Dirumah sakit Camilla bertemu Tante Itoh. tantenya yang kebetulan bekerja disana. Tiba-tiba tanpa sepengetahuan Camilla, Tante Itoh merencanakan pernikahan Camilla dengan anak temannya yang merupakan seorang dokter yang bekerja di Belanda. Yang dimana pernikahan mereka harus segera terjadi secepatnya.
mengapa Tante Itoh bersikeras menikahkan Camilla dengan teman anaknya?
baca terus sampai habis jika ingin mengetahui kisahnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bella cantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 8
Sampai diparkiran raffa menghela nafas
"Hufft, parkir mobilnya disana" tunjuk Raffa mengarah mobil dia yang diparkir jauh sekali.
"kalau kita kemobil basah basahan kita. Kamu tunggu sini dulu ya. Aku kemobil duluan nanti aku balik lagi ngambil payung untuk kamu” sambung raffa
“Ehh mas gak usa-“
Belum camilla menyelesaikan bicara nya, raffa sudah lari ke arah mobil dengan hujan membasahi tubuhnya.
Camilla yang melihat itu tidak tega, ia langsung mengusul raffa dengan melepaskan cardigannya dan meletakkan di atas kepala nya.
Camilla pun jadi mengejar raffa, akhirnya camilla bisa menghampiri raffa dan ia membagi cardigan miliknya untuk menutupi kepala raffa. Raffa yang terlalu tinggi itu pun tidak sanggup untuk Camilla menutupi kepalanya. Raffa yang melihat itupun langsung mengambil cardigan Camilla dan menutupi kepala dia da camilla. Raffa yang melihat perlakuan Camilla pun akhirnya bertanya.
“E-ehh kok nyusul?” ucap Raffa seraya ia mengambil alih cardigan Camilla untuk menutupi kepala mereka.
“Kenapa mas?” Teriak camilla tidak mendengar ucapan raffa karena suara air hujan dan petir yang begitu berisik sehingga walaupun mereka sebelahan mereka harus berteriak teriak.
“Kamu kenapa nyusul? Kan aku suruh aku nunggu disana” teriak raffa sambil mereka berdua berlari kearah mobil
“Gak papa mas,santai”
sampai dimobil
Sampai dimobil raffa dan camilla pun membersihkan air hujan dengan menyapu kedua tangan mereka.
“Maaf ya ga ada handuk atau kain disini buat lap lap badan”
“Gak papa mas. Seharusnya aku yang minta maaf udh buat mas basah kuyup gini karena hujan hujanan”
“It’s okey camilla”
“Tapi ini serius gak papa nganter aku? Aku ga mau repotin mas. Aku bisa order mobil sendiri kok”
“Yaudah cepet order, aku tungguin” ucap dingin raffa
Camilla yang menawarkan untuk meng order taxi itu pun sedikit terkejut, nyatanya dia cuman basa basi malah ditanggapin beneran dengan raffa untuk mengorder taxi
“Oke mas” ucap camilla sambil mengambil ponsel nya
Camilla yang sibuk ingin mengorder taxi online itu pun seketika ponselnya mati total karena ngedrop.
“YAH! Malah ngedrop nih ponsel” ucap Camilla sambil mengetuk ngetuk ponsel nya dengan tangan
Raffa yang mendengar itu pun langsung menyalakan mesin mobil dan melaju
“Ehh mas. Mas serius ponsel aku ngedrop. Kalau kamu gak mau nganterin aku, aku bisa minjem ponsel kamu untuk order taxi.boleh?
“Gak bawa ponsel” ucap dingin raffa
‘Nih cowok ngapa si tiba tiba dingin gini, akibat kena air hujan jadi dingin gini kah? Wahh aneh banget’ ucap camilla dalam hati
“Arahin jalan untuk kerumah kamu”
“Lurus aja mas, sekitar 6km ada perumahan melati sebelah kanan.”
Raffa pun hanya bisa terdiam
“mas marah sama aku? Mas maaf ya kalau aku ngerepotin”
Raffa pun lagi lagi hanya diam seribu bahasa dan tatapan nya begitu kosong.
‘Cowok ini kenapa si? Heran banget sama sikap nya, perasaan tadi ga gini deh. Kalau ga niat nganter kenapa ga ditinggal aja si aku dirumah sakit tadi’ ucap kesal camilla dalam hati
Beberapa menit di dalam mobil pun tidak ada sama sekali percakapan yang terdengar hanya suara air hujan dan petir dari luar mobil
‘Sepi banget nih mobil, mau main ponsel juga mati. Mau ngobrol tapi bingung topik apa, dia juga muka nya flat banget lagi.’ Ucap camilla dalam hati
Camilla yang bingung ingin melakukan apa di mobil akhirnya ia ketiduran.
