NovelToon NovelToon
Naik Ranjang Dengan Mantan

Naik Ranjang Dengan Mantan

Status: tamat
Genre:Angst / Menikah Karena Anak / CEO / Menikah dengan Musuhku / Ibu Pengganti / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:371.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Imamah Nur

Takdir seakan mempermainkan kehidupan Lintang Arjuna, ia yang dulu harus merelakan Danuar Anggara, kekasihnya untuk menikahi Libra, sang kakak, kini ia harus terlibat hubungan kembali dengan pria di masa lalunya.

Awalnya Lintang pikir Danuar datang menawarkan sejuta harapan dan cinta terpendam. Namun, siapa sangka Danuar justru kembali dengan misi membalas dendam atas rasa sakit yang Lintang torehkan di masa lampau.

Hari-hari bersama Danuar begitu menyesakkan. Dia bukan sekadar istri di atas kertas, dia adalah pengasuh kedua anak kembar Danuar yang harus selalu menuruti perintahnya tanpa dihargai sedikitpun.

Hingga akhirnya Lintang begitu sakit hati dan tidak tahan oleh perbuatan Danuar yang telah membuatnya kehilangan pekerjaan serta merasa seperti istri murahan, ia memutuskan untuk diam-diam pergi dari kehidupan Danuar, saat itulah Danuar menyadari kesalahannya terhadap sang istri.

Bagaimana Kehidupan mereka ke depannya? Apakah ada kata damai atau justru perpisahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imamah Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Khawatir

Setelah keluar dari kamar, aku disambut oleh senyuman manis ibu mertua.

"Lintang kita makan dulu yuk, kata Danuar kamu belum makan," ucap ibu mertua seraya menatap wajahku lekat. Aku mengangguk karena memang sudah sangat lapar. Mas Danu tidak memberikan waktu untuk sarapan di rumah dan tidak berhenti di tempat makan manapun. Sungguh menyebalkan, untung saja aku tidak memiliki riwayat penyakit asam lambung.

"Ayo!" Entah kenapa ibu mertuaku terlalu baik, aku pikir dia juga akan membenciku seperti Mas Danu. Dia menggandeng tanganku dan membawa ke meja makan.

Di sana Gina sudah menunggu dengan wajah tertunduk lesu. Entahlah aku tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan, atau mungkin dia masih merasa tidak enak padaku perihal foto Kak Libra? Seharusnya dia tidak begitu, bagaimanapun, itu bukan salahnya. Kakaknya saja yang durjana.

"Kami belum sempat masak dan Danuar tidak mempekerjakan pembantu setelah pembantu lamanya pulang kampung bulan kemarin. Jadi, Gina tadi pesan online makanan ini. Semoga kamu suka ya, sebab kami tidak tahu selera kamu," kata ibu mertua panjang lebar. Gina mengangkat wajah dan tersenyum kaku.

Hatiku terkejut, aku menerka Mas Danu pasti sengaja karena akan menikahiku. Ah, sepertinya dia ingin menjadikanku pembantu, firasatku mendadak menjadi buruk.

"Kalau tidak suka, biar aku menyuruh Gina memesan yang lain." Raut wajah ibu mertuaku terlihat tidak tenang, mungkin menyangka aku tidak menyukai makanan yang disuguhkan.

"Lintang bisa makan apapun Ma," ucapku sambil membalik piring. Mereka berdua saling pandang, tersenyum tipis lalu mengangguk. Kemudian kami bertiga fokus menyantap menu di hadapan.

Ketika baru makan beberapa suap, aku mengingat Mas Danu yang tadi pergi dengan marah. Kemana dia sekarang? Semenjak tadi, aku tidak melihat batang hidungnya.

"Kamu mencari Danuar?" tanya ibu mertua ketika menyadari aku menoleh ke sana kemari.

"Iya Ma, dia juga belum sarapan. Kami ke sini pagi-pagi sekali."

"Mas Danu sudah pergi bekerja, biarkan saja, paling dia makan di kantor." Kali ini Gina yang menjawab. Nada suaranya terdengar kesal pada Mas Danu.

"Iya," kataku singkat lalu kembali melanjutkan makan. Setelah selesai makan, ibu dari Mas Danu pergi ke kamar si kembar untuk mengontrol keduanya, sedangkan aku dan Gina ke dapur untuk membersihkan peralatan makan kami.

