Merasuki tubuh Logan, seorang pria lumpuh yang tak berdaya, sang karakter utama diberikan misi oleh sistem untuk membalaskan dendamnya agar ia bisa kembali ke dunia asalnya!
Merasa bahwa dia memiliki orang-orang penting yang menunggunya, sang karakter utama pun menyanggupi misi tersebut dan membalaskan dendam Logan menggantikan dirinya!
Dibantu oleh sistem, Logan pun menapaki jalan balas dendam!
Mampukah sang karakter utama menyelesaikan misi dari sistem dan memenangkan balas dendamnya?
* Karya ini hanya fiksi belaka, jangan meniru adegan apa pun yang ada di dalamnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fat Kitten, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 Pertemuan Pertama Dengan Istri
Sesampainya di rumah, Logan menyuruh Liliana untuk membereskan belanjaan mereka di dapur.
Sementara Liliana sedang sibuk di dapur, Logan menyalakan TV dan menonton berbagai saluran yang ada di sana.
'Hmm, ini benar-benar dunia yang berbeda dari dunia asalku.'
Melihat banyaknya perbedaan antara dunia asal dan dunia yang ditinggalinya saat ini melalui acara di TV, membuat Logan sedikit merasakan yang namanya rindu kampung halaman.
Ketika Logan sedang sibuk menonton TV, Liliana yang mengintip dari balik tembok, mencoba mengatakan sesuatu. Tapi, kata-kata itu tidak pernah terucap karena ia takut membuat ayahnya marah.
"Mengapa kau berdiri di situ?"
Logan yang menyadari kehadiran Liliana dari sudut matanya, menegurnya tanpa melirik.
"Eh? Um..."
"Kemarilah dan katakan apa yang kau butuhkan."
"I-Iya..."
[Ding!! 4.000 poin (+500)]
"Kenapa? Apakah ada yang ingin kau katakan padaku?"
[Ding!! 4.500 poin (+500)]
Meskipun Logan menanyainya dengan nada normal dan tanpa amarah sedikit pun, tetapi Liliana terus merasakan takut yang berujung pada diberikannya poin secara cuma-cuma oleh sistem kepada Logan.
'Apa yang telah kau lakukan kepada gadis sekecil ini, Logan?'
Melihat ini, Logan mau tidak mau menanyakan soal apa yang telah dilakukan oleh pemilik tubuh aslinya kepada putrinya sendiri sampai-sampai putrinya itu terus menggigil ketika berada di dekat atau pada saat dia berbicara dengan ayahnya.
"A-Aku memiliki PR Matematika. Dan ... soalnya sangat sulit."
"Oh, jadi kau ingin memintaku mengajarimu?"
[Ding!! 5.000 poin (+500)]
"I-Iya..."
Logan yang merasa sakit saat melihat Liliana begitu ketakutan saat meminta diajari oleh ayahnya sendiri, menerima permintaannya karena memang itulah yang seharusnya orang tua lakukan.
"Baiklah, bawa buku pelajaranmu kemari. Sulit bagiku untuk masuk ke kamarmu, jadi aku akan mengajarimu di sini."
"Ah! Baik!"
Dengan langkah riang, Liliana berlari ke kamarnya dan keluar lagi dengan membawa beberapa buku dan alat tulis di tangannya.
"Tunjukkan padaku soal yang mana yang tidak bisa kau jawab."
Ketika Logan menanyainya itu, Liliana dengan cepat menunjuk beberapa soal yang ada di bukunya.
"Banyak sekali? Apakah kau belum mempelajarinya di sekolah?"
[Ding!! 5.500 poin (+500)]
'Oh, jadi kau sudah mempelajarinya tapi kau lupa dengan rumusnya?'
"Haa... Mendekatlah, aku akan menunjukkan contohnya padamu."
Mendekat kepada ayahnya, Liliana menikmati pelajaran yang diajarkan oleh ayahnya.
Bagi Liliana, ini adalah hari terbaik yang pernah terjadi padanya setelah waktu yang lama.
...****************...
Setelah Logan selesai membantu putrinya mengerjakan PR, dia kembali ke kamarnya dan tidur hingga pagi menjelang.
Ketika Logan bangun di pagi hari, ia mendengar suara berisik dari luar kamarnya.
"Apa kamu semalam sudah makan?"
"Iya, ayah membelikanku mie."
"Hanya mie?"
Sebuah percakapan terdengar dari luar kamar Logan.
Menggapai kursi roda yang ditempatkan di samping tempat tidurnya, Logan berusaha berpindah dari tempat tidur ke kursi roda.
Sama seperti sebelumnya, Logan sampai harus terengah-engah saat dia berusaha memindahkan badannya sendiri dengan bantuan kedua lengannya.
