahabatan

Cinta Harta Dan Persahabatan

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Diah Fiana

Dini, seorang remaja dari keluarga sederhana. Tujuan hidupnya adalah fokus belajar agar sukses dan memperbaiki keadaan ekonominya bersama sang ibu.

Tanpa ia tau, diam diam sahabatnya menaruh hati padanya. Bersamaan dengan itu, masa lalunya tiba tiba datang dan mendekatinya.

Lantas, apakah Dini akan mengetahui isi hati sahabatnya?
Kepada siapakah Dini akan melabuhkan hatinya?
Apakah masalah perbedaan sosial menjadi masalah yang besar dalam hidup Dini?

Temukan semua jawabannya di sini.

Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Fiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah rencana

Dini sudah menyiapkan hatinya sebelum memutuskan untuk mengambil kertas itu. Ia yakin itu adalah surat yang sama seperti yang ia temukan di lokernya kemarin. Dan benar saja, itu adalah kertas ancaman yang ia buang ke tempat sampah di dekat loker.

Dini mengernyitkan dahinya,

"kertas ini kotor, kayak kena bekas makanan, berarti kertas ini diambil dari tempat sampah, itu artinya orang yang naruh surat ini liat waktu aku buang kertas ini kemarin, kemungkinan besar sekarangpun orang ini lagi liatin aku," batin Dini.

Dini menoleh ke kanan dan kiri lorong sekolahnya, tapi tak ada seorangpun yang mencurigakan. Semuanya sibuk dengan kegiatannya masing-masing.

Dini membuang kertas itu ke tempat sampah lagi, tapi kali ini ia tak membuangnya ke tempat sampah di dekat loker, melainkan membuangnya ke tempat sampah besar di belakang kelas.

"kalau dia sekarang liat aku, pasti dia ikutin kemana aku buang kertas ini, aku harus waspada," ucap Dini dalam hati.

Dini melihat ke sekitarnya, tapi tak ada siapapun ditempat itu kecuali dia sendiri. Setelah menyelesaikan urusannya di belakang, Dini segera kembali ke kelasnya.

Di depan kelasnya, Dini melihat Andi dan Anita sedang mengobrol bersama teman-temannya.

"Darimana Din?" tanya Andi pada Dini.

Dini tak menjawab, hanya menoleh kemudian masuk ke kelasnya.

"Dini sombong banget sih, nggak pernah mau ngumpul sama temen-temennya," ucap salah satu dari mereka.

"Iya bener, mentang-mentang pinter jadi kayak nggak butuh teman," timpal temannya yang lain.

"Dini nggak kayak gitu kok, kalian aja yang belum kenal Dini, kalau kalian udah kenal pasti kalian tau Dini nggak kayak yang kalian pikirin sekarang," bela Anita.

"Kamu itu memang terlalu baik Nit, semua orang juga kamu anggap baik."

"Bener kata Anita, kalian cuma perlu kenal Dini lebih dekat aja," ucap Andi disusul anggukan Anita.

Bel berdering, semua siswa mulai meninggalkan lorong kelas dan mulai memasuki kelas masing-masing, begitu juga dengan Anita.

"Aku ke kelas dulu ya Ndi,"

"Oke."

Di dalam kelas, Dini merasa tak bersemangat, badannya terasa lemas.

"Din, pulang sekolah ikut aku ya!" ajak Andi pada Dini.

"Kemana?" tanya Dini dengan tetap menyandarkan kepalanya di meja bangku tanpa melihat Andi.

"Di kafe depan sekolah lagi ada opening, banyak promonya Din kalau kesana barengan."

"Mau kesana sama siapa?"

"Sama Anita, sama temen-temennya juga."

"Enggak ah Ndi, aku nggak ikut."

"Kok gitu, kenapa? kamu marah sama aku? dari tadi kamu cuekin aku terus."

Dini hanya diam tak menjawab, kepalanya terasa pusing, matanya mulai berkunang-kunang dan pandangannya mulai kabur.

"Diiin," panggil Andi sambil menarik tubuh Dini.

