Pantas saja dia tidak mau menyentuhku, ternyata ada hati yang sedang dia jaga
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tinggal bersama?
Ayu yang baru saja sampai di rumah pun tertegun melihat mobil Rafa sudah terparkir di garasi. Tak hanya mobil Rafa, ada sebuah mobil lagi yang terparkir di sana. Namun, Ayu tak tahu siapa pemilik mobil itu. Yang pasti bukan kedua orang tua mereka.
Dia pun melangkahkan kakinya menuju ke dalam rumah. Namun, betapa terkejutnya dia ketika melihat ternyata Rafa tak sendiri. Dia sedang bersama dengan Alini, istri pertamanya.
"Ayu, kamu udah pulang? Kamu darimana aja?" tanya Rafa sambil berjalan mendekati dirinya.
"Itu nggak penting. Kenapa dia ada di rumah ini?" tanya Ayu yang tatapannya masih terpuji pada Alini.
"Oh, soal itu…karena kamu sudah mengetahui semuanya, Alini memutuskan untuk tinggal di rumah Ini aja aku nggak perlu capek-capek kesana kemari," ucap Rafa yang membuat Ayu terkejut.
"Apa? Kenapa nggak kamu aja yang tinggal di sana sama dia?" Ayu menatap sinis ke arah Alini yang terlihat santai dan terkesan tidak peduli. Dia sedang sibuk memperhatikan kukunya yang berhiaskan kutek.
"Nggak mungkin aku tinggal di sana. Kalau seandainya mama kita ke sini terus aku nggak ada, gimana aku jelasinnya sama mereka."
"Kamu mikirin gimana cara ngejelasinnya sana kalau kamu nggak ada di sini? Terus, kalau dia ada di sini, gimana cara kamu ngejelasin sama mereka?"
"Aku udah pesan sama satpam agar melapor ketika mama kita ke sini. Alini akan tersembunyi di dalam kamar sampai mereka pergi."
"Aku nggak ngerti entah gimana kamu menggunakan otak kamu, Mas. Belum cukup kamu hari ini membuat aku kecewa dan sakit hati. Sekarang kamu malah membawa istri pertama mau ke sini. Kalian mau pamer kemesraan?"
"Aku tahu kamu pasti kecewa dengan kedatangannya. Maafin aku, Yu, aku hanya nggak mau dia kenapa-napa kalau aku jauh darinya."
Ayu membuang mukanya dan menatap ke sembarang arah dengan sorot mata yang penuh luka. Betapa sakitnya hatinya ketika melihat Rafa berjuang mati-matian untuk wanita lain.
"Kalau begitu, mulai besok, kamu harus mengizinkan aku bekerja memimpin kembali perusahaan papa yang nggak aku pegang lagi sejak nikah sama kamu."
Ucapan Ayu pun membuat Rafa sedikit terkejut. Tapi, apakah dia memiliki alasan untuk melarang Ayu?
"Kenapa? Mau protes? Kamu kira aku mau diam di rumah aja dan melihat kalian berdua di sini? Ya enggaklah! Biarin aku kerja, Mas. Itu syaratku kalau dia mau tinggal di sini."
"Sayang, iyain aja. Semakin lama suaranya semakin mengganggu." Alini tiba-tiba saja menghampiri Rafa dan memeluk pinggangnya dengan mesra. Dia menatap Ayu, seolah ingin menunjukkan pada wanita itu bahwa Rafa adalah miliknya.
"Ya udah, kamu boleh kerja." Akhirnya Rafa mengangguk setuju meskipun rasanya sangat berat, entah kenapa.
Ayu pun pergi ke kamarnya dan mempersiapkan semuanya. Dia langsung menelpon pelaksana sementara perusahaan itu. Mengabarkan jika dia akan kembali bekerja lusa. Dan semua dokumen pemindahan nama harus selesai besok.
Ayu menutup teleponnya sambil tersenyum licik. "Lihat aja, Mas, kamu akan menyesal karena telah menyakiti aku. Akan ku tunjukkan padamu jika aku bukanlah wanita yang lemah. Akan aku buktikan bahwa kamu nggak akan bisa hidup dengan baik ketika orang lain mengambil alih tugasku."
Rafa dan Alini sedang berada di kamar mereka. Sedari tadi, Alini terus merengek dan meminta Rafa mengambil kamar yang ditempati oleh Ayu karena kamar itu adalah kamar utama.
Namun, Rafa masih menolak karena hal itu juga membutuhkan waktu mengingat Ayu yang masih dalam keadaan emosi.
walaupun singkat tapi mantap
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