Reina Yusa Anggara seorang mahasiswi semester akhir yang dijodohkan dengan dosennya sewaktu masih kuliah.
Daren Putra Danendra yang dijodohkan dengan mahasiswinya. Sedangkan dirinya masih mempunyai kekasih. Hubungan Daren dengan kekasihnya sangat ditentang oleh keluarga Danendra, karena dia bukan wanita yang baik.
Suatu hari Daren melihat kekasihnya sedang bersama pria lain di sebuah restoran, tapi Reina melarang Daren untuk menghampirinya. Daren dan Reina menyiapkan misi untuk menjebak kekasih Daren, namun mereka gagal karena Daren sudah percaya dengan kekasihnya.
Akankah Daren akan memilih Reina atau kekasihnya?
Simak kelanjutannya di novel I LOVE YOU PAK DOSEN
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ssabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Calon Suami
Tok...tok...tok
"Sayang cepetan keluar, tamunya udah datang." ucap Keyra
"Iya ma sebentar" jawab Reina, Reina segera mengganti bajunya dengan menggunakan dress di atas lutut warna hitam. Ia sedikit memoles wajahnya lalu segera turun ke bawah
Saat Reina turun, ia melihat Feli dan Feny di bawah. Reina langsung menghampiri dan duduk di samping Lala.
"ante cantik sekali" puji Lala
"masak sih" jawab Reina sedikit malu
"iya lah sayang, kan tante Reina mau ketemu sama pangeran." ucap Cakra
"apaan sih kak" jawab Reina malu karena semua menertawainya.
"oh iya jeng, mana calon mantu saya?" tanya Keyra
"masih perjalanan jeng, sebentar lagi juga sampai" jawab Feli
"Feny kita ke kamar ku yuk" ajak Suny
"boleh ayo" jawab Feny
Suny dan Feny melangkahkan kakinya ke kamar Suny. Sebenarnya Suny penasaran dengan cerita Feny yang katanya dikejar-kejar oleh seniornya sampai di marahi mamanya.
"Papi mana mi?" tanya Reina
"Papi kamu lagi di luar sama baby Al, katanya mau lihat ikan." jawab Keyra
"Reina ijin keluar dulu ya mi mau nemenin papi." ijin Reina
"iya sayang, nanti kalau calon suami kamu datang, kamu masuk ya" ucap Keyra
"Cakra juga keluar ya mi tante" ijin cakra
"iya nak" jawab Keyra
"lala ikut ayah" ucap lala langsung lari mengejar ayahnya.
Feli, Meisya, dan Keyra membahas konsep pernikahan Reina dengan Daren, karena.mereka memilih mengurus sendiri dari pada lewat jasa WO.
Sedangkan di luar rumah, mereka sedang bercanda ria dengan Baby Al dan Lala. Mereka memberi makan ikan yang ada di kolam depan rumah.
"Dek nanti kalau kamu udah nikah nurut ya sama suami" ucap Cakra
"Iya kak, walaupun Reina belum pernah menikah, tapi Reina sudah tau cara-cara menjadi istri yang baik" jawab Reina dengan percaya dirinya.
"Calon suami Reina namanya siapa pi?" tanya Reina
"Nanti kamu kenalan sendiri aja dong, masak papi sih yang ngenalin." jawab Anggara
"Wlee kan papi yang jodohin" gerutu Reina dengan suara pelan namun masih bisa didengar
"Eitss bukan papi ya yang jodohin, tapi kakek kamu" bela Anggara
"Hemmmmm" jawab Reina
"Baby Al mau makan ikan?" tanya Reina
Karena Baby Al belum bisa bicara, maka Anggara lah yang menjawabnya.
"Mau ante" ucap Anggara dengan ciri khas anak kecil
"Yang mana?" tanya Reina
"Yang walna hitam" jawab Anggara
"Ante aku mau yang biru" ucap Lala
"Lala mau ikan goreng apa ikan bakar?'' tanya Reina
"No! Lala itu ikan kesayangan ayah, nanti ayah beliin yang buat di makan ya sayang.
Dek kamu jangan ajarin yang gak bener dong" ucap Cakra
"Kan makan ikan itu baik kak, banyak proteinnya baik untuk pertumbuhan Lala" jawab Reina sambil senyum mengejek.
Saat mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba ada suara klakson mobil di depan rumah Reina.
tin...tin... suara bel mobil di luar gerbang.
