Terpaksa menyetujui pernikahan antara ibu dan kekasihnya adalah sebuah kebodohan terbesar yang telah seorang gadis itu lakukan. Dimana kebodohan itu justru membuka kembali luka lama, tidak hanya itu, kenyataan yang selama ini ibunya tutupi terbongkar dan kegilaan kekasihnya itu yang membuat hidup seorang gadis itu hilang arah dalam menentukan kehidupannya.
"Kamu tetap kekasihku Siren, dan Anita ibumu tetap istriku."
"Mama egois, mengkhawatirkan anak haram itu. Tanpa memperdulikan keberadaan aku."
"Kamu hanya kesalahan yang selalu merusak kebahagiaan Mama."
Sirena Dzakiya Thalita, seorang gadis cantik, manis, serta cerdas. Orang-orang menganggap Siren sangat beruntung, memiliki Ibu yang sangat pengertian, memiliki kekasih seorang Dosen yang sangat penyayang, serta harta dan tahta yang dimilikinya. Namun semuanya hilang lenyap begitu saja saat malam itu malam dimana kekasihnya meminta izin menikahi wanita yang tak lain adalah ibu dari Siren sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salma Tiana *Biru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 Event Kampus
Universitas Bangsa kini terlihat ramai, banyak sekali mahasiswa/i yang hadir. Mereka semua hadir di kampus untuk menyaksikan Event Kampus yang sangat mereka tunggu-tunggu. Antusias Mahasiswa/i sangat besar salah satunya Siren. Dia terlihat sangat sibuk saat ini karena dia merupakan salah satu panitia event itu, padahal Siren baru saja pulang dari rumah sakit, Bagas pun sempat melarang Siren untuk pergi ke kampus. Namun Siren tetaplah Siren si keras kepala yang sulit mendengarkan nasihat orang lain.
"Duh Siren, lo mending istirahat aja. Baru sembuh juga mau sakit lagi lo hah terus masuk rumah sakit dan meninggal deh MAU LO?!" sentak Oliv, huh Oliv sebal Siren ini sangat keras kepala, bukan apa-apa tapi dia ini di amanati oleh Bagas untuk menjaga Siren.
"Ih apa si! Gue tuh udah sembuh, gue ulangi UDAH SEMBUH OLIV SAYANG. Lagian bentar lagi gue mau tampil, masa udah latihan tapi gak jadi tampil, kan gak etis banget."
Oliv hanya menatap datar Siren, Siren ini sangat bebal. Oliv tahu jika Siren akan tampil tapi bisakah Siren diam saja di ruang tunggu peserta, bukan keluyuran ikut mempersiapkan acara.
"Ck, terserah kepala batu memang!" decak Oliv
Siren berhenti melakukan kegiatannya, dia menatap Siren dengan senyuman manis nya, dia tahu jika Oliv khawatir kepadanya, tapi hei Siren tidak selemah itu, lagipula dia memiliki tanggung jawab untuk kelangsungan event kali ini.
"Oliv, dengerin gue. Gue udah sehat Liv. Gue tahu lo khawatir sama gue, tapi lihat gue gak papa kan? Jadi lo tenang aja oke, masalah Ayah lo gak perlu khawatir lagipula gue nya juga baik-baik aja," jelas Siren
Oliv menghela nafasnya, dia mengalihkan tatapannya ke arah Siren. Oliv ini khawatir bagaimana jika Siren pingsan saat menaiki panggung? Terus bagaimana jika Ayah Siren menyalahkan nya, ah ketakutan Oliv terlalu banyak.
"Serius kan Lo gak papa?" tanya Oliv memastikan
"Iya, Gue gak papa."
"Kalo ada yang kerasa sakit bilang sama gue ya."
"Iya Bundaku sayang," gurau Siren, Oliv memukul pelan kepala Siren dia malu, gimana kalau ada yang mendengar ucapan Siren itu. Bisa-bisa dia di anggap menikah dengan om-om. Tapi kalo om-om nya modelan Om Bagas alias Ayah Siren, tentu saja Oliv tidak akan menolak.
"Cie pipi nya merah nih, Bunda oh Bunda haha," goda Siren
"DIEM GAK LO," sentak Oliv, Siren hanya tertawa, dia puas telah menggoda Oliv.
*
Di sebuah kamar berdesain elegan, Anita tak mau lepas dari pelukan Saga, namun saat ini Saga akan pergi ke kampus untuk menghadiri event, karena dia merupakan salah satu pengisi acaranya.
"Anita lepas dulu ya, aku mau ke kampus," pinta Saga, namun sepertinya Anita enggan melepaskan pelukan itu.
