diana seorang wanita karier yang menyukai kebebasan, dia sangat senang pergi nongkrong atau begadang dengan teman - teman nya.
dari sekian banyak teman nya tidak ada yang membuat nya tertarik. sampai suatu hari dia datang.
dia membuat hidup diana jadi lebih berwarna.
akankah diana menemukan kebahagian nya..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanifah Anggraeni Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KMD. 08
Setelah puas berolah raga sore Haikal duduk dan bersandar di sandaran tempat tidur, begitu pun Diana dia pun ikut duduk dan bersandar di dada bidang Haikal.
Keringat masih bercucuran di tubuh keduanya, Diana hanya menutupi tubuh polosnya dengan selimut begitupun dengan sang kekasih.
Dia memeluk tubuh Haikal sambil sebelah tangannya bermain di dada milik kekasihnya itu dan dia pun memainkan jarinya disana.
Seolah-olah dia sedang melukis sesuatu diatas kanvas, Haikal mengecup puncak kepala Diana berulang kali.
"Terima kasih ya, kamu sudah memberikan sesuatu yang sangat istimewa buatku dan terima kasih juga karena kamu sudah menjaganya untukku.." kata Haikal sambil mengelus rambut Diana yang sedikit berantakan karena ulahnya.
Diana tidak menjawab perkataan Haikal barusan, dia hanya diam saja sambil terus memainkan jari-jarinya.
"Di apa kamu menyesal sudah memberikannya kepada ku..?" tanya Haikal lagi karena kekasihnya itu hanya diam saja.
"Nggak kok, aku nggak nyesel sama sekali.. Aku cuma takut kalau nantinya aku hamil, kita kan nggak pake pengaman tadi.." jelas Diana yang memang sedikit merasa khawatir, karena hawa nafsu keduanya dia sampai lupa akan hal itu.
"Sayang kalau itu sampai terjadi aku pasti akan langsung bertanggung jawab, jadi kamu tenang saja ya. Kamu tidak perlu takut ada aku disini, kita akan menghadapinya bersama-sama." kata Haikal sambil mengecup kening Diana.
"Kamu serius..?" tanya Diana meyakinkan
"Tentu sayang, apa masih sakit..?" tanya haikal lagi sambil melihat kearah tubuh bagian bawah milik Diana.
Diana hanya menganggukkan kepalanya saja sebagai jawaban, ini adalah pengalaman pertama baginya jadi wajar saja kalau dia merasakan sakit dan perih di bagian bawahnya.
Berbeda sekali dengan Haikal dia sudah sering melakukannya dengan Mia yang tidak lain adalah kekasihnya, setiap kali mereka bertemu pasti mereka akan melakukannya.
Terkadang mereka melakukannya di rumah kekasih Haikal atau bahkan mereka dengan sengaja menyewa sebuah hotel hanya untuk melepaskan rindu di antara mereka berdua.
Karena keadaan yang membuat mereka sangat jarang bertemu kekasih Haikal yang harus bekerja di luar kota dan dia akan pulang kesini hanya beberapa hari dalam sebulan.
Terkadang ketika rasa rindu sudah sangat berat Haikal yang akan datang ketempat sang pujaan hati hanya demi melepas rindu yang sudah tak tertahankan.
"Yang.." panggil Haikal sambil membenarkan selimut yang menutupi tubuh polos Diana
"Hmmm.." jawab Diana yang kini menatap kekasihnya
"Kita kaya gini aman nggak..? Nanti tahu-tahu mamah kamu datang lagi lihat kita lagi gini.." tanya Haikal
"Aman kok, aku lagi sendiri di rumah.. Mamah paling Nanti malam baru pulang.." kata Diana menyakinkan
"Ya sudah sebaiknya kita segera bersih-bersih sebelum mamah kamu pulang.." ajak Haikal
"Kamu duluan saja, aku masih pengen tidur-tiduran. Aku capek banget Yang, kamu bisa pakai kamar mandi ku.." tunjuk Diana pada kamar mandi yang ada di kamarnya.
Haikal pun segera bangun dan berjalan ke arah kamar mandi yang di tunjukan Diana.
Diana dapat mendengar suara air dari dalam kamar mandi, dia pun mengingat kejadian tadi saat dia memberikan mahkotanya kepada Haikal.
"Kal aku tidak pernah menyesal telah memberikannya sama kamu, walau pun suatu saat nanti kita tidak bisa bersama tapi aku bahagia karena sudah memberikannya kepada orang yang paling aku sayang.." kata Diana sambil melihat bercak darah yang ada di atas tempat tidur.
