NovelToon NovelToon
THUNDEROUS

THUNDEROUS

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Horor / Supernatural / Vampir / Manusia Serigala / Epik Petualangan / Persahabatan / Penyeberangan Dunia Lain / Roh Supernatural / Barat
Popularitas:158.3k
Nilai: 5
Nama Author: ittiiiy

Lanjutan Kisah dari Caelvita-119 yang sudah resmi menjabat yakni tokoh utama andalan Felix bersama dengan Pemimpin Alvauden Cain dan juga Tan, Teo dan Tom yang masih belum diketahui bagaimana kabarnya. Di season kedua ini, kita akan bisa melihat bagaimana perubahan Tiga Kembar.

Setelah Perang Besar Pertama Caelvita-119, Viviandem sudah dibangkitkan dan semua aktivitas di Mundebris kembali berjalan normal. Hingga terdapat masalah pertama yang muncul di Penjara Aluias. Disinilah awal mula konflik di season kedua ini dimulai.

Di season dua ini juga akan lebih menunjukkan bagaiamana permusuhan antara Aluias dan Sanguiber. Bagaimana kedua Viviandem dari Kerajaan yang berbeda ini selalu saja tidak pernah sependapat. Tapi Felix sendiri lahir dari Ayah yang seorang Raja Aluias dan Ibu yang seorang Ratu Sanguiber.

Apakah dengan itu, Aluias dan Sanguiber bisa berdamai? atau tetap saja tidak memberi perbedaan besar?!
Silahkan simak kisahnya, selamat membaca!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ittiiiy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 7 : Semuanya Berharga

Pengepungan luar biasa oleh prajurit yang ada di istana membuat nyali Cairo turun drastis. Padahal baru saja semangatnya naik saat Camden menghancurkan penjara.

"Sekarang apa?!" tanya Cairo.

"Kau benar-benar sangat pemula menjadi tahanan ya?! Perhatikan baik-baik seniormu ini! Bagaimana menghadapi hal seperti ini butuh pengalaman dari ahlinya." jawab Camden mengedipkan mata dan langsung menyerang prajurit yang mengepung dalam sekejap.

Rupanya obrolan bersama Cairo adalah pengalih perhatian untuk mengecoh prajurit dan untuk melakukan serangan harus dengan cepat dan kuat sehingga semuanya bisa dikalahkan tanpa mereka memiliki cara untuk melawan balik lagi. Cairo sepertinya benar-benar belajar dari ahlinya untuk kabur dari penjara.

Cairo yang merasa diatas awan karena harapan sangat tinggi pada Camden yang pasti berhasil membawanya keluar dari istana. Tapi setelah melihat gerbang dari kejauhan, harapannya itu seketika turun hampir menyentuh tanah.

"Aku terlalu terbawa suasana, sampai lupa kalau mustahil untuk melewati gerbang istana." kata Cairo dalam hati sambil menghela napas.

"Hey, pemula!" Camden menyadarkan Cairo yang seperti tenggelam dalam lamunan, "Lewat sini!"

"Disini?!" Cairo heran karena tidak melihat apa-apa yang bisa membantu.

Camden mengetuk batu yang tergeletak bersama dengan banyak batu lainnya disekitar sana yang membentuk jalan setapak.

"Apa yang kau lakukan?!" Cairo benar-benar butuh penjelasan disaat sedang dalam keadaan gugup menunggu, pasti dalam beberapa saat prajurit istana akan kembali mengepung dan kali ini pasti akan lebih banyak dari yang tadi. Mustahil untuk bisa berdiri tegap melawan semuanya. Apalagi berada di lingkungan istana yang sangat dikenal oleh prajurit istana dengan baik. Seperti mencoba lari dari kandang harimau yang terkunci dengan baik atau lebih tepatnya serigala dalam hal ini.

Tapi berbicara soal mengenal istana dengan baik, Camden sepertinya berada dilevel yang berbeda. Batu yang tadi diketuknya itu melompat dan membangunkan batu lainnya yang ada disekitar.

"Kau mau kabur lagi?!"

"Perjalanan lainnya lagi?!"

