Kisah Naimah yang tiba-tiba berubah dingin ketika mendapat kenyataan suaminya menduakan cinta nya dan juga mempermainkan pernikahan suci ini.
"Aku tidak menyangka, kamu mas Nabil. Bisa menduakan kesucian ini." ucap dingin seorang istri.
"Maafkan mas, Naimah. mas khilaf." balas pria itu suami Naimah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aaswidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah sebut nama.
Kini malam pun tiba, Sifa sudah tidur sedari tadi. Kini tinggal orang tuanya yang akan menyusul ke alam mimpi.
''Nimah, maaf ya kalau mas sudah marah-marah padamu hari ini.'' ucap Nabil sambil menatap Naimah wanita cantik yang ia pilih untuk menjadi pendamping hidupnya selama delapan tahun ini, entah untuk selamanya apa mungkin tidak!?
''Iya Mas gak apa-apa, aku ngerti mungkin kamu lagi kecapean iya kan.'' balas Naimah
''Ah iya bener kamu Dek, iya memang mas lagi Capek banget.''
''Sudah jangan marah lagi ya, oh ya kamu udah lihat hadiah yang mas bawa apa belum?'' tanya Nabil
''Yang tadi di paper bag kan?''
''Iya kamu belum melihatnya?''
''Em belum mas.'' jawab Naimah
''Kenapa, sana lihat lah dek.'' suruh Nabil
''Hm Aku lihat dulu deh mas.'' Naimah pun turun dan ia berjalan menuju paper bag yang memang belum dia buka isinya itu.
Naimah melihat di dalamnya ini ada sebuah kotak ''Mas apa ini?''
''Buka dong dek!''
''Haa ... Mas kamu berikan ini untuk aku?'' Naimah terkejut dan sangat senang, Nabil memberikan cincin berlian yang begitu indah di lihat apalagi di pakai oleh tangan lentik Naimah, semakin terlihat cantik lah Cincin nya.
''Iya itu hadiah untuk mu, agar kamu terobati rasa capek kamu Nimah, setelah berhari-hari kamu mengerjakan ini dan itu kamu pasti lelah iya kan.'' ucap Nabil
''Terima kasih Mas, Sebenarnya dengan kamu tak marah-marah dan nunjukin kasih sayang mu, kamu gak berubah saja itu udah membuat ku cukup mas, tapi aku suka ini mas makasih.'' ucap tulus Naimah
''Iya sama-sama, ayo di pakai.'' suruh Nabil
''Mas tolong pakaikan.'' Naimah mendekat ranjang lalu meminta suaminya ini memasangkan cincin itu pada jari manisnya oleh Nabil.
''Manja sekali ya istriku ini.'' ejek Nabil tapi memasangkan nya juga
''Ya gak apa-apa dong mas, sama suami ini dan ya aku rindu kamu mas.'' ujar Naimah menatap dalam suaminya ini tatapan yang dulu membuat Nabil mabuk dan langsung terangsang.
Tapi kini Nabil membalas dengan raut wajah yang datar, tak menunjukkan rasa mau nya juga .
''Mas kenapa diam?'' tanya Naimah segera
''Hah oh tidak ada sayang, hoammm Nimah, mas mengantuk sekali ayo Dek kita tidur.'' tiba-tiba ajaknya lagi ini seperti bukan Nabil suaminya.
Nabil menyuruh Naimah menaiki ranjang dan mengajak untuk tidur beneran, bahkan kini Nabil sudah memejamkan matanya yang mungkin akan tidur nyenyak sekarang.
Lagi Aku menemukan keanehan dalam diri kamu mas Nabil, kau tak pernah seperti ini .Apa kamu udah gak bernafsu padaku mas? Kenapa gak mau, padahal Aku udah bilang Aku kangen kamu mas..Apa aku sudah gak menarik lagi mas Nabil? tanya batin Naimah
Tengah malam, ada yang terasa geli oleh tangan nakal orang itu. Naimah cepat-cepat membuka mata karena kaget dengan tangan yang meraba-raba ini.
Di lihatnya Nabil yang lagi memainkan tangannya di area gunung milik Naimah. ''Masss.'' panggil Naimah
''Sayang aku ingin.'' kata Nabil kini mencium bibir Naimah
''Maass apa kau rindukan Aku?'' tanya Naimah sambil menikmati yang di mainkan Nabil
''Oohhh tentu dong sayang aku rindu.'' jawabnya tapi dengan memejamkan mata.
''Mass kamu tumben selalu nyebut aku satang sayang terus mas?''
''Loh di mana salahnya sayang, memang aku sayang kamu kan. Ahh sayang ayo mainkan punya Abang.'' celetuk Nabil menuntut tangan Naimah untuk memainkan miliknya yang sudah mengeras ini.
''A-abang?'' gumam Naimah cukup aneh Sejak kapan jadi Abang? .
''A ahhahh ayo sayang, lagi'' Nabil menikmati
Naimah memang menaruk curiga, tapi dia hanya diam dan tidak mau berdebat dengan Posisi seperti ini, karena dia juga benar-benar rindu Nabil. Sudah dua bulan tidak begitu.
Nabil sudah membuka pakaian Naimah hingga kini keduanya bertelanjang bulat tanpa busana, hanya ditutupi oleh selimut saja.
Nabil mulai menggesek-gesekkan batang nya pada Naimah, kemudian masuk lah batang itu. ''Aahhh.'' Nabil menikmati
Malam ini Nabil begitu bergairah sekali, bahkan meminta berkali-kali pada Naimah. ''Oohhh sayang.'' cup, cup Nabil mencium Naimah
Menggigit leher istrinya ini, Naimah pun puas karena bisa meningkatkan keinginan Nabil ini. Naimah jadi merasa bangga, Naimah tentu senang karena tebakannya salah soal Nabil yang tak bernafsu, hingga kini Nabil meminta nambah dan lagi.
Naimah merangkul leher Nabil sambil menikmati tekanan dari Nabil ini, Naimah juga puas di buat Seperti ini oleh Nabil.
''Emmhh massss.''
''Ayo sayang keluarkan.''
Nabil mencium lagi bibir Naimah dengan bringas. Kembali Nabil Sepertinya akan mencapai puncak nya sekarang, karena Nabil mempercepat dan semakin menekan ke dalam inti istrinya.
''Ahhh Sania, Abang puasssss.'' gumam Nabil dengan sudah mengeluarkan semuanya dalam inti Naimah.
Lalu Nabil pun ambruk di atas tubuh Naimah, meninggalkan Naimah yang terpaku dan bergeming ''S-siapa itu maksudnya, Mas siapa Sania? Mas bangun mas siapa Sania?'' teriak Naimah dia langsung mengeluarkan air mata nya tak tahan dengan semua ini.
''Masss apa kamu selingkuh Masss?'' jerit Naimah tertahan tapi Nabil sudah tidur tak mendengar lagi.
Yuk baca karya pertamaku " Aku Seorang Mafia" silahkan cek di profil ku. semangat berkarya author ♥️