"kang asep kemana pi?" tanya Cakra, kang asep adalah satpam rumah mereka
"lagi ke warung beli kopi, kamu bukain gih Rein" suruh Anggara
"Kakak aja deh jam Reina lagi manngku Lala" jawab Reina
"Lala sama ayah yuk, ante mau buka gerbang" ucap Cakra pada anaknya.
Reina menurunkan Lala dari pangkuannya dan segera membuka pagarnya. Ia melihat sebuah mobil warna putih yang mewah masuk ke halaman rumah Reina. Betapa kagetnya Reina, ternyata dia adalah Daren dosennya. Reina berfikir kalau Daren ke rumahnya mau minta ijin ke papi dan calon suaminya.
"besar juga nyalinya pak dosen" batin Reina
"Bapak ngapain kesini? mau minta ijin papi ya? tapi maaf pak calon suami saya belum datang, bapak mau nunggu di sini atau di dalam?" tanya Reina
Daren tidak mengubris ucapan Reina, ia langsung nyelonong ke teras rumahnya.
"dasar orang gak punya sopan santun" ucap Reina dengan suara pelan
Reina langsung lari mengejar Daren hingga Reina lah yang duluan sampai di teras rumahnya. Reina takut kalau ayahnya marah jika ia harus menjadi sekertaris Daren.
"Pi kenalin ini Pak Daren, Pak Daren kesini.mau minta ijin ke papi, Pak Daren meminta Reina untuk menjadi sekertarisnya. Kalau papi mau marah, marah aja pi sama Pak Daren." ucap Reina dengan PDnya karena ia tau kalau Daren bakal dimarahi papinya karena menjadikan anaknya sekertaris, namun semua itu tidak mungkin terjadi.
"Kalau papi sih boleh aja, sini nak Daren masuk" jawab Anggara.
Reina ditinggal sendiri di luar, ia bingung dengan papinya yang tiba-tiba mengajak Daren masuk ke rumah, dan memperbolehkan dirinya menjadi sekertaris Daren.
Reina berjalan sambil memikirkan ucapan papinya yang dengan mudah membiarkan anaknya bekerja di perusahaan lain, karena Anggara melarang keluarganya untuk bekerja di Perusahaan lain.
"Ayo silahkan duduk" ucap Anggara.
"jadi gini mi, Daren mau jadiin Reina sekertaris, mami boleh gak?" tanya Anggara ke istrinya
"Daren kamu apaan sih" Jawab Feli
Sttttttt, Anggara memberi isyarat pada Feli untuk tidak melanjutkan ucapannya.
"Tuh kan calon mama mertua saya aja gak setuju pak, apalagi calon suami saya." jawab Reina sambil tersenyum sinis. Namun semua orang justru menertawainya.
"Dek dek calon suami kamu pasti setujulah, kan dia yang minta, iya gak ren?" tanya Cakra yang hanya dibalas senyuman oleh Daren
"Maksud kakak?" tanya Reina bingung
"Kamu belum paham sama ucapan kakak?" tanya Cakra
Reina menggelengkan kepalanya.
"Pak Daren calon suami Reina?" tanya Reina dengan suara pelan.
"iya lah" jawab Cakra
"Jadi gimana nak Daren, bolehkan Reina jadi sekertaris?" goda Keyra dan semua orang memertawai Reina dan Daren
"Rein kamu ajak Daren ke taman gih, ngobrol-ngobrol gitu" perintah Meisya
"Gak usah kak, udah malem nanti masuk angin" jawab Reina
"Reinn" seru Anggara
"Iya iya, ayo Pak Daren" ajak Reina pada Daren, kemudian Daren mengikuti Reina berjalan.
Reina mengajak Daren ke taman samping rumahnya.
"Pak Daren sudah tau ya kalau kita dijodohin?" tanya Reina
"Iya" jawab Daren singkat
"Sejak kapan Pak Daren tau?" tanya Reina
"Tadi siang" jawab Daren.
"Jadi bapak sudah tau dong kalau calon suami Reina itu bapak?" tanya Reina
"Iya" jawab Daren dengan tatapan dingin.
"Ya udah masuk yuk, nanti masuk angin" ajak Reina.
"Udaranya dingin orangnya juga dingin, kan masuk angin gue" batin Reina.
Reina berjalan di depan Daren. Tanpa sengaja Reina tersandung meja.
Bughhh.....
Reina terjatuh hingga pingsan karena kepalanya menatap lantai. Anggara segera berlari mendekati Reina di ikuti oleh yang lainnya.
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE💟💟💟