NovelToon NovelToon
My Wedding Story

My Wedding Story

Status: tamat
Genre:Obsesi / Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:70.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dnrfitri_

Pernikahan yang tidak didasari adanya cinta memang lazim terjadi. Adnan dan Airin menikah atas perintah orang tua hanya untuk menyatukan dua buah keluarga yang sudah terjalin persahabatannya sejak lama. Berpusat pada garis emosional Adnan yang tidak bisa mencinta Airin yang baru dinikahinya.

Hubungan pernikahan Adnan dan Airin tidak berjalan harmonis. Hubungan keduanya tidak bisa ada cinta karena alasan tertentu baik dari dalam ataupun luar. Kehidupan pernikahan sangat menyakitkan. Secara jiwanya ia terus tersakiti. Namun, Airin sangat tegar dan kuat, ia selalu bersabar dan berusaha untuk menumbuhkan perasaan cinta di suaminya. Peranan keluarga ikut andil dalam menyatukan cinta mereka.

Bagaimana kisah perjalanan pernikahannya?
Akankah rasa tersakiti itu kemudian tumbuh menjadi cinta, atau selamanya disakiti dan tersiksa sampai perceraian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dnrfitri_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 : Perselingkuhan

Deg!

Sebuah Pemandangan yang menyakitkan terpampang nyata di hadapan Airin.

Andra sedang berciuman dengan seorang perempuan yang wajahnya sangat Airin kenali dan akan Airin ingat sampai kapanpun juga.

Andra duduk di kursinya, sedangkan wanita itu duduk di pangkuan Andra dan mereka saling berpagutan membalas ciuman.

Brugh!

Suara debuman barang terjatuh menghentikan aktivitas kedua sejoli. Si pria melonggarkan ciumannya dan menoleh ke arah sumber suara.

Tatapan Adnan bertemu dengan mata Airin yang sedang menatapnya nanar. Ia cukup terkejut melihat kedatangan Airin ke perusahaannya.

"Apa yang kalian lakukan?!!" Ucap Airin sedikit serak menahan air mata.

Tanpa bicara apapun, Adnan mendekati Airin. Ia menariknya kasar keluar ruangan tanpa mempedulikan tatapan dari karyawan yang melihatnya sepanjang jalan. Airin yang di tariknya pun masih terdiam karena menahan sesak di dadanya, pasrah mengikuti langkah suaminya yang menariknya kasar. Sesampainya di parkiran, Adnan memaksa Airin untuk memasuki ke mobil dengan mendorongnya. Keduanya masih tak saling bicara. Kemudian mobil Adnan keluar basement dengan laju cepat.

Sesampainya di mansion...

Brak!!

Pintu utama terbuka kasar akibat tendangan Adnan.

Setelah memasuki mansion, Airin melepas kasar cengkeraman suaminya, dan menatapnya tajam, yang otomatis menghentikan langkah Adnan dan menatap istrinya dengan mata memerah.

"Ada hubungan apa kau dengannya? kau bermain di belakangku?" Bentak Airin melawan.

Adnan hanya berdiam diri setelah terjadi keheningan yang menyebabkan tidak ada jawaban.

"Kenapa diam?!" Cerca Airin bertanya.

"Jadi, Benar Tuan selingkuh? Tapi kenapa?!" Imbuh Airin lagi.

"Jika Tuan tidak mencintai ku, kenapa harus menikahi ku?! Hikss..." Tangisnya mulai pecah dan terasa sesak. Runtuh sudah kesabaran Airin, air matanya tidak dapat terbendung.

"Kenapa kau diam? Hikss, Katakan padamu jika kau benar selingkuh!" Tangis Airin sembari memukul-mukul dada Adnan.

Adnan mendekat, menatap istrinya tepat di matanya dan mencengkeram tangan istrinya sangat kuat.

"Bahkan dari awal kau tahu, jika pernikahan ini terpaksa ku lakukan. Menginginkannya? Tidak sama sekali. Apalagi mencintaimu. Dan.. dia adalah kekasihku. Kami tidak selingkuh, hubungan kami sudah lebih dulu ada daripada denganmu. Aku sangat, sangat, sangat mencintainya. Jadi, jangan coba-coba kau merusak hubungan kami." Gertak Adnan marah dengan penuh penekanan.

