Adzkiya Zanna Myesha, putri dari Rasya Bramantio dan Tazkia Shafia. Adzkiya memiliki satu orang adik perempuan Zakia Afza Almahrya, jarak umur antara adik kakak ini hanya 2 tahun.
Adzkiya tumbuh dengan kasih sayang Nenek dan kedua orang tuanya, tetapi kasih sayang orang tuanya perlahan mulai memudar sejak suatu insiden yang menimpa keluarganya. Adzkiya harus menelan pahit pahit apa yang sudah menjadi takdirnya, ia dijauhi sang Bunda tercintanya.
Tetapi inilah Adzkiya yang selalu berusaha membahagiakan Ayah dan Bundanya,mengorbankan semua waktunya dimana saat semua anak seumurannya sibuk dengan dunianya tetapi tidak dengan Adzkiya, ia menjadi remaja yang pintar, cerdas, kuat, tangguh, cantik dan penuh prestasi.
Inilah kisah Adziya dari mula semua yang ada perlahan memudar dan ia harus bangkit menjadi dirinya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arti_pen00, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
08
...Selamat Membaca...
...****************...
"Ehem."
Mendengar ada orang Adzkia dan Bilqish menengok ke arah bawah.
"Huwaa ... ada cowo." teriak Adzkiya.
"Ayo cepat kita turun." Adzkiya dan Bilqish pun melompat turun dari pohon kelengkeng yang tingginya kurang lebih 2,5m.
"Aah Aksa ternyata kamu!. Kami kira siapa."
"Ya ampun Capung ganteng, aku udah panik kamu nih memang nyebelin."
Adzkiya mendelik saat Bilqish menyebut Aksa sebagai Capung ganteng, ia tidak bisa dekat dengan orang bucin, karena ia mudah geli.
"Lagi pula kalain ngapain disini? acaranya udah mau mulai. Sedangkan kalian berdua masih disini belum ganti baju."
Aksa menggeleng gelengkan kepalanya, ia sangat heran dengan kedua gadis ini memakai rok pendek tetapi memanjat pohon dan terlebih lagi pada Adzkiya, sudah tau ia salah satu bintang utama di acara ini tapi lihat ia, malah asik memanjat pohon bersama Bilqish.
"Sudah sana ke ruang ganti." Adzkiya dan Bilqish pun melangkah pergi dengan kedua tangan penuh dengan buah kelengkeng.
...****************...
"Acaranya 5 menit lagi dimulai, setelah ini kita resmi lulus. Akan kah kita akan tetap bersahabat Adzkiya?." tanya Bilqish.
Ada rasa senang di hati kedua gadis ini karena hari ini mereka akan dinyatakan lulus dari seragam biru- putih dan akan berganti dengan serangan abu-butih. tetapi mereka sedih karena mereka akan berpisah.
"Tentu saja Bilqish, kamu sahabat aku selama lamanya." terdengar suara Adzkiya yang hampir menangis.
"Hei Adzkiya kamu menangis? sejak kapan Adzkiya yang kuat ini menangis?." goda Bilqish sembari mengusap buliran air mata yang jatuh dipipi Adzkiya.
"Enak sekali ya kamu bilang jangan menangis. Iya kamu enak ninggalin aku, lah aku kan disini korban." jawab Adzkiya yang menangis campur tawa.
"Sudah lah Adzkiya. Lagi pula kita masih tetap satu pulau, hanya berbeda provinsi."
"Kamu tau Bilqish Jakarta - jogja itu jauh."
"Iya aku tau, cuman mau diapain lagi."
Rencananya Bilqish akan melanjutkan sekolah nya di Jogja. Sedangkan Adzkiya akan tetap di Jakarta.
...****************...
Acara sudah dimulai bahkan pengumuman siswa terbaik akan segera diumumkan, tetapi Adzkiya tidak melihat adanya kehadiran Ayahnya.
"Dimana Ayah."gumam Adzkiya.
"Siswa top pertama SMP 1 Gautama tahun Angkatan ke-25 adalah...."
Jreng ... jreng ... jreng....
"Adzkiya Zanna myesha siswi 9A! beri tepuk tangan yang meriah untuk Adzkiya."
