Bercerita mengenai Alisya dan semua sahabatnya, berjuang melawan para zombie yang tiba-tiba saja menggegerkan kampus mereka, mereka berhasil keluar dari kampus tapi tidak sedikit pula yang menjadi monster itu (zombie). Apakah kami bisa menemukan tempat yang aman, melewati setiap rintangan dan juga konflik asmara? Penasaran dengan cerita selanjutnya. Ayo ikuti terus novelku yang berjudul "A World Full Of Zombies" 😄👍
Dan dukung aku dengan cara LIKE, VOTE dan FOLLOW ya teman-teman 😊
Terimakasih 😊👍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon umi Dila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
08. Detik Detik Terjadi Wabah Zombie.
Teriakan pun mulai terpecah dari setiap sudut ruangan, kami hanya bisa menyaksikan peristiwa itu dari kejauhan tidak ada seorangpun yang berani mendekati mereka. Hanya ketiga temannya dan beberapa Dosen yang berani mencoba memisahkan mereka. Semua orang semakin melangkah mundur dan masih merekam kejadian dengan raut wajah sangat ketakutan.
Dengan penuh perjuangan mereka mampu dipisahkan oleh Ketiga temannya dan keempat Dosen yang berkelamin wanita, terlihat Dosen-Dosen itu berusia sekitar 40an, sedangkan ketiga temanya terlihat sama usianya denganku.
Mereka pun membawa wanita yang telah tergigit itu pergi meninggalkan kantin dan membawanya keruang UKS dilantai 2.
Sedangkan keempat Dosen lainnya yang berkelamin laki-laki tersebut mencoba menarik wanita yang kemasukan roh itu pergi ke ruangan UKS, tapi tidak semudah perkiraan kami!! Wanita tersebut malah memberontak dan mencakar setiap ada yang mendekatinya. Tapi Dosen-Dosen tersebut tidak gampang menyerah, mereka mulai memiting tangan wanita tersebut hingga tidak bisa lagi mencakar. Walaupun begitu, kepalanya masih memberontak seperti ingin menggigit.
Dia terus saja memberontak hingga akhirnya hijab pashmina yang berwarna abu-abu itu terlepas dari kepalanya. Mataku mulai melotot seakan-akan mau copot, ketika melihat kearah lehernya yang memiliki bekas gigitan. Tapi rambutnya sudah terurai sebelum ada orang yang melihat bekas gigitan tersebut, setelah itu dia langsung ditarik paksa oleh Dosen-Dosen yang terlihat berudia sekitar 50an untuk di bawak ke ruangan UKS.
Setelah wanita tersebut sudah dibawa keluar dari kantin, kami semua yang berada di lokasi kejadian mulai duduk di bangku masing-masing. Aku melihat ke semua sudut ruangan, terlihat mereka yang sangat ketakutan dan mulai melihat hasil rekaman yang berada di ponsel mereka. Semua orang mulai membahas video yang sebelumnya sudah mereka rekam.
"Lihat ini, dia sepertinya sangat nafsu sekali menggigit temanya!!"
"Apakah kau tidak memperhatikannya? Kejadian ini sama seperti berita yang berada di tv barusan."
"Sudah sangat banyak berita orang gila yang beredar dan video aneh. Semua berita mengenai penyakit yang belum diketahui apa penyebabnya!!"
"Apakah kau serius!! Ini semacam penyakit?"
"Lihat ini, penyakit ini sudah menyebar luas ke seluruh dunia!!"
"Semua orang mulai menggila dan menggigit setiap orang yang berada di dekatnya!!"
"Benarkah!! Berarti wanita tadi sudah terinfeksi?"
"Terinfeksi apa?"
Aku harus cepat pergi dari tempat ini, dan kalau memang itu zombie...!!. Batinku.
Semua temanku sedang melihat ponsel mereka masing-masing, sedangkan menu yang sebelumnya kami pesan masih dalam keadaan utuh, belum di sentuh sedikitpun.
"Aku mau balik ke kelas, apakah kalian mau ikut?" tanyaku kepada mereka semua dengan nada santai dan berdiri dari kursi, "Aku, udah nggak selera makan lagi."
"Aku ikutlah," ucap Intan yang mulai tersenyum.
"Aku juga," balas Nasywa sambil berdiri.
"Samalah aku juga ikut lah we, udah ngak selera makan akunya," ucap Nia sambil berdiri juga.