Setelah Haikal selesai bersih-bersih dia segera keluar dan kini giliran Diana yang masuk ke kamar mandi, sebelum Diana benar-benar masuk ke kamar mandi Haikal menahannya.
"Yang aku tunggu kamu di bawah ya.." kata Haikal sambil mengecup kening Diana dengan lembut
"Ok.." jawab Diana singkat
Haikal pun segera keluar dari dalam kamar kekasihnya dan kembali ke ruang keluarga dia duduk disana sambil menunggu Diana selesai.
Tidak lama Diana pun turun, dia sudah terlihat segar dan cantik, Diana mengenakan dress di atas lutut berwarna pink dan rambut yang di biarkan terurai dan tentu saja masih basah.
Haikal yang melihat itu sangat terpesona dengan penampilan Diana.
Diana pun duduk di samping Haikal.
"Kamu cantik banget sih.." kata Haikal sambil mengelus rambut kekasihnya.
"Gombal.." kata Diana sambil tersenyum
"Aku serius Di, kamu sangat cantik, aku beruntung banget bisa dapetin kamu"
Haikal pun mengecup bibir Diana dan tentu saja Diana pun membalasnya, kecupan itu berubah menjadi sebuah lumatan.
Cukup lama mereka melakukannya sampai terdengar suara mobil masuk pekarangan rumah Diana.
Mereka segera menghentikan lumatan mereka dan mulai merapikan penampilan mereka yang sedikit berantakan karena ulah Haikal barusan, mungkin kalau tidak ada yang datang mereka bisa melakukannya lagi untuk kedua kalinya.
Tidak lama mamah pun datang dan melihat Diana sedang bersama Haikal.
"Baru pulang tante..?" tanya Haikal sambil bangun dan menyalami mamah Diana
"Ada Haikal toh, iya nih tante baru pulang.. Bagaimana liburannya, seru..?" tanya mamah Diana saat sudah duduk di kursi kosong yang berada di depan Diana dan juga Haikal.
"Seru banget mah, mamah dari mana..?" tanya Diana
"Biasa habis kumpul bersama teman-teman mamah.." jawab mamah Diana yang tersenyum manis, persis seperti senyum Diana.
"Tante, Diana aku pamit pulang dulu ya.. Kamu juga pasti mau istirahat kan.." kata Haikal yang kini menatap kekasihnya.
"Kok cepat banget Kal, nggak makan malam dulu disini.." tawar mamah Diana
"Nggak usah tante terima kasih, saya mau langsung pulang saja.." Haikal pun bangun dan menyalami mamah Diana
Sedangkan Diana mengantar Haikal sampai depan pintu.
"Di jangan lupa seprainya di ganti nanti ketahuan mamah kamu.." bisik Haikal
Diana pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Aku pulang ya.." pamit Haikal lalu mengecup kening Diana sedikit lebih lama.
"Iya kamu hati-hati ya, kalau sudah sampai kabarin aku ok.." jawab Diana
"Iya sayang, nanti aku kabarin kalau sudah sampai rumah. Kamu baik-baik ya" ucap Haikal sambil mengelus pipi Diana
Haikal pun segera berjalan ke arah mobilnya dan tidak lama dia pun mulai masuk dan menyalakan mesin mobilnya.
Sebelum benar-benar pergi Haikal membuka kaca mobilnya dan melambaikan tangan kepada Diana.
Diana pun membalas lambaian tangan Haikal sambil tersenyum, setelah di rasa Haikal sudah pergi dan mobilnya juga sudah tidak terlihat lagi Diana segera masuk kedalam rumahnya.
Dia tidak melihat mamahnya di ruang keluarga, Diana pun segera berjalan kearah kamarnya.
Setelah sampai di dalam kamar Diana segera mengganti seprainya dengan yang baru dan dia pun segera mencuci seprai yang ada noda darahnya di kamar mandi sebelum mamah mengetahuinya terlebih dahulu.
Saat mencuci seprai itu dia mengingat kembali kejadian tadi sore dan dia pun tersenyum sendiri entah kenapa dengan Haikal, dia tidak bisa mengontrol dirinya sendiri dulu saat berpacaran dengan lelaki lain dia bisa menahan segalanya tapi itu tidak berlaku untuk Haikal, dia benar-benar lepas kontrol dengan lelaki itu.
Dia berharap Haikal lah laki-aki yang di kirim tuhan untuknya.