NovelToon NovelToon
Jangan Tinggalkan Aku

Jangan Tinggalkan Aku

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:56k
Nilai: 5
Nama Author: Ainun Nazwa

Nadia Vega, gadis cantik yang mencintai pria yang tak di anggap oleh keluarga nya. terpisah karena ambisi sang kakak pria yang juga mengagumi nya. melakukan berbagai cara licik untuk memiliki nya.

banyak rintangan yang harus mereka hadapi, termasuk terhalang restu dari orang tua nya sendiri.

dapatkan Nadia memperjuangkan kebahagiaan nya dan melawan kakak dari pria tersebut?

apakah setelah berpisah mereka akan bertemu lagi?

yuk kepoin cerita nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ainun Nazwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AMBISI KOTOR

Part 9:

Setelah sampai di rumah, aku langsung melangkah masuk ke rumah tanpa bicara apa pun kepada Daniel yang mengantar. Bukan karena sedang marah pada nya, tapi hati ini yang sedang tak menentu.

seperti nya Daniel juga tidak menganggap dengan sikap ku ini, aku pun langsung melenggang menuju rumah. Mungkin dia juga faham atau mungkin perasaan nya sama.

******

Aku langsung menuju ke kamar tanpa menghiraukan panggilan dari ibu yang menanyakan kabar Avi.

Ku hempaskan tubuh ini di atas kasur berukuran kecil itu, aku menatap nyalang ke atas langit-langit kamar ku, pikiran ku benar-benar hanya tertuju pada masalah yang terjadi tadi.

Yang ku pikirkan saat ini, bagaimana kalau ka Andre nekat memberi tau ibu apa yang dia lihat, atau dia melebih-lebihkan. Bisa saja karena dia marah besar dan berbuat licik, habis lah aku.

Aku benar-benar bingung saat ini, jalan apa yang harus aku ambil untuk menyelesaikan masalah ini, apa mungkin aku harus bernegosiasi dengan ka Andre?, tapi bagaimana jika dia mengajukan syarat?. Bagaimana jika syarat nya itu harus menikah dengan nya dan harus meninggalkan Daniel!.

Aku benar-benar kacau saat ini, tidak ada yang bisa aku pikirkan.

Setelah beberapa jam aku memikirkan, aku memilih tidak mau ambil pusing dengan masalah ini.

Aku pun mencari kesibukan sendiri dengan cara beres-beres rumah, agar aku bisa lupa sejenak dengan masalah yang sedang aku hadapi.

Namun masalah itu seakan selalu mengikuti ku, membuat ku semakin pusing.

Ku ambil tas selempang ku dan ku sisir rambut ku yang berantakan karena selsai beres-beres serta sedikit parfum kesukaan. Aku pun berencana jalan-jalan untuk menenangkan diri, alih-alih menenangkan diri, aku malah bertemu ka Andre di depan rumah ku, otomatis masalah baru akan muncul.

"Ka Andre!, kok kakak ada di sini?." Tanya ku dengan suara bergetar dan tidak tau harus bertanya apa lagi.

" Kenapa? apa Kaka ga boleh ke sini? kakak ganggu kamu?." Tanya nya ku sedikit acuh.

" Bukan gitu ka, aku cuma nanya!." Aku menggigit bibir bawahku karena merasa salah bicara.

" Kalau iya juga ga papa kok, kakak sadar kalau kakak bukan siapa-siapa di hati kamu!." Ucap nya sepontan, dengan sorot matanya yang tajam seakan menghujam ke arah ku.

" Hehehe.! Kakak ngomong apa sih?, kaya lagi main film aja kalimat nya." Tanya ku sambil nyengir kuda karena menutupi rasa gugup ku serta berpura-pura tidak mengerti.

" Oh jadi selama ini kamu menganggap Kakak cuma drama seperti di film-film, dan gak pernah tulus sama kamu? iya.!" Hardik nya.

" Aduh! salah lagi." Aku merasa salah bicara lagi. ku paling kan wajah ku ke belakang lalu ku tepuk dahi ini pelan.

" Enggak gitu ka." Aku benar-benar telah kehabisan kata-kata.

" Ikut kakak sekarang.!" Dia langsung menarik tangan ku masuk ke dalam mobil nya, serta menarik tuas gas dan melaju dengan kencang. Membuat ku menelan ludah dengan susah payah, aku takut jika dia berbuat nekat.

Aku pun panik dan histeris, mencoba berkomunikasi dengan nya agar dia mau menghentikan mobilnya, setidaknya mengurangi kecepatan mobil nya. Tapi apa daya, ka Andre yang sudah tersulut emosi, engan mendengar kan nasehat ku.

