Bagaimana perasaan kalian jika ada seorang pria tak dikenal memaksa kalian untuk menjadi kekasihnya.?Apa yang akan kalian lakukan pada pria itu.?Apakah kalian akan menerima cintanya,sementara kau sendiri tidak mengenalnya sama sekali.?Wanita manapun akan menolak permintaan pria itu,tapi tidak dengan Rhivi.?Rhivi terpaksa menerima pria itu menjadi kekasihnya lantaran dirinya terjebak kedalam masalah pria mistrius itu.Leon adalah seorang gengster yang hidupnya selalu dipenuhi oleh musuh-musuhnya.Perkelahiannya dengan salah satu musuh besarnya membawa rhivi kedalam masalah besar.Musuh besar leon mengira bahwa rhivi adalah kekasih leon,karna itu leon meminta rhivi untuk menjadi kekasihnya agar dia bisa melindungi rivi dari musuh-musuhnya.Rhivi yang tidak memiliki pilihan lain,terpaksa menerima leon sebagai kekasihnya.Bagaimana perjalanan cinta sepasang kekasih ini.?Apa perasaan mereka berubah menjadi cinta.?Apakah mereka bisa menghindari cinta yang berlahan-lahan menguasai perasaan mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SunLs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8
Trent nampak gelisah berdiri didepan pintu rumah Rhivi, Trent takut orang pertama yang dia temui bukan Rhi vi,tapi malaikan ayahnya Rhivi. Trent belum siap dihajar oleh ayahnya Rhivi untuk kedua kalinya seperti waktu itu. Clarissa memberikan tisue pada trent.
“Kau ketakutan sekali, sampai wajahmu keringatan seperti itu.?”
“Aku tidak memintamu untuk mengejekku. Sebaiknya kau tekan bel itu.”Baru saja hendak menekan bel,terdengar suara seorang pria berteriak kearah mereka. Jantung mereka seakan-akan hendak lepas mendengar teriakan paman Hengky.
“Paman.?”
“Clarissa.?”Paman hengky menatap tajam kearah Trent.”Kau.?Mau apa kau kemari lagi bocah.?Apa pukulanku belum cukup untuk menyadarkanmu”
Clarissa merangkul lengan paman Hengky.”Paman,sebaiknya paman tenang dulu. paman selalu saja marah-marah seperti ini setiap kali melihat laki-laki kemari. Jika paman marah-marah seperti ini kesehatan paman bisa memburuk.”
“Itu karena paman tahu, mereka bukan laki-laki baik Clarissa.”Paman Hengky membelai kepala Clarissa.”Kau harus berhati-hati dengan laki-laki, terutama laki-laki sepertinya. Paman bisa mencium dari aroma tubuhnya dia laki-laki mesum.”Trent secara spontan mengendus tubuhnya seperti seekor anak anjing sementara Clarissa hanya bisa menahan tawa.
“Uhhh. Dia selalu saja seperti ini setiap kali berhadapan dengan wanita cantik. Dasar mata keranjang.”Batin Trent
Plakkkk....sebuah tamparan mendarat diwajah mulus Trent. Clarissa hanya menutup mulutnya menahan suaranya keluar dari mulutnya ketika melihat Paman Hengky menampar Trent.
“Aeish..kenapa menamparku.?”
“Bocah kurang ajar. Kau pikir aku tidak tahu kau baru saja membicarakanku ah. Siapa yang kau sebut mata keranjang.?”
“Paman bisa membaca pikiranku.?”
"Aku bahkan bisa melihat pakaian dalammu."Trent menutupin area sensitifnya dari pandangan ayah rhivi
“Paman, kedatangan kami kemari untuk menemui Rhivi. Apa Rhivi ada dirumah.?”Tutur Clarissa
“Malam ini Rhivi tidak pulang. Rhivi baru saja memberitahu paman kalau dia akan menginap dirumah temannya.”Kata Paman Hengky
Setelah mendengar penjelasan Paman Hengky, Trent langsung menarik tangan Clarissa dan bergegas pergi dari sana sebelum Paman Hengky memukulinya lagi. Paman Hengky hanya tertawa melihat Trent belari ketakutan menghindarinya.