"Tapi aku istri sah mu, kau tak seharusnya menjalin hubungan di saat kau sudah beristri. Kau harus meninggalkannya, atau aku-..." Bicara terpotong karena Adnan langsung menjawab.

"Kau apa?! Kau ingin mengancam ku?" Bentak Adnan hingga suaranya menggebu di wajah Airin.

"Tuan..." Panggilnya sedih. Airin melangkah mundur ketika Adnan melangkah mendekatinya dengan tatapan tajam.

"Jangan pernah kau macam-macam atau cerita pada siapapun. Aku bisa saja membuat perusahaan kakakmu bangkrut dalam sekejap. Dan aku tidak akan meninggalkan kekasih ku hanya demi gadis tidak tahu diri sepertimu!! Aku harus menghukum mu karena kau sudah ikut campur dalam urusan ku."

Adnan kembali menarik kasar tangan Airin, membuat jalan Airin sedikit terseret setengah berlari membawanya menaiki tangga.

"Tuan... Tangan ku sakit, tolong lepaskan.." Pinta Airin merintih.

"Aku tidak peduli. Kau harus menerima hukuman..."

"Tapi apa salahku? Aku berhak atas dirimu, kau suamiku, dan aku istrimu, bukan wanita itu." Imbuh Airin sepanjang menaiki tangga dengan terseok.

"AKU KATAKAN DIAM!! JANGAN PERNAH SEKALIPUN KAU HINA KEKASIHKU! HARUSNYA DIA YANG JADI ISTRIKU. BUKAN KAU!!"

Adnan membuka pintu kamar Airin, menarik tubuh Airin dan dilemparkannya begitu saja hingga membuat Airin tersungkur di lantai. Adnan mencabut kunci pintu dari dalam, lalu menutup pintu dengan keras dan di kuncinya dari luar. Mata Airin melebar melihatnya dan segera berdiri menggedor pintu agar suaminya tak menguncinya dalam kamar.

Brak! Brak! Brak!!

"Tuan! Tolong buka pintunya!!" Teriak Airin menggedor pintu kamarnya.

Brak! Brak! Brak!!

"Tuan!! Tolong buka!! Tuan... Ku mohon...!!"

Brak!Brak! Brak!!

"Buka pintunya Tuan!! Tuan!! Tolong buka!!"

Brak! Brak! Brak!!!

Percuma saja, Adnan sudah di tulikan pendengarannya. Seseorang yang meminta tolong akibat di makan harimau pun ia tidak akan dengar. Airin hanya pasrah dan sudah lelah hingga ia merosot ke bawah di pintu.

...***...

Keesokan Hari...

Tok! tok!tok!

Airin menoleh pada pintu kamarnya yang di ketuk seseorang. Airin segera berdiri dari duduknya, bahkan dia belum tidur dari semalaman memikirkan ucapan suaminya. Airin berharap, seseorang yang mengetuk pintunya itu suaminya karena Adnan yang mengunci kamarnya dari luar.

Ceklek!

Pintu Kamar Airin telah terbuka.

"Tuan ak-... Kau siapa?" Baru saja Airin ingin menjelaskan sesuatu pada suaminya, namun rupanya yang datang bukan Adnan melainkan menampilkan seorang wanita.

"Selamat pagi, Nyonya Airin. Saya Rissa. Tuan Adnan merekrut saya untuk menemani anda di rumah selama Tuan tidak ada. Sekaligus saya menjadi pembantu mengurus Mansion ini." Ujar wanita itu yang merupakan seorang yang akan bekerja sebagai pembantu di Mansion Adnan.

"Hemm.. Baiklah." Airin sedikit kecewa karena ternyata bukan Adnan.

Mempekerjakan seseorang di mansion nya. Apa tidak cukup hanya mereka berdua di mansion ini?! Airi bahkan masih sanggup mengurus rumah ini sendirian. Pikir Airin yang tidak keberatan jika harus merawat mansion suaminya itu tanpa adanya seorang pelayan.

