NovelToon NovelToon
Safira [Sugar Baby]

Safira [Sugar Baby]

Status: sedang berlangsung
Genre:Teman lama bertemu kembali / Teen / Selingkuh
Popularitas:24.9k
Nilai: 5
Nama Author: putrijawa

SPIN OFF Ayah Untuk Safira

Dihadapkan dengan kenyataan bahwa status dirinya merupakan anak rahasia, membuat Safira harus extra hati - hati untuk bersikap dengan seorang pria. Belum lagi sikap sang ayah yang seolah enggan menganggap keberadaannya. Semakin membuat Safira membenci sosok ayah biologisnya.
Beruntung Safira masih memiliki sosok laki - laki yang bisa ia jadikan sosok panutan. Laki - laki yang nantinya akan menjadi role mode nya untuk mencari tambatan hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrijawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8.

Sesuai kesepakatan, Safira sudah berada di salah satu Kafe yang tak jauh dari kantor tempat Rendy bekerja. Ia sengaja memilih tempat itu karena juga telah memiliki janji pada ayah sambungnya.

Hampir setengah jam Safira menunggu, namun orang yang dinantinya tak juga menampakkan diri. Gadis itu masih bersikap santai karena beberapa menit lalu Arya memberi kabar bahwa mertuanya tengah berkunjung.

Sembari menunggu kedatangan sang ayah, gadis cantik itu berseluncur ke sosial medianya.

"Safira..."

Mendengar namanya dipanggil, gadis cantik itu lantas mendongak. Keningnya sedikit mengerut saat mendapati sosok pria yang tampak tak asing baginya.

"Tadi aku pikir salah. Ternyata benar ini kamu. Apa kabar Safira ?"

Tanya orang itu sambil duduk dikursi kosong tepat di seberang kursi Safira duduk.

Gadis cantik itu memaksakan senyumnya. Meski ia tak begitu mengingat siapa pria di hadapannya. "Alhamdulillah, baik."

"Omong - omong, selamat ulang tahun, ya. Semoga berkah Tuhan selalu menyertai kamu." ucap pria itu mengingat baru dua minggu yang lalu gadis cantik itu berulang tahun.

"Terima kasih." balas gadis itu singkat.

Safira masih memindai pria dihadapannya. Ingatannya terus berputar untuk menemukan siapa orang yang saat ini tengah duduk dengannya.

Melihat Safira yang menatapnya dingin, pria itu lantas tertawa pelan. "Pasti kamu gak inget siapa saya ?", tebaknya yang langsung mendapat anggukan dari Safira.

"Saya Arsen. Terakhir kita bertemu sewaktu di Jogja saat kamu menjadi perwakilan sekolah kamu untuk olimpiade disalah satu sekolah yang ada disana."

Jelas pria itu membuat mata Safira seketika membulat.

'Dia ?'

"Sudah ingat ?" tanya pria itu seraya tersenyum ramah.

Sementara Safira hanya mengangguk kaku.

"Kamu... Sama siapa kesini ?"

Safira menegakkan tubuhnya sejenak. Lalu kepalanya menoleh kesana kemari. "Saya lagi nunggu seseorang, Pak." sahutnya saat belum menemukan keberadaan sang ayah.

Arsena mengangguk pelan. "Kebetulan saya tadi sedang bertemu teman. Lalu saat ini pulang malah gak sengaja liat kamu." ucapnya seolah memberi tahu Safira tentang alasannya ada di tempat itu.

Safira hanya menanggapinya dengan senyuman. Ia sangat canggung dengan situasi saat ini. Belum juga ia mendapatkan jawaban tentang silsilah keluarganya dari pihak ayah kandungnya. Safira malah harus dipertemukan dengan salah satu orang yang memiliki nama belakang yang sama dengan sang ayah.

"Oh, iya. Kamu sudah lulus sekolah 'kan ? Melanjutkan study kemana ?"

Safira terdiam sejenak. Memang jika ia mengikuti kelasnya secara normal, gadis itu baru lulus sekolah tahun kemarin. Namun karena ia mengikuti kelas akselerasi, membuatnya lulus lebih cepat dari teman seangkatannya.

"Saya melan..."

"Fia ? Kamu disini juga ?"

Belum sempat Safira menjawab pertanyaan tersebut, sebuah suara yang sangat dikenalnya terdengar disusul dengan si pemilik suara yang kini tengah berdiri tepat di hadapan gadis itu.

"Hai, Dit." sapa gadis itu yang terlihat bingung dengan situasi saat ini.

"Ini siapa, Fi ?" tanya Adit penuh selidik.

