NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Sang Naga

Reinkarnasi Sang Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Sistem
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Chen adalah pewaris sah dari Keluarga Lin di Ibukota Jingcheng. Namun, karena intrik ibu tirinya dan adik tirinya (Lin Tian), meridiannya dihancurkan, dia dijebak atas kejahatan penggelapan, dan dibuang ke kota kecil Donghai sebagai orang cacat. Tunangannya yang kejam, Ye Mei, akhirnya membunuhnya di gang gelap.
​Namun, takdir berkata lain. Lin Chen terbangun 5 tahun di masa lalu, tepat di hari ia dibuang ke Donghai. Kali ini, ia tidak hanya membawa ingatan masa depannya, tetapi jiwanya telah terikat dengan [Sistem Penguasa Urban Tertinggi]. Mulai dari menyembuhkan tubuhnya, membangun kerajaan bisnis, hingga menguasai seni bela diri kuno, Lin Chen bersumpah akan menginjak-injak mereka yang pernah mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Lengan yang Terlahir Kembali

​Di dalam penthouse mewah yang tersembunyi di pusat Ibukota Jingcheng, fajar baru saja menyingsing. Cahaya matahari pagi mengintip dari balik tirai tebal, menyinari ruang tengah yang kini terasa sangat sakral.

​Di tengah ruangan, Paman Bai duduk bersila di atas karpet dengan bertelanjang dada. Bahu kirinya yang buntung selama lima tahun terakhir tampak dipenuhi bekas luka yang mengerikan. Ah Fei dan delapan belas Pengawal Naga Hitam berdiri melingkar di kejauhan, menahan napas, tak berani mengeluarkan suara sedikit pun.

​Lin Chen berdiri di depannya, memegang Pil Regenerasi Surga yang memancarkan pendaran cahaya putih susu dan aroma herbal yang menenangkan jiwa.

​"Paman Bai, proses ini menentang hukum alam. Rasa sakitnya akan sepuluh kali lipat lebih menyiksa daripada saat meridianmu dihancurkan," peringat Lin Chen dengan nada serius. "Tapi jika kau bisa menahannya, kau tidak hanya akan mendapatkan lenganmu kembali, kultivasimu akan melesat menembus batas masa lalumu."

​Paman Bai menatap Tuan Mudanya dengan mata yang menyiratkan tekad baja. "Bahkan jika hamba harus melewati lautan api dan gunung pisau, hamba tidak akan berkedip. Tuan Muda telah memberikan hamba kehidupan kedua, hamba tidak akan mengecewakan Anda!"

​"Bagus. Telan ini."

​Lin Chen menjentikkan pil itu ke mulut Paman Bai.

​Begitu pil itu tertelan, mata Paman Bai langsung membelalak lebar. Wajahnya seketika memerah seperti besi yang dibakar.

​BUM!

​Sebuah ledakan energi (Qi) yang sangat masif meledak dari dalam tubuh pria tua itu, menciptakan gelombang angin kencang di dalam ruangan.

​"UUGGHH!" Paman Bai menggertakkan giginya hingga darah merembes dari sela-sela bibirnya.

​Dari ujung bahu kirinya yang buntung, cahaya putih menyilaukan mulai memancar. Di bawah tatapan ngeri sekaligus takjub dari Ah Fei dan para pengawal, sebuah keajaiban medis tingkat dewa terjadi.

​Tulang-tulang rawan mulai tumbuh memanjang keluar dari bahu yang buntung itu, saling merajut membentuk struktur lengan, siku, hingga jari-jemari. Setelah kerangka terbentuk, pembuluh darah merah dan biru melilit tulang tersebut bagaikan akar pohon yang merambat cepat, disusul oleh pertumbuhan jaringan otot, daging, dan terakhir... lapisan kulit yang sehat.

​Hanya dalam waktu lima belas menit yang terasa seperti satu abad, sebuah lengan kiri yang utuh, berotot sempurna, dan tanpa bekas luka sedikit pun, kini tersambung kembali ke tubuh Paman Bai!

