Setitik debu mampu melahirkan dunia. Sehelai rumput dapat memutus takdir, hukum, dan karma.
Putra-putri takdir lahir satu per satu, sekte kuno membuka gerbang tersegel, dan para suci kembali mengejar keabadian.
Di sudut dunia yang tak layak dicatat sejarah, seorang pemuda membuka mata dengan ingatan dari dunia lain. Ia tidak menyembah keajaiban, melainkan membedah hukum di baliknya.
Ketika para jenius menunggu anugerah Langit, ia membongkar rahasia bumi. Ketika dunia menyebut keajaiban sebagai takdir, ia menyebutnya hukum yang belum dipahami.
Dengan pengetahuan fana dan bahan langit-bumi, ia menciptakan sesuatu yang mustahil di jalan kultivasi: jari emas buatan manusia.
Sejak ciptaan itu menyatu dengannya, takdir kehilangan jejak. Masa lalunya lenyap. Masa depannya tak terbaca. Bahkan Langit tak mampu melihat jalan yang akan ia tempuh.
Hingga ia mengangkat pandangannya ke Langit dan bertanya: apakah kultivasi anugerah Langit—atau rancangan keberadaan yang lebih tinggi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naevys Presspire, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 7: Fondasi Pertama
Lima tahun berlalu begitu saja.
Su Dingxuan kini sudah berusia sembilan belas tahun. Saat ini, ia sedang melakukan penelitian di dalam ruangan khusus yang telah ia siapkan sendiri.
Ruangan itu adalah ruang fabrikasi yang ia desain dari awal. Mulai dari meja, kursi, hingga berbagai alat lainnya, semuanya dibuat khusus untuk membantunya membuat Chip Artificial Intelligence.
Ia menamakan ruangan ini Semiconductor Fabrication Lab.
Lab tersebut tidak berada di wilayah Clan Su. Karena pada akhirnya ia memang akan pindah ke tempat fana, lebih baik sejak awal ia membangun lab itu di sana.
Tempat ini merupakan sebuah kerajaan fana. Dengan bantuan kedua orang tuanya, Su Dingxuan membangun sebuah lab rahasia di bawah tanah, dilindungi oleh array agar keberadaannya tidak mudah diketahui.
Di sekitar lab, beberapa material terlihat tersusun. Ada yang sudah dipotong, ada pula yang masih utuh. Semuanya adalah batu giok dengan berbagai manfaat. Biasanya, giok seperti itu hanya digunakan sebagian orang sebagai aksesori.
Namun bagi Su Dingxuan, benda-benda itu memiliki nilai yang jauh berbeda.
Ia melakukan berbagai pengujian pada setiap giok, lalu mengeliminasi material yang tidak memenuhi kriteria. Ia membutuhkan bahan yang stabil, mampu menahan energi panas, serta bersifat isolator terhadap energi liar. Namun, di saat yang sama, bahan itu juga harus bisa menampung jalur energi yang presisi.
Dalam komputer modern, masalah utamanya adalah panas.
Sedangkan di dunia ini, Su Dingxuan tahu bahwa masalah utamanya terletak pada “Qi Turbulence”.
Setelah banyak percobaan, akhirnya ia menemukan beberapa material yang cocok.
Seven-Colored Glazed Jade akan menjadi bahan dasar papan sirkuit.
Liquid Spirit Silver akan berfungsi sebagai konduktor.
Sementara Deep Sea Spirit Silk akan dipakai sebagai pengganti Bio-Interface pada tahap berikutnya.
Su Dingxuan menatap lab yang sudah ia bangun dengan susah payah.
“Ini membutuhkan waktu lima tahun untuk mengumpulkan barang dan memurnikan alat-alat bantu yang dibutuhkan.” Ia mengembuskan napas pelan. “Tapi… semuanya sepadan.”
Ia berjalan perlahan di sekitar lab, memperhatikan satu per satu penemuan yang telah ia ciptakan. Entah kenapa, suasana ini membuatnya teringat kembali pada lab di kehidupan sebelumnya.