Pemuda yang masih mengenakan seragam putih abu - abu dengan hoodie hitam yang membalut tubuhnya tampak memindai pria disampingnya.

'Keliatannya udah dewasa banget. Apa mungkin... Gak, gak, gak. Gak mungkin. Jangan simpulin dulu, Dit. Belum tentu sesuai dengan apa yang lo pikirkan.' batin Adit yang menyangkal isi pikirannya.

"Ini Pak Arsen. Dia pernah ngisi acara sewaktu ada event di sekolah aku dulu." jelas Safira yang langsung bisa menyimpulkan jika kedua pria beda generasi itu memang tak saling kenal.

"Pak Arsen, kenalkan ini Adit. Teman saya sejak kecil." ucap Safira memperkenalkan saudara seayahnya.

Arsen dengan sopan mengulurkan tangannya untuk menyalami pemuda yang lebih muda darinya. "Arsen."

Dengan menutupi rasa tak sukanya Adit menyambut tangan pria tersebut. "Adit."

Singkat. Keduanya langsung melepas jabatan tangan tersebut dan seolah tengah mendapat arahan, dua pria itu langsung menatap kearah Safira.

"Woi, Dit. Kita disini."

Panggil salah satu teman Adit yang telah duduk tak jauh dari tempat mereka saat ini.

Adit menoleh pada teman - temannya. Ia melambaikan tangannya sebagai isyarat bahwa ia tahu keberadaan mereka. "Gue disini bentar." sahutnya yang langsung mendapat acungan jempol oleh ketiga temannya.

Tanpa permisi, Adit lantas menggeser kursi yang ada di antara Safira dan Arsena lantas langsung menjatuhkan bobotnya disana.

"Gak masalah 'kan kalo aku duduk disini bentar ?" tanya Adit sambil menoleh ke arah Safira.

Gadis itu lantas tersenyum dan langsung menggelengkan kepalanya. "Gak papa, kok, Dit. Lagian orang yang aku tunggu belum dateng."

Adit mengangguk pelan. Ia melirik sekilas pada pria yang ada disebelahnya yang tampak tak peduli dengan keberadaannya.

"Safira, saya kesana dulu, ya. Sepertinya pesanan saya sudah selesai." pamit Arsena sopan lantas langsung berjalan menuju kasir setelah melihat anggukan kepala Safira.

Adit menatap Safira yang tampak memperhatikan Arsena. "Kamu ada hubungan sama dia, Fi ?"

Safira seketika menoleh kearah Adit. Kepalanya miring ke kiri karena bingung dengan pertanyaan tersebut. "Maksud kamu ?"

Pemuda itu menghela nafas pelan. Ia lantas menatap teduh gadis cantik itu. "Tolong kamu liat aku sebagai seorang cowok, Fi. Jangan liat aku sebagai adik dari teman kamu." ucapnya lirih.

Tentu saja Safira mengerti maksud yang tersirat dari kalimat tersebut. Namun sebisa mungkin gadis itu mengendalikan perasaannya agar tak mempengaruhi raut wajahnya.

"Ya 'kan pada ke..."

"Safira. Saya duluan, ya. Semoga lain waktu kita bertemu lagi. Saya permisi dulu." pamit Arsena sopan lalu pandangan pria itu beralih pada Adit dan ia menundukkan kepalanya untuk berpamitan.

Safira hanya menanggapinya dengan anggukan dan senyuman. Ia lantas melirik pada Adit yang tengah menunjukkan raut tak sukanya terhadap Arsena.

'Sok kegantengan.' batin Adit yang semakin kesal.

Pemuda itu menoleh pada Safira. Ia menghela nafas pelan lalu memalingkan wajahnya kearah tempat dimana teman - temannya berada.

"Aku kesana dulu, ya, Fi. Lain kali kita jalan bareng, ya ? Mau 'kan ?" ajak Adit penuh harap.

Safira menahan nafasnya sejenak sebelum akhirnya menghela nafas secara perlahan. "Nanti aku sesuain sama jadwal aku aja, ya. Soalnya aku juga harus bantu Bunda jaga adin - adik aku." ucapnya yang secara tidak langsung menyelipkan kalimat penolakan atas ajakan tersebut.

"Oke. Aku tunggu saat itu, Fi. Aku ke tempat temen - temen aku dulu, ya. Kamu gak papa 'kan aku tinggal sendiri ?" tanya Adit berharap gadis cantik itu akan mencegah kepergiannya.

"Gak papa, Dit. Kamu ke temen - temen kamu aja. Gak enak juga 'kan kalo mereka harus nunggu kamu supaya bisa makan makanan pesanan kalian." jelas Safira yang tentu saja membuat Adit sedikit kecewa.

