Apa anda serius?...... AKU BENAR BENAR HANYA INGIN MENJADI PENULIS NOVEL, Mengapa sistem ini Memaksaku untuk Menjadi Aktor ?........
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rohid Firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jadi aktor? yang benar saja!
setelah hari yang melelahkan , akhirnya james masuk ke kamarnya .
"bajingan bajingan aduh, ampun dah, wajah gua bahkan membuat pemilik motel gila" james dengan baju yang acak acakan dan bekas ciuman di leher dan baju putihnya akibat sebelum dia ke kamarnya , si pemilik motel yang merupakan seorang janda mabuk dan akan memaksanya melakukann hal itu.
"aku tidak naif tapi ayolah itu pelecehan " james kesal membuka bajunya untuk mengganti baju di lemari, james tidak mandi karena tahu mandi malam akan membuatnya tidak sehat , dan dia tidak bisa begitu , ketika di indonesia ada keluarga yang harus ku kirimi dimulai setelah dia di keluarkan di kampus.
entah apa yang terjadi , namun semenjak keluar james benar benar sendiri. tidak ada teman siapapun . yang dia miliki hanya tubuh lengkap dan pikiran yang masih bisa berpikir.
setidaknya james tahu teman yang dikatakan dekat memang bukan temannya dia hadir karena rasa iba saja mungkin .
'tak apa, aku harus tetap hidup' james , membuka seluruh bajunya , dia tidur telanjang tanpa sehelai baju pun.
dia tidak memikirkan apapun hidupnya seperti itu dan akan tetap begitu , tanpa ambisi dan dendam , jika tidak suka pada seseorang dia akan bicara langsung di depan wajahnya .
hal yang dia benci adalah penjilat dan pembohong.
"nonton youtube ah" james tidak peduli tubuhnya telanjang di tutupi selimut , dia menyandar di kasur kecil yang benar benar pas dengan tubuhnya membuka laptopnya , untuk menonton konten kesukaanya di internet . baru saja video dimulai , telepon dari ponselnya menganggunya.
"bangsad siapa yang ganggu orang tengah malam sih" james kesal , dia tidak membuka ponselnya selama kerja hingga tidak tahu ada puluhan telepon tidak terjawab dari nomor tidak dikenal. "penipu kah" ucapnya segera menerima panggilan telepon tersebut.
- " hallo pak\, astaga haha ini benar nomor james ?"
"i iya betul sekali, ini siapa ya?"
- " astaga bodohnya saya \, ini saya lynn pak sutradara film odesis\, anda extras yang saya temui waktu itu kan". tanya di telepon pada james.
James terdiam sejenak, mencoba mengingat siapa yang sedang berbicara dengannya di telepon. Nama "Lynn" dan "film Odesis" terdengar samar di ingatannya, mungkin karena saat itu ia hanya menjadi seorang figuran tanpa banyak peran penting. Namun, rasa heran tetap muncul di benaknya—mengapa seorang sutradara meneleponnya tengah malam?
"Iya, saya ingat sekarang. Ada yang bisa saya bantu, Lynn?" James menjawab dengan nada dingin, tidak terlalu tertarik untuk terlibat lebih jauh.
"Oh, syukurlah! Saya senang sekali bisa menghubungi Anda. Begini, kami sedang dalam tahap akhir produksi film Odesis dan butuh beberapa adegan tambahan. Salah satunya melibatkan karakter yang Anda perankan sebagai figuran waktu itu. Anda tahu, peran kecil tapi cukup penting dalam narasi keseluruhan. Kami ingin menawarkan Anda kesempatan untuk kembali syuting, mungkin besok atau lusa, bagaimana menurut Anda?"
James mengernyitkan dahi, merasa bingung. "Maksud Anda, figuran? Peran saya dulu cuma muncul beberapa detik, kan? Kenapa harus repot-repot memanggil saya lagi?"
Lynn tertawa kecil di ujung telepon. "Memang, tapi adegan itu ternyata jadi lebih signifikan dalam editing. Dan selain itu, ada sesuatu yang unik tentang Anda yang menarik perhatian tim produksi. Kami pikir Anda bisa membawa sesuatu yang lebih ke dalam karakter itu, walaupun perannya kecil. Apa Anda tertarik?"
James terdiam, merenung sejenak. Dia tidak pernah terlalu peduli dengan karier di dunia akting, terutama karena peran kecil seperti itu tidak pernah benar-benar penting baginya. Namun, ajakan ini sedikit menggelitik rasa penasarannya.
"Apa bayarannya besar?" tanya James dengan nada tetap dingin, meskipun ada sedikit rasa ingin tahu.
Lynn terdiam sebentar, mungkin tidak menyangka pertanyaan itu. "Ya, tentu saja. Kami bisa menawarkan kompensasi yang layak, termasuk tambahan untuk waktu dan upaya Anda. Kami benar-benar menghargai partisipasi Anda."
