NovelToon NovelToon
Perjodohan Dan Pernikahan

Perjodohan Dan Pernikahan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Putritritrii

Seberkas Cinta dari perjodohan, apakah ada?

Davina gadis berumur 25 tahun, mencoba ikhlas akan perjodohan yang dilayangkan oleh sang Ayah yang sedang berjuang melawan penyakit Kankernya.

Hati anak mana yang tidak sakit. Melihat sang Ayah berjuang untuk bertahan hidup. Di selah rasa kuatir sang Ayah akan dirinya, bila mana suatu saat nanti, selamanya menghilang dari dunia, tanpa ada sosok pria pengganti dirinya untuk sang putri.

Jadilah Albert nama sang Ayah, menjodohkan putri semata wayangnya Davina dengan cucu sahabat kakeknya Davina.


"Aku harus ikhlas, mungkin Rasyid bukan jodohku. Apakah kelak, ada seberkas cinta dari perjodohan ini? Mari kita coba." Davina duduk di koridor rumah sakit sambil mengusap air matanya.
.
Jangan lupa follow IG saya, @putritritrii_
Tolong jadi pembaca yang aktif
Tolong berikan dukungan kalian. Terima kasih ^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putritritrii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB08 - Keluarga.

Di dalam perjalanan menuju kediaman di mana Dave dan Omanya tinggal, keduanya memilih bungkam. Hanya suara mesin mobil dan kendaraan yang berlalu lalang terdengar di tengah-tengah area ruang lingkup mobil Dave. Davina hanya enggan, duluan membuka pembicaraan di antara keduanya. Meskipun, Dave seenggaknya lebih baik dari pada sebelumnya.

Kedua mata yang berasa perih itu, ingin menutup. Membuat tubuh Davina berangsur-angsur terjatuh dan tertahan saat kesadaran Davina kembali. Tubuh Davina yang lelah itu menarik perhatian Dave. Wajah tampan Dave, dengan cepat menoleh ke arah Davina.

"Kau mengantuk?" pertanyaan itu lolos dari bibir Dave.

"Agh, maaf Dave. Aku mengganggumu," Davina menoleh ke arah Dave.

"Jangan tidur. Bertahanlah sebentar, kita hampir tiba di rumah Oma. Kau belum makan sedari siang, ada baiknya isi dulu perutmu baru beristirahat." Dave sesekali memperhatikan jalanan dan juga wajah Davina yang sangat tidak bersemangat.

"Tapi aku tidak lapar Dave. Aku hanya lelah, lelah dengan hidupku." balas Davina menatap jalanan sepi.

"Kau sekarang tidak sendiri. Ada Aku, Oma, Mama dan Papaku yang sudah menjadi bagian keluargamu. Seenggaknya, meskipun aku dan kau sudah terikat dalam perjodohan yang singkat, tapi aku masih punya hati. Anggap saja Aku sekarang teman barumu begitu." kata Dave pelan, dia sekilas menatap Davina.

Davina hanya terdiam, meskipun berat bagi-nya menerima kenyataan yang belum di sadari Davina sepenuhnya.

***

Dave memacu mobilnya dengan kecepatan sedang, saat mobil yang di kemudikan Dave, memasuki kawasan elit. Tidak beberapa lama, mobilnya berbelok dan terhenti di bagian carport rumah sang Nenek.

"Turunlah," kata Dave dengan suara rendah.

Davina tidak kaget melihat suasana rumah yang sangat luas dan megah. Bagi wanita malang seperti Davina, dia pernah merasakan posisi di mana hidup serba mewah. Di saat Ayahnya jatuh sakit, seluruh harta Ayahnya maupun aset yang di berikan Ayahnya untuk Davina, juga habis terjual untuk biaya berobat sang Ayah.

Davina tidak pernah mengeluh, semiskin apapun dia saat bersama Ayahnya, yang terpenting baginya, hidup bersama Ayahnya jauh lebih penting. Hanya dengan bermodalkan gaji yang ia dapat dari hasil kerja di perusahaan yang terbilang besar, Davina membiayai seluruh keperluan Ayah dan hidup mereka.

