NovelToon NovelToon
Fucking Boyfriend

Fucking Boyfriend

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Cinta Seiring Waktu / Playboy / Pelakor / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:61.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lakuna Amerta

Hai ini karya terbaru saya, dukung saya dengan meninggalkan komentar like dan ikuti agar saya lebih semangat membuat cerita tentang hubungan Sashi yang panas dan penuh konflik.

Terimakasih ^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lakuna Amerta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8, Papa

Sepulang dari makam Sashi, Rio dan keluarga Pak Dito berkumpul di ruang tengah, tepatnya mereka duduk di sofa panjang yang berhadapan dengan taman belakang. Tempat itu adalah spot favorit mendiang ayah Sashi ketika bersantai.

“Tante terimakasih sudah merawat Papa sampai akhir hayatnya," kata Sashi kepada Ibu tirinya yang duduk di sisi kirinya. “Maafin Sashi yang sudah salah paham sama Tante.”

Ibu tirinya hanya tersenyum, dia paham mengapa Sashi begitu.

“Tante paham sayang kenapa kamu salah paham sama Tante. Tapi Tante bukan seperti yang kamu pikirkan. Tante juga tau semuanya, Papamu sudah cerita semuanya.”

Sashi kembali sedih, namun ia lebih tenang daripada tadi.

“Eh kalian semua belum berkenalan ya,” Bu Isabel mencoba mencairkan suasana. Dan adik-adik tiri lalu berdiri dan mendekati Sashi.

“Mbak Sashi, ini adik-adikmu,” tambah Bu Isabel sambil menunjuk satu persatu anaknya.

“Ini namanya Nino,” ucap Bu Isabel sambil menunjuk anak laki-laki yang mirip dengan ibunya, tingginya melebihi Sashi. Dia tampan walau sedikit kurus untuk ukuran dia yang tinggi.

Nino pun tersenyum, “Kata Papa kalian terpaut 1 tahun. Nino ini dulu yang pertama dekat dengan Papa. Mereka saling merawat ketika sakit. Nino juga sama hobinya dengan Papa, suka melukis. Kata Papa kamu juga bisa nglukis?”

“Dulu aku pingin banget ketemu Mbak Sashi, soalnya Papa bilang Mbak Sashi suka melukis. Dulu waktu SD selalu juara," ucap Nino dan semua tertawa.

“Sayang, adikmu ini anak pendiam kayak kamu lho. Tapi dia juga bisa nggak berhenti ngobrol kalo ketemu orang yang dia suka," kata Bu Isabel membuat anak laki-lakinya malu.

“Lho mirip banget sama Sashi Tante," celetuk Rio yang membuat Sashi juga tersipu malu. Dan semua yang mendengar jadi tertawa.

“Nah kalo ini namanya Ki–” 

“Kika Mbak!” ucap gadis remaja yang mirip Ibunya versi muda. Tingginya sama dengan Sashi, bedanya Kika lebih kurus. Lesung pipi dan gigi gingsulnya mirip Bu Isabel.

Dia mendekatkan diri dengan kakak tirinya sehingga Sashi sedikit terkejut. “Namaku Akiska kak, aku kelas 1 SMA. Kalo aku suka Mbak Sashi karena Mbak Sashi cantik, aku pingin kayak Mbak Sashi besok kalau sudah besar.”

Sashi dan Rio sontak terkejut, karena mereka paham Sashi sangat tidak pantas ditiru. Namun mereka tertawa lebih keras dibanding lainnya.

“Ha…ha…ha…Iya iya Kika. Tapi mendingan kamu harus lebih baik dariku ya," ucap Sashi sambil meringis. Adik tirinya pun mengangguk dan tersenyum manis.

“Kalo ini…” Sashi tertuju gadis kecil yang dari tadi terus memandangnya. Sashi memberikan isyarat untuk gadis kecil itu mendekat. Sambil berjalan menuju kakaknya ia membawa sebuah pigura kecil yang sedari tadi ia peluk. Pigura itu pun ia serahkan pada Sashi.

Ia balik pigura itu dan ternyata disitu ada fotonya masa kecil, terlihat foto lama yang sudah di perbaiki. 

“Foto itu tante temuin di dompet Papa, makanya Tante perbaiki," ungkap Bu Isabel di sambung dengan tangis Sashi yang tumpah. Rio yang di sampingnya sigap memberinya tisu dan mengelus bahunya bermaksud menenangkan.

“Ternyata kamu mirip aku ya,” ujar Sashi dan memandang sayu adiknya. “Boleh Mbak Sashi tau namamu?”

Gadis itu mengangguk yakin, “Luna Mbak. Kata Papa artinya sama seperti Mbak Sashi. Bulan, ya kan ma?”

Ibunya mengiyakan dan ikut terharu melihat kakak adik itu. Sashi langsung memeluk adiknya dengan hangat. Suasana berubah menjadi haru bahagia.

“Kalo boleh Sashi tau, gimana cerita kalian bisa ketemu dan gimana kisah hidup Papa Tan…”

Ibunya lagi-lagi tersenyum, dan dia berpindah duduk di samping Sashi sambil menggenggam kedua tangan gadis itu.

“Boleh….” ucap Bu Isabel. 

********

8 TAHUN YANG LALU

Malam itu hampir tengah malam, hujan rintik-rintik namun angin yang berhembus cukup dingin. Suasananya cukup sepi dan hening. Di ruang UGD Rumah Sakit di daerah Jakarta nampak suasananya sangat sepi karena hanya ada 2 pasien yang sedang menunggu ruang inap. Keduanya adalah Pak Dito dan Nino.

Terlihat Pak Dito disana sendiri tidak ada yang menemani bahkan menunggu nya. Hanya dia seorang diri, terbaring lemas di kasur sambil terus merintih kesakitan. Namun perawat hanya beberapa kali menengoknya.