James mendesah, mencoba memikirkan apa yang sebenarnya dia inginkan. Di satu sisi, dia butuh uang untuk bertahan hidup, terutama dengan kondisinya yang sekarang. Di sisi lain, dia tidak merasa tertarik atau terikat dengan proyek ini. Namun, keputusan harus diambil.
"Oke, saya akan mempertimbangkannya. Kirimkan detailnya ke email saya, termasuk jadwal dan bayaran. Kalau cocok, saya mungkin akan datang," jawab James akhirnya, tetap dengan nada dingin namun tidak sepenuhnya menolak.
"Terima kasih, James! Saya akan segera mengirimkannya. Kami berharap bisa bekerja sama dengan Anda lagi," kata Lynn dengan nada gembira sebelum menutup telepon.
James menatap ponselnya yang kini kembali hening. Dia menggelengkan kepala sedikit, merasa aneh dengan tawaran yang datang tiba-tiba ini. Namun, dia memutuskan untuk tidak memikirkannya terlalu banyak malam itu. Dia meletakkan ponselnya di samping, menarik selimut lebih erat, dan kembali ke layar laptopnya.
"Aku sudah selesai dengan hari ini," gumamnya pada diri sendiri sebelum melanjutkan video yang tertunda tadi. Meski telepon tadi aneh dan tak terduga, James memutuskan untuk menunda keputusannya hingga esok hari, karena malam ini dia hanya ingin bersantai dan menikmati sedikit waktu untuk dirinya sendiri.
.....
Pagi hari datang dengan suasana yang tenang. Matahari mulai naik di atas cakrawala, memancarkan cahaya lembut melalui tirai tipis kamar motel James. Setelah semalam melelahkan, James merasa sedikit lebih segar. Dia bangun lebih awal seperti biasanya, melakukan rutinitas olahraga ringan di kamar sempitnya—sit-up, push-up, dan beberapa gerakan peregangan untuk menjaga tubuhnya tetap bugar.
Setelah selesai dengan olahraga pagi, James menuju dapur kecilnya. Dia tidak banyak memasak—hanya beberapa roti panggang, telur dadar sederhana, dan secangkir kopi hitam untuk mengawali harinya. Sambil menikmati sarapan, pikirannya kembali ke telepon yang ia terima semalam. Tawaran untuk kembali syuting itu masih terasa aneh baginya, tapi dia memutuskan untuk menunggu detail lebih lanjut sebelum membuat keputusan.
Selesai sarapan, James kembali ke kamarnya dan menyalakan laptopnya untuk memeriksa email. Tidak butuh waktu lama baginya untuk menemukan email yang masuk dari Lynn, sutradara yang menghubunginya semalam. Dengan sedikit rasa penasaran, dia mengklik email tersebut dan mulai membacanya.
Subject: Official Offer - Odesis Film Reshoot
Dear James,
Terima kasih telah mempertimbangkan tawaran kami. Kami dengan senang hati menginformasikan bahwa setelah mempertimbangkan kembali adegan-adegan yang ada, kami telah memutuskan untuk menawarkan Anda kompensasi sebesar $5,000 untuk partisipasi Anda dalam reshoot film Odesis. Kami percaya bahwa kehadiran Anda akan memberikan dampak signifikan pada adegan-adegan ini.
Terlampir, Anda akan menemukan invoice resmi dari perusahaan kami beserta jadwal syuting yang telah disesuaikan. Kami berharap Anda dapat mengonfirmasi ketersediaan Anda secepat mungkin agar kami dapat mengatur segala sesuatunya.
Salam hangat,
Lynn
melihat itu , james menutup laptopnya .
"bajingan kaya sialan , orang bodoh mana yang menolak 5000$ , AKU DATANG!" tanpa basa basi lagi, dia pergi untuk mandi pagi dan segera keluar untuk ke lokasinya langsung.
jika ini menyangkut uang , james langsung berangkat ke lokasi , walaupun hujan badai sekalipun james tidak peduli selam itu dapat memenuhi kantongnya dan memiliki uang untuk dikirimkan ke rumah apapun halangan akan dia hadapi selama itu halal.
[SELAMAT]
[ANDA MENDAPATKAN TITLE AKTOR ]
peringatan muncul ketika james akan keluar dari kamarnya , dimana panel itu berkedip sembari memperlihatkan logo topeng tersenyum dan cemberut seperti logo teater .
"aktor?....gua ? apaan sih anjing!!!" kesal james pada sistem yang secara sepihak mengklaim james sebagai aktor yang merupakan hal yang tidak dia inginkan.
'seharunya penulis kek, aku lebih banyak menulis ketimbang akting'
saya baru baca dan kosa katanya masih agak berantakan,ayo Thor smngt untuk memperbaiki tulisannya