NovelToon NovelToon
Cinta Mantan Suami

Cinta Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Berbaikan / Selingkuh / Cerai
Popularitas:87.3k
Nilai: 5
Nama Author: istia akhtar

Deswita Adriana, wanita tiga puluh tahun itu terpaksa harus banting tulang demi mencukupi kebutuhannya dan sang putra, Kelan Sudarma. Pasca perceraiannya dengan Andika Sudarma, kehidupan Wita berubah seratus delapan puluh derajat. Kemewahan yang tadinya identik dengan dirinya, terpaksa ditanggalkan.

Kehadiran Amira Widani yang menjadi pemicunya. Andika terpaksa memenuhi permintaan Wita untuk bercerai, sebab lelaki itu khilaf telah menghamili Amira.

Sayangnya, hati Andika tetap terpaut pada mantan istrinya itu, hingga hari-hari Andika, tak pernah absen merecoki kehidupan Deswita. Mampukah Deswita membunuh mati cinta mantan suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istia akhtar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Cinta buta

Andika menuntun Kelan menuju keluar dari pusat perbelanjaan, tempat dimana dirinya bertemu dengan Wita. Lelaki itu di gulung rasa marah, namun tak bisa dengan bodohnya melampiaskan kemarahannya saat itu juga. Ia perlu mendinginkan kepalanya dan dadanya yang terasa panas.

Mendengar percakapan Wita dengan teman lamanya, berhasil membuat Andika murka. Sayangnya, ia masih memiliki akal sehat, tak mungkin dirinya akan dengan bodohnya menghajar pria lain hanya karena telah merayu Wita. Tidak, Andika tidak sebodoh itu.

Amira bukan istrinya, itulah yang membuat Andika tak berkutik.

"Dengan rapi kamu membalas saya, Wita. Kamu berhasil membuat saya sakit," lirihnya.

Jika boleh Andika mengakui, cintanya pada Wita sungguh sangat besar. Namun sungguh, Andika menyesali kebodohannya yang kebablasan tidur dengan Amira. Bahkan anak yang Amira kandung, Andika memiliki keraguan jika itu anaknya atau bukan.

Setelah tiba di mobil, tak butuh waktu lama bagi Kelam Sudarma untuk terlelap. Anak itu mungkin telah kelelahan usai bermain, dan berbelanja banyak mainan di dalam mall tadi.

Mantan suami Deswita itu terdiam, tanpa berniat menyalakan mobil dan segera pulang. Sebab untuk pulang, rasanya Andika tak ingin. Amira lah yang menjadi alasannya. Padahal dulu, pulang adalah sesuatu yang Andika tunggu saat Wita masih menjadi istrinya.

Mencoba-coba untuk nakal, membuat Andika menjadi menderita sendiri. Inilah akhirnya, inilah puncaknya. Andika menyesali semuanya. Hanya saja, penyesalannya itu tak berarti lagi baginya.

Sekali lagi, Andika mengerang lirih. Pria itu tak kuasa menahan air matanya. Lelaki tampan dan gagah perkasa itu, kalah oleh cintanya. Pantang baginya menangis selama ini. Namun dengan Wita, ia kalah dan menjatuhkan air matanya.

"Salahkah bila aku mencintai kamu, Wita? Aku pernah berdosa saat itu, tapi aku sungguh, cinta ini nggak bisa aku buang begitu saja, Wita," erang pria itu.

Tangis lirihnya pecah seketika. Tak ada yang bisa menandingi kesedihan dan luka pria itu selama ini. Hatinya telah rapuh, kalah oleh keadaan yang membuatnya tak sanggup bertahan.

"Andai waktu bisa aku putar, apapun yang kamu minta, akan aku penuhi. Aku bodoh. Bodoh. Bodoh," umpat lelaki itu, pada dirinya sendiri.

Dengan segenap luka di hatinya yang terlampau dalam, Andika menghidupkan mesin mobil dan segera berlalu pulang. Lelaki matang itu membawa putranya pulang ke kediamannya. Tak lupa, ia juga memperbaiki posisi tidur Kelan yang terlihat tidak nyaman.

