NovelToon NovelToon
Istri Yang Digadaikan

Istri Yang Digadaikan

Status: tamat
Genre:Suami Tak Berguna / Penyesalan Suami / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Tamat
Popularitas:124.2k
Nilai: 5
Nama Author: Indriani_LeeJeeAe

Karena Kalah berjudi Audrey digadaikan suaminya kepada pemilik bar sekaligus pewaris hotel bernama Akandra.

Awalnya semua berjalan rumit bagi Audrey, hidup yang ia dambakan akan berjalan lurus, nyatanya tak seperti bayangan yang ia idamkan.

Menjadi seorang budak bagi Audrey menjadikan mimpi buruk bagi dirinya setiap malam.

Akan tetapi, ketika semua hal yang ia anggap mengerikan ternyata berbanding terbalik dari semua asumsinya, dan lambat laun ia merasa nyaman dengan sikap Akandra padanya.

Lantas, apakah Audrey akan tetap bersama Akandra atau kembali pada suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indriani_LeeJeeAe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 > Makan Malam

Xaquille Home ....

Tok! Tok! Tok!

Pintu diketuk sebanyak tiga kali dari luar. Audrey yang saat ini tengah duduk di tepi ranjang seraya menatap isi kamar yang sangat cantik. Perlahan ia beranjak dari ranjang dan berjalan menuju pintu.

Pintu terbuka lebar dan terlihat seorang pria paruh baya yang tengah berdiri di depan pintu kamarnya. Audrey mengernyitkan alisnya sambil menatap pria itu yang tak lain dan tak bukan adalah Pak Arman, sang supir pribadi Akandra. "Maaf mengganggu, Nona. Makan malam sudah siap, mari," ajak Pak Arman pada Audrey.

"Makan malam?" tanyanya dengan kening yang dikerutkan.

"Iya, Nona. Tuan Akandra meminta kami untuk menyiapkan makan malam untuk Nona," Pak Arman menjawab dengan sedikit senyuman.

"Lalu, di mana Tuan Akandra?" Audrey menatap ke sana ke mari mencari keberadaan sang pemilik rumah.

"Tuan Akandra sedang ada urusan. Mari Non," ajak Pak Arman sekali lagi.

Audrey hanya menganggukkan kepalanya sembari keluar dari kamarnya. Sebelum itu, ia menarik handle pintu untuk ditutup. Setelah itu barulah, dia mengikuti langkah pria paruh baya.

Sesampainya di meja makan, Audrey sempat melongo karena makanan yang ada di meja benar-benar banyak dan juga mewah. Dia yang merasa takut salah lihat pun segera mengucek-ngucek matanya untuk memastikan apa yang dia lihat itu nyata. "Silakan duduk, Non." Pak Arman menarik kursi untuk Audrey.

"Eh, Bapak tidak perlu seperti ini. Saya bisa melakukannya sendiri," ucap Audrey.

"Saya hanya menjalankan tugas, selamat menikmati, Non."

"Terima kasih, Pak."

Audrey duduk di kursi yang Pak Arman siapkan. Sedangkan para pelayan berjalan mendekati Audrey dan menuangkan beberapa makanan ke piring Audrey. Melihat itu, Audrey merasa tidak enak karena dia belum pernah diperlakukan seperti ini.

'Kenapa Pak Akandra begitu baik? Apa makanan ini aman? Bagaimana jika makanan ini sudah dicampur obat?' batin Audrey bertanya-tanya karena sikap ramah para pelayan sekaligus Tuan Akandra.

"Kenapa tidak dimakan dan hanya menatapnya saja? Tenanglah, Nona ... makanan ini aman dan tidak tercampur racun. Jika Nona tidak percaya biar kami yang akan mencicipinya terlebih dahulu," ucap salah satu pelayan.

"Itu tidak perlu, saya akan memakannya. Kalian semua bisa pergi. Jangan cemaskan saya karena saya pasti menghabiskan makanan ini," ucap Audrey dengan penuh rasa hormat.

