Aku istrinya, tapi aku disembunyikan layaknya simpanan. Dinikahi secara siri, kemudian suamiku menikah lagi. Aku pikir itu adalah puncak neraka duniaku, aku salah. Berpisah dengan putriku yang baru lahir ke dunia, itu lebih sakit dari pada luka hatiku.
Akulah Padma, wanita yang kalian hina hanya karena starta sosial yang berbeda. Ini aku, ini kisahku, tentang istri siri yang bangkit dari lubang hina yang kalian gali untukku. Satu persatu, akan kubalas kalian! Ini janjiku, dari jiwa yang kalian benci selama ini.
Follow IG author Sept : Sept_September2020
Selamat datang di karyaku ke 22. Selamat membaca, semoga terhibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menantang
Istri Rasa Simpanan Bab 8
Oleh Sept
"Guntur!" Suara nyonya Gumilang menggelegar, membuat semua orang menatap padanya. Ada kemarahan yang tergambar jelas di raut wajah wanita yang kaya raya tersebut.
Tidak ada angin tidak ada hujan, nyonya Gumilang tiba-tiba ada di rumah Padma. Entah dari mana dia tahu, kalau Guntur membawa cucunya ke rumah Padma. Entah dari CCTV, atau dari para penjaga. Yang jelas, kehadiran nyonya Gumilang waktu itu, cukup membuat semua orang terkejut.
"Ma!" ucap Guntur kaget. Ia heran mamanya menyusul ke rumah Padma. Guntur kemudian menatap istri lalu mamanya, dia tahu pasti sang mama sangat marah karena ia datang ke tempat Padma sekarang. Apalagi membawa Keny.
Tap tap tap
Dengan langkah cepat, nyonya Gumilang menghampiri Guntur. Ekspresi wajahnya sangat murka, mungkin kecewa dengan sikap putranya sendiri.
"Kamu keterlaluan Guntur!" sentak nyonya Gumilang kemudian mendekati Padma dan merebut paksa cucunya. Dia tidak sudi Keny digendong menantu yang tidak ia akui tersebut.
"Ma ... jangan, Ma!" Padma memeluk buah hati yang ia rindukan. Dia mendekap erat Keny, buah hatinya bersama Guntur. Rasanya Padma tidak mau dipisahkan lagi dengan Keny, sudah cukup mereka dipisah sejak Keny bayi dulu.
"Satrio!" teriak nyonya Gumilang memanggil kepala anak buahnya. Setelah pria bernama Satrio dengan badan besar, kekar, tinggi besar itu turun dari mobil, Guntur mulai mendesis kesal. Ia mengepalkan tangan. Apalagi saat Satrio memegangi Padma dan nyonya Gumilang merebut paksa Keny dari gendongan Padma.
"Jangan sentuh istriku!" sentak Guntur marah karena Satrio menyentuh kedua lengan Padma. Mencengkram Padma sampai wanita itu kesakitan.
"Maafkan Padma, Nyonya ... maafkan anak saya," ibunya Padma memelas belas kasih dari mantan majikannya. Berharap nyonya berbesar hati, membiarkan Padma hidup bersama Keny.
"Diam kamu, Bik! Jangan harap dan jangan mimpi kalian bisa masuk dalam keluarga Gumilang. Kalian tidak sadar, kalian hanya pembantu!" ujar nyonya Gumilang dengan rasa sombong dan mendewakan
kastanya.
Suasana keributan yang tidak terkendali, membuat balita itu menangis histeris, Keny menjerit takut karena tubuhnya dibuat rebutan. Guntur yang selama ini kurang tegas, melihat dua orang yang ia cintai menderita seperti sekaran, langsung mendorong keras tubuh Satrio.
"Guntur!" sentak nyonya Gumilang marah. Apalagi saat guntur sang putra, mengambil alih Keny.
"Keny anak saya! Siapa yang berani mengusik anak saya! Hadapi saya dulu!" Guntur menatap tajam pada para anak buah nyonya Gumilang yang mendekat.
"Jangan gila kamu, Guntur! Apa kamu sudah siap Mama coret dari keluarga?" tantang nyonya Gumilang yang paham betul, Guntur tidak bisa hidup miskin. Dilahirkan dengan sedok emas, Guntur besar dengan kemewahan. Nyonya Gumilang yakin, putranya tidak bisa hidup dengan Padma dan menjalani kehidupan yang sederhana.
"Terserah. Terserah Mama!"
DUERRR
Mata nyonya Gumilang melotot tajam pada pria yang kini mendekap Keny, balita berusia satu tahun tersebut. Ada kemarahan yang terlihat sangat jelas.
"Apa kamu bilang?" ulang nyonya Gumilang yang tidak yakin dengan apa yang dia dengar.
"Ya, terserah Mama." Guntur kemudian mendekati Padma, ia memberikan anaknya pada istrinya itu. Sepertinya ia sudah mengambil keputusan.
"Cih ... tunggu saja! Kamu bakal menggemis pada Mama! Camkan itu!" ujar nyonya Gumilang dengan emosi yang berapi-api. Ia tidak yakin dengan pilihan sang putra.
Kecewa Guntur memutuskan bersama Padam, nyonya Gumilang kemudian pergi. Ia menuju mobil dan diikuti oleh para anak buahnya. Tunggu saja beberapa hari kedepannya. Ketika semua akses kekayaan Guntur dibekukan, apa anaknya itu masih bisa melawan?
***
WUSHHH
Mobil mahal itu melaju meninggalkan halaman rumah Padma yang terbilang sangat sederhana, Padma masih menangis sambil memeluk Keny. Ini seperti mimpi, akhirnya ia bisa memeluk buah hatinya.
Keny sendiri masih menangis, mungkin takut karena keributan yang terjadi malam ini. Anak yang tidak berdosa itu harus menyaksikan keributan yang seharusnya tidak ia lihat.
"Lia, untuk sementara kamu ikut tinggal di sini bersama Padma!" kata Guntur.
"Mas mau ke mana?" tanya Padma yang melihat Guntur akan pergi.
"Aku akan kembali nanti, kamu tetap di sini," ucap pria tersebut.
"Mas," panggil Padma dengan raut wajah khawatir.
"Kunci pintunya, kalian masuk saja. Ada yang harus aku urus," kata Guntur lagi.
Guntur mengusap kepala Keny dengan lembut, kemudian mengusap pipi Padma.
"Jaga dia baik-baik," ucap Guntur.
Kata-kata Guntur membuat Padma tidak tenang, apalagi suaminya itu sedang ribut dengan sang mertua. Dan Padma tahu betul, karakter nyonya Gumilang. Wanita penguasa itu, tidak akan pernah menerima kekalahan sama sekali, tidak akan!
BERSAMBUNG
Fb Sept September
IG Sept_September2020
maaf ya,klo slh..jngn di bully/Pray/