NovelToon NovelToon
MILLIARDER CINTA GADIS KAMPUNG

MILLIARDER CINTA GADIS KAMPUNG

Status: tamat
Genre:CEO / One Night Stand / Playboy / Beda Usia / Tamat
Popularitas:207.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Julia Fajar

Popoy atau Tiara adalah gadis kampung yang sangat baik, cantik dan juga pintar. Dia lulus dengan meraih predikat terbaik di sekolahnya.

Tapi, modal itu saja tidaklah cukup untuk menjamin dirinya bisa mendapatkan pekerjaan yang mapan. Apalagi, Tiara hanya lulusan SMA.

Ekonomi keluarga yang pas-pasan dan incaran rentenir yang ingin memperistri Popoy, membuatnya nekad pergi ke kota. Popoy tidak mau terikat pernikahan dengan bandot tua yang selalu menjerat petani dengan hutang, hingga para orangtua terpaksa harus merelakan anak gadisnya untuk dipersunting demi melunasi hutang mereka.

Namun, Popoy tidak pernah menyangka jika di kota, dirinya malah terlibat banyak masalah. Bekalnya dirampok dan dia hampir saja diperkosa oleh para preman.

Popoy berhasil keluar dari mulut harimau tapi akhirnya masuk ke mulut buaya. Dia bersembunyi di bagasi mobil seorang Miliarder yang terkenal suka bergonti-ganti wanita.

Bagaimanakah nasib Popoy selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia Fajar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8. MAINAN BARU

Popoy kembali mengintip dan dia melihat Alex mengerang kesakitan sambil memegangi kepala. Dia ingin menghampiri dan menolong, tapi pintu kamar mandi sudah terbuka.

"Lex, kamu kenapa?" tanya Gina yang baru keluar dari kamar mandi.

Gina jadi takut, saat melihat wajah Alex begitu pucat dan berkeringat, apalagi ketika Alex berteriak dan akhirnya pingsan.

"Lex...bangun Lex. Bangun Lex, kamu kenapa?" tanya Gina sambil menepuk-nepuk pipi Alex.

Gina memeriksa denyut nadi, lalu menggoyangkan tubuh Alex, tapi tidak ada reaksi sedikitpun.

Hampir sepuluh menit Gina berusaha untuk menyadarkan Alex, tapi perbuatannya sia-sia.

Rasa takut kembali menghantuinya, "Jangan-jangan dia mati, gawat! Aku pasti jadi tersangka! Aku harus cepat pergi dari sini! Dasar mereka berdua tidak bisa diandalkan, suruh usaha obat saja nggak becus," monolog Gina sambil menelepon kedua cecunguknya yang masih menunggu di luar.

"Sudah aman Bos! Kami masuk ya, rencana selanjutnya siap kami jalankan!"

"Rencana apa, dasar bodoh! gagal semua gara-gara kalian!"

"Kenapa bisa gagal Bos, apakah ramuannya tidak bekerja sempurna?"

"Ramuan apa yang kalian beli hah! Jika Alex mati, kalian yang akan bertanggungjawab!"

"Memangnya Bos masukin berapa sendok teh?"

"Semua."

"Aduh Bos! cukup satu sendok saja, kami lupa beritahu Bos."

"Bodoh kalian, sekarang dia terkapar dan aku tidak tahu dia hidup atau mati! Sekarang juga, cepat pergi dari sini dan untuk sementara kita menghilang dulu, sambil melihat perkembangan."

"Baik Bos! Sisa bayaran kami bagaimana Bos?"

"Bayaran kepala kalian! usaha gagal masih berani menuntut bayaran. Cepat pergi! aku juga mau pergi dari sini. Dasar, kerja begitu saja nggak becus!" ucap Gina sambil mematikan teleponnya.

Gina buru-buru mengenakan pakaian, menyambar tas serta sepatu, lalu pergi meninggalkan kamar tersebut tanpa melihat kondisi Alex lagi.

Kini hanya tinggal Popoy dan Alex saja yang ada di sana. Popoy keluar dari tempat persembunyiannya setelah mendengar Gina membuka pintu dan meninggalkan kamar tersebut.

Popoy berjingkat menghampiri Alex, dia takut pria tersebut tiba-tiba bangun.

