DILARANG KERAS BOOM LIKE YAH, Kalau nggak berminat baca.
YANG MERASA BOCIL JANGAN BACA.
Adenia wulandari wanita cantik dan s*ksi dari dulu hingga kini tetap sama, berusia 29 tahun istri dari Adnan Dirgantara pengusaha cukup ternama sekaligus sahabatnya sendiri.
Awalnya pernikahan mereka berjalan baik-baik saja hingga menginjak tepat di tahun ke empat, badai pernikahan mulai menghampiri. Kehadiran orang ketiga dari masa lalu keduanya dengan sekejap mata menghancurkan pernikahan yang mereka bangun begitu saja.
Tidak sampai di situ, Adenia yang memiliki seorang adik kandung yang juga sejak lama ikut bersamanya terjebak juga dengan pesona sahabatnya itu. Hingga dia harus di hadapkan dengan seorang wanita yang dengan gampangnya merebut perhatian kedua pria terpenting dalam hidupnya itu.
Akankah Adenia masih bisa bertahan dalam situasi yang seakan tak sedikitpun berpihak kepadanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aeni Masbait, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Accident
............🌹Happy Reading🌹 ...........
...Baca dulu, kalau suka silahkan meninggalkan jejak yah. Fav nya jangan lupa biar nggak ketinggalan....
.
.
.
"Rin, maaf aku telat. Bagaimana? kau sudah mulai yah dari tadi?" Adenia saat memasuki ruang kerjanya, dia melihat Rini rekan Desainer kepercayaannya di butiknya sedang melihat-lihat stok kain yang mereka miliki.
"Eh, kau datang juga Bu Bos. Maaf yah aku udah ganggu waktu istirahat kamu, tapi aku memang sangat butuh saran kamu sekarang." Kata Rini sambil mengangkat beberapa kain ke atas meja kerja mereka.
"Harusnya aku yang minta maaf Rin, datangnya telat. Dan soal itu ini kan memang tanggung jawab aku, kau ini santai saja. Mana yang kau butuh saran?" Ucap Adenia dan setelahnya mereka pun sibuk dengan pekerjaan lanjutannya hingga sampai dimana Rini meminta mereka untuk menyudahi aktifitas mereka karena jam yang memang sudah pukul Sebelas malam.
"Aku pikir kita bakalan nginap Rin." Kata Adenia sambil dia membantu menyusun barang yang tadi acak-acakan karena ulah keduanya.
"Aku juga gitu, tapi bahan kan lagi kurang. Besok aja baru lanjutin lagi. Yang penting dasarnya udah ada gini, besok kerjaan kita tinggal dikit." Kata Rini sembari melakukan hal yang sama.
Pip
Pip
Pip
"Nah tuh kayanya suami aku, yuk turun. Kamu tahu sendiri kan orangnya nggak bisa nunggu lama soalnya." Kata Rini dan kemudian keduanya pun keluar ruangan dan turun ke lantai satu, karena lantai dua merupakan ruang kerja pribadi Adenia dan Rini.
"Nggak papa nih aku ikut kalian, nggak ngerepotin? kalau nggak aku bisa kok telfon Mas Adnan ulang kok." Kata Adenia tak enak hati, walau Rini sudah dia anggap sebagai saudara perempuannya sendiri karena sakin lama bekerja bersamanya tetap saja rasa malu hatinya cukup besar.
Sebenarnya tadi Adenia mau meminta di jemput Adnan, namun suaminya itu tak kunjung mengangkat panggilannya. Rini yang memang suaminya juga menjemputnya pun menawarkan pulang bersama karena rumah mereka pun satu arah hanya beda blok saja.
"Nggak sama sekali Bu Bos sayang, tuh suamiku udah di depan. Gas ken lah." Kata Rini sedikit gemes dengan Bos pemilik tempat kerjanya itu.
Alhasil Adenia pun pasrah menjadi nyamuk di antara suami istri itu. Sepanjang jalan mereka bertiga mengobrol santai sampai tanpa terasa mobil yang membawa Adenia sudah berada di depan rumahnya.
"By kalian, makasih yah. Hati-hati." Kata Adenia sebelum mobil yang membawanya itu melaju pergi.
Adenia yang memang memiliki kunci pribadi pintu samping gerbang dan kunci rumahnya di karenakan dia sesekali sering pulang malam hingga tak pernah membangunkan orang kerjanya. Dia cukup mandiri akan hal itu.
Saat sampai di dalam rumah yang dia lihat hanya kegelapan dan kesunyian. Sebelum melangkah ke lantai dua, Adenia sempatkan lebih dulu berjalan menuju area dapur demi memanjakan tenggorokannya yang sedang kering kerontang.
Saat sampai di dapur milik Bibi Imas itu, Adenia langsung menuju ke lemari es mengambil sesuatu yang dia cari dan membawanya ke ruang makan, namun tanpa sengaja seseorang menabraknya dengan keras.
Awwwww teriak Adenia kerena minuman kacanya jatuh tepat mengenai kakinya baru memantul ke lantai hingga membuat bunyi kegaduhan di ruangan itu.
Prank!!!!!!!!!!
"Adnan berhenti, bunyi apa itu." Ucap Nela yang juga mendengar bunyi yang berasal dari tempat Adenia.
"Sayang ih nanggung, biarin aja." Kata Adnan yang masih menguasai tubuh Nela yang kini sedang dia nikmati.
