Cinta tidak harus memiliki, itu yang Dokter Alan tanamkan di hati, agar tidak merusak persahabatan antara dirinya dengan Radit.
Alan dan Radit, mempunyai kegemaran dan cita-cita yang sama, bahkan dalam hal memilih wanita.
Namun, Alan lebih memilih mengubur cintanya, saat tahu Radit juga mencintai Keysha. Padahal, yang Keysha cintai sebenarnya adalah Alan.
Radit berhasil menikahi Keysha, tapi sayang konflik rumah tangga membuat Radit menjatuhkan talak, hingga jatuh talak 3.
Cinta dan kesungguhan Radit berhasil membuat hati Keysha luluh hingga bersedia kembali menikah. Tapi, tentunya harus lebih dulu mengikuti syariat tentang pernikahan setelah talak 3.
Radit meminta tolong kepada Alan yang sudah beristri tapi rumah tangganya juga tidak bahagia, agar mau menikahi Keysha sebagai istri siri. Dengan harapan, Alan nantinya mau menceraikan Keysha. Dan Keysha bisa kembali menikah dengannya.
Apakah akhirnya Keysha akan kembali menikah dengan Radit? Ikuti terus yuk kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia Fajar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8. RENCANA PERJODOHAN
Di negara Jiran, Alan yang sudah menyandang gelar dokter sedang merayakan kelulusanya dengan keluarga, teman-teman serta rekan-rekan Ayahnya.
Mereka mengadakan acara disebuah restoran mewah yang sengaja Ayah Alan booking jauh-jauh hari saat Alan memberitahu tentang jadwal wisudanya.
Tamu yang hadir banyak dari para pejabat negara, hingga suasana syukuran tersebut terlihat seperti pesta.
Para tamu mengucapkan selamat kepada Alan dan memberikan berbagai macam hadiah. Bahkan ada beberapa tamu penting yang meminta Alan secara langsung kepada sang Ayah untuk menjadikan Alan sebagai menantu mereka.
Para gadis yang datang di acara tersebut juga terpesona akan penampilan Alan yang menurut mereka semakin tampan, saat dia mengenakan toga.
Saat Alan sedang menikmati jus kesukaannya, tiba-tiba datang salah seorang tamu menghampirinya, "Hallo Dokter tampan, selamat ya! Apa rencana kamu kedepan?" tanya Datuk Bachtiar, salah seorang rekan kerja ayah Alan, sembari mengulurkan tangan memberi ucapan selamat.
Datuk Bachtiar adalah warga negara Malaysia asli. Beliau mendapatkan gelar datuk atau gelar kehormatan yang dianugerahkan oleh Sultan/ Raja atau Yang di-Pertuan Besar. Gelar ini setaraf dengan gelaran "Sir" di Britania Raya.
Alan pun menyambut uluran tangan Datuk Bachtiar, sambil tersenyum ramah dia berkata, "Terimakasih Datuk, rencananya mau ambil gelar spesialis kandungan sembari bekerja," jawab Alan.
"Wah hebat kamu, kenapa kamu tertarik dengan spesialis kandungan? bukankah masih banyak spesialis lain, misal spesialis penyakit dalam atau spesialis anak?" tanya Datuk Bachtiar yang penasaran.
"Saya tertarik dengan pembentukan janin dari hanya berupa cairan, embrio, segumpal darah dan terbentuk sempurna menjadi seorang anak manusia. Sungguh kuasa Tuhan sangat luar biasa, hingga Saya ingin mensyukuri dengan menangani langsung kelahiran mereka."
"Hebat! hebat kamu Dr. Alan, sungguh beruntung wanita yang nantinya menjadi istrimu. Kamu pasti akan lebih menyayanginya kelak, jika setiap hari yang kamu lihat dan hadapi adalah sulitnya seorang wanita saat mengandung dan menjalani proses melahirkan."
Alan hanya tersenyum mendengar ucapan Datuk Bachtiar, dia sendiri tidak tahu kapan menikah dan dengan siapa, karena sampai saat ini belum ada satu wanita pun yang bisa menggantikan posisi Keysha di hatinya.
Meskipun banyak teman wanita di kampus yang berusaha mendekat dan para rekan kerja sang ayah yang seringkali mengundang dirinya untuk datang, berkenalan dengan putri mereka, tapi hati Alan tidak tergerak sedikitpun. Cintanya tetap untuk Keysha, meski dia tidak yakin apakah memiliki harapan untuk berjodoh dengan gadis idamannya itu.
"Hei, kenapa Anda melamun Dok? Mana calon pendamping Dokter Alan? Sejak tadi Saya perhatikan tidak ada seorang gadis spesial yang mendampingi Anda disini? Atau memang pacar Anda tidak bisa datang dan bukan warga negara sini?" tanya Datuk Bachtiar lagi.
"Iya benar ya Datuk, mama juga sejak tadi tidak melihat pendamping Dr. Alan, jika memang belum ada, mainlah Dok, ke rumah kami. Kebetulan anak gadis kami sedang libur syuting dan baru kembali dari Australia.
"Benar Ma, jika Dokter Alan bersedia menjadi menantu kita, pengelolaan rumah sakit tidak perlu Saya berikan ke orang lain lagi. Dan kerjasama dengan rumah sakit yang ada di Indonesia mungkin bisa lebih mudah terjalin karena Dokter Alan bisa menjadi perantara antar negara kita."