Setelah mengendarai mobil cukup lama, akhirnya raffa dan camilla pun sampai rumah camilla.
“Camilla bangun, sudah sampai” ucap dingin raffa sambil menatap lurus kedepan
“Khem... udah nyampe mas? Mas kok tau spesifik rumah aku? Kan aku cuman kasih tau perumahan nya doang”
“Nanya orang tadi”
“Oalah, Maaf ya mas aku ketiduran”
Raffa pun hanya terdiam.
“Ya udah aku masuk ke rumah dulu” ucap camilla seraya mengulurkan tangan nya untuk meminta salim
Raffa yang hanya melihat pandangan lurus itu pun akhirnya melihat kearah tangan Camilla dan bertanya
" mau ngapain?"
"Salim lah"
Raffa pun memberikan tangan nya untuk di salimi oleh camilla
“Pamit ya mas, makasih udah mau direpotin”
Camilla yang ingin keluar mobil itupun dihentikan oleh raffa.
" tunggu"
" kenapa mas?" ucap Camilla sambil membalikkan badannya
"lain kali jangan terlalu sering minta maaf dan makasih sama aku, bosen aku denger nya"
"ya tapi kan-"
Mendengar itu Raffa hanya menatap Camilla dengan tatapan tegas
"o-oh okee kalau gitu"
"ada yang mau diomongin lagi gak?" sambung Camilla
"enggak" ucap cuek Raffa
Camilla yang melihat tingkah laku raffa pun hanya bisa tertawa kecil.
"kenapa ketawa? Ada yang lucu?" ucap Raffa
"enggak papa mas. Yaudah aku masuk rumah ya . Lain kali jangan suka ngambek-ngambek. Byee" ucap canda Camilla yang pergi meninggalkan Raffa dalam keadaan masih senyum senyum sendiri
Melihat Camilla sudah masuk rumah, mobil raffa pun melaju pergi.
‘gemes banget ternyata dia ngambek karena aku ngomong maaf sama terima kasih terus. Bener bener manusia aneh, tapi gemes.' Ucap camilla dalam hati seraya senyum-senyum sendiri
Sadar memikirkan raffa sambil senyum-senyum, camilla pun menepisnya
'arghh! apa apaan aku mikirin dia sambil senyum-senyum gini. Udah gak beres ini, kacau!'
~ RUMAH SAKIT ~
Raffa masuk ke ruangan rumah sakit, tempat ibunya dirawat. Melihat pakaian anaknya basah, ayahnya pun menanyakannya
“Nak, kamu hujan-hujanan?”
“iya tadi di parkiran”
“Oh, ya sudah... Cepat salin nanti demam kamu, itu ada baju di tas ayah, kamu pakai saja" perintah ayah
“Iya yah” ucap raffa seraya mengangguk
Raffa yang sudah selesai mengganti pakaian nya itu pun ditanya oleh ayahnya
“Tadi pas nganterin Camila pulang, orang tuanya udah pulang?”
“Kurang tau yah, raffa cuman sampai depan rumah”
“Lain kali ditanya ada orang tua nya ga, kalau ada kamu mampir sebentar untuk salim. Biar sopan udah nganterin anaknya”
“Iya yah.”
“ya sudah, kamu istirahat ya. Ibu, kakak, kakak ipar dan keponakan kamu pada udah tidur semua itu. Ayah juga mau tidur.” Ucap ayah raffa
“Baik yah. Yah aku tidur di dekat ibu aja ya. Ayah tidur di sofa aja gabung sama yang lain”
Ayah raffa pun tersenyum mengangguk dan menepuk nepuk bahu raffa
Raffa tidur sambil memegang tangan ibunya yang dirawat, ekspresi wajahnya terlihat tenang dan damai.
Di tengah malam, ibu Rafa tiba-tiba mengigau, menyebut nama Camilla.
“Camilla…camilla…” ucap ibu dini dalam keadaan setengah sadar
Raffa terbangun, memandang ibunya dengan khawatir
“Bu…kenapa bu?” Ucap raffa sambil menenangkan ibu nya
“Camilla... di mana Camilla?” Ucap ibu dini masih mengigau
Raffa mencoba menenangkan ibunya
“Ibu, tenang... Camilla sudah pulang bu, dia baik-baik saja”
Ibu dini masih dalam keadaan setengah sadar selalu menanyakan Camilla
“Camilla... aku ingin bertemu Camilla”
Raffa memegang tangan ibunya, mencoba menenangkan.
“Ibu, ini udah malam. ibu harus istirahat ya.“
Ibu Dini seketika perlahan-lahan memejamkan mata nya, dan akhirnya tertidur kembali
Raffa masih memegang tangan ibunya, memastikan ibunya sudah tenang dan tidur.
‘Syukur... ibu sudah tenang. kasian ibu masih kepikiran Camilla terus.’ ucap raffa dalam hati.