Berawal dari hubungannya dengan seorang pria bernama Aldi, Rindu terlalu naif dan berfikir hanya Aldi lah satu satunya pria yang tulus mencintainya.
hingga suatu kejadian pahit membuat Rindu tersadar,jika Aldi bukanlah pria yang tepat untuknya. dan kisah Rindu pun bermula, kejadian demi kejadian pahit membawanya pada sosok seorang pria angkuh. siapa sangka pria itu akhirnya menjadi suaminya.
akankah Rindu menemukan kebahagiaan setelah pernikahan?
atau cobaan demi cobaan masih harus menguji Rindu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aprilia Riadii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.8#Mutaqqi Corporation
pagi pagi sekali rindu sudah terbangun, ia menatap sekeliling ruangan yang masih terasa asing baginya.tidurnya cukup nyenyak malam tadi, walau saat terbangun tidak membuat luka hatinya hilang begitu saja,namun setidaknya kini dirinya bisa lebih tenang.tidak terlalu buruk rasanya berada jauh dari orang orang yang pernah berarti dalam hidupnya sekaligus menjadi orang yang memberikan luka dihatinya.
setelah merenung sejenak,ia pun beranjak meninggalkan kamar itu dan tanpa membuang waktu segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
hermawan dan lina sudah berada di ruang makan dan menunggunya untuk sarapan bersama.
"mari sarapan"ajak hermawan
"baik om"
"indah masih tidur" tante lina bertanya
"iya tante, mungkin dia kelelahan"
rindu melahap sepotong roti selai dan segelas susu yang tersaji di meja makan.
suasana terasa hangat dalam ruangan itu. kedua orang ini,sungguh memperlakukan rindu layaknya anak mereka.namun begitu, rindu merasa tidak enak hati jika harus berlama lama menumpang hidup pada mereka.rindu akan mencoba mencari pekerjaan dan meminta informasi pada hermawan untuk membantunya menemukan lowongan kerja.
"aku ingin mencari pekerjaan bisakah om membantuku"
perkataan rindu membuat hermawan sejenak menghentikan waktu makannya.
"kerja?bukankah ijazah mu hanya SMK"
"betul om"jawab rindu.
hermawan menarik nafas perlahan.
"saranku kau kuliah saja. silahkan pilih universitas dan jurusan apa yang kau mau.mendiang ayahmu sudah mewanti wanti kepada kami untu menjaga kalian.dan sebagai balas budi kepada orang tuamu yang telah berjasa pada kami di masa lampau, kami telah berjanji untuk menjaga kalian jika suatu hari terjadi sesuatu yang tidak di inginkan"
Dahulu hermawan pernah mempunyai perusahaan sendiri. namun karena terjadi kerisis pada masa itu, perusahaannya mengalami pailit. dan pada saat itulah orangtua rindu yang menyokong perekonomian hermawan.
"tidak om, aku ingin mencari pekerjaan saja"
"apa kau sudah memikirkannya dengan matang?mencari pekerjaan di ibukota tidaklah mudah dan butuh kerja keras"
"tentu om, aku udah terbiasa hidup mandiri. kalaupun mau kuliah, aku ingin biayanya dari hasil kerjaku sendiri"
hermawan terdiam sejenak,ia kembali teringat sosok ayah rindu yang memang seorang pekerja keras dan sepertinya rindu telah mewarisi sifat orangtuanya itu.
"kau persis ayahmu nak"ujar lina yang di iringi dengan anggukan kepala hermawan tanda setuju.
"baiklah aku akan berusaha mencari informasi di tempat kerjaku, mereka baru saja membuka cabang baru dan siapa tahu ada lowongan disana"
"terimakasih om"
***
Di ruangan kantor yang masih berbau cat baru itu, terlihat ada banyak kesibukan. sekelompok orang merangkai bunga dan membentangkan pita serta karpet merah.
sementara yang lainnya disibukan dengan merapikan setiap sudut ruangan agar terlihat sempurna.
kesibukan itu terjadi tak lain untuk peresmian kantor cabang di bawah naungan Muttaqi corporation.
Hermawan menjadi salah satu orang yang terlibat di dalamnya, walaupun dia tidak ditempatkan di kantor baru tersebut, tapi dia punya banyak andil untuk kesuksesan acara malam ini.
"apakah ada lowongan kerja disini"
tanya hermawan pada salah satu staff kantornya.