​Tidak berhenti sampai di situ, sisa energi dari Teratai Tulang Putih yang berusia 800 tahun itu menyapu seluruh sumbatan di dalam Dantian pria tua tersebut.

​KREK! KREK!

​Aura Paman Bai melonjak tajam. Dari Tahap Awal Kelas Bumi, menembus Tahap Menengah, dan akhirnya berhenti di... Tahap Puncak Tingkat Bumi!

​Sebuah tekanan batin yang luar biasa kuat menyapu ruangan, membuat Ah Fei dan kedelapan belas pengawal harus mengerahkan seluruh tenaga mereka agar tidak jatuh berlutut.

​Paman Bai membuka matanya. Ia perlahan mengangkat tangan kirinya yang baru, mengepalkan jari-jarinya, dan merasakan aliran darah serta Qi yang berdesir kuat di dalamnya. Ini bukan ilusi. Ia benar-benar utuh kembali!

​Air mata membasahi pipi keriput pria tangguh itu. Ia langsung bersujud menyentuh lantai di kaki Lin Chen.

​"Kebaikan Tuan Muda mengalahkan langit! Hamba, Bai Feng, bersumpah atas nama jiwaku, lengan ini, nyawa ini, hanya akan menebas musuh-musuhmu!" raung Paman Bai penuh emosi.

​Ah Fei dan seluruh Pengawal Naga Hitam serempak ikut berlutut. "Kami bersumpah setia kepada Tuan Muda!"

​Melihat pemandangan itu, Lin Chen tersenyum puas.

​"Berdirilah, Paman Bai," ucap Lin Chen. Dengan Paman Bai yang kini berada di Puncak Tingkat Bumi, ditambah delapan belas pengawal elit, fondasi Paviliun Naga di Ibukota telah cukup kuat untuk menahan serangan dari pasukan lapis kedua musuh. Lin Chen kini bisa fokus penuh pada Tetua Huang dan Lin Tian.

​Lin Chen berjalan menuju meja dan menyalakan layar televisi berukuran besar yang terhubung ke siaran berita ekonomi nasional.

​"Sekarang, mari kita lihat bagaimana Ruoxue dan Nona Shen bekerja pagi ini."

​Di saat yang sama. Markas Besar Grup Lin, Ibukota Jingcheng.

​Kekacauan yang belum pernah terjadi sebelumnya sedang melanda ruang kendali bursa saham Grup Lin. Telepon berdering tanpa henti, para pialang saham berteriak panik, dan layar-layar monitor besar menyala merah terang—warna kematian dalam dunia saham.

​Lin Tian mendobrak masuk ke ruang kendali, dasinya sudah berantakan dan matanya merah karena kurang tidur.

​"Apa yang terjadi?! Kenapa saham kita anjlok 15% hanya dalam waktu satu jam sejak bursa dibuka?!" teriak Lin Tian, mencengkeram kerah baju Manajer Keuangan.

​"T-Tuan Muda Lin!" Manajer itu gemetar ketakutan. "Ada serangan short-selling massal dari dua arah! Dana asing yang sangat besar membanjiri pasar, menjual kosong saham kita dan menyebarkan rumor tentang cacat pada proyek teknologi terbaru kita!"

​"Siapa bajingan yang berani menyerang Keluarga Lin secara terbuka?!" raung Lin Tian.

​"K-Kami baru saja melacak asal dana tersebut, Tuan Muda... A-Arahnya dari Selatan... Grup Kosmetik Su dari Kota Donghai, dan... Konsorsium Keluarga Shen dari Jinling!"

​Mendengar dua nama itu, Lin Tian terhuyung mundur, melepaskan cengkeramannya.

​Grup Su? Keluarga Shen?!

​"Itu perusahaan milik istri si cacat Lin Chen, dan keluarga yang diselamatkannya di Jinling..." gumam Lin Tian, wajahnya berubah pucat. Ia mengira Lin Chen hanyalah pemuda bodoh yang mengandalkan kekuatan fisik untuk merusak Meika Empire. Ia tidak menyangka Lin Chen mampu menggerakkan dua kekuatan ekonomi provinsi untuk mengepung Ibukota!

