Pernikahan adalah suatu ikatan sakral dua insan manusia untuk saling melengkapi, saling berbagi dan saling membutuhkan namun bagaimana jika pernikahan yang sudah berlangsung selama dua tahun harus di warnai oleh perselingkuhan?
Ayu Anindia yang semula bahagia dengan pernikahannya bersama seorang pengusaha Prasetyo Aryaduta harus mengalami kepahitan akibat perselingkuhan Prasetyo atau yang lebih akrab di panggil mas Tio. akankah Ayu memaafkan suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mccain, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menunggu
Dua minggu telah berlalu sejak kepulangan Tyo dari Singapura semua nya nampak baik-baik saja. Tidak ada yang berubah dari sikap Tyo kepada Ayu, bahkan Tyo semakin mesra saja memperlakukan Ayu. Jujur saja Ayu bahkan sampai terheran-heran dengan sikap Tyo belakangan ini. Seperti beberapa hari sebelumnya, suaminya membelikan Ayu perhiasan berlian dan mengajaknya makan malam romantis, bahkan belakangan ini Tyo lebih sering mengucapkan kata 'aku mencintaimu' dan lebih sering meminta Ayu untuk jangan pernah meninggalkan dirinya apapun yang terjadi. Tentu saja Ayu sangat bahagia dengan kata-kata suaminya bahkan ia merasa menjadi wanita paling beruntung di muka bumi ini karena mendapatkan suami seperti Prasetyo namun ada sebersit ketakutan di hati Ayu bahwa sampai saat ini pun ia masih belum ada tanda-tanda kehamilan namun ia tetap optimis bisa memberikan keturunan kepada Tyo, hanya butuh kesabaran saja.
Sedangkan untuk Tyo, ia semakin takut kehilangan Ayu, istrinya yang sangat ia cintai. Ia ingin berhenti berhubungan dengan Radina namun entah mengapa Tyo bahkan tidak bisa menolak rayuan Radina di atas ranjang. Bahkan saat ini pun mereka berdua tengah berada di rumah Radina untuk menuntaskan hasrat mereka.
"Radina, aku harus pulang sekarang." Kata Tyo sambil menatap langit- langit kamar dengan Radina yang tidur di dada Tyo.
"Mas, apakah kita akan terus seperti ini? Aku ingin kamu menikahiku mas.. "
"Apa maksudmu Radina?"
"Mas, masakkan kamu tidak memikirkan perasaanku mas? Aku juga ingin status kita lebih jelas mas"
"Tidak bisa Radina. Aku mencintai istriku, dan aku tidak bisa meninggalkannya. "
"Terserah kata mas sajalah. Asalkan aku masih bersama dengan mas itu tidak masalah"
"Terima kasih Radina" Ucap Tyo lalu berlalu ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap pulang ke rumah sedangkan Radina masih diam di tempat tidur dan memikirkan cara untuk bisa bersama dengan Tyo.
Baginya tidak apa jika ia menjadi simpanan Tyo asalkan Tyo selalu bersamanya meskipun ia tahu ia telah menghancurkan sebuah pernikahan.
Setelah Tyo selesai mandi dan berganti pakaian, ia pun pamit pada Radina dan pulang ke rumah dengan pikiran yang berkecamuk.
___________
Di Rumah,
Mas, kamu kok belum pulang juga sih... Aku udah masakin makanan kesukaan kamu mas. Apa sebegitu sibuknya kamu sampai kamu lupa untuk pulang?... Batin Ayu.
Entah sudah berapa lama Ayu menunggu suaminya bahkan jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas belas malam namun Tyo belum pulang juga padahal Ayu telah menyiapkan makan malam untuk suaminya bahkan ia yang turun langsung memasak makanan tersebut.
Sejak tadi juga Ayu berusaha menghubungi Tyo namun lagi-lagi teleponnya tidak tersambung hingga akhirnya Ayu yang menunggu tertidur di sofa ruang tamu.
Hingga pukul setengah dua belas malam Tyo baru tiba di rumah. Ia kaget melihat Ayu yang tengah tertidur. Rasa bersalah pun kian mengusiknya, betapa istrinya begitu setia menungguinya hingga larut dan tertidur di sofa namun ia malah bersenang-senang dengan wanita lain di luar. Ia lalu mendekat dan mengelus pipi mulus istrinya hingga Ayu terbangun
"Mas udah pulang? " Tanya Ayu di sela-sela mengumpulkan kesadarannya
"Iya, mas baru sampe sayang. Maafin mas ya, gara-gara mas kamu sampe tidur di luar"
" Nggak apa-apa kok mas" Ucap Ayu sambil tersenyum.
"Oh iya, mas udah makan belum? Ayu udah nyiapin makan malam buat mas"
"Mas belum makan sayang"
"Ya udah, aku panasin dulu makanannya soalnya makanannya sudah dingin"
"Ya sudah. Mas tinggal sebentar ya, mau bersihin badan dulu"
"Iya, ayu ke dapur dulu ya mas"
Tak berapa lama kemudian Ayu sudah selesai memanaskan makan namun Tyo belum juga turun untuk makan akhirnya Ayu menyusul Tyo ke kamar bermaksud memanggil Tyo untuk makan
"Mas.... Makanannya sudah Ayu panaskan, ayo turun mkan. Katanya belum makan"
"Iya sayang, mas ganti baju dulu ya" Tyo yang baru keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuk yang melingkar di perut menyaut.
"Ya sudah mas jangan lama-lama ya" Ucap Ayu melangkah keluar kamar namun ia tidak sengaja melihat sesuatu di dada suaminya langsung mengernyitkan dahi
"Mas, itu di dada kamu apa?" Tanya Ayu menunjuk dada Tyo yang terdapat bekas merah kebiru-biruan seperti lebam.
"Oh ini... Ini... Nggak apa-apa kok." Ucap Tyo yang langsung menutup tanda tersebut dengan tangan.
"Ya sudah, Ayu duluan turun ya. Jangan lama-lama nanti keburu dingin lagi makanannya"
"Iya sayang. Bentar mas pakai baju ya"
Setelah nya Ayu pun keluar dari kamar meninggalkan Tyo.
sialan... Kenapa juga Radina harus meninggalkan tanda ini? batin Tyo.
Tyo baru sadar ternyata tanda itu adalah bekas cupangan Radina ketika mereka asik bercinta tadi di rumah Radina padahal ia sudah sering memberi tahu Radina bahwa hubungan mereka harus rahasia jangan sampai meninggalkan jejak apapun yang bisa membuat istrinya curiga namun kali ini Radina malah membuat kesalahan tersebut.
Akhirnya setelah selesai memakai baju Tyo pun turun untuk makan malam bersama Ayu meski sudah tengah malam.
setelah selesai makan merekapun kembali ke kamar dan beristirahat namun sebelumnya Tyo menuntaskan gairahnya terhadap istrinya sebelum mereka tidur.
para pengusaha hampir 90% begutu, main sgn bawahannya, cukup dikencani 3 x pertemuan setelah itu dilempar ke teman2nya. mana mau punya istri model murahan.
suami klu cinta jgnkan zinah sama perempuan lain, menatap mata perempuan lain aja ogah.
ini kan luar biasa si tio, cinta yg seperti apa coba!!
maaf, sebaiknya waktu pergantian POV dikasih tanda Thor... jadi gak bingung antara POV Ayu dan POV author