Nino yang saat itu juga tengah sakit gangguan pencernaan sedikit terganggu mendengar rintihan Pak Dito.

“Ma, Bapak itu kasian ya. Dari tadi kesakitan," ujar Nino pada Mamanya. Mamanya juga ikut khawatir rupanya.

“Iya sayang, mana dari tadi beliau sendirian ya," jawab Bu Isabel. “Sebentar Mama panggil suster dulu ya.”

Bu Isabel menuju ruangan perawat dan memanggil salah satunya untuk sekedar menanyakan kabar pasien sebelahnya. Dia tidak tega melihatnya, namun tidak berani untuk menanyainya takut tidak sopan. Perawat yang tadi dimintai tolong pun bertanya dan Bu Isabel kembali ke putranya. Tak beberapa lama kemudian perawat itu membuka tirai dan dapat dilihat pasien itu terbaring lemah sambil meringkuk.

“Ibu, saya boleh minta tolong," tanya si Perawat. “Saya titip bapak ini ya, karena beliau tidak punya siapapun yang bisa di hubungi untuk datang. Saya hendak mengurus administrasi Bapak Dito dan Adik Nino.”

“Oh iya Sus,” jawab Bu Isabel. 

“Bapak kalau ada perlu boleh minta tolong Ibu ini ya,” ujar Perawat. “Saya tinggal ya bu. Terimakasih.”

Bu Isabel pun menghampiri Pak Dito. “Bapak, saya Isabel. Kalo ada perlu apa-apa sama saya.”

“Iya bu, terimakasih," rintih Pak Dito.

Setelah malam itu mereka menjadi akrab, apalagi Pak Dito dan Nino menjadi 1 ruangan. Sehari dua hari mereka lalui, keluarga Pak Dito hanya sekali menampakkan dirinya. Bu Isabel akhirnya merawat Pak Dito juga, sekedar membantu apa yang Pak Dito tidak bisa lakukan. Hingga di suatu pagi ketika jadwal mereka sarapan.

“Ma…Kanker paru-paru itu bahaya nggak?” celetuk Nino.

“Emang kenapa sayang?” tanya Bu Isabel kebingungan.

“Pak Dito sakit itu, katanya nggak tau bisa sembuh enggak.” sambung Nino dengan polos. Hati Bu Isabel terketuk.

Kasihan sekali, bagaimana nasibnya?Bahkan keluarganya pun sudah tau belum ya.

“Ma…Ma…” panggil Nino pada Mamanya yang langsung menyadarkan lamunan Bu Isabel. Ia pun melanjutkan menyuap anaknya.

3 hari kemudian, Nino diperbolehkan pulang. Dia pun turun dari ranjangnya dan berlari ke ranjang Pak Dito yang tampak sedang duduk santai sambil membaca koran.

“Pak, bapak nggak sakit kok belum boleh pulang?” 

“Ha…ha…mungkin pak dokternya masih mau main sama bapak," canda Pak Dito mengundang gelak tawa.

“Ayo sayang. Adik sama Nenek udah nunggu. Kamu jangan capek-capek kita harus pulang ke Bandung," panggil Bu Isabel.

Mereka pun bersiap untuk turun, mereka sedang menunggu perawat mengambilkan kursi roda. Sementara itu Pak Dito bangkit menghampiri Ibu dan anak itu.

“Bu Isabel, boleh saya minta kartu nama Ibu?” tanya Pak Dito lirih.

“Oh kenapa pak?” tanya Bu Isabel balik.

“Oh tidak, saya hanya ingin berterima kasih. Bagaimanapun saya sudah banyak merepotkan Ibu dan Nino.”

“Oh nggak papa. saya nggak merasa direpotkan kok Pak.” timpal Bu Isabel dengan sopan.

“Maaf Bu, saya hanya tidak ingin ini berlalu begitu saja. Saya tidak ingin punya hutang budi sama Ibu.” 

1
Rika Afrianti
👍👍👍👍
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...
Hanisah Nisa
kᥲrmᥲ ᥙᥒ𝗍ᥙk ᥲgᥲ𝗍һᥲ ȷᥙgᥲ...
Hanisah Nisa
itulah.... tragik hukum karma....
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...
Hanisah Nisa
karma untuk Rio.... sebab.... nafsu d dulukan....
LakunaAmerta: terimakasih untuk selalu support kak :)
total 1 replies
Hanisah Nisa
karma untuk Rio dan aga.ta....
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...
shadow
smoga lanjut jd pasangan halal ya dawa-sashi
LakunaAmerta: selalu dukung karyaku ya kak, jangan lupa follow juga untuk mendukung aku terus menulis 🫶❤️🥰❤️
total 1 replies
Hanisah Nisa
jangan biarkan... Rio dan agama bahagia....
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor..
Hanisah Nisa
dawa... sama Sashi saja.... sepertinya dawa adalah lelaki yang baik..... balas dendam kecil kecilan.... harap Rio mendapat karma......
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...
Hanisah Nisa
sᥱmᥲᥒgᥲ𝗍 ᥣᥲᥒȷᥙ𝗍 ᥙ⍴ᥒᥡᥲ 𝗍һ᥆r.....
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor....
Hanisah Nisa
sᥱmᥲᥒgᥲ𝗍 ᥣᥲᥒȷᥙ𝗍 ᥙ⍴ᥒᥡᥲ 𝗍һ᥆r....
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...... semoga ada lelaki.... yang sangat menyintai shashi secara tulus dan apa adanya.....
Hanisah Nisa
lanjut....
Hanisah Nisa
lanjut upnya Thor.....
Hanisah Nisa
moga ada sinar kebahagiaan untuk shashi.... semangat lanjut upnya Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!