NovelToon NovelToon
Naruto : Reinkarnasi Saudara Kembar Uchiha Itachi

Naruto : Reinkarnasi Saudara Kembar Uchiha Itachi

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Anime
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Wawan wan

“Di kehidupan ini, Akulah yang memegang kendali takdir.”

"Reinkarnasi sebagai saudara kembar Itachi dengan Supreme System."

"Aku akan mengubah takdir klan uchiha."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wawan wan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 10: Pertemuan Dua Ular dan Detak Jantung Badai

Bab 10: Pertemuan Dua Ular dan Detak Jantung Badai

Malam di pinggiran desa Konoha terasa jauh lebih dingin dari biasanya. Kabut tebal merayap di antara batang-batang pohon hutan kematian, menelan cahaya bulan yang remang-remang. Di sebuah reruntuhan kuil kuno yang terbengkalai di luar perimeter pertahanan desa, dua sosok bayangan berdiri berhadapan—dua ular berbisa yang sama-sama berniat merobek kedamaian Konoha demi ambisi pribadi mereka.

Sosok pertama berdiri tegak dengan jubah hitam longgar. Wajahnya disembunyikan oleh topeng jingga bermotif spiral, menyisakan satu lubang kecil di mata kanan yang memancarkan kilatan Sharingan tiga tomoe yang merah darah. Uchiha Obito—yang kini bergerak di bawah nama Uchiha Madara.

Di seberangnya, berdiri seorang pria paruh baya dengan separuh tubuhnya dibalut perban putih. Wajahnya kaku, memancarkan aura kelam yang dipenuhi kebencian dan kehausan akan kekuasaan. Danzo Shimura, sang pemimpin faksi Root.

Pertemuan rahasia ini adalah puncak dari konspirasi busuk yang tidak pernah tercatat dalam sejarah resmi desa.

"Kau terlambat, hantu dari masa lalu," ucap Danzo, suaranya parau dan dingin. Tangan kirinya yang bebas mencengkeram tongkat kayu dengan erat.

Obito terkekeh pelan dari balik topengnya, suara beratnya bergaung aneh di dalam kuil kosong itu. "Waktu tidak ada artinya bagi seorang hantu, Danzo. Yang terpenting adalah... apakah persiapanmu di dalam desa sudah sesempurna rencana kita?"

Danzo mendengus sinis. "Minato telah memindahkan Kushina ke lokasi rahasia di luar desa malam ini. Pengamanan berlapis dari Anbu kepercayaannya sudah dipasang. Namun, aku telah menarik seluruh pasukan Root mundur dari area tersebut. Jalurmu untuk menuju Jinchuriki Kyuubi sudah bersih dari gangguan faksi saya."

Obito menyilangkan dadanya, mata Sharingan-nya menyipit kejam. "Bagus. Begitu segel wanita Uzumaki itu melemah saat melahirkan, Kyuubi akan berada di bawah kendaliku. Aku akan melepaskannya tepat di tengah desa Konoha."

"Ingat kesepakatan kita," potong Danzo dengan nada mengancam yang tajam. "Begitu Kyuubi mengamuk, kau harus mengarahkan monster itu untuk menghancurkan faksi-faksi militer yang mendukung Minato. Dan yang paling penting... pastikan kebencian warga Konoha tertuju pada klan Uchiha."

Danzo melangkah maju, wajahnya yang berkerut tampak mengerikan di bawah cahaya bulan. "Aku sudah menyiapkan perintah isolasi untuk klan Uchiha. Saat Kyuubi menyerang, mereka akan dipaksa diam di kompleks mereka. Dengan begitu, setelah Minato jatuh atau mati, seluruh desa akan menuduh Uchiha sebagai dalang di balik serangan ini karena mata terkutuk mereka. Dan takhta Hokage... akan kembali ke tangan yang seharusnya."

Obito menatap Danzo dengan pandangan penuh penghinaan yang tersembunyi di balik topeng spiralnya. Bagi Obito, Danzo hanyalah seekor cacing bodoh yang menari di atas telapak tangannya. Danzo mengira dia sedang memanfaatkan "Madara" untuk merebut kursi Hokage, padahal Obito sedang memanfaatkan ketamakan Danzo untuk menghancurkan Konoha secara total dari dalam.

"Tentu saja, Danzo. Panggung telah disiapkan untukmu," ucap Obito dengan nada santai namun sarat akan racun. "Klan Uchiha akan menjadi korban persembahan yang sempurna untuk malam ini."

"Kalau begitu, bergeraklah. Waktunya sudah tiba," ucap Danzo datar, sebelum akhirnya berbalik dan menghilang ke dalam kegelapan kabut bersama sekelompok Anbu Root yang menjaganya dari kejauhan.