"Datuk bisa saja, mana mungkin Saya pantas untuk mengemban amanah sebesar itu. Apakah Datuk tidak memiliki penerus, seorang putra?" tanya Alan.
Datuk Bachtiar menggeleng, wajahnya tiba-tiba berubah murung, lalu beliau pun menjawab, "Dulu ada, tapi putra dan putri kami meninggal dalam kecelakaan mobil, saat perjalanan pulang liburan," ucap Datuk sedih.
"Maaf Saya Datuk, pertanyaan Saya jadi membuat kalian bersedih," ucap Alan ikut prihatin.
"Sekarang kami hanya memiliki seorang putri angkat yang tidak bersedia mengelola rumah sakit. Dia lebih tertarik menggeluti dunia model. Devia Anggie sekarang seorang artis terkenal, dia terikat kontrak jangka panjang sebagai brand ambasador produk kecantikan, hingga jarang di rumah," ucap istri Datuk sembari mendesah, sedih.
"Iya Dok, barangkali setelah menikah, dia mau mendengarkan omongan Anda sebagai suami dan berhenti dari pekerjaannya," ucap Datuk.
"Omongan kami tidak pernah digubrisnya Dok, dia selalu mengelak jika kami menyinggung masalah pernikahan," timpal istri Datuk.
"Saya hanya ingin dia fokus mengurus rumah tangga hingga bisa mewujudkan impian kami untuk memiliki cucu. Apa gunanya harta berlimpah, tapi hari tua kita kesepian," ucap Datuk lagi.
Alan iba mendengar curhatan pasangan suami istri dihadapannya ini, tapi dia tidak berani berjanji karena butuh waktu untuk menata hatinya agar bisa menerima wanita selain Keysha.
"Bagaimana Dok, apakah Anda bersedia menolong kami? Kenalan dulu saat ini, mudah-mudahan cocok dan bisa lanjut ke jenjang pernikahan," pinta Datuk Bachtiar.
"Lagipula, usia Devia sudah pantas untuk menikah Dok, kami jadi takut jika dia keasyikan berkarir dan lupa dengan kodratnya hingga menjadi perawan tua," timpal istri Datuk.
"Maaf Datuk, Saya tidak berani berjanji, tapi saya akan coba mengenal putri kalian dulu," jawab Alan.
"Alhamdulillah, terimakasih Dok. Kami sangat senang, Anda bersedia untuk berkenalan dengan putri kami. Masalah berjodoh atau tidaknya, kita serahkan dan pasrahkan saja kepada yang di atas," ucap Datuk.
"Nanti kami bicarakan dulu Dok dengan Devia, besok Saya kabari Dokter. Mudah-mudahan Dokter bisa sesegera mungkin berkunjung ke rumah kami untuk berkenalan dengan Devia," ucap Datuk lagi.
"Baiklah Datuk, ayo silahkan dinikmati hidangannya, dari tadi kita ngobrol terus, Saya jadi lupa mempersilakan kalian untuk makan," ucap Alan.
"Oh ya Dok, sebelum makan, boleh Saya minta nomor ponsel Anda?" pinta Datuk.
"Boleh Datuk," jawab Alan.
"Ini Dok! Tolong masukkan nomor Dokter ke ponsel Saya," pinta Datuk sembari mengulurkan ponselnya kepada Alan.
Alan mengetikkan nomor kontak pribadinya ke ponsel Datuk, lalu Alan melakukan panggilan ke nomor kontaknya sendiri. Setelah selesai menyimpan, Alan pun mengembalikan ponsel Datuk.
"Itu Datuk nomor kontak Saya," ucap Alan sembari mengembalikan ponsel Datuk.
"Sekali lagi, terimakasih Dok," ucap Datuk dan istrinya hampir bersamaan.
Saat ini pasangan tua itu merasa sangat bahagia, walaupun harapan mereka belum tentu terkabul, setidaknya kesediaan Dokter Alan untuk datang, merupakan angin segar untuk mewujudkan harapan mereka.
Alan pun pamit meninggalkan Datuk untuk menemui sahabat-sahabat dari kampusnya, yang baru saja tiba.
Ayah dan ibu Alan yang sekilas mendengar pembicaraan Datuk dengan putranya merasa senang, mereka juga menginginkan Alan agar segera menikah.
Namun semua keputusan tetap mereka serahkan kepada Alan, karena mereka tidak mau Alan merasa dipaksa dalam menjalani rumah tangganya kelak.
Ayah dan ibu Alan pun mendekati Datuk dan istrinya yang sedang mengambil makanan.
Kemudian Ayah mempersilakan sahabatnya itu untuk menikmati hidangan di tempat khusus yang telah beliau sediakan agar mereka bisa sambil ngobrol dengan tenang.
Datuk pun bersyukur, ternyata niatnya untuk memperkenalkan Alan dan putrinya, mendapatkan dukungan dari sahabatnya itu.
beres...deh...tidak akan buang-buang benih kamu🤣
*semua karakter di novel ini punya salah masing2 dan tidak saling menyalahkan
*keysa menikah dengan suami orang
*alan selingkuh
*radit selingkuh
*devia selingkuh
*salut untuk author yang adil semua punya kesalahan masing2 dan akhirnya mereka bahagia dengan cara mereka masing