"ada pak" jawab seorang lelaki
"kebetulan saya mempunyai keponakan, dia sedang cari kerja"
"lulusan apa pak" tanyanya lagi
"hanya smk, tapi dia anak nya cerdas dan pandai berinteraksi dengan orang lain"
"coba aja kirim cv nya pak,siapa tau beruntung"
"baiklah dan terimakasih untuk informasinya" ujar hermawan.
hermawan beranjak pergi ketika semua tugas dirasa sudah terhendel dengan baik. bersiap untuk kembali ke kantor lama.
"pak saya dengar tadi keponakan bapak sedang mencari lowongan kerja" tanya seorang rekan
"iya betul bu tami"
"kebetulan sekali dari devisi keberihan masih membutuhkan pekerja"
hermawan termenung sejenak,dia tidak bisa membayangkan keponakan nya itu bekerja sebagai tukang bersih bersih. tapi hermawan tidak mempunyai cukup pengaruh di Thn perusahaan yang baru ini, dia tidak bisa memasukan rindu begitu saja dengan jalan yg mulus.
"baiklah nanti akan saya tanyakan terlebih dahulu kepada keponakan saya"
"baiklah, kalau setuju segera saja bersiap malam ini. kebetulan kami membutuhkan pramusaji wanita untuk acara nanti malam. anggap saja ini sebagai training untuk melihat kinerja para calon pegawai disini.
***
rindu hanya termenung di beranda rumah yg asri itu. walaupun indah satu satunya orang terdekatnya, tapi untuk beberapa hal rindu menjaga jarak untuk tidak bercerita pada adiknya itu.
hati rindu masih saja terbayang atas kilasan kejadian mengerikan itu.
nay apakah kau tidak merasa menyesal atas kejadian ini? apakah kau tidak menghargai arti persahabatan kita?banyak pertanyaan pertanyaan menjejali fikiran rindu.
dan aldi apakah kau sungguhmencintai nay? entahlah.
semenjak kejadian itu, hari itu juga rindu langsung bergegas meninggalkan kota kelahiran nya. dia tidak ingin memberikan kesempatan dan waktu pada orang orang yg telah menghianatinya itu.seperti itulah rindu, berhati keras dan tidak akan pernah memberi kesempatan kepada orang orang yg sudah melukainya.
di sisi lain, aldi dan nayila
semakin merasa berdosa dengan kepergian rindu yg tanpa meninggalkan jejak, aldi frustasi ditinggal rindu. penyesalan nya hanya kesia siaan belaka.
lamunan rindu terpecah saat mendengar suara mobil hermawan datang.
"yang cantik kok melamun aja"suara mobil hermawabj
" tidak kok om, rindu hanya kangen sama kota padang" jawabnya menutupi wajah kikuk yang salah tingkah.
"baru sehari di jakarta aja, kamu sudah kangen. oya om ada kabar baik untukmu. perusahaan baru tempat om bekerja membutuhkan pekerja, hanya saja...."
"hanya saja apa om" tangkas rindu
"sepertinya om tidak sampai hati mengatakannya padamu.om tidak akan tega kalau membiarkanmu bekerja pada divisi kebersihan"
mata rindu seketika berbinar, senyum terkembang di bibir mungilnya.
"tidak masalah om,aku bersedia"
"kau setuju" hermawan mengulangi perkataan rindu dengan wajah tidak percaya.
"tentu saja aku setuju,tidak ada pekerjaan yang hina selagi itu sesuatu yang halal dan baik" gumam nya sambil tertawa riang.
"baiklah kalau kau berminat bisa datang malam ini juga, kebetulan mereka butuh ipramusaji untuk acara malam nanti.
dan mereka akan memberi imbalan tunai untuk pekerjaan ini"
hati rindu merasa lega, dia beruntung karena dalam sehari saja ia sudah dapat pekerjaan. tidak perlu terlalu berpayah payah memasukan CV ke kantor kantor. terlebih pendidikan ku hanya SMK,aku beruntung.
dengan riang rindu segera beranjak ke kamar, dan memberitahu adiknya kabar baik ini.
tak lupa dia mempersiapkan keperluan untuk acara nanti malam.
***
jangan lupa tinggalkan jejak like&komentar kalia.
terimakasih juga untuk yang sudah memberikan dukungan melalui vote poin.
NB/ novei ini telah mengalami beberapa perbaikan untuk menyempurnakan EYD nya.
dan kelada kakak @herlan firmansyah sebagai pengisi suara untuk audio book novel ini,saya mohon kiranya dapat men follow akun saya, karena ada beberapa hal yang harus saya diskusikan mengenai revisi novel ini