NovelToon NovelToon
Belenggu Dendam Alaska

Belenggu Dendam Alaska

Status: tamat
Genre:Mafia / Chicklit / Tamat
Popularitas:22k
Nilai: 5
Nama Author: Isma ismawati

Apa jadinya, jika seorang gadis kecil harus menyaksikan kematian kedua orang tua dan kedua saudaranya dengan cara mengenaskan.

Alaska Tania tumbuh menjadi gadis yang penuh dendam dan mengalami trauma yang mempengaruhi psikisnya.

Bisakah Alaska keluar dan lepas dari belenggu dendam masa lalu dan traumanya?

Dendam, air mata, masa lalu dan cinta menghiasai novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isma ismawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal Pembalasan

Bab 8

Alaska berjalan dengan tatapan nyalang. Dia memasuki ruang tempat istirahat para OB di kampus itu. Tepat di depan pintu, beberapa OB yang berada di dalam terkesiap melihat kehadiran Alaska. Mereka mengetahui jika Alaska bukanlah salah satu Mahasiswi di Kampus ini, karena mereka baru pertama kali melihat Alaska.

Para OB tidak bisa mengedipkan matanya, melihat kecantikan Alaska. Jakun mereka naik turun menatap lekat wajah dan body Alaska, benar-benar kecantikan yang sangat sempurna.

"Maaf, saya mau cari OB yang bernama Pak Martin," Alaska menatap mereka satu persatu, dengan tatapan setajam elang.

"Pak Martin?" ucap salah satu OB, menatap heran Alaska.

Mereka saling tatap, tidak mempercayai jika Martin, kepala OB yang sudah berusia sepuh yang belum juga di berhentikan atau pensiun, di cari oleh wanita cantik dan elegan seperti Alaska.

"Pak Martin sedang berada di ruang Dekan" jawab seorang OB yang baru saja datang menghampiri mereka.

"Bisa antarkan saya ke sana?" pinta Alaska, dengan tatapan yang bisa menghipnotis siapa saja yang menatapnya.

"Oo tentu saja Non, dengan senang hati, ayo Non," OB itu langsung tersenyum sumringah, dan segera mengajak Alaska.

Tanpa ekspresi Alaska mengikuti langkah OB itu. Sedangkan para OB yang lain, hanya saling tatap.

"Wah, cantiknya banget! ada perlu apa ya wanita secantik itu mencari Pak Martin?" tanya OB yang terus menatap punggung Alaska, walaupun sudah menghilang dari pandangan mereka.

"Mungkin salah satu keluarga Pak Martin" jawab OB satunya.

"Tidak mungkin Pak Martin, mempunyai saudara secantik itu" jawab OB itu, dengan ekspresi wajah mengejek.

"Sudah, tidak perlu berdebat, nanti kita tanyakan langsung ke Pak Martin. Ayo sekarang kita terus kerja lagi"

Para OB itu pun membubarkan diri, dengan segudang rasa penasaran dengan sosok Alaska.

Alaska berjalan beriringan dengan OB yang sesekali mencuri pandang kepadanya, di sepanjang perjalanan ke ruang Dekan, semua mata laki-laki menatap kagum ke arahnya, ada rasa bangga pada diri OB itu, bisa berjalan bersama Alaska.

Sesampainya di depan ruang Dekan, bertepatan dengan keluarnya Martin dari ruangan sang Dekan.

Alaska menatap tajam Martin, sekuat mungkin dia menahan gejolak amarah di dadanya. Bayangan kakak lelakinya yang meronta dan menjerit karena di seret paksa oleh Martin, tergambar jelas di pelupuk matanya. Kemarahan dan dendam menguasai jiwanya.

"Pagi Pak Martin, Nona cantik ini mencari Bapak" ucap OB itu, sambil melirik ke arah Alaska.

Martin terpukau menatap Alaska dari atas sampai bawah. Untuk beberapa saat dia mematung, menatap kagum wanita di hadapannya.

Seulas senyum miring terlihat di bibir tipis Alaska.

"Dasar Pria mesum, bajing*n!" umpat Alaska dalam hati, dengan perasaan jijik.

"Hallo Pak Martin, perkenalkan saya Tania" Alaska mengulurkan tangannya.