Seketika tubuh Dini ambruk, beruntung Andi sempat menahannya.

"Diinn, Diiniiii!" panggil Andi sambil menepuk-nepuk pelan pipi Dini.

"Eh, Dini kenapa Ndi?" tanya salah satu teman sekelasnya, Doni.

"Nggak tau, tiba-tiba pingsan, bantuin bawa ke UKS ya!"

"Oke oke."

Dengan dibantu temannya, Andi dan Doni membopong Dini ke UKS. Disana sudah ada guru yang berjaga dan segera membantu Andi dan Doni untuk membaringkan Dini di ranjang UKS.

"Kalian balik ke kelas, biar saya cek keadaan Dini," ujar Bu Sarah, guru yang berjaga di UKS.

"Iya Bu," jawab Andi dan Doni.

Meski berat bagi Andi untuk meninggalkan Dini, ia tetap harus segera kembali ke kelas. Di kelas, Andi tak bisa menyembunyikan rasa cemasnya pada Dini, terlebih sesampainya di sekolah tadi mereka berpisah. Entah apa yang dilakukan Dini sebelum masuk ke kelas, Andi tak tahu sebab ia sibuk bersama Anita dan teman-temannya.

Padahal biasanya ia selalu bersama Dini, ia tak pernah meninggalkan Dini kecuali ada hal penting yang mendesak. Ia selalu tau semua hal yang terjadi pada Dini. Tapi hari ini, ia merasa menjadi seseorang yang sangat buruk untuk Dini. Ia sama sekali tak mengetahui apa yang terjadi dengan Dini dan ia sangat merasa bersalah.

"kalau aku tadi nggak ninggalin Dini mungkin aku akan tau kalau dia lagi sakit, aku bisa minta dia ke UKS sebelum dia pingsan di kelas, bodohnya aku."

"Udahlah Ndi, nggak usah panik, Dini pasti baik-baik aja kok," ucap Doni menenangkan Andi yang terlihat begitu gelisah.

Andi hanya mengangguk. Ingin rasanya dia menemani Dini saat itu, tapi tentu saja Bu Sarah akan melarangnya.

Andi merasa jam bergerak sangat lambat. Ia ingin segera melihat keadaan Dini di UKS. Entah sudah berapa kali Andi melihat jam di dinding kelasnya.

Akhirnya bel istirahat berbunyi, Andi segera menuju ke UKS untuk menemui Dini.

"Din," panggil Andi pelan.

Dini tak menjawab, hanya menoleh dengan ekspresi datar. Andi duduk di sebelah ranjang Dini dan menempelkan telapak tangannya pada dahi Dini.

"Badan kamu panas Din."

"Bu Sarah mana?"

"Nggak tau Din, aku kesini Bu Sarah udah nggak ada, kamu butuh apa Din biar aku ambilin."

Belum sempat Dini menjawab, Anita datang.

"Dini, kamu sakit?"

"Cuma pusing," jawab Dini singkat.

"Kamu kesini nyari siapa?" tanya Andi pada Anita.

"Nyari kamu sama Dini, aku tadi ke kelas kamu, kata Doni kamu lagi di UKS nemenin Dini."

Andi mengangguk.

"Cepet sembuh ya Din!"

Dini tak menjawab, hanya tersenyum.

"Kalau kamu masih sakit jadi nggak bisa ikut kita ke kafe dong!" lanjut Anita.

"Kita?" ucap Dini mengulang kata Anita.

"Iya, aku sama Andi mau ke kafe depan sekolah itu, lagi banyak promo loh Din soalnya baru opening."

"Kamu jadi kesana?" tanya Dini pada Andi.

"Iya dong, kan kita udah janjian tadi pagi sama temen-temen yang lain juga, aku juga udah booking tempatnya," sela Anita sebelum Andi sempat menjawab.

"Nggak bisa di cancel?" tanya Andi pada Anita.

"Nggak bisa Andi, kan aku udah bayar booking fee nya." jawab Anita dengan raut wajah yang mulai sedih.

"Nggak papa Ndi, kamu berangkat aja, aku bisa pulang sendiri," ucap Dini.