Seketika rasa bersalah di hati pria itu kembali pecah. Bukan hanya Deswita, melainkan juga Kelan yang ikut kena imbas dari kebodohannya.

Andika melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Hati pria itu resah gelisah, namun berusaha untuk tetap kembali tenang. Tangisnya pun telah reda, seiring dengan perjalanan yang menuju ke rumahnya, semakin dekat.

Setibanya di rumah, Andika memasukkan mobilnya ke dalam garasi. Dua sekuriti yang berjaga, menyambutnya dengan baik. Segera saja Andika hendak membawa Kelan menuju ke kamar utama.

Tepat ketika Andika tiba di ruang tamu, ia mendapati Amira tengah terlelap di sofa ruang tamu, dengan posisi duduk menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa. Tentu Andika berdecak. Apapun yang Amira lakukan, selalu salah di matanya.

"Mbok Yem, bangunkan Amira dan suruh tidur di dalam kamar tamu tempatnya. Jangan sampai ada tamu yang datang, dan mendapati wanita itu tidur sembarangan," titah Andika, pada pembantunya, yang kebetulan tengah lewat.

"Merepotkan sekali!" seru Andika lagi.

"Baik, Pak. Tadi saya sudah bilang, tapi Bu Amira ngeyel mau nunggu Bapak katanya," jawab mbok Yem. Terlihat sekali, mata wanita itu berkaca-kaca sebab terharu, saat mendapati tuan mudanya, pulang dalam keadaan tertidur. Sudah lama, Mbok Yem merindukan majukan mudanya itu.

"Apa saya saja yang menggendong den Kelan, Pak?" tanya mbok Yem menawarkan diri.

Tentu aja Andika tersenyum dan mengangguk, "jangan bawa dia ke kamarnya, mbok. Bawa saja Kelan ke kamar saya. Saya ingin tidur siang dengan Kelan," sambung Andika lagi memerintah.

"Siap, Pak. Terima kasih banyak, saya kangen sama den Kelan. Sudah lama nggak lihat," ungkap mbok Yem, seraya mengambil alih Kelan ke dalam gendongannya. Wanita itu mengusap punggung Kelan dengan penuh rasa sayang.

"Setelah ini jangan khawatir, Kelan akan sering datang ke rumah ini. Jika perlu, saya akan minta Deswita untuk mengizinkan Kelan untuk tinggal di sini sama saya. Mbok Yem mau, kan, kalau mengasuh Kelan selagi saya kerja?" tanya Andika kemudian.

"Mau, Pak. Saya mau sekali," jawab mbok Yem. Perasaan wanita itu begitu senang.

"Baiklah, Mbok, lagi pula masalahnya, Wita juga kerja dan nggak mungkin nonstop sama Kelan. Saya pikir, daripada nanti Kelan diasuh Manda," sambung Andika.

"Saya akan selalu sedia mengasuh den Kelan, Pak. Jangan khawatir," mbok Yem berseru senang. Wanita yang berusia awal empat puluhan itu lantas berlalu, menuju ke lantai atas seraya menggendong Kelan. Beruntung Kelan tubuhnya tak terlalu besar, mbok Yem jadi lebih mudah menggendongnya.

Sedang Andika, lelaki itu menatap istrinya dengan tatapan dingin.

"Amira, bangun. Pergi dan tidur di kamar kamu. Bikin malu saja tidur di ruang tamu," pedas ucapan Andika.

Amira terusik dan seketika terbangun. Kepala wanita itu mendadak pening, dan tidak tahu harus bagaimana. Pandangannya mengedar, dengan mata memerah dan keringat menghiasi di keningnya.

"Mas. Kamu datang dari tadi? Mana Kelan?" tanya Amira seraya menguap pelan.

"Bukan urusan kamu kalau masalah Kelan," jawab Andika kasar. Melihat Amira, bawaan laki-laki itu emosi saja.