Suara Alaska yang lembut, membuat Martin tersentak, dengan gugup dan hati berdebar dia membalas uluran tangan Tania.

"Martin Non, ada perlu apa ya mencari saya?" tanya Martin, yang enggan melepaskan jabatan tangannya terhadap Alaska.

Alaska tidak menjawab, dia hanya melirik ke arah OB yang sedang menatap mereka. Martin pun mengerti dan memberikan kode kepada OB itu untuk pergi meninggalkan mereka. Dengan perasaan dongkol OB itu pun berlalu meninggalkan mereka.

Martin tersenyum, dengan terus menatap wajah Alaska, tentu saja membuat Alaska semakin muak. Ingin sekali dia menarik tangan Pria tua itu yang tidak mau melepaskan tangannya, lalu membanting keras tubuhnya dan menginj*k batang lehernya.

Namun, Alaska tidak mau gegabah. Dia akan memainkan perannya dengan cantik, sehingga tidak ada satu jejak pun yang akan menyeretnya ke ranah hukum.

"Maaf Pak Martin" ucap Alaska lembut sambil melirik ke arah tangan mereka.

"Maaf Nona, tangan Nona Tania halus sekali" Martin menelan salivanya, jakunnya terlihat naik turun.

"Apa Nona Mahasiswi baru di sini?" tanya Martin, yang terus menatap wajah Alaska.

"Iya, baru saja mendaftar hari ini" jawab Alaska, sambil melangkah dengan gaya yang anggun, akan tetapi, bagi Martin cara berjalan Alaska sungguh menggodanya.

"Sebenarnya ada perlu apa Nona mencari saya?" tanya Martin mensejajarkan langkahnya dengan Alaska.

"Apa kita bisa berbicara di tempat yang lebih nyaman?" Alaska menghentikan langkahnya, menatap Martin yang membuat Martin ingin memeluknya.

Alaska tertawa di dalam hati, sang mangsa telah masuk ke dalam perangkapnya.

"Bahagialah dulu Pria tua mesum, karena kematian akan segera menghampirimu" Batin Alaska.

"Saya akan membawamu ke tempat yang nyaman" bisik Martin, tepat di telinga Alaska.

Alaska tersenyum manis, walaupun di dalam hatinya sudah merasa sangat muak. Tanpa sungkan Martin langsung memeluk pinggang Alaska dan membawa Alaska menuju parkiran di mana mobilnya berada.

"Ini..?" tanya Alaska pura-pura, sambil menunjuk mobil yang akan di taiki Martin.

"Saya sudah sangat lama bekerja di sini, walaupun hanya sebagai kepala OB kampus, tapi uang dan kekayaan saya, sama dengan Richard Dekan sekaligus pemilik kampus ini" bisik Martin lagi, bahkan lebih dekat hampir menyentuh pipi Alaska.

"Bisa kita pergi sekarang?" dengan gerakan pelan, Alaska menahan dada Martin.

Martin tersenyum dan membukakan pintu untuk Alaska. Dia pun segera melajukan mobilnya keluar dari kampus.

Di tengah perjalanan, tangan nakal Martin menggenggam tangan Alaska.

"Ini saatnya kematianmu tua bangka" Alaska berkata dalam hati. Sambil mengeluarkan sesuatu dari tasnya. sebuah benda kecil seperti sebuah suntikan.

Sambil tersenyum, secara perlahan, Alaska langsung menyuntikkan cairan itu tepat di pembuluh vena punggung tangan Martin.

Martin tercekat, dia seperti merasakan di gigit semut, dengan segera dia melepaskan genggaman tangannya, belum sempat dia mengeluarkan suara, tiba-tiba dadanya terasa sesak, tenggorokannya begitu sakit dan panas, matanya mulai berkunang-kunang, sehingga menyebabkan hilang kendali.

Alaska segera melompat keluar, sebelum mobil itu menghantam keras bahu jalan. suara dentuman sangat kencang terdengar memekakkan telinga. Karena kencangnya benturan menimbulkan percik api di bagian mesin mobil, dan tak terelakan lagi mobil pun hangus terbakar bersama dengan tubuh Martin di dalamnya.

