NovelToon NovelToon
Mengapa Suamiku?

Mengapa Suamiku?

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pelakor / Cinta Seiring Waktu / Suami Tak Berguna / Penyesalan Suami
Popularitas:31.1k
Nilai: 5
Nama Author: Andrieta rendra

Namanya Raline aiko khadeeja. Seorang wanita yang merupakan istri dari Athar Bhaskara dan ibu dari seorang gadis kecil cantik berusia enam tahun yaitu Grizelle Butsaniah Bhaskara.

Awalnya semua biasa saja. Namun setelah tujuh tahun pernikahan, semuanya berubah.Tapi ini adalah perubahan yang sangat dinantikan oleh seorang raline. Raline merasa apa yang selama ini dia doakan terlah terkabul. Suami yang dulunya sangat cuek dan bersikap tak peduli, kini menjadi sangat romantis dan perhatian. Senang? Tentu saja.

Tapi tanpa raline ketahui ada rahasia besar dibalik perubahan sang suami.
Raline yang merasa menjadi wanita paling beruntung nyatanya hanya seorang wanita dengan takdir buruk dalam hidupnya.

Mampukah raline menerima semua kenyataan dan memperbaikinya bersama sang suami atau menyerah dengan memilih merelakan rumah tangga nya? Yuk baca kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹

💐 HAPPY READING 💐

Sesil mengangguk mengerti setelah menerima penjelasan dari Fatan. Tapi satu hal yang membuat dia bingung. “Apa harus ada lambang A dan S begini disetiap kamarnya?” tana Sesil menatap heran pada fatan.

Fatan mengangguk. “mungkin singkatan dari nama perushaannya,” jawab Fatan singkat.

Sesil terdiam. Wanita itu tiba-tiba teringat akan satu hal yang berhubungan dengan dua haruf itu. Semoga saja bukan dia. Batin Sesil mencoba menolak apa yang saat ini ada di pikirannya.

“Sil,” panggil Fatan yang mengalihkan Sesil dari lamunannya.

“Ah iya! Untuk ini, aku ada rancangannya, tapi mengenai logo itu kita bisa tambahkan nanti saat diskusi di Jakarta,” ucap Sesil memberi solusi.

“Ah, baiklah. Kau memang sangat bisa aku andalkan, Sil. Kalau begitu besok aku akan jemput jam delapan disini,” ucap Fatan senang.

Sesil mengangguk. Setelah selesai membicarakan mengenai keberangkatan besok, akhirnya Fatan pamit pulang dan kini hanya Sesil dan Sania dirumah itu.

Sesil menghela nafas pelan. Semoga masa lalu tidak akan kembali bertemu. Batin Sesil dengan harapan besar agar tak pernah bertemu dengan lelaki yang pernah menjadi tambatan hatinya di masa lalu.

.....

Raline mengedarkan pandangannya mencari mobil sang suami di parkirn resto. Ya, Raline saat ini sudah sampai di restoran yang akan menjadi tempat makan malamnya bersama kolega bisnis athar. “Ah, tu mobil Mas Athar,” gumam raline setelah menemukan mobil suaminya yang terparkir di ujung dekat pos satpam.

Dengan langkah tegas namun anggun Raline mendekati mobil suaminya. Belum sampai kaki Raline menginjak dekat dengan mobil Athar, lelaki itu sudah keluar lebih dulu.

“Mas,” panggil Raline setelah mereka saling mendekat.

“Hem. Ayo masuk!” ajak Athar dan berlalu meninggalkan Raline dengan tangan yang masih mengantung di udara.

Saat Athar mendekat, Raline ingin menyalami tangan suaminya, Athar malah langsung masuk tanpa menghiraukan tangan Raline yang sudah terangkat. Raline menghela nafas pelan. “Sudah hal biasa, Raline,” gumam Raline manatap sendu tanganya dan memilih untuk menyusul Athar memasuki restoran.

.....

Kini dua pasang suami istri itu sudah duduk saling beradapan. “Senang akhirnya aku bisa bertemu dengan Tuan Athar beserta istrinya,” ucap seorang lelaki yang diketahui bernama Louis bersama sang istri yang bernama Calista.

