NovelToon NovelToon
Untuk Kehidupan Kedua Kami

Untuk Kehidupan Kedua Kami

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Isekai / Fantasi / Romansa / Mengubah Takdir
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: sila

Kalista, seorang food blogger dengan ribuan penggemar dimana mana.
setiap konten yang di upload nya di media sosial akan selalu mendapat jutaan views.
tentu saja hobinya yang paling jelas adalah makan.

Aruna, putri dari seorang paruh baya pemilik restoran terkenal, dia bekerja ditempat ibunya sebagai latihan karena setelah lulus SMA dia akan meneruskan usaha ibunya itu.
salah satu kebiasaan nya adalah melakukan beatbox.

Luna, anak dari seorang petani, didesa nya orang tuanya adalah yang paling kaya.
mereka punya banyak tanah yang dijadikan kebun buah dan sayur, padi dan juga dijadikan tempat ternak hewan yang salah satunya adalah sapi dan kambing.
Luna sendiri punya satu sapi kesayangan yang dia berikan nama blackmoo, sapi nya hitam dan selalu lapar hingga terus berisik.

secara tidak terduga ketiga gadis itu mati dan berpindah ke masa lalu dijaman kuno, abad pertengahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8

Kedatangan Vione sang tunangan pangeran pertama ke istana membuat pihak istana ricuh, sebab mereka masih ingat kejadian pada malam pesta kerajaan kemarin.

Mereka semua menebak jika Vione pasti datang untuk meminta maaf dan merengek rengek lagi.

Sepanjang lorong yang Vione lewati, akan selalu ada bisik bisik tidak enak yang dirinya dengar.

Namun gadis itu tetap berjalan dengan santai seolah tidak melihat siapapun disekitarnya.

Mengapa tidak mengunjungi raja terlebih dahulu?

Vione yang asli terlalu dimanja oleh sang raja jadi gadis itu menganggap dirinya penting dan merasa tidak terlalu perlu untuk terus menerus memberikan salam hormat pada raja, jadi Vione yang sekarang tentu saja juga melakukan hal yang sama, namun dengan alasan dia tidak suka dan muak dengan segala sesuatu tentang istana.

Ia datang ketempat itu karena ingin bertemu dengan si gadis suram alias Rosetta, tentu saja dengan segala pemikiran matang ia sudah mencari tahu tentang gadis itu dan akan mengetesnya sekarang.

Begitu ia duduk ditaman bungan kerajaan, ia langsung disuguhi pemandangan indah bunga bunga disekelilingnya, harum dan dilengkapi dengan udara yang sejuk.

Kudapan dan teh telah tersaji beberapa saat kemudian ia mendengar suara langkah kaki mendekat, saat ia menoleh untuk melihat siapa pemilik langkah itu, dahinya mengerut tidak suka.

Yang ingin Vione temui adalah Rosetta, bukan Chalios dan antek anteknya (teman teman bangsawannya).

Begitu Chalios sampai didekat kursi ia duduk tanpa permisi, teman temannya juga ikut duduk meskipun mereka duduk dipagar pembatas gazebo.

"Cepat." Ucap Chalios secara tiba tiba.

Vione mengerutkan keningnya merasa jengkel, ia menatap Chalios dengan tatapan heran sekaligus jijik.

"Apa?" Tanya Vione tidak ada keramahan sama sekali.

Chalios menaikkan satu alisnya merasa bingung, teman temannya menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Kau kemari ingin meminta maaf, kan? cepat lakukan dan jangan membuang waktuku."

Vione tersedak teh yang diminumnya, ia segera mengelap area bibirnya menggunakan sapu tangan dengan gerakan anggun.

Lalu ia mengalihkan tatapannya dari teh ke arah Chalios.

"Aku tidak tahu darimana datangnya kepercayaan diri yang begitu besar seperti itu, sebaiknya segera pergi sebelum kau semakin bertambah malu." Ucap Vione sembari mengelap tangannya yang terkena tumpahan teh saat tersedak tadi.

Tapi yang kita tahu, Chalios sangat keras kepala dan dia percaya jika Vione kemari karena memang ingin meminta maaf, dia berpikir kalau gadis itu hanya merasa malu karena teman temannya menonton disekitarnya.

Jadi dengan gerakan halus Chalios melambaikan tangannya dengan niat menyuruh teman temannya pergi.