Prok ... prok ... prok ....
Ruang aula penuh dengan tepuk tangan untuk Adzkiya.
"Adzkiya selamat ya." pekik Bilqish sembari memeluk Adzkiya.
"Untuk Adzkiya dan walinya bisa naik ke atas panggung untuk penyerahan penghargaan."
"Adzkiya, dimana orang tuamu?." tanya pak Hadi
"Sepertinya tidak bisa hadir pak."
"Hmm ... yasudah tidak apa apa."
"Selamat ya Adzkiya tingkatkan lagi prestasi mu. tetap merendah jangan pernah sombong dengan apa yang sudah kamu capai." ucap Kepala Sekolah sembari memberikan medali dan piagam.
Setelah selesai berfoto dipanggung, ia langsung pergi. Bilqish yang melihat Adzkiya pergi pun mengekorinya dari belakang.
"Adzkiya, kamu ngapain disini?." tanya Bilqish yang melihat Adzkiya sedang duduk dibangku taman.
"Engga ngapa ngapain diruangan sumuk, aku butuh udara segar."
"Hmm ... iya aku tau itu."
"Bilqish." panggil Adzkiya dengan nada lirih.
"Kenapa kiy?."
"Kamu masih mau kan mengakui aku sebagai sahabatmu? walaupun nanti mungkin kamu punya sahabat baru?."
"Pertanyaan apaan ini? ya pasti kita akan selalu tetap bersahabat!." Bilqish memeluk Adzkiya.
"Persahabatan kita takan putus, yang akan putus itu hubungan Aku dan Aksa."
"Hah?." Adzkiya menampakkan sekali wajah terkejutnya yang sangat manis.
"Iya adzkiya." gemas nya Bilqish melihat pipi sahabatnya ini. Ia dari kecil sampai besar seperti ini tidak pernah merasakan pipi chubby, pipinya tirus sejak dini.
...****************...
Saat berjalan di Koridor sekolah Adzkiya disambut dengan ucapan selamat, buket bunga bahkan coklat.
"Terimakasih repot - repot kalian memberikan aku Coklat." ucap Adzkiya kepada adik kelasnya.
"Tidak sama sekali merepotkan kak!, kakak itu seorang motivator bagi kami dan sekarang akan lulus melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi." ucap Nana siswi kelas 8.
"Ya ampun makasih banget loh untuk kalian semua kakak izin ke kelas ya."
Inilah yang disukai orang orang dari Adzkiya. Ia selalu ramah ada siapapun mau tua muda atau sebaya.
...****************...
Adzkia dan Bilqish sengaja berkeliling sekolah, karena hari ini adalah hari terakhir mereka menginjakkan kakinya di sekolah ini.
"Kiy, ayo kita kekantin sekalian pamit sama Bu Lela."
"Ayok Bilqish aku mau makan pecal, ketoprak, nasi kuning, soto.Aaah ... semuanya."
"Busett! kamu yakin bakal makan itu semua kiy?."
"Engga kayaknya, kapasitas perut ku kan kecil, haha."
Bilqish senang bisa melihat Adzkiya tertawa, ia berharap disekolah baru Adzkiya bisa memiliki sahabat yang menyayanginya, seperti ia menyayangi Adzkiya.
"Yang kapasitas muat lima kilo itu aku."ucap Bilqish dengan bangga.
"Iya deh iya, tapi herannya badan kamu tetep gitu gitu aja, ga gemuk!."
"Aah sudahlah Adzkiya, kamu tau kan aku paling kesal jika di bilang kurus."
"Maaf, aku ga bermaksud." ucap Adzkiya dengan penuh rasa bersalah.
"Sudahlah ayo kekantin." Bilqish menarik tangan Adzkia dengan sedikit berlari membuat Adzkia ikut berlari.
...****************...
"Ga kerasa kalian berdua sudah lulus nak."
"Iiya Bu kami pun tidak menyangka jika akan secepat ini, perasaan baru setahun yang lalu sekolah disini."
"Setelah ini tidak ada lagi yang memesan makanan 3 mangkok sekaligus." ledek Bu Lela
"Eehh Ibu." jawab Bilqish.