"Kak, kalau boleh tahu kenapa Mas Danu sama Kak Lintang dulu putus?"

Aku yang sedang mencuci piring dengan sabun tersentak mendengar pertanyaan Gina. Apa dia tidak tahu bahwa kami tidak pernah memutuskan untuk berpisah? Ya, tidak pernah ada kata 'putus' yang keluar dari mulut kami berdua, yang ada, keputusan Mas Danu untuk menikahi Kak Libra datang begitu saja.

"Mas Danu tidak cerita sama kamu?" tanyaku hati-hati. Gina menggeleng.

"Bahkan mama juga bingung, adiknya yang menjadi kekasih Mas Danu, eh dia malah nikah dengan kakaknya."

Sungguh dadaku remuk mengingat ini semua. Rasa sakit itu seakan kembali menyeruak ke dalam rongga dada, tetapi tidak apa-apa, itu tandanya Mas Danu tidak pernah menceritakan keburukanku pada keluarganya. Namun, kalau begini bagaimana aku bisa tahu kesalahanku di masa lampau?

"Mungkin sudah jodohnya seperti itu." Aku mencoba bersikap bijaksana dan menunjukkan kalau diriku baik-baik saja. Biarlah hanya aku sendiri yang tahu bagaimana hancurnya hatiku.

Gina melirik padaku dan aku menyambutnya dengan seulas senyuman.

"Kakak kuat banget ya, kalau aku jadi kakak mungkin aku nggak bakal balik sama Mas Danu. Maaf, sudah mengingatkan pada luka Kakak."

"Tidak apa-apa, aku hanya ikut alur. Kalau sudah jalan takdirnya seperti itu, aku bisa apa? Semua berjalan sesuai garis yang sudah tertulis. Kita cukup resapi, nikmati, dan jalani." Aku seperti motivator padahal membawa diri saja tidak pandai.

"Wah kakak hebat." Mata Gina nampak berbinar.

Aku berbisik dalam hati bahwa sebenarnya aku bukan pandai melainkan sebaliknya. Namun, adakah manusia yang pandai mengatur perasaan cinta? Rasaku pada Mas Danu begitu kuat hingga apapun yang terjadi, sesuatu yang bersemayam dalam sudut hati itu tak pernah bisa pindah ke lain tempat. Bahkan kebencian sekalipun tidak dapat menutup rasa itu.

"Sudah selesai, Kakak bisa istirahat," kata Gina seraya mengelap tangannya. Aku keluar dapur dan pergi ke kamar keponakanku. Dibandingkan tidur siang aku memilih mengobrol dengan ibu mertua. Dulu aku tidak mengenal wanita setengah baya ini dengan begitu dekat, ternyata beliau asyik diajak mengobrol, tidak seperti Mas Danu yang dingin dan kaku.

Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu. Sore hari kedua keluarga Mas Danu pamit pulang. Aku mengantar sampai pintu pagar. Setelah itu membuatkan susu untuk kedua keponakanku kemudian memandikannya. Tidak terlalu ribet mengurus kedua bayi yang baru berusia 3 bulan ini, mereka tidak terlalu banyak bergerak dan rewel. Keduanya juga masih lebih banyak tidurnya daripada terjaga.

Setelah kedua anak ini tidur, aku masuk dapur dan membuatkan makan malam. Selesai, aku menunggu Mas Danu di depan rumah. Sayangnya dari hari terang sampai gelap, pria itu tidak nampak akan datang.

"Apa Mas Danu tidak akan pulang?" Aku duduk seraya menopang dagu. Perasaanku tidak nyaman. "Apa Mas Danu tadi pagi memang marah, tapi kenapa?"

Kuraih ponselku lalu mencari kontak Mas Danu. Saat itu baru tersadar tidak lagi menyimpan nomor teleponnya. Aku langsung mengingat Gina, tetapi takut membuat kelurga Mas Danu khawatir atau bahkan berasumsi macam-macam. Bisa-bisa aku dimarahi Mas Danu kalau dia sudah kembali.

"Ckk, kemana sih dia?" Aku kembali masuk rumah. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Aku menatap makan malam yang kusiapkan sudah dingin. Aku duduk dengan gelisah. Perasaan khawatir menggerogoti jiwa hingga untuk makan pun sudah tidak berselera. Akhirnya makanan yang sudah repot-repot kumasak, aku abaikan saja.

