Kita seperti air dan minyak, memang tidak bisa bersatu tetapi masih berdampingan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ADU JOTOS
Tet...Tet... Tet.. Bunyi bel sekolah
Saat Pulang Sekolah
Galih dan teman temannya terlebih dahulu pulang, mereka sudah menyediakan balok kayu untuk adu jotos. Kemudian datang Diana dan Rika ke gerbang sekolah SMA merah putih.
"Loh lu mau ngapain bawa balok kayu" ucap Rika bertanya kepada geng galih.
"Gak apa-apa kok, urusan laki-laki" Ucap Galih yang tidak memberi tahu niat mereka.
Datang Kak Nanda menjemput diana terlebih dahulu menggunakan sepeda motor. Dan Rika di jemput orang tuanya "Ayo dek kita pulang" Ucap kak Nanda mereka pun pulang kerumah.
"Mana nih, lama sekali Erlangga hampir tengah jam jangan-jangan sudah pulang" Ucap Geng Galih yang menunggu kedatangan Erlangga
"Sabar dong, pintu keluar kan cuma ada satu gak mungkin dia masuk pintu belakang" Ucap galih sambil menenangkan sahabatnya.
Tiba-tiba datang siswi lainnya yang ingin pulang, Galih menanyakan keberadaan Erlangga
"Masih di kelas kak, ada jam tambahan" ucap siswi yang melintas
"Bagaimana nih? Bisa tidur kitanya apa besok aja" ucap sahabatnya galih yang tidak sabar
"Yah, tanggung dong" ucap galih yang masih menunggu.
1 Jam kemudian
Datang erlangga dan siska sedang berboncengan sepeda motor, tiba-tiba di hadang geng galih yang menunggu Erlangga.
"Ada apa nih?" Ucap Siska yang berada di duduk di belakang erlangga karena galih memberhentikan kendaraan mereka lalu Erlangga dan siska turun dari sepeda motor.
"Turun kalian" ucap geng Galih dengan ekspresi marah dan kesal. Tiba-tiba Geng Galih memukul pundak Erlangga sangat keras hingga ia jatuh ke tanah, Siska yang panik Berteriak meminta tolong.
Tolong... Tolong...Tolong Ucap Siska dengan Suara yang keras sampai terdengar penjaga sekolah.
"Woy bubar bubar " Ucap Penjaga sekolah yang mendengar jeritan suara siska yang sangat keras
Kemudian geng galih kabur meninggalkan tempat kejadian. Siska menghampiri Erlangga luka lebam di seluruh tubuhnya.
"Kalian gak apa-apa, bawa ke uks sekolah" ucap penjaga sekolah dengan raut panik lalu mereka merangkul erlangga yang tidak berdaya. Di ruang uks Siska tidak sengaja mengabadikan di media sosialnya. Diana yang berada di kamar tidak sengaja mengecek ponselnya ia membaca status Siska yang merupakan kakak kelasnya. "Siska menyebarluaskan siapa yang melakukan hal ini" Ucap Siska yang memotret kondisi Erlangga. Diana merasa bersalah dia menyalahkan dirinya sendiri dan ia tahu pasti kelakuan geng galih karena ia melihat geng galih membawa balok kayu saat dia pulang sekolah. Lalu Diana menelfon galih dengan nada marah.
"Kamu itu apaan sih Galih, kamu tega menyakiti erlangga" Ucap Diana yang menelfon ke ponsel Galih.
"Itu semua gara-gara loh Diana" ucap galih dengan nada marah. Lalu Diana mematikan ponselnya lalu melempar ponselnya kelantai. Kemudian diana merenung atas kejadian itu, dia bertanya-tanya pada dirinya apa yang dia lakukan. Coba saja aku tidak buru-buru mengatakan cinta ke kak Erlangga mungkin tidak akan seperti ini. Diana merasa bersalah dan dia berjanji besok dia akan meminta maaf kepada kak Erlangga. Tetapi saat itu, Diana masih menaruh harapan kepada kak Erlangga, diana menempelkan foto-foto kak Erlangga di kamarnya sebagai pajangan dan akan menunggu dia putus sama pacarnya.
Dia yakin Kak Erlangga akan jatuh hati pada nya suatu saat nanti. Sama halnya dengan minyak dan air tidak bisa bersatu tapi bisa berdampingan.