Kartika Gayatri, gadis 21 tahun yang memiliki kecantikan dan kelembutan luar biasa. Kartika yang selama ini tak pernah melihat dunia baru saja beberapa bulan mendapatkan penglihatannya. Hal itu pula yang membuatnya tertarik dan terjebak rayuan lelaki casanova yang di temuinya di klub saat menemani sahabatnya. Malam itupun dia belajar tentang anatomi tubuh pria sesungguhnya.
Akibatnya dia hamil dan sayangnya dia tak tau apapun tentang lelaki itu kecuali namanya, Zaidan.
Hal yang sama dirasakan Zaidan dia tak bisa melupakan Kartika, karena malam itu dia melakukan hal yang tak pernah dia lupakan saat bermain-main. Dia takut gadis itu hamil anaknya.
Zaidan pun mencarinya dan akan menikahinya jika bertemu. Dia tidak akan melepaskan gadis itu, gadis bermata amber itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naira_W, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Darrel ????
"Halo sayang, apa kabar?" ucapan Zaidan bukan hanya mengagetkan Kartika namun juga sahabatnya.
"Ka..kamu tau dari mana rumahku?" tanya Kartini lemah, kenapa pria ini bisa ada di rumahnya. Padahal dia tak meninggalkan identitas apapun saat itu.
"Aku selalu mencari tau tentangmu sayang, walaupun kamu meninggalkanku seperti itu." kata Zaidan dengan nada sedih di akhir ucapannya seolah-olah Kartika yang mengambil kehormatannya.
Sandra pun menghampiri sahabatnya dan mengajaknya duduk di sofa panjang.
"Kamu kenal pak Darrel Ka?" tanya Sandra pelan
"Darrel siapa??" tanya Kartika bingung
Zaidan terkekeh melihat gadis cantiknya kebingungan
"Baiklah kenalkan, namaku Darrel Zaidan Mahardika. Dan aku datang ke sini ingin meminta pertanggung jawabanmu sayang"
" Tanggung jawab apa? Kok aku yang tanggung jawab." kata Kartika bingung karena bukannya seharusnya Kartika yang meminta tanggung jawab pria itu
" Kamu harus tanggung jawab karena telah membawa benihku kabur, dan mungkin saat ini sudah berkembang di rahimmu sayang." kata Zaidan dan membuat Sandra terpekik karena kaget
What??!! Kartika sama pak Darrel main celup-celupan
"Kamu jangan sembarangan ngomong, saya gak hamil. Jadi sekarang tinggalkan rumah saya sekarang!" kata Kartika marah
"No... aku gak akan meninggalkan kamu sayang, dan kamu jangan marah-marah nanti baby kita kaget loh" Kata Zaidan semakin absurd
"Sudah saya katakan saya ngga hamil pak Darrel yang terhormat. Sekarang, saya mohon pergi dari rumah saya. Saat ini saya sangat lelah, please." kata Kartika dengan lembut.
Dia tau kalau Zaidan akan semakin keras jika dia juga keras, maka lebih baik dia menahan dirinya walau Kartika sangat kesal pada pria itu.
"Oke sayang, aku pergi sekarang. Besok pagi aku akan datang lagi mengantarmu ke kampus" kata Zaidan bangkit dari kursi yang didudukinya
"Nggak usah, besok pagi saya dijemput teman" kata Kartika cepat
"Aku akan tetap datang dan menjemputmu sayang, ingat aku tak suka kau berdekatan dengan pria lain." kata Zaidan kemudian mendekati Kartika dan mengecup kepalanya membuat Kartika kaget dan mendongakkan kepalanya memandang Zaidan.
"Aroma yang aku rindukan, Strawberry" kata Zaidan dan mengecup bibir Kartika dengan cepat.
Dua orang lain yang melihat adegan romantis itu melongo bingung dengan sikap CEO dingin itu.
Zaidan segera keluar dari rumah Kartika dan diikuti oleh Romi
Sandra yang tadinya melongo saja tiba-tiba menepuk punggung Kartika dengan keras.
"Jadi yang ngambil perawannya kamu itu pak Darrel? Ya ampun, ternyata dunia kecil banget" kata Sandra tak percaya
"Mana kutahu namanya Darrel dia ngenalin namanya Zaidan." kata Kartika dan beranjak dari kursinya menuju kamar mandi setelah mengambil handuk.
Segera dia mandi untuk menghilangkan rasa lengket pada tubuhnya setelah seharian di luar, setelah itu dia ingin berbaring sejenak.
Yang dikatakannya pada Zaidan tidak bohong, dia sangat lelah dan ingin mengistirahatkan tubuhnya
Hari ini jadwal kuliahnya padat sekali, kemudian ditambah tadi mencari materi untuk tugas kuliahnya. Dan ketika pulang ke rumah ternyata bertemu dengan pria itu. Pria yang merayunya untuk melakukan dosa.
Saat ini Kartika sangat yakin jika dia tidak akan lagi hidup dengan tenang. Karena pria itu pasti akan terus mengganggunya.
"Sekarang aku harus apa?" tanya Kartika pada dirinya sendiri.
Apakah dia harus meminta pria itu menikahinya karena sudah menodainya ataukah membiarkan saja.
Tapi tadi pria itu mengatakan meminta tanggung jawabnya karena membawa benihnya.
Kalau sampai dia hamil, apa yang harus dia lakukan?
Kartika menyentuh perutnya, apakah benar didalam rahimnya benih pria itu sudah berkembang?
Kartika takut, sangat takut membayangkan wajah kecewa kedua orang tuanya.
Tidak, semoga saja aku tidak hamil
Kali ini berharap supaya Tuhan tak memberikannya hukuman seberat itu. Yaitu kekecewaan orang tuanya