"Yaudah, ayo lah. Jadi yang lain bagaimana mau ikut atau nggak?" tanyaku lagi kepada mereka semua.
"Tentunya," jawab mereka semua serentak sambil berdiri bersamaan.
Kami meninggalkan meja dan berjalan menuju penjual bakso kuah untuk membayar menu yang sudah kami pesan, semua uang di kumpul kepadaku agar pembayaran lebih mudah. Setelah uang sudah terkumpul barulah aku berbincang kepada ibu kantin, sedangkan mereka semua berjalan dan menunggu di luar kantin. Setelah sudah tau jumlah yang harus dibayar, aku menyerahkan uangnya ke ibu kantin tapi keburu ada pelanggan yang datang.
"Nak, bayarnya sama anak ibu saja iya," ucap ibu kantin kepadaku dan bergegas pergi menuju pelanggan sambil berteriak kepada anaknya yang tidak jauh dari tempatku, "balikan dulu uang kakak ini."
Untung saja anak gadis ibu kantin berdiri di dekat kami sehingga dia tau berapa kembaliannya. Batinku.
Aku berjalan ke meja tempat pembayaran dan disusul oleh anak gadis tersebut.
"Ini dek," ucapku sembil menyodorkan uang kepadanya. Dia mengambil uang yang berada di tanganku dan membuka laci meja sambil melipat kain yang melekat di lengan tangannya agar lebih mudah mengambil uang kembalian.
"Terimakasih kak, ini kembaliannya," balas anak itu kepadaku dengan menyodorkan tangannya ke arahku.
"Terimakasih dek," jawabku kepada anak itu dan melihat ke arah tangannya.
Ya Tuhan. Dia memiliki bekas gigitan di tangannya!! Dan lebih paranya lagi urat nadinya sudah berwarna kehitaman. Apakah benar zombie bakalan ada di dunia nyata?. Batinku.
Diapun mulai berjalan meninggalkanku yang masih berdiri di samping meja kecil. Aku langsung memanggil anak itu sebelum dia pergi terlalu jauh.
"Oo adek...!! Boleh ke sini sebentar," sahut ku.
"Boleh kak, ada yang bisa saya bantu" ucapnya sambil berjalan menghampiriku.
"Hmmm..., di sini ada jual cemilan?" tanyaku kepadanya dengan polos.
Bodohnya aku...!! Mana ada di sini jual cemilan. Ini kan penjual bakso, penjual cemilan adanya di luar kantin. Batinku.
"Gak ada kak, cemilan kan adanya di luar kantin," balasnya sambil tersenyum kepadaku.
"Oo... iya, maaf ya kakak sampai lupa," jawabku yang tersipu malu kepadanya.
"Iya kak, ngak apa-apa kok," ucapnya. kami pun mulai tersenyum lebar.
"Oya dek, kakak boleh bertanya?" jawabku yang mulai serius.
"Boleh, mau tanya apa kak?" balasnya penasaran.
"Itu bekas apa yang ada di tanganmu, gigitan ya, kapan, di mana?" tanyaku dengan sangat serius.
"Banyak kali pertanyaannya kak. Pertanyaan mana yang mau di jawab," balasnya heran sambil tersenyum kepadaku.
"Semuanya dek, maaf kakak kepo (mau tahu banget😜)," ucapku yang sedang memanyunkan bibir.
"Iya-iya, akan saya jawab. Tadi saya pergi ke pasar ada beberapa bumbu yang harus dibeli dan di sana sangatlah ramai tidak seperti biasanya, tiba-tiba saja ada yang menggigit tangan saya entah dari mana pemuda itu datang. Dan saya langsung berteriak ketakutan semua orang yang berada di sana langsung memukuli pemuda tersebut dan membawanya pergi. Mereka kira saya di lecekan tapi saya tidak menjawab apapun, saya hanya terdiam dan menangis," jelasnya kepadaku dengan sangat serius.
"Apakah luka gigitan itu sudah di obati atau di periksa ke Dokter, dek?" tanyaku yang semakin kaget.
"Mungkin setelah pulang jualan kak, karena saya baru saja pulang dari pasar," jawabnya sambil menutupi luka gigitan itu dengan lengan bajunya.
"Ibu kamu sudah, tahu?" tanyaku lagi yang semakin penasaran.
"Belum kak, ketika saya baru sampai ke sini mama menyuruh saya mengantarkan pesanan di meja kakak," jelasnya kepadaku.