"Nyonya, Mandilah dulu, lalu sarapan. Saya sudah siapkan di meja makan karena saya datang subuh hari sekali tadi. Saya akan membersihkan kamar anda..."

"Terima Kasih, Rissa..."

"Sepertinya dia gadis yang baik. Tidak ada salahnya jika dia menemani ku di rumah." Gumam Airin.

Rissa yang kini bekerja di mansion Adnan, dia masih seorang gadis yang seusia dengan Airin. Dan sepertinya mereka bisa menjadi teman.

...***...

Di Perusahaan Future Company...

"Sayang..." Adnan memeluk wanitanya dari belakang. Perselingkuhan mereka yang sudah diketahui oleh Airin, namun tidak ada kapoknya. Saat ini mereka sedang ada di ruangan tertutup.

Wanita selingkuhannya itu melepas kedua tangan yang melingkar di perutnya.

"Jangan begini, Jika ada yang melihat kita bagaimana? Sudah tahu kemarin istrimu yang mengetahui hubungan terlarang kita." Ujarnya sedikit sadar diri.

"Tak akan ada yang melihat. Semuanya aman." Ujar Adnan tetap manja padanya.

Cup!

Adnan mengecup sekilas pipi kanannya membuat si wanita berdecak kesal.

"Ckk... Sudah ku katakan jangan sembarangan Adnan. Kita sedang di perusahaan."

Wanita itu memutar balik badan menghadap Adnan dan menatapnya dengan tangan memainkan dasi si pria.

"Bagaimana dengan Nyonya Airin? Apa kalian bertengkar? Dia pasti sangat marah memergoki kita kemarin." Tanya wanita itu.

"Aku sudah mengurusnya. Dan jangan pikirkan perempuan itu. Secepatnya aku akan menceraikannya, dan kita akan menikah."

"Apa kau serius akan menikahi ku?"

"Tentu saja, Sayang.. Tunggu sampai aku menceraikannya."

"Aku akan sabar menunggu mu."

Ceklek!

"Presdir, Kau bisa memban-... Oh! Shana! ada apa kau di sini?" Seseorang datang dan membuat pasangan yang hendak berciuman itu terperanjat.

Ya. Shana. Dia adalah sekretaris pribadi Adnan yang kita kenal. Dia adalah wanita selingkuhan itu. Seorang sekretaris biasa yang berhasil mendapatkan hati atasannya meskipun tahu ia sudah menikah dan padahal mereka pernah bertemu di mansion saat mengantarkan Adnan yang mabuk pulang. Inilah yang membuat hati Airin sangat sakit kala.melihat perselingkuhan suaminya dengan Sekretaris di perusahaannya sendiri!

"A-aku ada perlu dengan, Tuan." Wajah Shana berubah menjadi pucat padi. Ia menjadi gelapan dan gugup.

"Kau biasanya yang memanggilnya ke ruangan mu tanpa perlu repot-repot datang ke ruangan rahasia, Presdir." Tanya Asisten Pribadi Adnan muncul kecurigaan.

"Dia baru saja sampai. Aku yang memintanya datang kemari." Jawab Adnan membela. Ia menoleh pada Shana untuk menjalankan sandiwara.

"Tolong kau kirimkan berkas ini pada PT. Exordium Corp. Pastikan agar berkas ini sampai pada Direktur Utama. Jangan ada yang membukanya jika bisa kau sendiri yang harus mengantarkannya pada Direktur Utama." Ujar Adnan memulai sandiwaranya.

"Baiklah Tuan, Saya akan pergi sekarang." Ucap Shana yang mulai keluar dari ruangan itu dengan selalu menghindari tatapan Asisten yang masih menatapnya penuh keheranan.

1
Sri Yanti
cuekin aja Adnan


santai anggap ngak ada y

sabar airinnnn
Listati Manalu Tati
ini terlalu banyak penyiksaan.kalau boleh jgn terlau banyak bertele2
Galaxy_Fanfan
Thor aku tk berapa suka ending nya berharap airin dgn Danial😢
Rhenatha Zhylvechia Eclesie
bikin cerita Dario sama Riris thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!