“Anak itu berbeda sekali dengan bocah berandalan itu.”Tutur Paman Hengky
Trent melajukan mobilnya.Trent menarik nafas lega karna berhasil keluar dari sangkar srigala jantan itu.
“Kenapa kita tiba-tiba pergi begitu saja.?”
“Kau tidak dengar apa yang dikatakan orang tua itu.?Rhivi tidak ada dirumah. Tujuanku datang kesana hanya untuk menemui Rhivi bukan menjadi santapan orang tua itu.”
“Aku heran denganmu Trent. Dua tahun kita berada disekolah dan dikelas yang sama, kau sama sekali tidak memperdulikan Rhivi dan selalu mengacuhkannya. Tapi sekarang kenapa kau ingin sekali menemuinya. Apa kau menyukainya.?”Trent langsung menginjak pedal rem ketika mendengar pertanyaan Clarissa.“Kenapa mengerem mendadak ah.?"Clarissa meringis kesakitan
“Itu salahmu sendiri. Kenapa bertanya seperti itu.?Dengar selama kau berada dimobilku kau dilarang untuk bertanya tanpa izin dari ku nona. Mengerti.”
“Menyebalkan.”
“Kau tidak dengar apa yang kukatakan padamu.?”
Clarissa mengeram kesal menghadapi Trent.”Kau hanya melarangku untuk tidak bertanya bukan untuk tidak bersuara. Seandainya benar kau menyukai Rhivi, kau harus membuang perasaanmu jauh-jauh. Rhivi tidak akan mungkin menyukai orang sepertimu. Tidak akan pernah.”
Trent menghentikan mobilnya dan membukankan pintu mobil Clarissa.“Apa ini.?”
“Keluar.?Kau membuat kepalaku sakit. Keluar dari mobilku.”
“Tsk .Apa kau sudah gila ah.?Dimana kau meletakkan otakmu.?Kau menurunkan seorang wanita ditepi jalan malam-malam seperti ini. Trent, disini banyak penjahat yang mengerikan. Bagaimana kalau sampai terjadi sesuatu padaku.?Inikah cara mu berterima kasih pada orang yang berbaik hati telah menolongmu.?”
Trent membuka dompetnya,mengeluarkan berapa uang lembaran dari dalam dompetnya dan memberikannya pada Clarissa.”Dengan uang ini kau bisa pulang naik taxi. Lagi pula kau bukan wanita yang seksi, tidak akan ada pria yang tertarik denganmu.”
Clarissa keluar dari dalam mobil trent.”Kau menyebalkan sekali Trent.”Teriak Clarissa
.....0o0.....
Keringat dingin mengalir membasahi wajahnya, sepertinya Leon mengalami mimpi buruk lagi. Leon membuka matanya,mengatur nafasnya yang tidak teratur. Leon melihat seorang gadis terlelap diatas sofa. Leon turun dari tempat tidurnya mendekati gadis itu, Leon mengendong gadis itu memindahkannya diatas kasur. Kaki Leon tersandung karpet yang ada dilantai, tubuh Rhivi dan leon terlempar diatas kasur.Kedua mata mereka seakan-akan mau keluar melihat tangan leon menyentuh dada rhivi.
“Huaaaaa....!!!Apa yang kau lakukan brengsek.?”Rhivi mendorong tubuh leon dan menutupi tubuhnya dengan menyilangkan kedua tangannya.
“Kau salah paham.Ini tidak seperti yang kau bayangkan.Aku tidak ada niat buruk denganmu.Aku hanya ingin memindahkanmu diatas kasur agar tidurmu nyaman.”
“Kalau begitu.Kenapa kau memegang dadaku ah.?”