"Lihat dulu." Ucap Nela lagi namun tak di pusingkan Adnan, dia tetap dengan aktifitasnya membuat mau tak mau Nela hanya mengikutinya saja dan melupakan bunyi kegaduhan benda jatuh tadi..
Kembali ke dapur.
"Non." Kata Bibi mendengar suara Adenia setelah tadi dia seperti menabrak sesuatu dan langsung bergegas menuju kontak lampu dan menyalakannya. Bibi Imas sangat terkejut dengan keadaan Adenia yang sudah berlumur darah di kakinya.
"Oh astaga Non, maafkan Bibi. Kenapa tidak menyalakan lampunya." Ucap Bibi imas dengan paniknya sembari membantu Adenia dan membawanya ke ruang makan dan mendudukinya di sana.
"Sakit Bi." Tak menjawab pertanyaan Bibi imas, Adenia terlalu merasakan peri di permukaan atas kakinya yang di kenai botol serta pecahan kaca botolnya itu.
"Sebentar Non." Ucap Bibi Imas dan beliau langsung bergegas kembali ke dapur, selang beberapa menit beliau kembali dengan se baskom air hangat dan serbet di tangannya.
Tak langsung membersihkan lukanya, Bibi kembali pergi lagi dan datang membawa sekotak P3K di tangannya.
Bibi pun langsung menjalankan tugasnya, membersihkan dan mencabut beberapa pecahan kaca yang menancap di kaki Adenia.
"Pelan Bi sakit." Kata Adenia menahan tangan Bibi yang kini sedang membersihkan lukanya.
"Iya, ini Bibi pelan ko." Ucap Bibi dan setelahnya melanjutkan terus kegiatannya. "Selesai." Kata Bibi setelah perban yang di pasang selesai.
"Makasih Bi, oh iya tadi kenapa Bibi berjalan buru-buru. Udah tahu kan gelap." Kata Adenia setelah merasa kakinya sudah tak sesakit tadi..
"Eh itu, itu Bibi haus dan mau menuju kontak lampu eh malah nabrak." Ucap Bibi yang agak sedikit gelagapan saat menjawab pertanyaan mendadak majikannya itu.
"Oh ya, lain kali hati-hati. Untung nabraknya aku, kalau nabrak dinding gimana? Bisa remuk tuh tulang Bibi semua." Kata Adenia sebab dia masih merasakan betapa kerasnya Bibi Imas menabraknya.
"Ah yah, iya Non. Lain kali Bibi akan hati-hati."
"Non kok pulang malam, bukannya tadi ke butik yah. Bibi kira non bakalan nginap seperti biasa." Lanjut tanya Bibi menghalau kegugupannya di hadapan sang majikan.
"Ah iya Bibi, tadinya aku pikir begitu. Tapi ada bahan yang kurang, jadi kerjaannya di tunda dulu. Besok baru di lanjut." Kata Adenia sembari dia memperhatikan kakinya yang di perban.
"Brian di rumah atau keluar Bi?" Tanya Adenia.
"Keluar Non, setelah non sama Bapak pergi Aden Brian juga pergi Non." Jelas Bibi yang dia ketahui.
"Terus Mas Adnan udah tidur yah dari tadi Bi?"
"Eh, itu. Itu Bibi, Bibi nggak tahu Non." Kata Bibi sedikit gelisah.
"Maafkan Bibi Non." Batin Bibi setelah mengucapkan hal itu pada Adenia.
"Ah iya Bibi, soalnya aku telfon buat jemput ke butik nggak di angkat soalnya. Mungkin tidur kali yah." Ucap Adenia untuk pertama kalinya panggilannya tak di terima sang suami. Sebab biasanya, jam berapapun di manapun kapanpun panggilannya tak pernah di abaikan sang suami.
"Baiklah, aku ke atas ya Bibi. Udah ngantuk."
"Bibi bantu non." Tawar Bibi saat melihat barang bawaan Adenia yang tak mungkin wanita itu bawa dengan keadaan kaki yang sedang terluka.
"Makasih ya Bibi, tolong bawain ini yah. Maaf yah udah ngerepotin Bibi malam-malam gini."
"Santai Non, Bibi seneng kok." Kata Bibi.
Kemudian keduanya pun berjalan keluar ruang makan dengan pelan karena kaki Adenia yang sedang terluka kini.
Sesampainya di atas, dengan pelan Bibi membuka pintu kamar Adenia dan mereka pun masuk dan mendapati kamar kosong membuat Adenia mengerutkan keningnya bingung.
"Mas Adnan kemana yah Bibi.?" Tanya Adenia saat melihat ranjangnya kosong dari sang suami. Bahkan ranjang yang tadinya dia tinggal dalam keadaan rapi sampai sekarang masih sama rapinya.
"Itu, Bapak...." Ucap Bibi sedikit gelagapan..
...****************...
...Btw, Jangan lupa like dan komennya yah🥰. Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca cerita baru ini🙏🤗. Sehat-sehat untuk kalian semua di manapun kalian berada😇...
"Rasa yang terpendam"
q jg bru siuman dri semedi...hehe
semangat !
dan cerita aku suka
Sofia , MENCINTAI SAHABAT KU,
cerita nya seru, rumah tangga yang romantis dan harmonis,
jangan sampai kedatangan nela meretak kebahagiaan mereka.