Dengan memaksakan senyumannya, Adit beranjak dari sana dan langsung menuju ke arah teman - temannya duduk.

Safira kembali memperhatikan ponselnya. Memperhatikan layar ponselnya yang menunjukkan ada sebuah notifikasi pesan masuk disana. Tangannya bergerak membuka isi pesan tersebut.

Wajah gadis cantik itu terangkat seraya menatap Adit yang tampak bersenda gurau dengan teman - temannya. Lalu Safira kembali memperhatikan ponselnya. Detik berikutnya kepalanya menggeleng pelan.

'Brengsek' umpatnya dalam hati.

1
SarSari_
wuaaahh udah cntik, pinter, lulusan termuda...yg dapetin hatinya safira yakin deh bruntung bngt
cimownim
Safira ketemu siapaa???
MARDONI
Cerita tentang Safira yang harus menghadapi kenyataan sebagai anak rahasia dan sikap ayahnya yang tidak mengakui keberadaannya sungguh menyentuh hati. Namun, adanya sosok laki-laki yang bisa jadi panutan dan role modelnya membuat cerita terasa penuh harapan. Semangat terus untuk karya ini, penasaran banget dengan kelanjutan perjuangan dan pencarian tambatan hati Safira! ✨
MARDONI
Lucu banget melihat Safira yang biasanya santai sampai berdandan khusus buat Bima. Reaksi Rendy juga khas banget sebagai papa yang protektif 😂 Tapi bagian paling manis jelas saat mereka sudah duduk di restoran. Bima yang terus menggoda Safira, Safira yang balik meledek Bima, sampai akhirnya mereka saling menggenggam tangan… suasananya benar-benar romantis dan bikin senyum sendiri.
꧁☆ ⃟⃟Lybu•°Achaa♡ hiatus
Kalo aku jadi Safira kayaknya ngga bakal sekuat itu dehh ngadepin semua cobaan yg dia alami.Masih punya ayah tapi orang itu gaada.Kalo aku sih udah milih buat pasrahh aja ngga kaya dia yg masih kuat.
putrijawa: Safira kuat karna bundanya juga kuat😁
total 1 replies
Hunk
Di keluarga barunya pun ayah nya dah punya anak. Sedih banget.
Hunk
Ibu adalah yg terbaik
MARDONI
hati Safira kelihatan banget nggak nyaman tiap ketemu Arsena 😭 padahal Mamih sama Papih Arsena baik banget. Tapi pas Kaivan datang bawa iga bakar terus Safira langsung senyum cerah itu kerasa beda banget suasananya. Arsena yang ngeliatin dari jauh sambil cemburu tuh bikin deg-degan juga 🥹
putrijawa: takut ada perang ya?
total 1 replies
Izmie kim💜
dua kemungkinan sih cowok lebih banyak pertimbangan kalau di tolak dia takut hubungan yang dulu baik malah akan jadi gak enak aja
Izmie kim💜: nah gitu makanya laki-laki kalau suka sama temen selalu mikir mikir dan nahan dulu kalau mau nembak 🤭
total 2 replies
Izmie kim💜
heh safira anak kandungnya bukan kaya kamu woy
putrijawa: sabar pemirsah
total 1 replies
cimownim
jarang banget dapet papah Sambung sebaik itu😍
SarSari_
lah Adit nih gak update apa gimna sih 😂
putrijawa: gak ada yg tau tentang kemampuan Safira😁
total 1 replies
Indira Mr
Anak nya aku udah gede.. 😂😂😂
putrijawa: halo tante.. anaknya ganteng yaa 🤭
total 1 replies
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Susah yaa jadi anak yg gak bisa marah2 ke org tua😔 padahal kelakuan mereka kadang di luar nurul🤦
putrijawa: bener. apalagi punya sifat gak enakan😔
total 2 replies
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Ayah tukang boong nih
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Selamat ulangtahun ya Safira 🍰
putrijawa: walaupun sudah lewat, tapi trima kasih 🤭
total 1 replies
LOL #555
hah , itu bukan ayah sambung nya kan ?🧐
MARDONI
Safira kelihatan ceria banget di dapur sama Chef Kaivan, apalagi pas dia antusias banget soal masakan. Terus bagian Bima yang chat sambil bercanda soal “calon CEO” itu bikin senyum sendiri. Tapi kalimat terakhir yang tiba-tiba ada orang bilang “takdir ingin mempersatukan kita” itu bikin deg-degan banget 😭
SarSari_
betul , Safira mah cewek mahal...
Izmie kim💜
takut juga ya ngadepin laki-laki kaya gitu setau aku makin di tolak makin gencar mending kita jaga jarak perlahan aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!