Tentu saja, peralatan di tempat ini sudah ia modifikasi ulang.
Bahkan beberapa di antaranya memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan peralatan modern, terutama pada bagian energi. Di dunia ini, ia dapat memanfaatkan Qi sebagai sumber energi untuk menggerakkan peralatan.
Su Dingxuan berhenti di depan meja utama, lalu menarik napas perlahan.
“Mari kita mulai membangun Chip Artificial Intelligence dengan nama Project NEURON — Neural Enhancement via Refined Organic Network.”
Tatapannya menjadi lebih serius.
“Ada beberapa tahapan dalam proses pembuatannya, dan sepertinya setiap tahapan akan memakan waktu. Belum lagi berbagai kemungkinan kegagalan.”
Namun, ia tidak ragu.
Tanpa menunggu lebih lama, Su Dingxuan segera memulai Tahap 1, yaitu pembuatan Fabrikasi Wafer atau papan sirkuit murni.
Tahap pertama ini memakan waktu empat bulan penuh. Hasilnya adalah papan sirkuit murni yang ia beri nama Fabrikasi Wafer. Sebelum menjadi Chip, dibutuhkan sebuah “tanah” atau fondasi tempat sirkuit berdiri.
Ia memotong Seven-Colored Glazed Jade menggunakan Aura-Steady Scalpel hingga menjadi lembaran yang sangat tipis, atau wafer. Karena ia tidak dapat menggunakan Qi, ia terpaksa melakukannya secara perlahan dan hati-hati.
Beberapa kegagalan sering terjadi.
Namun bagi Su Dingxuan, itu sudah menjadi hal yang lumrah.
Bahkan penggunaan Aura-Steady Scalpel secara terus-menerus yang ditenagai Qi dari Spiritual Stone sempat membuatnya terkena racun Qi. Hal itu terjadi ketika serat debu dari Seven-Colored Glazed Jade terhirup olehnya.
Untungnya, dengan bantuan kedua orang tuanya, ia dapat mengatasinya dengan mudah.
Hasil akhir dari empat bulan ini adalah wafer giok yang permukaannya telah dipoles hingga halus, dilapisi serbuk berlian dan material abrasif halus lainnya. Wafer ini bersifat isolator total agar energi Qi tidak bocor.
Su Dingxuan tersenyum saat melihat hasil karyanya.
“Bisa dikatakan Tahap 1 sudah selesai sepenuhnya.” Ia menatap wafer itu beberapa saat. “Jika saja aku dapat berkultivasi, proses ini tidak akan memerlukan waktu selama ini.”
Setelah termenung sebentar, ia memutuskan untuk berjalan keluar.
Dengan Token Formasi, ia dapat melewati Formasi Array dengan sangat mudah. Halaman rumah ini berada di ibu kota Kerajaan Quan, sebuah kerajaan fana yang didirikan oleh keturunan fana Clan Su.
Demi menjaga kerahasiaan, ia dan kedua orang tuanya tidak terlibat langsung dengan urusan kerajaan.
Setelah memakan makanan yang tersedia, Su Dingxuan memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar. Orang tuanya tidak ada di sini karena mereka memiliki pekerjaan di Clan Su. Biasanya, mereka hanya datang untuk tinggal sekali dalam satu minggu.
Untuk project penelitiannya, Su Dingxuan tidak menyembunyikannya dari orang tuanya. Ia hanya mengatakan bahwa ia sedang membuat sebuah mainan atau peralatan.
Selama empat bulan tinggal di sini, ia tidak mengalami kejadian buruk ataupun ancaman nyawa. Itu semua berkat harta pelindung yang ditinggalkan oleh ibu dan ayahnya. Menurut mereka, bahkan jika seorang Foundation Establishment bergerak, tetap tidak akan bisa melukai dirinya.
Su Dingxuan berjalan di jalanan ibu kota.