Louis dan Calista adalah sepasang seuami istri yang sekaligus menjadi rekan kerja Athar.

Tidak satu bulan dua bulan perusahaan Athar menjalin kerjasama dengan perusahaan louis, tapi sudah lima tahun dua perusahaan besar itu menjalin hubungan bisnis. Bisa dibilang Louis merupakan salah satu sahabat Athar dalam dunia bisnis. Hal ini juga yang membuat Athar segan jika tidak mengajak Raline untuk ikut makan malam bersama.

“Aku juga senang bisa ada kesempatan makan malam bersama seperti ini, Louis,” ucap Athar sopan.

Louis mengangguk. “Aku kira Athar ini masih lajang, tapi ternyata sudah memiliki istri yang cantik, sama dengan istriku,” ucap Louis yang membuat Raline tersenyum begitu juga Calista.

Jelas kamu masih menganggap Athar lajang, Louis. Jika bukan mendesak, aku tidak akan pernah diajaknya. Batin Raline menjawab perkataan Louis. Tentu hanya dalam hati, jika Raline mengatakan itu maka bisa-bisa di diusir saat ini juga dari makan malam.

“Aku hanya tidak ingin kecantikan istriku dinikmati banyak orang, Louis,” ucap Athar ang membuat Raline memenuhkan tatapannya kepada Athar.

Andai itu benar, andai itu memang dari hati kamu, Mas. Batin Raline manatap sendu sang istri.

“Kalian sungguh beruntung karena memiliki satu sama lain,” ucap Calista ikut memuji keduanya.

Ya, tapi itu hanya dalam mimpiku. Lagi dan lagi Raline hanya bisa membatin. Untuk saat ini dia hanya bisa menampilan senyum manis untuk menutupi kegundaan hatinya.

“Jangan terlalu memuji, kalian juga sangat cocok dan pastinya akan salign memberi kebahagiaan,” ucap Athar yang dianggukki oleh Louis dan Calista.

“Kalau begitu silahkan dimakan menunya. Jangan sampai kita kelaparan karena saling memuji begini,” ucap Louis dan mereka makan malam dengan diiringi canda tanpa ada pembicaraan yang seirus.

.....

Keheningan menemai perjalanan pulang sepasag suami istri itu sekarang. Athar yang sibuk dengan ponselnya dan Raline yang fokus dengan pemandangan keluar jendela mobil. Setelah selesai makan siang tidak ada lagi kegiatan romantis yang akan mereka lakukan, rumah adalah tujuan satu-satunya. Setiap kali Raline mengajak Athar untuk singgah di tempat lain maka lelaki itu akan menolak dan beralasan ingin segera bertemu Izel.

Raline mengalihkan pandangannya menatap athar. “Mas,” panggil Raline lembut.

“Hem,” jawab Athar yang masih fokus dengan ponselnya.

Raline sedikit menoleh menatap ponsel Athar, entah apa yang dilihat Athar, Raline tidak berani untuk menengok lebih dekat lagi.

“Bagaimana rapat kamu di Bogor tadi, Mas?” tanya Raline mencoba memulai pembicaraan dengan suaminya.

“Baik. Tidak ada yanng spesial,” jawab Athar apa adanya.

“Memang meeting ke Bogor untuk kerjasama apa, Mas?” tanya raline lagi. Wanita itu akan terus mengajak Athar bicara selagi lelaki itu masih menjawab degan baik walau terkesa singkat dan datar.

“Pembangunan vila disana,” jawab Athar seperlunya.

Raline mengangguk. “Kamu gak nanya keseharian aku tadi ngapain aja sama Izel, Mas?” tanya Raline mencoba memancing athar.

“Kamu pasti hanya di rumah,” jawab Athar padat.

Raline tersenyum sendu. Bahkan Athar sama sekali tidak mengalikan pandangannya dari ponsel saat biacara dengan Raline. “Ponsel lebih menarik ya, Mas?” tanya Raline yang membuat Athar menghentikan kegiatan jarinya menscroll layar ponsel.