Sepeninggal Danzo, Obito berdiri sendirian di tengah reruntuhan kuil. Angin malam berhembus kencang, membuat jubah hitamnya berkibar.

"Dunia yang busuk ini... malam ini, satu langkah lagi menuju Tsukuyomi Tak terbatas," bisik Obito kejam. Tubuhnya mulai berputar lambat, tersedot ke dalam pusaran ruang-waktu teknik Kamui-nya sendiri, menghilang tanpa meninggalkan jejak chakra sedikit pun.

Namun, baik Obito maupun Danzo, kedua dalang konspirasi itu tidak pernah menyadari satu hal.

Di atas dahan pohon tertinggi yang berjarak beberapa ratus meter dari reruntuhan kuil, di balik lapisan kabut yang paling pekat, berdiri sesosok tubuh kecil yang terbungkus oleh jubah hitam legam—Jubah Pengabur Jiwa Asura. Di wajahnya yang mungil, terpasang sebuah Topeng Gagak Kekaisaran yang misterius.

Uchiha Veil.

Bocah berusia lima tahun itu telah berdiri di sana sejak awal, merekam setiap kata, setiap rencana, dan setiap detak jantung dari pertemuan kotor tersebut menggunakan penglihatan absolut dari mata barunya.

Sring.

Di balik lubang topeng gagak itu, sepasang mata Eternal Mangekyou Sharingan milik Veil berputar dengan sangat anggun dan dingin. Pola geometris rumit hitam-merah itu memancarkan aura dewa yang begitu pekat, namun terisolasi sempurna oleh sistem sehingga tidak bisa dideteksi oleh indra sensorik Obito maupun Danzo.

"Menarik sekali," bisik Veil, suaranya begitu datar dan sedingin es, bergema di balik topengnya. "Dua ekor ulat tanah sedang berdiskusi bagaimana cara meruntuhkan langit."

Veil mengepalkan tangan kanannya yang mungil. Bum! Api biru mutasi meletup pelan di ujung jarinya, membakar selembar daun yang jatuh sebelum sempat menyentuh tanah, mengubahnya menjadi abu dalam sekejap tanpa menyisakan asap.

Di bawah perhitungan dingin dari logika Bumi miliknya, Veil menganalisis setiap detail pergerakan. Danzo ingin mengisolasi klan, sedangkan Obito ingin mengekstrak Kyuubi dan membunuh Minato. Semua alur itu berjalan tepat seperti memori kehidupan lalunya.

Namun, variabel terbesar yang tidak mereka ketahui di dunia ini adalah keberadaan dirinya.

【Ding! Target Utama "Malam Penghakiman" Telah Bergerak Menuju Koordinat Lokasi Persalinan Uzumaki Kushina!】

【Waktu Tersisa Sebelum Ledakan Konflik: 1 Jam.】

【Peringatan Sistem: Fluktuasi Chakra Kyuubi mulai terdeteksi di titik koordinat barat laut!】

Veil menarik jubah hitamnya, menutupi seluruh tubuh kecilnya dengan sempurna. Matanya menatap ke arah titik barat luar desa, di mana takdir dari sang Hokage Keempat sedang dipertaruhkan.

"Itachi menjaga Ibu. Shisui menahan anjing-anjing Danzo," ucap Veil lirih, seulas senyuman yang teramat kejam terukir di wajah bayinya di balik topeng. "Dan aku... akan pergi mematahkan sayap sang hantu masa lalu."

WUSH!

Tanpa menimbulkan riak udara atau suara sedikit pun, tubuh kecil Veil melesat menembus kegelapan hutan kematian, bergerak seperti malaikat pencabut nyawa yang siap membalikkan lembaran sejarah Konoha. Malam berdarah telah resmi dimulai.

1
Klarasya
lanjutt thorr 😻
Fardhanan 12
lanjutt lanjuttt panjutttt
Fardhanan 12
😭😭😭😭😭
Klarasya
lanjuttt thorrr 🤧
Nawadipta
gak nyaman. klise, kaku, kurang emosional. terlalu cepat.
Zabibiex
ini buat nya pakai ai ya kek alay gitu soal-nya
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏
Aisyah Suyuti
good
aldo
semangat terus author 🙏🙏🙏
aldo
wah seru sekali author
aldo
lanjut kan author
aldo
wah bagus sekali author
Hadi Hadi
is good 😍😍
Hadi Hadi
mantap 💪💪
Hadi Hadi
sikat 💪💪😍😍
Hadi Hadi
bantai
Hadi Hadi
sikat
Hadi Hadi
semangat 😍😍
Hadi Hadi
😍😍😍
Hadi Hadi
bantai 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!