NovelToon NovelToon
KEMUNCA JIWA MAYRA

KEMUNCA JIWA MAYRA

Status: tamat
Genre:Teen / Spiritual / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:255.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: anotherbyl

Sebuah kisah seorang santriwati—bernama Mayra Athifa— melanjutkan pendidikannya di sebuah sekolah umum, di mana para lelaki dan perempuan berbaur, tidak dipisah seperti di lingkungan pesantren. Awal ia masuk, banyak yang memandangnya sebelah mata karena penampilan serba tertutup, yang menurut anak millenial dinilai kuno, tertinggal mode.

Namun, dibalik ketidaksukaan para warga sekolah, ada seseorang yang tanpa sengaja menabrak sepupunya hingga merajut ke perkenalan lebih jauh antara dia, sepupunya, dan si penabrak hingga terjadi ikatan teman.

Kisah ini dibuat semakin sempurna dengan hadirnya "seseorang" yang diamnya mengagumi, namun selalu tidak mengakui. Lantas, bagaimana kisah seorang gadis yang "pernah santri" dengan orang-orang yang Allah hadirkan dalam hidupnya di lingkungan barunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anotherbyl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

08• (Fara #2)

Jaga dan lebih perhatikan pergaulanmu, ya, Fara.

Pesan singkat dari nenek masih terngiang di telinga Fara. Gadis itu tak lupa akan pesan neneknya, tapi apakah ia sanggup menjalankan pesan nenek?

Menjaga pergaulan?

Bagaimana ia bisa? Fara meragukan dirinya. Di Singapura, banyak teman-temannya yang tak memerhatikan pergaulan. Mereka kebanyakan nonmuslim.

Fara melamun, memandang kosong ke luar jendela—memandangi para awan dari burung besi. Namun, detik selanjutnya ia memilih menutup menurunkan penutup jendela. Memejamkan mata sambil mendengarkan alunan musik dari earphone.

Lagu Always dari Isak Danielson membuatnya lebih rileks dari pesan nenek yang menurutnya menohok.

*****

"Minus dua puluh enam."

Jemari Mayra, Kayla, dan Safa sibuk mencoretkan tinta hitam di atas kertas yang sebagian dipenuhi soal. Kali ini mereka sedang belajar. Usai dari madrasah, mereka memilih latihan soal matematika. Bergantian memberikan soal satu sama lain.

"Masak sih jawabannya minus dua puluh enam?" Safa meragukan jawaban Kayla. "Ngawur pasti kamu Kay jawabnya!?"

Mata Kayla melotot. Kesal akan Safa yang meragukan jawabannya. "Coba kamu hitung ulang, kalau salah kamu harus cuciin jilbabku."

Mayra menggeleng pelan, ada-ada saja kelakuan sahabatnya. Dan Safa, ia langsung menutup buku Kayla yang dipegangnya.

"NGGAK ADIL DONG, YANG KALAH KAMU YANG NYUCI JILBABMU KOK AKU? HARUSNYA KAMU YANG NYUCI JILBABKU!!" oceh Safa kesal. Nadanya ketus, sangat.

Kayla tertawa, puas bisa membuat Safa kesal. "Udah-udah akhiri aja latihannya, aku capek banget nih. May, kita udahin, 'kan?"

"Iya, La. Sudahi aja nggak pa-pa. Safa, udah tenang. Kayla cuma bercanda." Mayra menyahut.

"Iya, May." Safa setuju, ia juga lelah hampir setengah harinya beraktivitas. "May ... aku mau tanya sama kamu, boleh?"

Mayra yang tengah merapikan buku di lemarinya pun menoleh dan mengangguk. Tangannya kembali merapikan buku, baju, jilbab, dan beberapa sarung di lemarinya yang cukup berantakan.

"Kemarin itu aku nggak sengaja lihat saudarimu, dia siapa namanya, May?" Ada penasaran yang menggelitik di Safa. Ia hanya ingin sedikit tahu tentang sauadara Mayra, sudah.

Tangan Mayra berhenti merapikan lemari kecilnya. Di pesantren memang begini, lemari yang disediakan tidaklah besar. Memorinya mengenang Fara.

Gadis itu hari ini kembali ke Singapura, 'kan?

"Namanya Fara, Saf. Kenapa?" Mayra juga bertanya.

Kayla yang menyimak juga heran. Safa kenapa tanya tentang Fara? "Iya, kamu kenapa tanya soal saudaranya Mayra? Kepo banget," ujar Kayla.