Athar menatap Raline. Lelaki itu mengangkat ponselnya dan melihatkan apa yang sejak tadi dia lihat di layar ponselnya. “Lebih menarikkan?” tanya Athar datar.

DEG

Jantung Raline seakan ingin copot melihat apa yang ada di layar ponsel athar. “Ma-mas,” panggil Raline terbata dengan mata yaang tiba-tiba berair.

“Kau masih bertanya kenapa layar ponselku lebih menarik daripada bicara denganmu? Sekarang kau tahu jawabannya, bukan?” ucap Athar tegas menatap Raline tajam.

Raline hanya bisa mengangguk. Kalau begini sudah pasti Raline kalah telak. “Boleh aku sampaikan sesuatu, Mas?” tanya Raline sendu.

“Hem,” jawab Athar yang kini meluruskan tatapannya ke depan menatap jalanan.

“Tujuh tahu aku berusaha untuk menyulam rumah tangga kita dengan cinta, jangan sampai kamu obrak-abrik dengan masa lalu yang sudah selesai, mas. Setidaknya, beri sedikit nilai pada hasil sulamanku,” ucap Raline sendu menatap Athar.

“Hasil sulamanmu hanya berguna sepenuhnya untuk Izel, tapi bagikut itu semua hanya sebuah kelicikan untuk mewujudkan keegoisanmu, Raline,” ucap Athar tanpa memikirkan bagaimana perasaan Raline saat mendengar jawaban tajam yang keluar dari mulut suaminya itu.

Raline tersenyum sayu. “Tatap aku sebentar saja, Mas,” ucap Raline sedikit memohon.

Athar menurut. Ditatapnya Raline yang saat ini terus menampilkan senyum dibalik keedihannya. “Jika nanti Mas benar-benar sudah menemukan kebahagiaan Mas, bicaralah dan aku yang akan menyerah, Mas.”

*To Be Continue. **

**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.

*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*

*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*

Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

1
Daulat Pasaribu
nyesal banget Thor bacanya novelnya...kalau tau di gantung begini dari awal GK baca
Daulat Pasaribu: padahal novelnya bagus
total 1 replies
Daulat Pasaribu
lanjut dong thor.novelnya bagus tapi sayang GK di lanjutkan
Daulat Pasaribu
knp GK dilanjut lagi Thor padahal ceritanya ok kali
Daulat Pasaribu
kapan up nya Thor....uda lama nunggu sampai skarang up nya gak muncul
nia
udah 10 hari ga up 😔
rina cuy
lanjut...
Daulat Pasaribu
knp lama up nya thor
Kasna Wati
lanjut
Ratna Dadank
pas cinta² nya..
eehh Raline diagnosis sakit kanker...

bagaimana baik nya aja lah Thor..yg penting si Arthar baik aja dlubjadi suami ..

next
Kasna Wati
lanjut
YuWie
dan 7th juga, suamimu tidak melihatmu raline...
YuWie
cintamu terlalu berlebihan reline
YuWie
tahannn itu si athar, 7th hy menggauli istri sekali itupun pakai obat. benar2 definisi suami sholeh..hmmm
Kasna Wati
semoga attar cepat sadar thor
Ratna Dadank
jangan buat Raline sakit donk Thor
Ratna Dadank
menarik
Daulat Pasaribu
kasih karma lah Thor untuk Athar
Soeharti Rifangi
jangan bikin raline sakit thor ,kasihan mosok selama hidupnya raline hrs merasakan sakit ,kemarin sakit hatinya sekarang badannya yg sakit ..
lanjuut
Daulat Pasaribu
gak sabar nunggu waktu nya tiba...disaat Raline tahu suaminya melakukan itu semua Karna drama yg di buat sesik dan athar.semoga karma berlaku untuk semua yg nyakitin Raline dan izel....up nya tambah dong thor
BAGUS NOVELNYA THOR
王贝瑞: Mampir juga kak ke Biru si ketos bad boy dan Love My Stepbrother 😄
total 1 replies
Soeharti Rifangi
makasih thor udah up lagi ..sejak kemarin kutengok tengok kog ndak ada notif 😃,yg sabar ya raline wanita berhati malaikat 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!