Sejujurnya saat ini Audrey merasa tidak nyaman jika harus makan sembari ditemani banyak orang seperti itu. Dia bukan ratu, dia juga bukan siapa-siapanya Tuan Akandra tapi kenapa Tuan Akandra begitu baik padanya sampai memerintahkan para pelayannya untuk melayani orang asing seperti dirinya. Namun, meskipun Audrey telah meminta para pelayan itu untuk pergi, semua para pelayan masih tetap berdiri di belakang bahkan disamping Audrey.

"Kami hanya menjalankan tugas yang diperintahkan Tuan Akandra, selama Nona Audrey belum memakan makanan ini, kami akan tetap di sini sampai kami melihat Nona memakannya," ucap kepala pelayan dengan tegas.

"Baiklah, baiklah. Saya akan makan makanannya, setelah itu biarkan saya pergi ke kamar."

Mau tidak mau, Audrey harus memakan makanan mewah yang berada di hadapannya. Dengan rasa yang was-was, dia mulai memegang alat makan berupa garpu dan pisau berwarna gold. Meski dia sempat ragu untuk melahap makanan itu, ia tetap memasukkannya ke dalam mulut.

'Hanya ada dua kemungkinan. Yang pertama aku akan mati jika makanan ini beracun dan juga sebaliknya, aku akan selamat jika makanan ini memang tidak mengandung racun. Apa pun akhirnya nanti, aku akan merasa bersyukur karena aku akan terbebas dari suami kejam seperti Mas Devanka. Bismillah,' batin Audrey berbicara.

****

Stay tune :)

1
Inasitinurhasanah
alur nya bikin bagus tpi baca bab alesa dan .....berhubungan badn jdi muak
Jetva
UNTUNG LANGSUNG LIAT AKHIRX...KLO GA KENA TIPU...
edi susanto
kalau suami nya seperti ini, kasih sianida aja..itu kata dari orang lain bukan aku
edi susanto
aku masih menghargai karyamu.. karena membuat novel tak semudah yang dibayangkan..
edi susanto
buatlah musim kedua
edi susanto
ayolahh/Smile/
edi susanto
em...mungkin ada musim yang kedua ayolah...
Alanna Th
lhooo, tamatnya kq begini???
nyesel deh aq baca karyamu, thor /Sob//Brokenheart//Brokenheart//Brokenheart/
Alanna Th
Luar biasa
Alanna Th
sblm mmprtemukn kakek dg audrey, rupanya akandra blm cerita 'sejarah' audrey, shg kakek trkejut dg cerita alessa
Alanna Th
hanya tindakan tegas akandra yg bisa mnghentikn alessa dari prbwtn biadabnya
Alanna Th
mungkin mntn pcr prtm akandra opas jadi alessa utk mrebut akandra???
Alanna Th
waaa, bisa" dnikahkn warga nie
Emi Kurniawati
Luar biasa
Juan Sastra
sebenarnya terlalu banyak kalimat rancu 🙏🙏🙏
Li Pena: mohon maaf ya, Kak. atas ketidaknyamanannya. saya sedang belajar kepenulisan juga. 🙏 saya akan perbaiki kekurangan saya. Terima kasih sudah mengoreksi karya saya 🙏ᥬ😇᭄
total 1 replies
Juan Sastra
punya istri cantik justru di gadaikan lalu memungut lacur jalanan.. audrey kok betah malah minta di bunuh segala,, jadi wanita jgn terlalu bego napa,,heh audrey dunia tak selebar daun kelor
Li Pena: Hehe, Sabar, Kak. Masih pagi. mari kita ngopi dulu ᥬ🤭᭄
total 1 replies
Juan Sastra
nuntut cerai aja drey,, minta bantuan kandra
Juan Sastra
ceraikan dulu bik lina masa poliandri
Juan Sastra
apa persyaratannya thorr..kok ggak di sebut
Juan Sastra
sudah tua masih labil aja pak akandra
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!