"Kenapa melamun? Ayo turun, Nenek sedang menunggumu." Dave menyadarkan Davina lalu duluan turun mengambil koper Davina.

"Selamat malam Tuan Dave. Sini, biar saya bantu." ucap Pak Ari. Selaku ketua asisten rumah tangga.

"Baiklah Pak." Dave memberikan ke Pak Ari koper sang Istri.

Davina hanya menatap ke Dave yang berjalan ke arahnya.

"Kenapa hanya menatapku? Ayo masuk," Dave mengulurkan tangannya.

Davina menatap pada tangan sang suami. Merasa malu, dan tidak perlu pikir Davina.

"Aku bisa berjalan sendiri Dave," tolak Davina halus.

Seulas senyuman di berikan Dave untuk Davina.

"Baiklah. Aku hanya ingin kau tenang. Jangan berpikir yang macam-macam." balas Dave, lalu jalan tanpa menunggu Davina.

Davina mengikuti langkahan kaki Dave menuju pintu masuk rumah mereka. Di depan sana, tampak Oma Alexa tersenyum mendapati cucu mantu yang berjalan ke arahnya.

"Selamat datang anakku." Oma Alexa menyambut Davina dengan pelukan hangat ke tubuh Davina.

"Terima kasih Oma," Davina membalas pelukan tubuh Oma dengan kelembutan.

"Ayo masuk Nak," ajak Oma Alexa.

Dave cemberut.

"Terus! Oma gak ngajak Dave gitu?"

Kedua wanita di depan Dave menoleh ke arahnya. Dahi Oma Alexa mengerut,"Kau tinggal di sini Dave, sedangkan Istrimu, untuk pertama kalinya dia ke rumah ini. Apa pantas, Oma menyambutmu lagi?! Dasar kau ini." Oma Alexa menggerutu.

"Ayo Nak, jangan terlalu menghiraukan ucapan suami kamu." Davina hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.

Dave, dia hanya tersenyum lucu, lalu berjalan masuk.

Oma Alexa membawa Davina ke ruangan santai. Di mana; papa dan mama, Dave, berada di sana.

"Ini menantu kalian sudah datang." Kata wanita tua berperawakan muda itu.

"Davina." Panggil Mama Alice, Mama-nya Dave.

"Selamat malam Tante," Davina memberikan salim. Yang lain, mengerutkan dahi, saat Davina memanggil Mama mertuanya dengan tante.

Mama Alice, menarik tubuh gadis malang yang berada di depannya. Memeluknya dengan sayang dan penuh kehangatan.

"Panggil Mama ya Nak. Mama sekarang sudah sah menjadi Mama mertua kamu. Kamu bisa menganggap Mama ini, teman curhat atau sahabat kamu sendiri. Mama bersedia kok." Kata Mama Alice.

Davina mengangguk mengerti.

"Terima kasih Ma." Balasnya lembut.

Setelah melepas pelukannya, Papa Hezron tersenyum, dan menyambut punggung tangan Davina, saat Davina memberikan penghormatannya.

"Jangan takut ya Nak. Di sini, kita semua keluarga. Kamu tidak sendirian, ada kita yang akan selalu menjaga kamu." kata Papa Hezron.

"Terima kasih Pa." Seulas senyuman di berikan Davina.

"Di mana suami kamu, Nak?" tanya Papa Hezron seraya mengedarkan pandangannya ke sekeliling.

"Dave ke kamarnya duluan. Kalau begitu, susul suami kamu Nak." kata Oma Alexa.

"Rosaaa!" Panggil Oma Alex.

"Iya Nyonya besar." Pelayan yang mengenakan seragam kebesarannya, mendekati Oma Alexa.

"Rosa, antar Davina ke kamar Dave." balas Oma Alexa.

"Baiknya Nyonya besar." balas si Rossa.

"Mari ikut saya Nona muda." Dahi Davina sedikit mengerut. Terasa asing bagi dirinya.

"Pa, Ma, Oma, Davina tinggal dulu."

Semuanya menggangguk dan senyum.