​Tiba-tiba, pintu ruangan didorong terbuka dengan kasar.

​Tuan Muda Xiao Teng dari Keluarga Xiao masuk dengan wajah yang sama hancurnya. Pakaian mewahnya basah dan kotor setelah semalaman menunggu di luar stasiun kereta bawah tanah seperti orang bodoh, hanya untuk menyadari bahwa targetnya telah kabur melalui pintu belakang.

​"Lin Tian! Sialan! Rencanamu hancur berantakan!" teriak Xiao Teng dengan penuh amarah. "Bukan hanya aku tidak mendapatkan Akar Teratai Tulang Putih untuk Tetua Huang, tapi bajingan bertopeng di Boks VIP 7 itu mempermainkanku! Dia membelinya seharga Sepuluh Miliar Yuan dan menghilang begitu saja!"

​"Sepuluh Miliar?!" Lin Tian terbelalak. "Siapa orang itu? Apakah itu Lin Chen?!"

​"Bagaimana aku tahu?! Dia memakai topeng! Dan Kuil Bayangan melindunginya!" Xiao Teng membanting vas bunga di dekat pintu. "Sekarang bagaimana dengan Tetua Huang? Tanpa teratai itu, fondasi Tahap Langit-nya tidak akan stabil bulan ini!"

​Sebuah suara dingin yang berat dan membuat bulu kuduk berdiri tiba-tiba menggema di seluruh ruangan.

​"Kalian berdua, berhentilah berteriak seperti wanita panik."

​Dari bayang-bayang sudut ruangan, sesosok pria tua kurus kering dengan jubah abu-abu kelabu perlahan melangkah maju. Matanya sipit dan berkilat seperti ular berbisa. Auranya begitu menyesakkan hingga udara di ruang kendali terasa ditarik habis. Para pialang saham bahkan pingsan di tempat karena tidak kuat menahan tekanan Qi tersebut.

​Dia adalah Tetua Huang, pelindung tertinggi Keluarga Lin, ahli bela diri Tahap Langit!

​"T-Tetua Huang..." Lin Tian dan Xiao Teng langsung menundukkan kepala mereka dalam-dalam.

​"Tuan Muda Xiao, kau gagal mendapatkan teratai itu. Sangat disayangkan. Tapi itu bukan akhir dari segalanya," ucap Tetua Huang pelan, namun suaranya langsung bergema di otak mereka. "Dan Tuan Muda Lin Tian, kau membiarkan seekor semut dari Donghai mengacaukan keuangan keluarga?"

​"M-Maafkan aku, Tetua Huang! Lin Chen ternyata memiliki dukungan finansial dari Keluarga Shen di Jinling!" bela Lin Tian.

​Tetua Huang mendengus meremehkan. "Keluarga Shen? Mereka hanya macan di Jinling, tapi di Ibukota, mereka bukan apa-apa. Kekuatan uang hanyalah ilusi jika nyawa pemiliknya dicabut."

​Tetua Huang menatap Lin Tian dengan kejam. "Kudengar kau menyewa Tujuh Pembunuh Bayangan semalam untuk mencegatnya. Tapi mereka semua hilang tanpa kabar. Lin Chen jelas dilindungi oleh ahli bela diri yang cukup kuat. Mungkin ahli dari Keluarga Shen."

​"L-Lalu apa yang harus kita lakukan, Tetua Huang? Dia memberiku waktu lima hari lagi sebelum dia datang ke makam ibunya..." Lin Tian menggigit jarinya dengan gugup.

​"Lima hari? Hmph. Kita tidak akan menunggunya," desis Tetua Huang, matanya memancarkan niat membunuh yang absolut. "Dia menggunakan taktik licik untuk memblokir keuangan kita. Maka kita akan memotong sayapnya satu per satu."