Dia terus melaju kan mobil nya dengan kecepatan tinggi. Dan akhirnya berhenti di sebuah villa yang cukup mewah dengan suasana yang sangat sepi, jauh dari perkotaan dan pedesaan. Tempat itu benar-benar sepi sampai membuat ku bergidik ngeri.

Ka Andre menyeret ku keluar dari mobil dengan sangat kasar, sangat berbeda dengan ka Andre yang bisa aku kenal, yang berkepribadian baik dan lembut terhadap siapa pun, apa lagi dengan seorang wanita.

Tiba-tiba dia mengendong ku ala bridal style untuk menuju ke villa itu.

Aku pun berusaha keras untuk melepaskan diri dari nya. Sekuat tenaga aku meronta-ronta dan memukuli punggung nya serta berteriak minta tolong.

Namun semua usaha ku hasil nya nihil, tidak ada satu orang pun ada di sana, bahkan tidak ada yang lewat sekali pun.

Ketakutan ku semakin memuncak saat ka Andre membawa ku di sebuah kamar mewah bernuansa klasik modern yang didominasi berwarna putih itu.

Dengan ganas nya, dia menghempas kan tubuh ku di atas bed cover yang berukuran besar tersebut. Ku tatap mata nya yang terpancar kemarahan itu seakan menghujam tajam ke arah ku. Seakan-akan siap untuk menerkam. Wajah nya yang memerah karena menahan amarah serta rahangnya yang mengeras serta nafas nya yang juga memburu.

Aku menelan ludah kasar dan tubuh ku pun mulai bergetar hebat karena takut.

" Ka,,,,,, Andre, ngapain bawa aku ke sini?" Tanya ku dengan terbata-bata.

" Menjauhkan mu dari orang-orang yang mau ngerebut kamu dari aku.!" Dia mendekat dan berbisik di telinga ku dengan nada datar dan penuh penekanan.

Aku tertegun mendengar ucapan nya. Aku benar-benar tak menyangka, ka Andre bisa berbuat sejauh ini.

Aku p benar-benar tidak melihat lagi kepribadian ka Andre yang lembut, ramah, dan berwibawa seperti dulu, yang ku lihat sekarang seperti bukan ka Andre yang berada di depan ku saat ini, dia tak ubahnya seperti mafia berdarah dingin.

" Ka please, biarin aku pergi. Aku janji, aku ga bakal bilang siapa-siapa." Aku memohon dengan suara bergetar dan bulir-bulir bening yang mulai berjatuhan.

" Apa untungnya untuk ku?, membiarkan mu hidup bersama Daniel?, menari-nari di atas penderitaan ku?, begitu?." Ucap nya sambil mendekat ke telinga ku dengan suara lirih.

" Tak akan kubiarkan itu terjadi." Dia pun menjauh dan menormalkan nada bicara nya.

" Tapi kan kalian adik kakak!, kenapa harus musuhan?."Ucap ku sambil terisak

" Tidak ada urusan nya dengan ku, bagi ku cinta tak mengenal status. Aku tidak perduli Daniel itu siapa. Dari dulu, permintaan ku selalu di penuhi, dan sekarang pun harus begitu, tidak ada yang boleh menolak apa yang aku mau." Dengan tersenyum sinis. Membuat ku bergidik ngeri, lebih ngeri dari malaikat maut.

Aku tertegun dan menelan ludah kasar. tiba-tiba ka Andre membuka kancing kemeja putih yang ia pakai. Dengan senyum menyeringai, dia membuka satu persatu kancing kemeja nya dengan perlahan tapi pasti. Hingga sedikit demi sedikit terlihat kulit putih perutnya yang berotot namun tidak berlebihan itu.

" Kakak Mau ngapain?." Tanya ku memberanikan diri meski tubuh ini terasa terguncang hebat.

" Ingin memiliki mu seutuhnya. Supaya ga ada lagi yang bisa ngerebut kamu dari aku." Aku pun langsung mengerti maksud ucapan nya, membuat tubuh ku bergetar karena takut.

Aku mencoba mencari jalan keluar agar bisa lolos dari kamar itu.

Namun kedua tangan ka Andre sudah mencengkeram erat pundak ku. Tapi sekuat tenaga pula aku berusaha berontak dan mencoba untuk lari, dan akhirnya aku pun berhasil berlari mendekati pintu. Tapi naas, pintu kamar itu terkunci rapat, membuat pikiran ku buntu dan tak tau lagi harus berbuat apa.

Dan kini ka Andre yang sudah telan*ang dada, perlahan mendekati ku yang semakin ketakutan.