Tapi gesturnya itu malah mendapat respon negatif dari Vione, gadis itu mengerutkan keningnya dengan sudut bibir atasnya yang sedikit naik, pertanda jika dirinya merasa agak jijik dengan perilaku dari laki laki itu.

Bahkan sebelum teman temannya beranjak pergi, Vione lebih dulu bangkit dan melambaikan tangannya dengan malas.

"Semoga tidak bertemu lagi." Ucap Vione yang berlalu pergi begitu saja bahkan tanpa mengucapkan salam hormat pada Chalios yang notabenenya adalah seorang pangeran.

Chalios terdiam ditempatnya begitu pula dengan teman-temannya yang kini berdiri kaku ditempatnya.

Chalios merasa jika akhir akhir ini ia lebih sering dipermalukan, bahkan itu dari orang yang tidak dirinya sangka.

Seperti Vione yang begitu sangat tergila-gila pada Charlos yang tentu saja dia juga akan bersikap baik padanya untuk mendapat perhatian dan dukungan.

Lalu Rosetta yang dulunya bahkan tidak berani mengangkat pandangan, mendadak berubah menjadi lebih tajam dengan kata katanya yang pedas, bahkan tak segan melakukan kekerasan pada saudara saudaranya.

Bahkan sekarang raja juga merasa pusing dengan perubahan sikap dan sifat Rosetta.

Kedua gadis itu benar benar tidak terduga.

Disisi lain, Rosetta kini lagi lagi harus membawa nampan berisi satu gelas air rebusan jahe ke kamar Charlos.

Gadis itu dengan kasar menjambak rambut Charlos dan meminumkan rebusan jahe itu kedalam mulut Charlos secara paksa.

Karena posisi Charlos saat ini sudah sadar tentu saja ia terkejut dengan betapa kasarnya gadis itu, ia tersedak dan hampir saja memuntahkan air rebusan itu namun urung saat mulutnya dibekap.

"Telan!" Ucap Rosetta penuh penekan yang jika didengar lebih baik, nadanya terdengar seperti sudah sangat muak dengan keadaannya.

Barulah setelah Charlos menelan air rebusan itu, jambakan dirambutnya dilepas dengan kasar.

Saat Rosetta akan beranjak pergi dari kamar itu, ia bertemu pandang dengan Vione yang berdiri dipintu dengan mulut terbuka.

Charlos canggung, Vione terkejut dan Rosetta juga terkejut saat melihat keberadaan gadis itu.

beberapa saat setelah keheningan yang lumayan panjang, Vione membuka pembicaraan terlebih dahulu.

"Ekhm, si tolol itu kenapa?" Tanya Vione yang lebih ke basa basi daripada niat bertanya.

"Makan racun." Balas Rosetta lalu mendengus sinis saat ekor matanya melirik sekilas kearah Charlos.

Jawaban Rosetta membuat Vione Menaikkan satu alisnya dengan sudut bibir yang membentuk seringai tipis.

"Oh? gimana kronologinya?" Tanya Vione semakin memancing kecurigaannya tentang Rosetta.

"Biasa, sok ingin menjadi pahlawan demi teratai putih." Balas Rosetta yang mengubah cerita aslinya, mengambil kesempatan itu untuk mengejek kebodohan Charlos.

Seringai dibibir Vione semakin lebar, namun ia tidak berhenti begitu saja.

"Teratai putih? apa maksudnya?"

"Semacam orang bermuka dua, satunya manusia satunya lagi ular berbisa." Sahut Rosetta yang beberapa saat setelahnya ia menoleh dengan cepat kearah Vione saat mendengar gadis itu malah tertawa.

"Hell nah~ ular berbisa gak tuh." Vione dengan alis naik turunnya memberikan senyum menggoda pada Rosetta.

Seolah memiliki pemikiran yang sama, Rosetta tertawa dan mendekati gadis itu.

keduanya melakukan high five dan tertawa terbahak-bahak sambil berjalan keluar dari ruangan, meninggalkan Charlos sendiri yang kini kebingungan seperti orang bodoh sungguhan.

Saat ini, Rosetta dan Vione berjalan berdampingan sambil mengobrol, mengabaikan pandangan para pelayan dan prajurit yang kini keheranan melihat kedekatan antara keduanya.

"Gimana ceritanya lo bisa kesini?" Tanya Vione.