Alaska menatap mobil yang terbakar itu, dengan senyum penuh kepuasan, dia pun mengambil kertas di tas yang berisi beberapa gambar orang. Kembali tersenyum puas, dia memberi tanda silang di wajah Martin dan tak lama menulis angka satu di atasnya.

Alaska segera meninggalkan TKP ( Tempat Kejadian Perkara ), sebelum orang-orang menyadari kecelakaan tersebut.

**************

Sementara di Kampus, Tiara tampak panik mencari keberadaan Alaska, hatinya tidak tenang, dia takut jika Alaska sudah memulai aksinya.

Di tengah kepanikannya, tiba-tiba ponselnya berbunyi.

"Hallo Bi Sumi"

"Apa? Alaska sudah di rumah?"

"Baiklah, aku segera pulang"

Tiara menatap ponselnya, sambil menarik napas. Dia berdo'a semoga Alaska tidak melakukan kebodoh*n.

*************

Apakah aksi pertama balas dendam Alaska akan aman, mengingat adanya beberapa saksi yang mengetahui jika dia mencari dan bersama Martin?

Bagaimana dengan Cctv di sekitar Alaska melakukan aksinya?

Semua segera terjawab, di bab selanjutnya 🤗🥰

Jangan lewatkan novel yang masih up "Penyesalan Zaidan", di jamin semakin seru ceritanya 😁👇

1
𝕤𝕒𝕗𝕒𝕟𝕒𝕙_🖤
Luar biasa
Isma Ismawati: Terima kasih, Kakak 😍🙏
total 1 replies
Susana
Ya, Allah, tega bener. 🤧🤧
Isma Ismawati: Iya, Akak sadis.
total 1 replies
Deca Acid
cerita nya bagus . menarik lanjut kan ka
Isma Ismawati: Sudah tamat kak ceritanya. Terima kasih sudah hadirnya 🙏
total 1 replies
Mega Mkf
maaf thorr,awal2 aku suka sm kisahnya,tp semenjak ada si pengecut wilson aku jd males,bisa di katakan alaska bukan si wanita tangguh lg,,, maaf thorr ngk lanjutin lg bacanya,,, tp ttp 💪💪💪💪💪
Isma Ismawati: Iya kak gpp, terima kasih sudah hadir 🙏
total 1 replies
Mega Mkf
aku suka smp di BAB ini thorrr,,, darah harus di bayar dgn darah nyawa pun sama,itu manusiawi,hanya org2 munafix aja yg katanya lebih baik memaafkan atau merelakan,,,, lanjut,,,💪💪💪💪👍👍👍👍👍
Isma Ismawati: Terima kasih kakak 🙏
total 1 replies
Ma Em
lanjut thor bagus ceritanya, saya suka. Semangat
Isma Ismawati: ini sudah tamat akak🙏🥰
total 1 replies
titie soraida
Akhirnya antara sedih dan bahagia
Divina Puspita
Wah akhir yg bikin penasaran
semangat karya barunya kak
titie soraida
Semangat kk
Sinaga wulan
Hah setiap alaska bertidak balas dendam aku pun ikut jantungan thor cuma takut ke bongkar dah 😔😔😩😩
Isma Ismawati: Sama kak😁🤭
total 1 replies
Sinaga wulan
lanjut thorrr
Isma Ismawati: Asyiap🥰
total 1 replies
Sinaga wulan
kereenn lah cerita nya
Isma Ismawati: Terimakasih banyak kakak🙏
total 1 replies
AdindaRa
Hai kak. Aku mampir lagi 😘
Isma Ismawati: Terimakasih akakku cantik 😘😍
total 1 replies
Divina Puspita
lanjut kk
Isma Ismawati: Siap kak🙏
total 1 replies
Divina Puspita
lanjut thor
titie soraida
semakin seru kakak
Eni pua
satu mawar untuk kaka🥰
Isma Ismawati: Terimakasih kakakku🥰🥰🤗
total 1 replies
titie soraida
lanjut
Isma Ismawati: Siap kk
total 1 replies
Divina Puspita
lanjut kak
Isma Ismawati: Siap kak🙏
total 1 replies
titie soraida
lanjut dong thor
Isma Ismawati: Siap kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!