Namun setelah memperhatikan beberapa saat dan tidak ada pergerakan, Popoy pun memegang kening Alex.

"Dia kenapa? wajahnya pucat sekali. Aduh, barangkali dia demam, dahinya pun berkeringat," monolog Popoy.

"Atau jangan-jangan dia mati, hihihi, aku nggak mau jadi tertuduh, apa sebaiknya aku pergi juga ya," ucap Popoy.

"Tuan, hei Tuan. Bangun dong! Tuan kenapa, memangnya apa yang diberikan oleh nona seksi tadi kepada Tuan! Ayo, bangun dong Tuan!" seru Popoy dan kini dia lebih berani menyentuh pipi serta tangan Alex.

"Sebaiknya aku pergi sebelum ada yang datang kesini, bodo amat deh, mau dia mati atau cuma pingsan, yang penting bukan aku pelakunya."

"Tapi...aku kok tega banget ya. Karena mobil dia aku selamat. Sebenarnya, obat apa sih yang wanita tadi maksud. Di sini tidak ada apa-apa, hanya ada kopi yang masih setengah gelas," monolog Popoy lagi, sambil mencium gelas kopi yang sekarang ada di tangannya.

"Hemm, harum banget aromanya. Coba aku cicip sedikit, apa karena kopi ini dia pingsan? Masa iya gara-gara kopi?"

Popoy kemudian menyeruput kopi tersebut dan bermonolog, "Tapi enak kopinya, nggak ada rasa yang aneh! Ah...jadi apa ya yang buat Alex seperti itu. Atau aku ambil air dan kubasuhkan ke wajahnya, barangkali dia bisa cepat sadar!" ucap Popoy, lalu berjalan ke arah kamar mandi.

Popoy mengambil air dengan gelas, kemudian perlahan meraupkan ke wajah Alex. Tapi, Alex tetap tidak bereaksi apapun.

Dia terus mengulanginya sampai beberapa kali, bahkan sampai ke bagian leher dan juga kaki.

Saat Popoy menyerah dan hendak pergi, Alex mengerang serta menarik tangan Popoy.

"Gin, tolong aku! Kepalaku sakit sekali," ucap Alex yang makin erat mencengkeram tangan Popoy dengan mata masih terpejam.

"Mana yang sakit Tuan?"

Popoy tidak tega melihat Alex kesakitan, lalu dia pun memijat kepala Alex dengan perlahan.

Alex merasa nyaman dan diapun tertidur, hal itu membuat Popoy tenang.

Popoy melanjutkan pijatan, tapi rasa lelah dan kepalanya yang tiba-tiba pusing, akhirnya membuat popoy mengantuk dan ikut tertidur.

Setelah itu, Popoy tidak ingat apapun lagi, hingga dia terbangun di pagi hari dengan tubuhnya yang terasa sakit.

Popoy tidak bisa bergerak, karena sesuatu yang berat menimpa tubuhnya.

Saat dia membuka mata dan mendapati kenyataan, ada sebuah lengan serta kaki besar menimpa tubuhnya Popoy pun berteriak histeris.

Popoy menjerit dan menangis, sambil menyingkirkan tangan serta kaki yang menimpa tubuhnya.

Tangisan Popoy pun semakin kuat saat melihat bajunya koyak dan tampaklah tubuh bagian atasnya.

Sambil terus menangis, Popoy menarik selimut, menutupi sekujur tubuhnya. Dia takut untuk melihat kenyataan, jika dirinya saat ini sudah tidak perawan.

Alex yang mendengar suara teriakan serta tangisan Popoy dengan entengnya berkata, "Berisik! Tidurlah, aku masih mengantuk!"

Mendengar perkataan Alex, Popoy pun bangkit dan mengamuk. Sambil memegangi selimut yang menggulung tubuhnya, Popoy mengambil guling dan memukulkan ke arah Alex.

"Brengsek! dasar pria brengsek! Apa yang telah kau lakukan padaku!" teriak Popoy sambil terus memukulkan guling.

Alex membiarkan tubuhnya kena pukulan berkali-kali, tapi saat guling itu mengarah ke bagian wajah, diapun dengan sigap menarik tangan Popoy hingga gadis itu jatuh menimpa tubuhnya.

Mereka saling tatap dan mata Popoy membulat.