" Ka please, jangan.! Ini bukan ka Andre yang aku kenal, ka Andre yang aku kenal itu baik." Teriak ku. Tapi percuma, ucap ku tidak di dengar oleh ka Andre yang seperti nya sudah di selimuti na*su dan ambisi.

" Baik?, kebaikan yang tidak kau anggap.!" Bentak nya dengan keras.

Aku terkesiap , jantung ini terasa remuk seketika. Apa benar aku sejahat itu?, hingga mengabaikan kebaikan orang lain. Padahal niatku hanya agar aku tidak memberi harapan palsu kepada ka Andre. Aku tidak menyangka akan jadi serumit ini.

Ka Andre pun bersiap meluncurkan aksi nya. Dia menarik ku kedalam pelukannya, membuat mata ku terbelalak. Aku mencoba meronta, melepaskan diri dari nya. Namun tenaga ku yang tak sebanding dengan tenaga ka Andre yang bertubuh kekar pun tak bergerak sedikit pun dari dekapan nya, kini aku hanya bisa menangis tak bersuara di dalam rengkuhan ka Andre, kakak dari orang yang aku cintai.

Seketika ka Andre memegang tengkuk leher ku agar aku tidak bisa lagi melawannya. Dia mendekat kan wajah nya kepada ku hingga tidak ada jarak lagi di antara kami.

Tanpa basa-basi, ka Andre segera mel*mat bibir ku dengan gan*asnya. Membuat ku hampir tidak bisa bernafas. Aku hanya bisa meneteskan air mata, berharap ada keajaiban yang bisa menolong ku keluar dari belenggu derita ini.

Ka Andre terus meluncurkan aksi be*at nya, dan aku pun tidak bisa berbuat apa-apa karena dekapan nya yang begitu kuat.

Dia membuka satu persatu pakaian yang aku kenakan dan membuang nya ke sembarang arah, hingga yang tersisa hanya shot ku saja.

Ka Andre terus menjelajahi setiap inci tubuh ku dengan rakus, membuat ku semakin jijik. Ingin rasanya aku menendang jauh ka Andre yang sekarang sedang bergerilya di tubuh ku, namun apa lah daya ku. Dekapan nya yang begitu kuat membuat ku tak mampu bergerak sedikit pun. Sampai lah ka Andre pada titik sensitif ku, namun tiba-tiba dia berhenti, dia lalu menutup tubuh ku yang hampir Po*os itu dengan bed cover dan meninggalkan ku yang masih terbaring tak bergeming dengan air mata yang terus mengalir membasahi bantal. Ka Andre memilih duduk di sofa kamar sambil menunduk kan kepala nya hingga hampir menyentuh lutut serta menyugar rambut gusar.

Entah apa yang dia pikirkan, aku benar-benar merasa ko*or dan frustasi saat itu hingga tidak memperdulikan nya sama sekali. Air mata ku terus saja mengalir tiada henti, walaupun ka Andre meng*agahi ku tidak sepenuhnya, tapi aku tetap merasa diri ku ini sudah ko*or.

1
Sri Wahyuni
👍👍👍💪💪💪
Bulan Rindu
Nanti aku up. di tunggu ya 🙏😁
Nabila Aili Riskiany
kok g up up sih
Shizi🦁🦁
semangat
Bulan Rindu: pasti 💪. kamu juga 😊
total 1 replies
Shizi🦁🦁
eh ternyata dasar daniel
Bulan Rindu: iya, hehehe 😁
total 1 replies
Shizi🦁🦁
waduh lupa ingatan
Bulan Rindu
hehehe, lagi mager 😁
Shizi🦁🦁
tumben lama up nya say.
Bulan Rindu: hehehe 😁 lagi mager
total 1 replies
Titin Itin
lnjuuug thooor
Titin Itin
lnjut
Bulan Rindu
makasih sayang, kamu juga semangat.😊
Lina Zascia Amandia
Smgt Kak...
Titin Itin
lnjut
Titin Itin
kok gt sih thooor
Bulan Rindu: maaf ya 😁. bakalan ada bumbu-bumbu nya dikit biar seru gak papa dong🤭
total 1 replies
Bulan Rindu
makasih 🥰
Lina Zascia Amandia
Tulisannya sudah rapi.
Shizi🦁🦁
mulai dari sini juga gak papa.
Titin Itin
lnjuuut
Shizi🦁🦁
lanjuttt. dan semangat.
Bulan Rindu: siap selalu sayang 😁
total 1 replies
Titin Itin
tapigkper ayadeh l juut thoor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!