"Kepeleset lalu mati, pas buka mata tau tau malah ada dikerumunan orang." Balas Rosetta yang saat itu memang terbangun ditubuh barunya bersamaan dengan tamparan yang didapat oleh Vione.

yang artinya, dua gadis itu terbangun ditubuh barunya secara bersamaan.

"Gelo, kepeleset macem mana kok tiba tiba langsung dimatiin?"

"Lantainya licin kena air, nah dilantai tuh ada pecahan gelas, gua brak langsung nancep tuh beling dikepala gue."

"Sshh, kepelesetnya sih kedengaran lucu, tapi pas bagian belingnya gue malah ngilu sendiri."

"Lo sendiri, matinya kenapa?"

"Keselek seafood sama kuah seblak."

"Kocak! lo makan sambil ngebacot?"

"Iyalah, food blogger kan kerjaannya emang makan sambil ngebacot."

"Lah? lo food blogger?"

"Iye, termasuk food blogger terkenal gue."

"Bentar, lo food blogger mati pas makan seblak?"

"Iya, kenapa?"

"Jangan bilang kalo seblak yang lo makan itu seblaknya Bu Idah?"

"Iya, emang seblaknya Bu Idah, seblak hot coy."

"Itu mah restonya emak gue, gila!"

"Serius? gimana konsepnya? Kok bisa?"

"Kagak tau! tapi kalo beneran, berarti gue mati itu karna lo, dong?"

"Lah? Kok bisa? jangan main tuduh tuduh aje lo, bisa pasal ini."

"Beneran kocak! lo mungkin nyenggol gelas sampek pecah, nah terciptalah keributan, otomatis keributan diresto emak gue itu ya harus gue yang urus, tapi gue kepeleset duluan sebelum nyelesain tuh masalah."

"Eh buset, berarti cewek yang tatap tatapan sama gue itu, lo?"

"Iye, gue mati duluan, gak nyangka aja lo nyusul gue kesini."

"Gila gila gila, tapi serius deh, kayaknya gue apes."

"kenapa?"

"Gue jadi tunangannya si tolol itu, kayak cerita pasaran dibuku novel, gue jadi tunangannya pangeran pertama yang ternyata malah suka sama cewek lain yang katanya aduhai baiknya bak malaikat."

"Alisa, maksud lo?"

"Iyalah, siapa lagi, udah gitu si pangeran kedua yang tololnya setara sama pangeran pertama juga suka sama si Alisa Alisa itu, dibenci lah si Vione ini karena udah ngebully si Alisa Alisa itu."

"Rada rada miring otak orang orang sini, udah tau salah malah dibela, makin makin dah tuh si Alisa."

"Tapi agak imbang sih. nasib gue gak buruk buruk amat kek lo, seenggaknya gue masih ada bakat sihir yang uwah banget, sampek enam elemen, gila!"

"Seriusan deh lo enak, lah gue sampek sekarang aja gak tau apa bakat si cewek suram ini."

"Hah? beneran gak tau? sihir? ilmu pedang? medis?"

"Gak ada satupun dari bakat yang lo sebut itu."

"Itu sih emang sampah, jangan kesinggung deh, itu emang aib. Ini jaman mungkin emang bukan buat lo."

"Gini aja deh, besok pagi ikut gue ke perpustakaan kota, bantu gue buat cari bakat."

"Gaya lo cari bakat, dikira variety show kali ya. Tapi diistana gak ada perpustakaan gitu?"

"Ada tapi gak ada."

"Ada tapi gak ada, gimana sih?"

"Maksudnya ada perpusnya tapi gak tahu bukunya."

"Gini aja deh, malam nanti lo cari diperpus istana, kalau gak ada kita pergi ke perpustakaan kota, kalau masih gak ada kita bisa pergi ke menara sihir."

"Menara sihir? buat uji bakat ya?"

"Kagak, uji masak."

"Serius deh."

"Ya cari buku dong, Jamilah! uji bakat mah gak perlu, kan bakat lo udah diuji pas debut kemarin, dan lo emang kagak punya bakat apa apa."

"Ehehe, oke, besok."

1
Dewiendahsetiowati
kapan ketahuan belangnya si biang kerok Alisa
UMMI HABIBAH
lanjut thorrr
Dewiendahsetiowati
gak ada jari emas kah untuk salah satu MC nya
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Dia Fitri
/Good/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!