"Enggak Din, kamu lagi nggak sehat gini nggak mungkin aku biarin kamu pulang sendiri," jawab Andi.

Andi mengajak Anita untuk membicarakan hal itu di depan UKS, ia tak mau Dini dan Anita menjadi salah paham.

"Maaf Nit, aku nggak bisa ikut, kamu sama temen-temen kamu aja ya!"

"Tapi kamu udah janji Ndi," ucap Anita sambil bertekuk muka.

Andi memegang pundak Anita dengan lembut dan berkata,

"Tolong kamu ngerti, Dini lagi sakit, aku nggak mungkin ninggalin dia sendirian."

"Kenapa? karena kamu suka sama dia?" tanya Anita dengan mata yang mulai berkaca kaca.

1
jeje_😎
novelkk ikan terbang anjirlah....
jeje_😎
heh thor...nulis tuh bkin krkter yg bagus napa....ni dini murahn bgt.udh cngeng.murahan lgi.plinplan hih ...ug gitu si dimas jg sma plinplan.g bisa tegas...astaga
...di ikutin mlh tmbh emosi ni novel hahahah....
Eunike
ok
Nataniat Harefa: hxjfjrhc
total 1 replies
Eunike
ol
Eunike
Bingung baca percintaan Dini
Eunike
ok
Rosyid Rizal Azriel
izin share Karya terbaru saya "DUSUN RAHAYU" Mampir ya🙏❤️
Eunike
suka banget ceritanya
Diah Fiana: terima kasih kak, ditunggu like dan komennya di setiap episodenya 😘
total 1 replies
Eka Sulistiyani
bagus banget
Diah Fiana: terima kasih kak, lanjut season 2 nya ya, judulnya Akhir Kisah Dini
total 1 replies
Dessy Lisberita
aduh thoor cerita nya berbelit"masah dah 2xkecolongan tu kafe 🙏🏼🙏🏼
Diah Fiana: begitu lah kak 😬
total 1 replies
Dessy Lisberita
aku kok sebel sama tingka dimas sama andini. kalau dimas di bel sama anita cepet bener datang dma dngan dini. kalau di ke hidupan nyata sebodoh teing sama.dimas mendingan kabur
Diah Fiana: wadduuh sabar ya kak 🙃
total 1 replies
Dessy Lisberita
aduh thoor muter"aja cerita nya
Diah Fiana: maaf kak ☺️🙏
total 1 replies
Dessy Lisberita
kesel.aku thoor baca dimas sama anita sesak didada thoor
Diah Fiana: sabar ya kak 🥺
total 1 replies
Dessy Lisberita
thoor masih belum ketahuan ni Anita ngancam Dini di loker
Diah Fiana: semua bangkai yang disembunyikan pasti akan kecium baunya kak 😉
total 1 replies
Dessy Lisberita
ad kale manusia yg sifat nya kaya Anita Munafik bener tu. gunakan kesempatan dlm.kesusahan Andini
Diah Fiana: bener kak
total 1 replies
Senopati Arya Mada
bruntungx dini di prebutin dua cowok,jadi inget masa2 sma gue deh thor 😁😁
Diah Fiana: sama ya kak kisahnya? 😁
total 1 replies
Senopati Arya Mada
bambang andi emang yg terbaek deh,salut ama kteguhan hatinya
Diah Fiana: Andi emang the best 👍
total 1 replies
Senopati Arya Mada
mungkin itu tu yang jdi penyebab dini pobia sama ujan,apa mungkin itu msa llu dini sama kluargax ya thor🤔🤔
Diah Fiana: iyaa kak
total 1 replies
Senopati Arya Mada
smoga smuax cepet kbongkar,udah ga than liat dini nangis trus,
aku ikutn mewek thor😭😭
Diah Fiana: peluk puk puk dari jauh ya kak 🥺
total 1 replies
Senopati Arya Mada
nyesek banget,aku tau gmana rasax cinta dalam diam thor,itu sakit banget thor
Diah Fiana: semangat kak, psti akan ada kebahagiaan setelah rasa sakit itu 💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!