"Baiklah Anakku." balas Mama dan Papa.

"Makan malam kalian, di antar ke kamar. Beristirahatlah Nak, kau sudah sangat lelah." Kata Oma Alexa menjadi penutup, saat mendapatkan jawaban Davina dan berlalu meninggalkan mereka.

Rosa memandu jalan Davina, menapaki satu persatu anak tangga, hingga membawa mereka ke lantai dua. Rosa, membawa kakinya menuju lorong kedua, dan mendapati satu pintu di sebelah kanan dinding, yang berukuran luas dan hanya terdapat satu pintu.

"Ini kamar Tuan muda, Nona." Kata Rosa menunjuk pintu kamar Dave dan mengetuk.

"Tuan muda, Nona muda mau masuk."

"Masuk." terdengar suara samar-samar.

"Silahkan Nona. Saya tinggal," kata Rosa kemudian.

"Terima kasih Mba." balas Davina.

Rosa tersenyum setelahnya dia berjalan meninggalkan gadis polos sebagai menantu tunggal di rumah besar itu.

Davina menarik handle pintu yang terbuat dari besi. Dengan perlahan, Davina menariknya dan mendorong pelan pintu bercat putih di depannya. Tampak, ruangan kamar Dave yang sangat luas, minimalis, dan sangat lengkap. Dekor Kamar cowok terlihat jelas di kamar itu.

Kaki Davina, melangkah satu persatu dengan perlahan masuk ke dalam dan menutup pintunya.

Terasa sangat asing bagi dirinya. Masuk ke kamar seorang pria yang tidak pernah di lakukan Davina sebelumnya.

Davina mengitari pandangannya ke seluruh sudut kamar. Terlihat pajangan foto Dave dan beberapa lukisan serta ornamen-ornamen pelengkap, terpajang rapi di dinding kamar Dave.

Kaki Davina terhenti, di depan ranjang berukuran besar, mendapati Dave yang berbaring telungkup memunggunginya.

Davina bingung, apa yang hendak di lakukannya. Seperti rasanya, di tengah hutan belantara dan sungguh menakutkan.

"Aggggghhhh." Tiba-tiba, tangan Davina di tarik oleh Dave, hingga tubuhnya terjatuh di samping tubuh Dave. Keduanya saling memandang, mata mereka bertemu dalam diam.

**Bersambung.

**

Tinggalkan jejak dan aktif ya jadi pembaca ^^

Buat yang baru baca dan belum pernah membaca karya saya yang sudah tamat lainnya, boleh mampir ke :

*Terpaksa Menikah.

*My Chosen Wife

*Kekasihku Seorang CEO**.

1
Margareta Djawan
Lumayan
Margareta Djawan
Biasa
Micke Rouli Tua Sitompul
ecca pelakor
Micke Rouli Tua Sitompul
tinggalkan aja si dave
muhammad anshari
Kecewa
muhammad anshari
Buruk
srimusvita
seru
Vera Wilda
terima kasih Thor...
Vera Wilda
Alurnya agak bolak balik, 🤔🤔🤔
Vera Wilda
selalu aja ada yg mengganggu jd gak selesai2 🤭😄😄😄
Vera Wilda
kelamaan banget Thor dg situasi SPT ini, belum ada perkembangan mereka berdua, jd bosan dikit 🤭😊
Vera Wilda
kok Dave ngomong nya jd begitu ? ngomong SM Davina nya mau sama2 belajar mencintai sekarang ngomong k William lain lagi...
kirain bener Dave mulai menyukai Davina 🤔🤔🤔🤔
Vera Wilda
masak iya Davina cuma gara2 d cium aja marah, dia kan suami mu, agak lebay sich sikap Davina ... 😊
Vera Wilda
hadir nich Thor ....
Rari
Cerita menarik tidak bertele2
Melani Mardiansyah
rekomemded banget cerita ny
Siti Aminah
😊
Ayu Prasetyowati
❤️❤️
Risti Sari
👍❤
sari emilia
kl gtu hrs nya byk berdoa ucp syukur krn selamat bukan mlh minun2an....dasar manusia tdk berguna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!