“Itu tidak benar.Aku tidak sengaja menyentuh benda bulat itu.”
Rhivi melihat butiran keringat mengalir diwajah leon.Rhivi membelai wajah leon,menghapus butiran keringat itu dari wajah tampan leon.”Kau mimpi buruk lagi.?”
“Dari mana kau tahu.?”
“Khania sudah menceritakan semuanya padaku.”Mereka berdua duduk diatas kasur,memperhatikan ikan-ikan yang berenang didalam alkuarium.Leon menyenderkan kepalanya dibahu rhivi,sambil mengenggam jemari tangan rhivi.
“Walaupun kakak dan ayah sudah bisa menerimaku dirumah ini,aku tetap merasa bersalah pada mereka.Demi melahirkanku didunia ini,ibu mengorbankan nyawanya sendiri meninggalkan ayah dan kakak.Seharusnya ibu tidak perlu melahirkanku,ibu tidak perlu membiarkanku tetap hidup didunia ini.”
“Kau tidak boleh bicara seperti itu leon.Ibu mu membiarkan kau tetap hidup,itu karna dia sangat menyayangimu.Kau harus menjaga hidup dengan baik demi ibu yang telah mengorbankan nyawanya dan memberikan kehidupannya padamu.”
“Untuk apa dia harus melahirkan ku,jika dia akan pergi meninggalkanku seperti ini.?Untuk apa dia memberikanku hidup,tapi dia sendiri tidak bisa melihat bagaimana aku hidup.?Aku tidak tahu apa itu cinta dan kasih sayang.Aku tidak pernah merasakan cinta dan kasih sayang selain yang diberikan kakak padaku.”
“Aku mengerti perasaanmu.Aku tahu bagaimana sakitnya kehilangan seorang ibu.Aku sama sepertimu.Kita berdua sama-sama kehilangan seorang ibu dalam hidup kita.Aku masih ingat bagaimana wajah ibuku tersenyum saat dia akan pergi meninggalkan aku dan ayah.Wajah yang selalu tersenyum walau rasa sakit menjeratnya.Dulu aku tidak bisa menerima kepergian ibu,tapi ayah selalu berkata padaku.Dengar nak,ibu mu pasti akan sedih melihat kau hidup seperti ini.Ibumu tidak ingin kau menjalani hidupmu seperti ini,mengurung diri dikamar dan meninggalkan hidupmu diluar sana.Kata-kata ayah membuatku sadar,aku tidak boleh seperti ini.Aku harus tetap hidup demi ibuku.Aku masih memiliki ayah disampingku yang harus ku jaga dengan baik.”
Leon memegang dagu rhivi,kemudian menciumnya.Air matanya berjatuhan membasahi wajahnya.Rhivi merasakan tetesan hangat mengalir diwajahnya,tetesan air yang merupakan air mata leon.Ini pertama kalinya leon menangis untuk wanita yang mencintainya dengan tulus,wanita yang mengajarinya arti hidup,wanita yang selama tiga bulan ini mengisi hari-harinya.
“Berjanjilah satu hal padaku.?Kau tidak akan pergi meninggalkanku seperti ibuku.”
Rhivi memukul kepala leon.Leon merintih kesakitan”Dasar bodoh.Apa yang kau katakan.Aku tidak mungkin meninggalkanmu.Aku masih belum ingin mati muda, masih banyak yang ingin aku lakukan. Aku masih ingin melanjutkan pendidikkanku, aku masih ingin menikah dan melahirkan anak-anak yang lucu.”
"Aku tidak akan mengizinkan kau mati dengan mudah. Kau harus menikah dan melahirkan anak-anakku."Mereka berdua kembali menikmati ciuman mereka yang sempat terhenti.kruuukkk.....mereka menghentikan ciuman mereka ketika mendengar suara perut rhivi berbunyi.wajah rhivi merah menahan malu.Leon hanya tersenyum kecil mendengar suara perut rhivi yang dari tadi mengeluarkan suara aneh.“Kau belum makan sama sekali sejak tadi siang.Aku akan meminta pelayan untuk membuatkan makanan untukmu.”