Jelas kalau batu disana sudah kenal baik dengan Camden dan sepertinya sudah sering digunakan sebagai metode pelarian.

"Tidak ada waktu, ayu cepat!" kata Camden sambil berbisik tapi dengan nada tinggi karena kesal.

Batu yang disana langsung melompat keluar dengan membentuk sebuah lingkaran yang batunya terus berkurang dan permukaan disana semakin kebawah dengan batu yang terus melompat keluar untuk membuka jalan layaknya sedang membuat sumur.

"Hal lainnya yang perlu kau ketahui adalah jangan menggunakan cara yang biasa saja dan gunakan semua hal yang ada disekitar sebagai bala bantuan. Kau bukan di dunia manusia, harus selalu kau ingat hal penting itu. Semua hal bisa menjadi musuhmu atau bisa menjadi kawanmu." Camden kembali menggurui dan menarik Cairo turun dibawah lubang yang masih terus keluar batu dari sana untuk membukakan jalan untuk mereka bisa kabur.

"Apa tidak ada yang tahu soal ini selain dirimu di istana?!" tanya Cairo.

"Kau pikir aku akan bisa kabur kalau ada yang tahu soal ini dan kau pikir aku akan menggunakan ini kalau tahu ada seseorang yang mengetahui jalan rahasia ini?!" kata Camden kini berbalik membuat Cairo kagum.

"Apa-apaan Viviandem ini, berubah setiap detiknya." kata Cairo dalam hati sambil tersenyum, "Bagaimana kau bisa tahu soal ini?! Sedangkan yang ada di istana tidak tahu. Apa kau sebegitu kenalnya dengan seluruh istana lebih dari siapapun?! Bahkan dari raja sekalipun?! Bagaimana juga batu-batu ini begitu menurut dan suka rela membantu begitu saja. Padahal dari yang kudengar batu sangat malas untuk melakukan sesuatu tapi kau membuatnya bergerak dan mereka benar-benar sangat membantu dengan ... totalitas begini ...."

Batu-batu yang berada di kaki Cairo dan Camden terus berkurang dan terus melompat naik keatas. Sementara mereka berdua terus turun kebawah.

"Aku lahir dan besar disini tentu saja aku tahu semua yang ada di istana ini." kata Camden.

"Tapi sepertinya dari semua yang sama-sama tumbuh besar disini bersamamu, kenapa hanya kau yang tahu soal ini?!" tanya Cairo.

"Kau tahu?! Kau terlalu banyak bertanya ... santai sedikit, tidak heran kemanapun kau pergi akan selalu jelas dikenali kalau seorang Aluias. Rasa penasaranmu itu astaga ...." Camden dengan ekspresi dan gerak tubuh yang kembali membuat Cairo muak. Tapi bukan lagi dengan penilaian yang sama dengan tadi. Cairo hanya mulai maklum saja, terkadang memang yang spesial itu agak aneh dan saat ini Cairo sedang bertemu dengan yang terburuk, itu saja. Begitulah menurut Cairo memaklumi.

"Okey, pertanyaan terakhir ... sudah berapa kali kau kabur dari penjara?!" tanya Cairo.

"Sudah ...1745 kali!" jawab Camden dengan melipat jari tangannya kemudian membuka sepatunya untuk menggunakan jari kakinya lagi. Entah kenapa Camden harus melakukan itu tapi Cairo berusaha maklum saja dengan tingkah aneh itu.

"Nikmati perjalananmu ... jangan tertangkap begitu cepat kali ini!" kata Batu yang singgah sebentar di bahu Camden kemudian kembali lagi melompat naik keatas.

Cairo dan Camden seperti sedang berada di lift tapi dengan menggunakan batu tentunya. Batu yang dipijakinya itu terus membuat mereka turun kebawah.

"Pasti Quiris lainnya tidak akan percaya dengan ini, batu yang begitu senang mengobrol dan pertama kali yang mengajak bicara duluan. Kudengar saat berjalan-jalan di luar istana tentang keluhan mereka dengan batu. Tapi mereka maklum saja dan tidak mempermasalahkannya karena mereka adalah batu. Sudah jelas kalau sikap mereka memang selalu begitu katanya." kata Cairo.