"Bu, Bu Lela ga buka gofood gitu?." tanya Adzkiya.
"Tidak Nak, menurut ibu kalau jualan lewat online itu ribet."
"Yahhh."
"Memang kenapa nak Adzkiya?."
"Gini bu, kalau ibu buka gofood kan Adzkiya bisa pesan pecal buatan Bu Lela tanpa harus kesekolah ini."
"Oalah tapi Bu Lela tidak berminat."ucap bu Lela.
"Adzkiya orang tua mu mana, bu Lela ingin mengobrol." tanya bu Lela.
"Ayah Bunda ga hadir bu."
Mendengar itu bu Lela menyesal telah bertanya.
"Hmm yasudah besok bu Lela kerumah Adzkiya aja."
"Memang bu Lela mau mengobrol apa sama Ayah Bunda?." tanya Adzkiya.
"Oo itu ... beberapa hari yang lalu ayahmu menawarkan Bu Lela menjadi koki dirumah Adzkiya."
"Hah yang bener Bu?."
"Iya bener, jadi Adzkiya bisa makan pecal setiap hari."
"Kalau gitu Bilqish juga mau bilang ke Papa sama Bunda lah biar Bu Lela aja yang jadi koki dirumah Bilqish."
"Iih engga lah engga bisa, kan aku udah duluan wleee."
Bilqish tertawa Adzkiya kalau sedang mempertahankan seuatu pasti selalu menjulurkan lidahnya seperti anak kecil.
...****************...
Adzkiya tersenyum saat melihat Zakia melambaikan tanggannya di jendela.
"Kiy setelah kamu lulus siapa yang akan menjaga Zakia?, aku punya saran sebaiknya kamu menitipkan Zakia dengan salah satu murid yang masih sekolah disini."
"Iya aku akan menitipkan Zakia pada Putri."
Bilqish mengangguk.
Memang Zakia harus diawasi selalu, selama Adzkiya satu sekolah, Zakia dapat berkembang dan meninggalkan semua trauma yang pernah ia rasakan. Tetapi setelah Adzkiya lulus Zakia harus tetap diawasi.
"Aku tidak akan membiarkan Mental Zakia jatuh lagi."
"Kau adalah kakak yang terbaik Kiy. Kakak bagi Adikmu dan Kakak bagi Aku. Kamu itu panutan ku Kiy." ucap Bilqish yang menggenggam tangan Adzkiya.
"Besok aku akan pindah ke Jogja jadi kamu harus jaga diri ya. Carilah teman yang bisa kamu jadikan sahabat."
"Secepat itu kau akan pindah?." tanya Adzkiya yang menatap mata Bilqish.
"Iya seperti yang aku katakan minggu ini aku akan pindah, yah karena Papa ku ada urusan mendadak mau tidak mau harus dimajukan."
"Huh ... sudah lah, hati-hati saat dijalan nanti, aku do'akan agar kamu betah disana Bilqish."
"Iya terimakasih Adzkiya."
"Kiy, kamu sudah tau belum kalau Aku dan Aksa putus?."
"Hah? kapan kok aku ga tau."
"Hmm udah 3 hari si."
"Lah kukira tadi kamu." Adzkiya menghentikan ucapannya karena ia sadar itu bisa menyakiti Bilqish.
"Pasti kamu ngira kami baik baik aja. soalnya tadi juga aku manggil dia capung ganteng kan?."
"Hmm iya aku mengiranya begitu."
"Ya aku yang mutusin, aku tau dia engga beneran suka sama aku. Lagi pula pacaran itu dosa zina dan ya aku harus memperbaiki diri untuk masa depan aku Kiy. Apalagi aku akan melanjutkan sekolah di pesantren."
"Hmmm iya kamu benar."
Adzkiya mengangguk iya tau, memang harus memperbaiki diri apalagi pacaran itu dilarang keras oleh pesantren.
...****************...
...Jangan lupa berikan apresiasi kalian kepada cerita Adzkia...
...****************...
^^^September 2022^^^
^^^Gaga^^^
Semangat kak🥳
jangan ke lupa mampir juga🙈