Alana Rainne, Gadis Cantik dan Manis yang terlahir sebagai anak bungsu, dan harus terpisah dari keluarganya.
Penolakan yang terjadi berulang kali terhadap dirinya sejak kecil, menjadikannya sosok yang tangguh dalam perjalanan hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My. dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ALANA RAINE
" Ros, kamu boleh mengambil kembali anakmu itu. " Ucap Marta dengan pelan, sambil mengobati bibir Rosa yang sedikit robek efek tamparan Adi.
"Maafin Aku mbak, Aku janji akan mengembalikan saham mas Bram, yang di bawa Mas Adi." Ucap Rosa dengan pelan.
"Ngak perlu Ros aku iklas, anggap saja itu hadiah untuk Alana, tapi bolehkah aku meminta sesuatu Ros. " Ucap Bram yang saat ini memangku Alana, yang mulai terlelap dengan nyenyak dalam pangkuannya.
"Apa Mas?? " Tanya Rosa sambil memandang Bram.
"bolehkah namanya tetap Alana pemberian dari kami Ros, kamu bisa menambahkan mentari di belakang atau di depannya. " Ucap Bram dengan wajah memohon.
Kali ini Rosa diam mencerna atas permintaan Bram tersebut. menimbang nimbang hal tersebut, karena selama di rumah sakit dia sudah memikirkan nama tersebut untuk anak bungsu nya.
"Kalau tidak boleh juga nggak papa kok Ros, kami tidak memaksa, jangan di pikirkan Mentari juga bagus serasi sama nama kakaknya Bulan, bintang dan mentari, kamu kan habis lahiran dan masa pemulihan, istirahat lah yang cukup, Ayok aku anterin pulang. " Ucap Marta dengan tulus.
Kali ini Rosa hanya mengangguk, lalu menatap bayinya. " Iya Mas Mbak Terimakasih ya, kalian selalu mengerti dan memaklumi ku, dan untuk namanya aku tidak akan mengantinya sebagai permintaan maafku telah membuat kalian kecewa. " Ucap Rosa sambil meneteskan air matanya, " Alana Raine nama yang cantik, semoga berkat mu deras seperti hujan ya nak. " Ucap Rosa sambil mencium bayinya, dan bayi tersebut tersenyum walau dalam keadaan matanya masih tertutup. " duhh, gemesnya kalau tersenyum, kamu suka ya sama namamu saat ini. " Ucap Rosa dengan senyuman bahagia sambil menoel pipi bayinya, hingga tanpa dia sadari ada dua hati yang dia patahkan saat ini, tetapi mencoba ikut tersenyum bahagia atas pemandangan tersebut.
......................
Setelah kepulangan Rosa, Gatian Marta yang saat ini menangis tersedu sedu, seperti ada yang hilang dalam hatinya.
"Ma udah dong, jangan kaya gitu, emang Alana bukan hak kita, jangan seperti itu. ".Ucap Bram mencoba menenangkan Marta, ya walaupun hatinya kali ini juga sama patah hatinya seperti Marta, tetapi Bram lebih bisa mengontrol emosi nya.
"Maafin aku ya mas, belum bisa kasih momongan lagi semenjak keguguran waktu itu. " Ucap Marta semakin histeris.
"Ma, udah jangan salahkan dirimu sendiri, memang belum rejeki kita, ikhlasin ma, Lagian kita bisa setiap waktu jenguk Alana. " Ucap Bram
"Kayaknya Aku masih belum sanggup Pa, untuk melihat Alana kembali. " Ucap Marta dengan jujur.
Kali ini Bram menganggukan kepala nya sebagai tanda mengerti tentang perasaan istrinya kali ini. " Ma bagaimana kalau kita liburan aja, biar lupa masalah ini juga, dan membuang beban pikiran yang ada di kepala kita, siapa tau dengan liburan kita pulang dengan suasana hati yang sudah berbeda " Usul Bram tiba tiba.Dan Marta pun menyetujuinya.
......................
Oeeeee.... Oeeee.... Oeeee....!!!!
Brruuuuuaaakkkkkk.....!!! Suara pintu di banting dengan kasar.
Oeeeeeeeeeeee.....!!! Oeeeeeeeeeee...!!!
"ROSSSS... bisa ngak kamu tenangin itu bayi, sampek kuping ku budek dari tadi nangis terus, sampai nunggu kepala ku pecah baru kamu diemin. " Teriak Adi dengan murka.
"iya mas, maaf. " Ucap Rosa sambil menenangkan bayinya.
Oeeeeeeee....!!!! Tangisan Alana yang semakin histeris.
"Roooss, susuin atau gimana kek, biar diem bodoh baget udah anak tiga kamu itu masih bodoh aja. " Ucap Adi frustasi.
"Asiku nggak keluar Mas, Aku belum makan sejak tadi. " Ucap Rosa mencoba memberi tau Adi.
"BODOAMAT.!!! Ucap Adi lalu pergi meninggalkan Rosa dan pindah tidur ke rumah ibunya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bantu Support karya ku dengan Like, komen, dan Vote 🙏.