"Mas, kamu kenapa sih, selalu marah sama aku?" tanya Amira lirih. Wanita itu bangkit dan berdiri, menatap Andika dari tempatnya. Selangkah pun, Amira tidak maju mendekati Andika.

Tatapan perempuan itu sendu, "aku nggak tahu lagi, gimana caranya biar kamu bisa selembut dulu saat kita belum begini," ujarnya.

Amira melangkah pelan, menuju ke dalam kamarnya. Entah apa yang terjadi, tapi Amira tidak lagi menangis. Mungkin lelah, dan Amira enggan menghabiskan waktunya dengan berdebat.

Namun, baru saja Amira hendak membuka pintu, wanita itu terpeleset kakinya sendiri dan sedikit oleng, hingga membuat lengannya terpaksa terbentur pintu.

"Lain kali nggak usah mencari perhatian saya, Amira. Kamu jelas nggak bisa menggantikan posisi Wita di rumah ini, maupun di hati saya. Katakan sama pacar kamu yang sudah sering tidur sama kamu itu, kalian harus membayar mahal perceraianku dan Wita!" seru Andika tanpa perasaan.

Lelaki itu lantas berlalu, meninggalkan Mira yang wajahnya sudah seputih kapas, pucat pasi dan tenggelam dalam ketakutan. Andai saja dirinya tidak mencintai Andika, ia tak akan melakukan hal sejauh ini.

Cinta Amira memang buta, tetapi akal sehatnya justru lebih buta.

**

1
Daulat Pasaribu
lanjut thor
Happy Kids
biar aja andika jd bujang lapuk. wita sama ardian dlu. nikah. ntah abis brapa taun ardian meninggal gpp deh.
Happy Kids
fiks amira adik wita. kl gini pasti wita ga mau balikam sama andika
Happy Kids
jgn bodoh. awal mula dia kejebak knp? krn andika buka jalan. dia jg mau main main
Happy Kids
paling kl mira ga hamil lanjut terus hubungan selingkuhnya🤭
Happy Kids
pas flirty flirty mikir cinta ga.🤣
Happy Kids
manusia NPd
Happy Kids
well yg ngundang brt bukan amira. tp andika sendiri krn dia ug buka celah goda godain anak orh
Happy Kids
pret. bulshit
Arcila Putri
biarkan Amira yg asuh anaknya Thor egois x si Andika ini padahal sama" salah enak diandikanya ding
Arcila Putri
kok kasihan ya Amira padahal sama" salah dipisahkan dari anak itu sakit
Arcila Putri
Andika mulutnya seenaknya saja kalo ngomong kamu juga salah jgn cuma nyalahin Amira egois banget Lanang ini
Arcila Putri
mampir y Thor👍
Kasma Aisya
pantes aja Rudi selalu membela Amira, kayaknya mereka ada main d belakang andika
Kasma Aisya
pantes aja Rudi selalu membela Amira, kayaknya mereka ada main d belakang andika
Lee Mba Young
kapan kena karma si amira, semoga anak amira bukan anak andika gk rela harta andika di bagi pd anak amira. pingin amira hidup blangsak ma anak Haram nya itu. kl pun itu anak andika dan perempuan kl hamil sebelum nikah sah andika tak berhak jd wali nya dan anak amira tdk berhak atas warisan andika.
semoga anak amira nnti yg kena karma ibunya greget aku amira wanita sundal pelakor macak korban.
Iyah Chomel
geram jg sama si Amira ulat bulu tu
pingin aku BG racun tikus sekaliyan
Lee Mba Young
pinter manda gercep, cpt kirim ke andika biar cpt selesai sidang cerainya.
Arya akhtar
wah seru si WITA ini
Helen Emeli
wita kamu benar"egois dan tdk pernah mau memberi kesempatan itk ngobrol dg dika baik"tanpa bersilang agumen yg saling memojokan dika,berapa besarkah ke sombonganmu itu yg hrs dika butuhkan ampunan atas kesalahan krn terjebak dr amira ?????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!