Banyak orang terlihat di sekitarnya, mulai dari anak-anak hingga lansia. Mereka sibuk dengan urusan masing-masing. Suasananya terlihat seperti zaman kerajaan di Tiongkok kuno.
Namun, ada satu hal yang ia sadari.
Dunia ini jauh lebih berbahaya dibandingkan dunia modern.
Bahkan di tempat fana seperti ini saja, kehilangan nyawa sudah menjadi hal yang biasa. Di sini, yang kuatlah yang memimpin.
Walaupun Cultivator sangat jarang terlibat dalam urusan manusia fana, para seniman bela diri tetap ada. Karena itu, terkadang pertarungan dan pertempuran di pusat kota tidak dapat dihindarkan, meskipun Kerajaan Quan melarang pertempuran di dalam kota.
Su Dingxuan tidak terlalu banyak berkomunikasi dengan orang-orang di sekitar. Setelah bersantai sebentar, ia kembali ke rumahnya.
“Kamu sudah pulang?”
Su Dingxuan sedikit terkejut saat melihat ayahnya sudah menunggu di rumah.
“Kapan Ayah datang?”
“Beberapa saat yang lalu.” Su Baiyun menatapnya dengan tenang. “Aku melihat kamu berkeliling di sekitar kota. Itu bagus. Daripada terus fokus pada kegiatanmu, sesekali berjalan keluar juga baik untuk kesehatan.”
Su Dingxuan hanya tersenyum.
“Aku akan mengingat nasihat Ayah.”
Lalu ia melihat sekeliling sebentar sebelum bertanya, “Apa Ibu tidak kembali?”
“Ibumu ada urusan di dalam keluarga, tapi dia sudah menyiapkan beberapa masakan.”
Su Baiyun mengeluarkan beberapa hidangan dari kantong penyimpanannya.
Setelah itu, keduanya mengobrol tentang hal-hal biasa. Tidak ada pembicaraan berat, hanya percakapan sederhana antara ayah dan anak.
Lalu mereka makan bersama.
Walaupun Su Baiyun sebenarnya tidak perlu lagi makan, ia tetap duduk dan menemani Su Dingxuan menikmati hidangan itu.
Dalam dua hari berikutnya, Su Dingxuan tidak melanjutkan project-nya.
Karena orang tuanya hanya datang satu kali dalam seminggu, ia lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.
End Chapter 7
Chapter 7 sampai 11 itu merupakan harga tiket mc untuk masuk kedunia yang lebih besar.
Jdi reset penelitian ini hanya terjadi di chapter awal 7 sampai 11, setelah itu dunia kultivasi akan terbuka.
Dia bukan orang yang di beri jalan oleh langit, jdi dia membuka jalanya sendiri, satu satunya yang bisa dia andalkan hanya lah ingatanya sebagai seorang saintis. Karena memang tidak ada yang bisa dia andalkan selain itu.
Mohon bersabar hingga chapter 11 lewat, karena kemampuan mc tidak jatuh dari langit, atau tibatiba mendapatkan warisan.
Cuman saran aj🙏👍
Itu semua karena gaya penulisan Author, Jdi dari 2013 author selalu baca novel terjemahan, bahkan sampai jalur mechine transate yang bikin kepala pusing (Biasanya di kenal sebagai penyimbangan kultivasi)😅
Apa yang sering dibaca mempengaruhi gaya tulisan. Jadi mohon maaf jika ada yang tidak tebiasa, 🙏
dan terimakasih sudah support novel ini.
Salam dari Naevys Presspire
Ku lihat kingkatan kultivasinya menggunakan standar Xianxia yah, kyk ISSTH, Renegade Immortal RMJI dan kwn².
Bagi yang belum tau, dari bab sejauh ini bab 11 yah, tingkatan Kultivasinya Qi Refining => Foundations Establishment => Core Formatin (Biasanya novel terjemahan menggunakan nama Inti Emas/Golden Core) => Nascent Soul.
Untuk di atasnya, belum terungkap, wkwkw