​Tetua Huang menoleh pada Xiao Teng. "Keluarga Xiao memiliki koneksi kuat dengan dunia bawah. Cari tahu di mana sarang persembunyian pemuda bertopeng yang membeli teratai itu semalam. Teratai itu pasti belum dikonsumsi. Aku akan membunuh orang itu dan merampas teratainya."

​Lalu Tetua Huang menatap Lin Tian. "Dan kau, kirim pasukan elit untuk menculik wanita bernama Ye Mei itu, bawa dia ke suatu tempat. Gunakan dia sebagai umpan."

​"Ye Mei?! T-Tapi dia tunanganku!" protes Lin Tian terkejut.

​Plak!

​Sebuah tamparan Qi jarak jauh mendarat keras di pipi Lin Tian, membuatnya tersungkur ke lantai dengan darah mengucur dari sudut bibirnya.

​"Bodoh! Wanita itu adalah mantan tunangan Lin Chen! Lin Chen menghancurkan perusahaannya kemarin, membuktikan bahwa dia masih menyimpan dendam padanya. Jika kau menyiksa Ye Mei secara terang-terangan dan menyebarkan lokasinya, Lin Chen pasti akan terpancing keluar dari persembunyiannya untuk menyaksikan atau menghentikan kematian wanita itu!" bentak Tetua Huang kejam. "Di dunia bela diri, tidak ada tempat untuk perasaan picik. Gunakan segala cara untuk memancing musuh keluar!"

​Lin Tian memegangi pipinya yang bengkak, matanya memancarkan ketakutan, lalu perlahan berubah menjadi kekejaman yang gila.

​"B-Baik, Tetua Huang. Aku akan mengorbankan Ye Mei malam ini juga..."

​Di penthouse rahasianya, Lin Chen sedang menatap layar televisi yang menayangkan anjloknya saham Keluarga Lin dengan senyum puas.

​Tiba-tiba, ponsel enkripsinya berbunyi. Pesan dari sistem intelijen Paviliun Naga masuk.

​[Laporan Darurat: Ye Mei baru saja ditangkap paksa oleh Pasukan Serigala Besi milik Keluarga Lin. Ia dibawa ke sebuah pabrik peleburan baja yang terbengkalai di pinggiran utara Ibukota. Lin Tian menyebarkan video penyiksaan Ye Mei di jaringan gelap bawah tanah, secara eksplisit menantang Anda untuk datang.]

​Ah Fei yang ikut membaca pesan itu mengerutkan kening. "Tuan Muda, ini jebakan yang sangat bodoh dan jelas. Lin Tian mencoba memancing Anda. Apakah kita akan mengabaikannya? Wanita pengkhianat itu pantas mati di tangan mereka sendiri."

​Lin Chen mematikan layar ponselnya. Ia berjalan ke arah jendela, menatap awan kelabu yang menggantung di atas Ibukota.

​"Sebuah jebakan memang hanya berfungsi jika mangsanya bodoh," ucap Lin Chen pelan, "atau jika sang mangsa adalah naga yang cukup kuat untuk menghancurkan gigi perangkap itu menjadi debu."

​Lin Chen menoleh menatap Paman Bai dan Ah Fei. "Lin Tian sangat menginginkan kehadiranku. Sayang sekali jika aku mengecewakannya. Selain itu, Keluarga Xiao sedang mencari 'pria bertopeng' yang membeli teratai semalam, bukan?"

​Lin Chen mengeluarkan topeng peraknya dari dalam mantel, lalu tersenyum iblis.

​"Mari kita gabungkan dua pertunjukan ini menjadi satu panggung berdarah malam ini. Siapkan mobilnya. Kita akan menghadiri eksekusi Ye Mei."

1
Arinto Ario Triharyanto
muantaffff 😎
Arinto Ario Triharyanto
mantap ini 😎 ☕☕☕
Arinto Ario Triharyanto
yoiii lanjutken..😎
Arinto Ario Triharyanto
yoiii😎
Arinto Ario Triharyanto
yoi😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!