Di tengah pembincangan yang mulai serius ini, tiba-tiba saja ada yang memanggil dari kejauan.
"Fia...!! Berikan pesanan ini ke meja 12," teriak ibu kantin yang sedang memanggil anak gadis nya.
"Permisi, kak," ucap Fia dan berjalan meninggalkanku sendiri yang masih berada di samping meja kecil.
Fia..., Nama yang catik seperti wajahnya. Batinku.
Aku berjalan ke arah mereka yang sedang menungguku diluar kantin. Aku bersikap seolah-oleh tidak ada yang di sembunyikan sambil tersenyum lebar ke arah mereka semua.
"Hay," ucapku kepada mereka semua, mereka terus saja menatapku dengan tatapan heran seakan-akan tahu kalau aku sedang menyembunyikan sesuatu, "Aku lama ya, we? Maaf ya."
"Ada apa, Alisya?" tanya Amel penasaran.
"Kau jangan sembunyikan apapun dari kami, Alisya?" sahut Indah.
"Sembunyikan? Aku nggak menyembunyikan apapun dari kalian. Beneran," jelasku kepada mereka yang masih menatapku dengan penuh keheranan.
Bagaimana ini!! Apakah aku harus memberi tahu kepada mereka mengenai apa yang aku lihat hari ini? Tapi, aku gak punya bukti untuk membuktikan itu adalah zombie. Mungkin saja itu hanyalah bakteri dan bukannya virus. Yang menyebar dari hewan dan terhirup melalui udara. Batinku.
"Alisya, kau termenung lagi!! Apakah sekarang kau sudah gak menganggap kami sabagai sahabatmu, sehingakah kau mulai merahasiakan sesuatu hal dari kami?" tanyak Dea kepadaku.
"Baiklah kalian menang!! Aku akan memberi tahu apa yang sedang ku pikirkan saat ini, "aku memegang tangan Dea dan melihat kearah mereka semua sambil berkata dengan sangat santai, "Aku lapar..., apakah kalian ngak memahami ku. hmmm... kalian sangatlah tega ya, aku sudah capek ngantri untuk membayar pesanan kita, tapi kalian hanya berdiri saja dan tidak membeli sedikitpun makanan!! Sebentar lagi mata pelajaran kedua akan di mulai dan aku ngak bisa belajar dengan kondisi kelaparan." jelas ku yang mengena pembicaraan.
"Ya Tuhan. Aku pun sempat lupa karena peristiwa yang terjadi hari ini," ucap Nia kepada kami semua.
"Ya sudah tunggu apa lagi!! Ayo kita sikat semua cemilan yang ada di minimarket...," balas Rizqi dengan penuh semangat.
"Cie cie... Rizqi mau bayarin kita semua, we," jawab Alwi ngelece.
"Enak saja kau, bayar masing-masing lah," balas Rizqi yang sedang memanyunkan bibirnya.
Kami semuapun mulai tertawa lepas, tapi tidak dengan Amel. Sepertinya dia tahu kalau aku sedang menyembunyikan sesuatu hal dari mereka. Terlihat Amel sedang menatapku dan menunggu jawaban.
Maafkan aku Mel, untuk saat ini aku tak bisa berkata apa-apa. Kita tunggu saja apa yang sebenarnya terjadi dengan dunia ini. Batinku.
Kami pun berjalan menuju penjual jajanan yang berada diluar kantin, ini tidak seperti kedai tapi tepatnya seperti minimarket. Kami membeli beberapa cemilan dan minuman segar tidak lupa pula aku membeli coklat. Setelah semua sudah selesai kami pun kembali berjalan menuju anak tangga dan menaikinya ke lantai 3 setelah sudah sampai di depan pintu kelas, aku berpamitan kepada mereka semua untuk memberi tahu sekiranya mata pelajaran akan di mulai karena aku sering lupa waktu ketika berada di perpus apalagi di mall.
Perpustakaan berada di lantai 2 yang tidak jauh dari tangga tempat aku turun. Gedung kampus memiliki tangga di setiap sudutnya karena untuk mempermudah setiap Mahasiswa ataupun Dosen menuju tempat atau lokasi yang di tujuh.