"Ya Tuhan semoga Mas Danu baik-baik saja," ucapku seraya menghela napas berat. Aku kembali melihat jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Oleh karena itu aku memutuskan untuk bertanya pada keluarganya. Mereka juga berkata tidak tahu dan bahkan ikut khawatir. Mereka berkata Mas Danu tidak biasa pulang larut malam tanpa kabar seperti sekarang.

Saat kekhawatiran melanda, tiba-tiba ponselku berbunyi. Dengan cepat aku mengangkatnya.

"Halo, ini siapa ya?" tanyaku tidak sabaran.

"Ini asistennya Tuan Danuar Anggara, benar ini nomor Nona Lintang?"

"Ya, Pak, ada apa ya?" tanyaku semakin panik, perasaanku tidak menentu.

"Nona, Tuan Danuar kecelakaan."

"Apa!? Bapak jangan bercanda Pak," kataku syok.

"Saya serius Nona."

1
ayu cantik
bagus
Imamah Nur: Terima kasih. Yuk lanjut baca novelku yang berjudul "Paket Cinta".
total 1 replies
Qiano Alfarizqi
visual nya dong
Ririn Nursisminingsih
ndak jelass critanya maless jdinya
Eva Karmita
aamiin ya rabbal allamin doa yang sama untuk otor semoga rejekinya lancar dan sukses selalu untuk karya"nya 🤲🤗❤️
Imamah Nur: Aamiin
total 1 replies
Iges Satria
akhirnya /Heart//Heart/
Rahma Inayah
ending yg bahagia
Rahma Inayah
selamat lintang dpt dunuar junior twins.selamt JD ibu muda
Eva Karmita
masyaalloh bahagia adem bacanya ngak ada huru hara yang ada cuma kebahagiaan ❤️🥰
Iges Satria
senangnya pada akur /Heart//Good/
Rahma Inayah
ya GK jg BS menyalakan dokter sangkin byk pasien nya BS slah mendiagnosa pasien dktr jg manusia.tp lain kli hrs hati2 dok Krn pasti pasien dan Kel merasa takut dan khawatir .tp alhamdulilah baby junior Danuarta sehat
Eva Karmita
Alhamdulillah selamat ya atas kelahiran si kembar
Eva Karmita
semangat lintang
Eva Karmita
semoga ada keajaiban si kembar 😭😭
Rahma Inayah
bukannya BS ya di oprasi dini utk mengambil baby yg meninggal aja tp yg hdp NNT pas sdh ckp br di keluarin yg mn NNT nya akan 2 kali operasi yg akan lintang lewati .apa km nyaman. lintang saat bersendawa akn keluar bau dr mulut mu spt bau busuk .yaitu bangkai dr baby td .spt teman ku Krn nikah muda dan merantau jauh dr Kel pas hamil GK tau klu baby nya sdh LM meninggal dlm perut tapi bersendawa pasti keluar bau busuk awal nya dia pikr biasa lama kelamaan ternyata baby ny sdh LM meninggal dlm perut mau GK mau hrs operasi
Imamah Nur: Beresiko operasi 2 kali dalam jarak beberapa bulan aja. Kan bayinya dalam satu rahim.
total 1 replies
Rahma Inayah
apa.gk bahaya dok nyimpen baby yg GK bernayawa dlm perutibunya .bknya hrs dikeluarkan .semoga ada keajaiban baby yg di nyatakan meninggal ternyata hdp lagi
Imamah Nur: Kalau cuma satu bisa langsung dikeluarkan tapi yang satunya belum cukup kondisinya. Masalah bahaya yang penting tetap dalam pantauan dokter
total 1 replies
Eva Karmita
lanjut thoooorr 🔥💪🥰
Rahma Inayah
akhirnya kabr yg mmg dinantikan Danu akan kehamilan lintang.semoga debay nya sehat sampai lahiran .
Eva Karmita
sabar ya pa harap di maklumi mulut anakmu memang pedas kaya bon cabe tapi aslinya mas Danu sayang banget sama papa 🥰😁
Rahma Inayah
Danu GK SDR dia bcr spt tu padhl dia dl yg nuduh lintang selingkuh tp TDK terbukti
Eva Karmita
ya ampun mas Danu kamu kenapa kok sepertinya takut sama buah rambutan ada trauma kah ...???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!