Rhivi menarik tangan leon yang hendak pergi.”Tidak perlu. Ini sudah malam,mereka pasti sudah tidur. aku tidak ingin menganggu waktu istirahat mereka.”
“Kalau begitu kau tunggu saja disini.Jangan pergi kemana-mana. aku akan membawakan makanan yang lezat buatmu.”
Leon beranjak dari sana dan bergegas keluar dari kamar.Didapu leon memasak beberapa jenis makanan yang dia bisa.Setengah jam kemudian leon sudah kembali dengan membawa makanan untuk rhivi.“Kau membangunkan pelayanmu.?”
“Tidak.Aku malas pergi kekamar mereka.”Leon memberikan makanan itu pada rhivi.”Makanlah.”
“Jadi kau sendiri yang membuatkan makanan ini.?”
“Ya. Sudah cepat makan.Kau harus habiskan makanan ini,aku sudah susah payah membuatkan makanan ini untukmu.Ini pertama kalinya aku memasak untuk seorang wanita bahkan kakak ku saja tidak pernah mencicipi makanan buatan ku..Aku akan membunuhmu jika tidak kau habiskan makanan ini.”
“Baiklah.”Rhivi melahap makanan yang dibuat oleh leon dengan kedua tangannya sendiri.Wajah rhivi berubah saat memakan masakan buatan leon,rasa makanan itu begitu berantakan.Rhivi berusaha menelan makanan itu,ia tidak ingin membuat leon kecewa.”Emmm.masakan mu begitu enak.aku akan menghabiskannya,jarang-jarang aku bisa makan buatan leon.”
Leon mencengkram tangan rhivi,ketika rhivi hendak memasukkan makanan kedalam mulutnya.Leon mengambil makanan itu dari tangan rhivi.“Ada apa.?”
“Tidak usah diteruskan.Aku tahu kau berbohong.Makanan itu sama sekali tidak enak.”
“Siapa bilang.?Makanan itu sangat enak.Berikan padaku.”Rhivi merampas makan itu dari tangan leon dan menghabiskannya secepat mungkin sebelum leon merampasnya kembali dan membuang makanan itu kekotak sampah.”Lihat.?Aku menghabiskannya.Kau harus memasakkan makanan ini lagi untukku lain kali.”
.....*0o0*.....
Semua murid terkejut melihat Leon dan Rhivi pergi bersama-sama kesekolah.Mereka tidak percaya Orang setampan dan sepopoler leon pergi bersama orang seperti Rhivi yang jauh dari kata cantik dan dibawah rata-rata.Rhivi yang merasa risih melihat seisi sekolah menatapnya sinis,mundur beberapa dari leon.Rhivi menjaga jarak dari Leon.Leon menghentikan langkahnya ketika menyadari Rhivi tidak ada disampingnya.Leon mendengus kesal melihat Rhivi yang tertinggal jauh dibelakangnya.Leon mempercepat langkahnya menghampiri Rhivi yang mematung ditempatnya.Mata Leon manatap tajam sekelilingnya,menatap seisi sekolah yang memperhatikannya. Leon mengenggam tangan Rhivi membuat Rhivi dan semua yang berada disana terkejut.
“A-pa yang kau lakukan.?”
“Bukankah sudah kukatakan padamu. Apa kau sudah lupa ah.?”Leon mendorong kepala Rhivi dengan kesal.”Kau harus berjalan disampingku.”
“Tapi.?”
“Tidak ada tapi-tapian.”Leon memperkuat genggaman tangannya dan membawa Rhivi pergi dari sana.”Apa kau memikirkan pandangan mereka terhadapmu.?”
“Ah.?Ti-dak. Aku sama sekali tidak memikirkan mereka.”Rhivi menelan ludah melewati Murid-murid yang menatapnya dengan sinis
“Bagus. Jadi aku tidak perlu susah payah untuk menyingkirkan mereka. Katakan padaku jika ada yang membuatmu tidak nyaman, aku akan menyingkirkanya untukmu.”