"Lepaskan! Bajingan kamu! Dasar ba..." belum sempat Popoy menyelesaikan kalimatnya, Alex menutup mulutnya dengan sebuah ciuman.

Popoy pun kesulitan bernafas, karena Alex tidak membiarkan dirinya lepas.

Sekuat tenaga Popoy berusaha mendorong dan sebuah cakaran berhasil mengenai leher Alex.

Alex menyeringai, menahan sakit dan akhirnya melepaskan pelukannya. Baru kali ini, dia mendapatkan penolakan dari wanita. Padahal wanita itu sendiri yang datang ke kamar tanpa dia undang.

"Kamu jangan sok jual mahal! Bukankah kamu yang datang ke kamar ini? Aku tidak merasa mengundangmu!"

"Ayo mengakulah, jangan berpura-pura. Kamu 'kan yang mengusir Gina, supaya bisa menggantikan dia, naik ke atas ranjangku?"

"Brengsek! siapa juga yang ingin naik ke ranjangmu. Menyesal aku telah menolongmu, lebih baik tadi malam, aku biarkan saja kamu dijebak oleh wanita brengsek itu!

"Sudahlah manis, ayo mengaku saja. Wanita yang dengan sukarela datang ke kamar pria, sudah pasti murahan! Jangan sok suci."

Mendengar hinaan tersebut, Popoy pun melayangkan sebuah tamparan, hingga berhasil mendarat dan membuat pipi Alex jadi berstempel.

Sambil menangis, Popoy pun melepaskan selimut, lalu dia menyambar kemeja Alex yang ada dilantai.

Popoy mengenakan kemeja tersebut, untuk menutupi pakaian atasannya yang robek.

Secepatnya, Popoy harus pergi dari sana, sebelum menjadi mangsa kembali dari pria brengsek yang menurutnya tidak tahu berterima kasih.

Sepeninggal Popoy, Alex pun tersenyum. Saat ini, hatinya sedang senang karena mendapatkan mainan baru.

Setelah Popoy keluar, Alex langsung menelepon Baskoro, pengawal pribadinya yang saat ini sedang ada di luar kamar.

"Bas, ikuti gadis yang baru saja keluar dari kamarku! cari tahu tentang kehidupannya. Aku tunggu hasil laporan mu, siang ini di kantor!"

"Oke Bos! Siap laksanakan perintah!"

Mendengar jawaban Baskoro, Alex pun berkata lagi, "Ingat Bas, jangan sampai salah! dia baru keluar dengan memakai kemejaku!"

Baskoro pun memperhatikan sekeliling dan dia melihat gadis yang menjadi targetnya, sedang berjalan sambil mengelap air mata.

"Siap Bos, target sudah ada dihadapan saya!"

"Bagus, pergilah!"

Setelah mengatakan hal itu, Alex menutup panggilan.

kemudian Alex menelepon pihak hotel, agar segera membawakan pakaian untuknya.

Bersambung.....

1
Witri Nuraulia
ini namanya Serena atau Angela sih jadi bingung
Azril Parmen
Luar biasa
Ros Yusmiasih
terimakasih untuk karya yg indah dan bagus alur ceritanya.....
smg sukses kedepannya ya author........ 🙏🙏
Euis Kindar Wulan
up
Wiwik Indriyani
bagus dan menarik alur ceritanya.
Rafanda 2018
sukurin sok baik si
Lela
kok jadi angela thor
Lela
ms OB nya cm 3
Fitriyani
cinta kq menyakiti,gila kau gio😠
Suzy
keren bagus menarik
Suzy
suka cerita nya.
baru kali ini baca novel ngak di skip2
keren tetap berkarya semogga sukses selalu
Elva Marza
Lumayan
Adeliva Rosadi
kesannya bukan polos tapi ko bego yah popoy …semua kerjaannya ga pernah ada yang bener
Avatar
Mantab kak..ditunggu karya selanjutnya...
Hafifah Hafifah
wah kok udah tamat aja sih thor
Hafifah Hafifah
huh sadisnya si nadin
Mahmudah Mahmudah178
lanjut thor
Hafifah Hafifah
udah kecanduan nih si alex
Hafifah Hafifah
jreng jreng jreng tar lagi kejutan tuk popoy
Hafifah Hafifah
wah gimana tuh reaksi popoy pas malam pertama ternyata dia masih perawan 😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!