Demi membalaskan dendam sahabatnya, Axela rela merubah penampilannya menjadi wanita culun yang sangat jelek. Menggunakan kaca mata tebal dan tompel di pipinya. Rencana yang ia susun berjalan dengan lancar awalnya. Namum, ketika semua hampir berhasil tiba-tiba identitas aslinya ketahuan. Semua orang tahu kalau dia bukan Alsha yang asli. Melainkan Axela.
Apa selanjutnya yang akan dilakukan Axela? Akankah ia berhasil membalaskan sakit hati Alsha terhadap semua orang yang pernah menyakitinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sisca Nasty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pembantu Murah
Tanpa mau mengetahui lebih jelas identitas pria yang sudah di tentukan untuk menikah dengan Alsha, Axela segera melipat kembali surat itu. Dia kembali merapikan penampilannya sebelum keluar meninggalkan kamar. Axela sangat yakin. Kalau tidak lama lagi pasti akan ada masalah baru yang menghampirinya. Seorang Nyonya Nasa tidak akan tinggal diam ketika orang yang sangat ia benci membuat wajahnya berubah jelek.
Baru saja tiba di depan kamar, Axela sudah dipertemukan dengan pembantu yang tadi sempat cari muka di depan Nyonya Nasa. Melihat penampilannya saja sudah membuat Axela muak. Wanita itu menahan langkah kakinya sebelum menunduk seolah sedang ketakutan.
"Hei, wanita lemah! Aku datang ke sini karena di perintah oleh Nona Youra!" ketusnya dengan tatapan tidak suka.
Axela menghela napas panjang sebelum mengangkat kepalanya. Pembantu seperti dia sama sekali bukan lawan yang seimbang bagi Axela. Satu gerakan saja mungkin bisa membuat pembantu itu menyerah. Namun, Axela masih menahan diri agar orang tetap memandangnya sebagai Alsha.
"Ada apa?" tanyanya dengan nada lembut.
Tiba-tiba saja pembantu tersebut melangkah maju dan memegang tangan Axela yang baru saja terkena air panas. Rasanya sangat perih. Ketika Axela memandang tangan wanita itu, ternyata dia telah membawa cairan asam yang sudah pasti akan membuat luka Axela semakin parah.
"Apa yang kau lakukan?" Cepat-cepat Axela menarik tangannya dan melangkah mundur. Karena tidak mau berdebat, Axela segera masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu kamarnya seperti orang yang ketakutan.
"Keluar! Kenapa kau bersembunyi di dalam sana! Aku belum melakukan apapun. Kau harus menerima balasannya karena sudah berani melukai Nyonya Nasa!" teriak pembantu itu dari depan kamar.
Axela mengepal kuat tangannya. "Dasar penjilat! Apa dia pikir dengan melakukan semua ini nantinya dia akan mendapat perhatian lebih dari Nyonya Nasa? Aku akan buktikan kepalanya. Sekali menjadi pembantu maka selamanya akan menjadi pembantu. Perbuatan apapun yang akan dia lakukan nanti, tidak akan pernah bisa mengubah derajatnya!" umpat Axela di dalam hati.
"Hei! Keluar!" teriak pembantu itu semakin menjadi.
Axela membuka pintu kamar dan berdiri di depan pembantu tersebut. Ia mengangkat kepalanya dan menatap pembantu itu dengan tatapan yang begitu tajam. Jelas saja hal itu membuat pembantu tersebut kaget. Sampai-sampai melangkah mundur.
"Kau. Siapa kau sebenarnya?" tanya pembantu tersebut ketika dia melihat ekspresi wajah Axela yang berubah menjadi menakutkan.
"Tidak pernah ada yang tahu sisi lain dari diriku. Apa kau pernah dengar sebuah cerita? Seorang wanita lemah yang sering di siksa akhirnya memiliki kepribadian ganda. Di sisi lain dia wanita yang mudah di tindas! Sisi lain dia adalah wanita yang begitu menyeramkan dan menakutkan!"
Deg. Pembantu itu jelas saja ketakutan. Apa lagi ketika tubuhnya tertahan di dinding dan tidak bisa melangkah kemanapun lagi. Ia mengepal kuat tangannya agar bisa mengumpulkan kembali keberanian yang sempat hilang. Ia ingin melanjutkan rencananya yang sempat tertunda.
"Aku ingin lihat. Sampai dimana keberanianmu! Sepertinya kau sendiri sudah melihat langsung apa yang sudah aku lakukan terhadap Nyonya Nasa. Sekarang kau harus rasanya sendiri. Seberapa menyeramkannya wanita yang selama ini kalian anggap lemah dan tak berdaya!"
Axela menjambak rambut wanita itu dan menekan kepalanya ke dinding. Posisi kepalanya di miringkan hingga hanya pipi wanita itu saja yang melekat di dinding.
"Ini urusan kami. Orang rendahan sepertimu sebaiknya tidak perlu ikut campur. Walau sekarang aku berpenampilan gembel. Tapi, hal itu tidak akan bisa menghilangkan identitas asliku di rumah ini. Aku Alsha adalah Nona muda di dalam keluarga Andra! Kenyataan itu tidak akan bisa dirubah oleh siapapun!" Axela melepas genggamannya.
Pembantu tersebut ketakutan dan lari terbirit-birit. Ia seperti bertemu dengan seorang manusia yang sedang kerasukan roh jahat. Ia sama sekali tidak berani menatap wajah Axela secara langsung lagi.
Axela memandang pembantu tersebut dengan senyuman kecil. "Dasar tikus kecil!"
Surprise
Kapan ?
Dimana?