"Kamu disini aja ya, jangan pergi," mohon Anita
"Hei dengerin. Liat aku, aku mau kerja bukan mau main oke. Di kampus lagi ada acara penting dan aku sebagai pengisi acaranya, aku janji deh nanti pulang dari kampus kita jalan-jalan ya," tawar Saga
"Tapi nanti kamu ketemu Siren, Mas," cicit Anita, Saga menghela nafasnya, dia mencoba menahan emosinya agar tidak membentak Anita.
"Siren kuliah di sana, mau menghindar sekeras apapun juga pasti sulit sayang."
"Huh, yaudah boleh tapi janji ya nanti jalan-jalan," putus Anita seraya melepaskan pelukannya.
"Iya sayang aku janji, aku berangkat."
*
"Hai hai gaes masih semangat gak nih? ini yang di tunggu-tunggu kalian, penampilan dari queen kampus kita SIREN."
"UUH SIREN SIREN SIREN."
Teriakan dari penonton membuat Siren tersenyum manis, dia naik ke atas panggung untuk menyanyikan sebuah lagu dari mahalini yang berjudul kisah sempurna.
"Tes tes, halo semuanya apa kabar?!" tanya Siren kepada penonton
"BAIK!" jawab serentak penonton
"Wah semangat banget ya."
"Oke Queen Siren mau nyanyi lagu apa nih?" tanya MC
"Aku mau bawain lagu Mahalini, kisah sempurna," jawab Siren dengan senyum manisnya
"Duh makin gak sabar nih, baik kita dengarkan QUEEN SIREN, KISAH SEMPURNA."
Alunan musik mulai terdengar, penonton melambaikan tangan keatas saat instrumen lagu terdengar.
"Ha-ah, ha-ah-ah" Siren mulai menyanyi kan lagunya
"Tenggelam, jiwaku dalam angan. Tersesat, hilang, dan tak tahu arah, ku terjebak masa lalu yang kelam, tak kulihat lagi cahaya cinta, dan kamu hadir coba bawa bahagia ketika ku masih mati rasa kar'na. Dia yang pertama membuatku cinta, dia juga yang pertama membuatku kecewa."
Saat lirik itu terucap mata Siren menatap Saga yang kini memperhatikan di depan sana.
"Kamu yang pertama menyembuhkan luka, tak ingin lagi ku mengulang keliru akan cinta, jadi kisah yang sempurna, tenggelam, jiwaku dalam angan, tak kulihat lagi cahaya cinta, dan kamu hadir coba bawa bahagia, ketika ku masih mati rasa."
"kar'na, dia yang pertama membuatku cinta, dia juga yang pertama membuatku kecewa, kamu yang pertama menyembuhkan luka, tak ingin lagi ku mengulang keliru akan cinta, jadi kisah yang sempurna."
"wo-oh"
"Tuhan, yakinkan cinta ini, wo-oh-oh, hati yang terkunci, terbuka kembali, dia yang pertama membuatku cinta, dia juga yang pertama membuatku kecewa, kamu yang pertama menyembuhkan luka, tak ingin lagi ku mengulang keliru akan cinta."
ho-oh-oh
Dia juga pertama membuatku kecewa (Dia yang pertama), kamu yang sembuhkan luka (Tak ingin lagi ku mengulang)
Ho-oh-oh
Ho-oh-oh
"Kamu untuk selamanya."
Tepuk tangan memenuhi halaman universitas Bangsa, tepat saat Siren menyelesaikan lagunya. Beda dengan Saga yang terus menatap Siren, begitupun dengan Siren dia terus menatap Saga. Tatapan mereka bertemu seolah mengatakan rindu dengan satu sama lain.
Siren mengucapkan terima kasih lalu turun dari panggung, untuk pergi ke arah teman-temannya.
"Wow, Queen kita emang gak pernah gagal kalau bawain lagu," bangga Oliv
"Yoi, apalagi lagunya pas banget sama keadaan hati kayaknya," gurau Santi teman Siren
"Dih enggak ya, gue bawain lagu itu emang hapal nya lagu itu aja," elak Siren
"Percaya deh," jawab serentak teman-teman nya itu.
Siren mendengus saat mendengar jawaban dari teman-temannya itu, Siren membawakan lagu itu memang hal yang di sengaja karena dia ingin Saga mendengar nya. Dan ya Saga mendengar lagu yang di nyanyikan oleh Siren.
*
"Aku tahu, kamu nyanyi itu untuk aku Siren."
"Aku minta maaf Siren, aku memang obat bagi kamu namun aku juga sekaligus racun yang membuat mu semakin merasakan sakit," lanjut Saga seraya menatap Siren yang sedang cemberut karena di jahili oleh temen-temennya.
BERSAMBUNG...
Lirik lagu dari Google
Sumber: Musixmatch