Safa melirik sinis Kayla. Detik selanjutnya ia beralih ke Mayra dengan cengiran. "Gak pa-pa sih, May. Aku cuma penasaran."

Mayra mengangguk. Ia kembali memasukan beberapa jilbabnya yang tadi sempat dikeluarkan. Matanya tiba-tiba terfokus ke sisi dalam pintu lemarinya. Di sana ada banyak kertas yang menempel dan ... satu lembar foto.

Keluarga lengkapnya.

Mayra menatap sendu foto itu yang berisi kakek-neneknya, om-tantenya, orangtuanya, ia dan Fara. Saat itu foto diambil ketika mereka berlibur ke Raja Ampat.

Senyum simpul terukir di bibir Mayra. Jika ditelisik ke belakang, ada banyak kenangan indah yang ia dan keluarganya lewati sebelum semua berubah.

Ya Allah ... aku bersyukur karena masa kecilku begitu menyenangkan dengan lengkapnya keluarga. Aku merindukan masa kecilku..., batin Mayra.

"Dia anak jaman sekarang banget, ya, millenial! "

"Kenapa memangnya? Kita juga termasuk millenial, 'kan? Santri juga millenial, nggak kalah dan nggak kuno."

Mayra tersadar saat Safa dan Kayla bicara tentang remaja jaman sekarang. Ia juga setuju dengan ucapan Safa, seorang santri itu tidak kuno. Mereka juga gaul tapi tetap dalam batasan agama.

Fara!

Tiba-tiba Mayra teringat pertemuannya dengan Fara kemarin. Mayra berpikir, apakah pergaulan Fara di Singapura baik? Apa Fara yang dulu kini berubah lebih alim?

Mayra tidak tahu.

*****

'.... gimana di Indo? Berubah apa masih sama kayak dulu sebelum ke Singapore?'

Sinar rembulan di luar sana menyorot wajah gadis yang tengah telungkup di atas kasurnya dengan ponsel di genggamannya. Dia Fara.

Fara sedang bicara dengan teman Indonesia-nya yang berada di Negeri Sakura. Bukan cuma satu orang tapi ada dua orang, lelaki dan perempuan.

Fara menggeleng, menyahuti dua temannya yang sedang ia videocall. Sesekali Fara senyum simpul dan terkekeh. Banyak yang mereka bicarakan lewat videocall.

Hingga akhirnya, Fara menyudahi videocall itu.

"Thanks for you my friends. Senang banget bisa ngobrol sama kalian. Udahan dulu, ya?" Fara melambaikan tangannya. "See you."

'See you too ... good night, Fara!'

Fara menyimpan ponselnya di atas nakas. Ia menarik selimut, menutupi setengah badannya dan memejamkan mata.

.

.

.

THANKS!! 🤩

1
Putri Nurhidayah
Luar biasa
Indah Nihayati
bagus thor
anotherbyl
i'm coming🥳
karya pertamaku yang tertinggal jauh dgn karya author lain kembali kutilik setelah sekian lama (setelah revisi) terbengkalai di lapak ini
anotherbyl
angin doang kamu mah bang Zikra😅😅😅
anotherbyl
Bungkus Mayra atu🥺
anotherbyl
Sabar sabar sabar😅😅😅😅😅
anotherbyl
Opini tiap orang beda2
anotherbyl
no sider🤭
anotherbyl
Benar2 berasa suasana pesantrennya😍😂
anotherbyl
Mbak Fara sadar nggak bilang lo gue ke Rey??🤔
anotherbyl
Tinggalin komen apapun akhwat ikhwan😊😊😊
anotherbyl
🤩🤩🤩🤩🥰🥰🥰
Sokhibah El-Jannata
hadir😍😍
I am Back
hadir bro

mampir juga Reinkarnasi Dewa Waktu
🌻Ruby Kejora
hai...q mampir bawa like

like karya q ya
cinta rasa covid-19
the Thunder's love
rafasyah
nyimak dulu ya kak.
rafasyah
aku mampir ya ka, membawa 11 like bintang 5 untuk kakak.
suka sama cerita nya bikin greget, semangat kakak💪💪💪
anotherbyl: Makasih😊
total 1 replies
Rian Cappuchino
Kak mampir yuk kenovelku.Judulnya "Ray Stardust."

Kutunggu kedatanganmu.

Terima kasih
Rian Cappuchino
kak mampir yuk ke novelku.Judulnya "Ray Stardust."

Kutunggu kedatangan kalian.
Terima kasih
Farida Azizah
Mayra :-(....Semangat berkarya ka' :-)
anotherbyl: Hehehe... you're welcome😊
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!