"Apa kau mengenal semua manusia yang ada di Mundclariss?!" Camden balik bertanya.

"Bagaimana bisa?!" Cairo dengan respon yang heboh.

"Apa kau tahu semua soal kepribadian mereka?!" kembali Camden dengan pertanyaan acak membuat Cairo menahan diri untuk tidak meledak di dalam lift batu itu.

"Sama seperti manusia, batu pun juga makhluk hidup ... em ... atau setidaknya di Mundebris. Jangan menyatakan kalau mereka itu hanyalah berasal dari satu sumber yang sama yakni batu besar yang menjadi bagian kecil. Tapi pikirkan soal mereka yang masing-masing memiliki tubuh yang berbeda sekarang dan itu menunjukkan kalau pasti punya kepribadian yang berbeda juga karena menjalani kehidupan dan berada di lingkungan yang berbeda-beda. Mereka punya hati dan otak juga, walau entahlah ... secara teoritis mereka tidak punya organ itu, Aw!" Camden mendapat hukuman dari batu yang ada disampingnya, "Maaf ... aku hanya mencoba menjelaskan dengan baik ... okey, sampai dimana tadi? ow ... em ... iya ... hati! Mereka punya hati, jadi cara kita memperlakukan mereka akan mempengaruhi bagaimana mereka memperlakukan kita juga. Zaman sekarang sudah berbeda, menganggap rendah semua hal. Padahal batu pun juga makhluk hidup yang harus diperlakukan setara dengan kita."

"Kau berbicara seakan sudah hidup lama saja ...." kata Cairo mendengus tertawa. Sudah mulai paham apa yang sedang terjadi. Camden adalah Viviandem yang begitu menghargai semua hal, termasuk hal kecil yang dianggap remeh dan tidak penting oleh Viviandem lain. Walau bagi Cairo, Camden masih saja tetap aneh.

"Semua Viviandem hidup lama, nak!" kata Camden kembali membuat Cairo geli sendiri. Tadi sayang dan kali ini nak, Cairo masih belum bisa beradaptasi sepenuhnya dengan Camden.

"Setidaknya ... bisa disimpulkan dia bukanlah Viviandem yang jahat. Hanya saja kalau kejahatannya adalah karena menjadi aneh, bisa saja." kata Cairo dalam hati.

...-BERSAMBUNG-...

1
R⃟•D•I👏OFF
kapan lanjut kk
R⃟•D•I👏OFF
bagus banget
Vazdlia
kangen FCT3 kemana kah ini?? udh lama gak up 🥲🥺
Restia Nia
rindu FCT3 kak.....
Vazdlia
yaa ampun sampe lupa ini nyampe mana ceritanya, terakhir ini ngapain mereka aku sampe lupa 😭😭
With_maysa
semangat kaaaak😇💪🔥🔥🔥
Vazdlia
masih menunggu 🙂🙂
Restia Nia
masih menungguuu😊😊😊
🍉SEMONGKO
tuyulku tampil/Facepalm//Facepalm//Facepalm/,,
Restia Nia
selamat tahun baru 2024 juga buat kk author,, semoga apa yg di cita²kan akan terijabah ditahun ini, semoga semakin semangaaatt,,,💪💪💪💪
ittiiiy: Aamiin/Pray/ semoga sehat selalu juga dan apa yg diinginkan tahun ini perlahan" smuanya tercapai/Smile/
total 1 replies
Andi Hasni
sehat selalu thor
Suya
asik 🙈
Andi Hasni
/Drool//Drool/
Restia Nia
selamat berjuan Tan.. semoga sukses..
doaku menyertaimu...🤲🤲🤲😁😁😁
ikut deg²an yaaaahhh🤭
ittiiiy: Kasian operasi sendirian/Facepalm/
total 1 replies
🌸 Sunshine 🌸
keren ceritanya. 👍👍👍
Nikodemus Yudho Sulistyo
'Lini Masa' mampir nih.
༄༅⃟𝐐QueenCy
mampir kk
WiraBP
+1 vote! semangat 🔥🤭
WiraBP: bener🤭😆
total 4 replies
Andi Hasni
sehatki selalu thor
Taki
Semangat 🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!