Sesampainya di perpustakaan, aku berjalan mencari buku yang berjudul Kamus Besar Bahasa Indonesia. Suasana di sini tidak terlalu ramai karena aku berada di ujung perpustakaan. Aku mencarinya dengan sangat fokus mulai dari melihat disetiap rak-rak yang berjejer rapi dan setiap buku yang telah tersusun rapi, jari telunjukku menempel di setiap tulang buku untuk melihat judul besar dan memperhatikanya dengan sangat teliti. Aku tidak memberikan satu buku pun terlewatkan dari pandanganku dan kaki ku melangkah dengan sangat perlahan.
"Nah ini dia, akhirnya dapat juga...," aku mengambil buku yang sudah tersusun rapi di atas rak paling ujung tepatnya berada di hadapanku, tapi tiba-tiba saja aku melihat ada seorang pemuda yang sedang jongkok dipojok perpustakaan sedang menghadap diding, jarak antara aku dan pemuda itu sekitar 10 meter.
sedang apa dia disana? Mengapa dia jongkok di antara meja dan kursi?. Batinku yang melihat di antara celah-celah buku.
Aku berjalan dari arah belakang terlihat dari pundaknya dia sedang menikmati makan besar yang berada di atas lantai diantara meja dan kursi terbuat dari kayu yang memajang. Pandangannya hanya tertuju kearah lantai sedangkan tangannya sedang merabah lantai seolah-olah seperti sedang mengambil sesuatu di atas lantai dan mulai memakannya dengan sangat lahap.
Aku terus melangkah sambil mengendap-endap dari rak buku kerak buku lainnya, langkahku terheti di samping rak buku tepatnya di sisi lain dari tempat pemuda itu. Aku mulai mengintip ke arahnya seperti detektif yang memantau target, terlihat wajah yang pucat dan bibir yang berlumuran darah kental. Aku terus memperhatikan ke arahnya dengan sangat fokus hingga akhirnya aku melihat hal yang tidak seharunya terlihat.
Tubuhku mulai menggetar dan nafasku sangat sesak kekita melihat kearahnya. Ini seperti mimpi!! Seakan-akan aku sedang mengalami musibah yang perpanjangan. Pandanganku mulai gelap dan kakiku sudah tidak sanggup lagi untuk berdiri tegak hingga akhirnya tubuhku terduduk lemas sambil bersandar di tiang rak buku.
Ya Tuhan, apakah ini benar terjadi!! Apakah ini nyata?. Batinku.
Aku mulai merogoh kantung rok untuk mengambil ponsel, aku harus memiliki bukti untuk diberikan kepada semua temanku agar mereka percaya mengenai apa yang aku lihat saat ini. Tapi bukan hanya itu saja, aku juga ingin membuktikan kepada diriku kalau ini nyata. Aku mulai berdiri lagi walaupun berat, dan kakiku masih sangat lemas. Tapi aku harus merekam kejadian ini.
Aku arahkan kamera ponsel ke arahnya dengan sangat perlahan agar pemuda tersebut tidak menyadari keberadaan ku. Terlihat di layar ponsel kalau dia sedang jongkok di antara meja dan kursi dan begitu banyak buku-buku berserakan di sekitarnya. Yang paling parahnya lagi, ada seorang wanita tergeletak di atas lantai dengan badan yang sudah tercabik-cabik. Terlihat darah membanjiri lantai dan usus yang menjulang ke atas lantai, sedangkan pemuda itu dengan lahapnya memakan daging bagian tangan wanita tersebut.
Aku memang sering menonton dan memainkan game yang berkaitan tentang zombie, tapi ini baru pertama kalinya aku melihat dengan kedua mataku kalau ada manusia memakan manusia lainya. Keadaan ini mampu membuatku mual dan sangat panik.
Apakah itu zombie? Aku tidak percaya ini, aku harus pergi dari tempat ini dan memberi tahu kepada semua temanku. Batinku.
Jantung yang terus saja berdetak tidak karuan, bulu kuduk berdiri tegak seakan-akan sedang melihat hantu, aku melangkah mundur dengan kaki yang semakin menggetar , ponselku masih dalam keadaan menyalah dan merekam semua dengan sangat jelas. Tiba-tiba saja ponselku bergetar di saat yang tidak tepat.
Fadli!! mengapa dia meneleponku?. Batinku.
ZEEEZ... ZEEEZ... ZEEEZ....
dan InsyaAllah, sekarang sudah mulai aktif lagi nulis😁
do'a kan ya... semoga saja Alisya bisa nulis novel yang baik 🙏🥰
boom like untuk karya terbaikmu
semangat trs menulisnya^^
Akan Ku Pantau Selalu Hehee,😉