Seorang pria menemui kekasih tercintanya diujung koridor.Sepasang kekasih itu melepaskan kerinduan mereka selama dua bulan tidak bertemu.Sepasang kekasih itu terkejut ketika melihat Rhivi bergandengan tangan bersama seorang Pria disekolah.Sepasang kekasih itu tidak pernah melihat Leon sebelumnya disekolah mereka.
“Rhivi.?”Batin Pria itu
“Siapa Pria itu.?Aku tidak pernah melihatnya disini.?”Ujar Resya
“Owh itu. Namanya Leon putra pemilik sekolah ini.Leon baru pindah kesekolah ini dua hari yang lalu.”Kata seorang Murid prempuan didekat mereka
“Diam.Aku tidak bertanya padamu.?”Cetuz Resya
“Aku hanya memberitahumu saja.”
“Aku bilang diam.?”Bentak Resya
“Sayang sudahlah.Kau tidak perlu marah-marah seperti ini. Lihatlah kau merusak makeup mu.”Kata Pria itu
________________
________________
Mozha dan Clarissa langsung memeluk Rhivi begitu melihat Rhivi dan Leon masuk kedalam kelas.Leon mendengus kesal memperhatikan kedua gadis yang menurutnya aneh itu.Leon melepaskan tangan Rhivi dan berjalan menuju kursinya.Trent yang baru saja masuk kedalam kelas,tersenyum kecil melihat Rhivi bersama teman-temannya.Senyuman Trent langsung memundar ketika melihat seorang pria terseyum sinis sambil melambaikan tangan kearahnya.Trent menahan mual melihat tingkah pria itu dan duduk dikursinya.Berulang-kali Trent melirik kearah Rhivi,kedua matanya selalu menangkap sosok pria aneh itu.Pria itu tidak lain adalah Leon.
"Yak kau dari mana saja semalam, ayahmu bilang kau menginap dirumah temanmu. Temanmu yang mana.?"Clariss mengintergosi Rhivi dengan berbagai pertanyaan.
"Aku menginap dirumah Leon."
"Apa.?Yak apa kalian sudah gila, bagaimana bisa kalian melakukannya."
"Melakukan.?Yak singkirkan pikiran kotor itu dari otakmu. Sesuatu yang buruk terjadi pada Leon, aku tidak bisa meninggalkannya."
“Apa dia sudah gila.?Senyumannya membuatku ingin mengeluarkan isi perutku.”Ujar Trent
Seorang guru pria yang mengenakan pakaian olah raga masuk kedalam kelas mereka.Muri-murid yang berada dikelas itu segera kembali kemeja mereka masing-masing begitu melihat guru pria itu berada didepan kelas mereka.
“Baiklah anak-anak.Dua menit lagi bel akan berbunyi.Sebaiknya kalian segera menganti seragam kalian dengan pakaian olah raga kalian.Bapak tunggu kalian dilapangan bola.Waktu kalian hanya lima menit untuk menganti pakaian kalian. Bapak tidak akan mentolerir murid yang terlambat.”
"Ayo, sebaiknya kita ganti pakaian kita. Aku tidak mau sampai mendapatkan hukuman karena kalian."Mozha menarik yang kedua sahabatnya
Guru pria itu keluar dari kelas setelah memberitahu anak-anak didiknya .Murid-murid yang berada dikelas itu segera keluar dari dalam kelas dan bergegas menuju keruang ganti untuk menagnti pakaian mereka.Murid laki-laki dan prempuan menganti seragam mereka ditempat yang terpisah.
aku kembali dengan cerita baru ..
mohon dukungan buat Dragon ya ..
🤗🤗
Yuk kita saling Boom Like+ rate 5
Mampir cerita aku...
" Hello seoul"
kritik dan saran