"Ayo, cepat habiskan sarapannya supaya kamu tidak terlambat berangkat ke sekolah."
"Iya."
Ketika Logan sudah mendekati pintu, suara percakapan semakin terdengar jelas.
Itu adalah suara seorang gadis kecil dengan seorang wanita dewasa.
'Apakah itu istriku?'
Membuka pintu dan keluar dari kamarnya, Logan disambut oleh penampakan seorang wanita cantik dengan rambut hitam panjang yang digerai yang bergoyang-goyang tersapu angin.
Wanita itu mengenakan pakaian formal yang membuatnya tidak hanya terlihat cantik, tetapi juga elegan.
Tanpa sadar, Logan merasa terkesima saat melihatnya.
'Cantiknya...'
'Tidak, sadarkan dirimu, Logan! Dia adalah target balas dendammu!'
Untungnya, Logan segera mendapatkan kesadarannya kembali.
Dalan waktu sepersekian detik itu, Logan tersihir oleh pesona dari istrinya sendiri.
"Oh, jadi kau masih ingat rumahmu, huh?"
[Ding!! 6.000 poin (+500)]
Ucapan satir Logan saat ia menyindir istrinya membuat istrinya merasa kaget dan terkejut.
'Hmm? Biasanya dia selalu mendiamkanku, tapi sekarang, dia berani menyindirku?'
'Ada apa dengannya?'
"Ah, selamat pagi, Suamiku! Maaf karena aku lama tidak pulang, aku--"
"Ya, ya, aku paham. Pelukan orang itu lebih hangat dariku, bukan?"
[Ding!! 6.500 poin (+500)]
[Ding!! 7.000 poin (+500)]
'Eh, poin ganda?'
'Apakah itu semua dari istriku, atau dari anakku juga?'
Melirik ke arah Liliana yang sedang memakan sarapan paginya, Logan melihat bahwa Liliana tengah menunjukkan ekspresi rumit.
Alasan mengapa Liliana menunjukkan ekspresi seperti itu, karena ini bukan pertama kalinya kedua orang tuanya adu mulut di hadapannya.
Dalam hati, Liliana berharap bahwa kedua orang tuanya cepat berhenti dan tidak bertengkar lagi.
"Siapa orang yang kamu maksud itu, Suamiku?"
"Haha, kau masih berani menyebutku suamimu dengan mulut kotormu itu?"
[Ding!! 7.500 poin (+500)]
[Ding!! 8.000 poin (+500)]
"Mengapa kamu tiba-tiba menjadi sekasar itu, Logan?"
"Oh, sekarang kau mulai berani menyebut namaku secara langsung? Apa kau sudah tidak menghormatiku lagi?"
[Ding!! 8.500 poin (+500)]
[Ding!! 9.000 poin (+500)]
"Haa..."
Memijat keningnya, Elia, istri Logan, merasa sakit kepala karena ia tidak memahami apa yang suaminya inginkan.
Pada saat ini, Logan tiba-tiba mengingat sesuatu dari ingatannya.
"Oh, ya, sepertinya ada seseorang yang mencuri barangku tanpa aku ketahui."
[Ding!! 11.000 poin (+2.000)]
'Huh? Besar sekali?!'
Notifikasi sistem menunjukkan bahwa Logan mendapatkan poin empat kali lipat lebih banyak hanya dari satu perkataannya.
Memikirkan ini, Logan menatap langsung mata istrinya.
'Hoo, mungkinkah kau sekarang sedang merasa sangat ketakutan jika rahasia keluargamu sudah mulai terbongkar olehku?'
'Ini menarik!'
Berpikir seperti itu, Logan semakin mantap dalam menekan istrinya sendiri.
"Kemarin, aku melihat adik iparku mengendarai mobil sport yang sangat mirip dengan punyaku."
[Ding!! 13.000 poin (+2.000)]
"Bisakah kau jelaskan bagaimana dia bisa mendapatkan mobil itu?"
[Ding!! 15.000 poin (+2.000)]
"Tidak mungkin kan dia bisa membelinya sendiri dengan gajinya saat ini?"
[Ding!! 20.000 poin (+5.000)]
'Woah, gila!'
'Hanya dengan menekannya bisa memberiku poin sebanyak ini?!'
Pertanyaan demi pertanyaan Logan yang dilontarkan dengan nada menuduh dan menekan berhasil membuat Elia merasakan keringat dingin mengalir di punggungnya.
Sekarang ini, Elia sedang merasakan teror yang belum pernah dirasakannya sebelumnya.
Rasa takut akan kebusukan keluarganya telah tercium oleh Logan, membuatnya terdiam kala ia memikirkan berbagai macam alasan yang bisa digunakannya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan Logan.
Hingga pada akhirnya, dia melakukan blunder.
/Bye-Bye//Cleaver/