Apa tujuan dari kehidupan?
Kekayaan?
Kekuasaan?
Kejayaan?
Tidak, tujuan dari kehidupan hanyalah kesenangan.
Ketika mereka mendapatkan kekayaan, mereka senang.
Ketika mereka mendapatkan kekuasaan, mereka senang.
Ketika mereka mendapatkan kejayaan, mereka senang.
Tujuan hidup sesimpel itu, pada akhirnya ketika mereka meraih tujuan, mereka akan senang.
Dan aku bereinkarnasi kedua kalinya untuk kesenangan.
Menggunakan segudang harta kekayaan dan pengetahuan, aku akan mencari kesenangan di kehidupanku yang ketiga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hermit of Imagination, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
008. Relik pertama
Empat jam berlalu sejak aku bermeditasi. Esensi roh milikku yang tadinya berbentuk seperti gumpalan kabut, sekarang berubah menjadi bola transparan yang sangat padat.
"Lambat."
Sangat lambat. Orang biasa yang tidak memiliki bakat biasa selesai sekitar lima jam. Satu sampai dua jam untuk orang yang berbakat.
Tapi aku, bukan hanya memiliki bakat, aku juga memiliki pengalaman, ditambah sekarang aku memiliki 999 pintu yang terbuka. Dengan itu semua aku mengira akan menyelesaikannya dalam empat menit. Tapi siapa yang mengira bahwa aku baru menyelesaikannya dalam empat jam.
"Snail sage, benar-benar lambat."
Tapi aku tidak menyesalinya.
"Sekarang aku perlu memurnikan mana untuk naik ke peringkat satu tahap satu."
Hukum kultivasi dan pengolahan roh bukanlah kunci utama kenaikan peringkat roh. Kunci utamanya adalah memahami bagaimana cara naik peringkat.
Untuk naik ke peringkat tahap tahap tahap, itu tidak memerlukan energi spiritual yang matang atau yang sudah dimurnikan oleh hukum kultivasi. Ini hanya perlu mana. Mana akan sekali lagi dimurnikan oleh esensi roh, setelah itu akan dikontrol oleh pilar membentuk lingkaran. Dengan begitu penyihir akan naik ke peringkat satu tahap satu
Peringkat satu ada sembilan tahap. Jumlah lingkaran menandakan tahapan penyihir.
...****************...
Delapan jam berlalu
"Delapan jam sesuai perkiraan. Tanpa bakat sekitar Sepuluh jam. Dengan bakat, dua sampai empat jam."
Sekarang, didalam inti roh milikku ada sebuah lingkaran putih yang terbentuk dari kabut melingkari esensi roh.
Tapi ini bukanlah akhir, kali ini aku harus mengolahnya menggunakan hukum kultivasi.
Prosesnya sama seperti mengolah roh, hanya saja setelah energi spiritual selesai diubah menggunakan hukum kultivasi itu tidak akan di tuangkan kedalam esensi roh melainkan dituangkan ke dalam lingkaran.
ini akan membuat lingkaran kabut menjadi lingkaran kristal.
Tapi sebelum itu aku makan dulu, untungnya masih ada sisa makan tadi pagi.
Aku makan hanya dalam lima menit sebelum melanjutkan meditasi.
...****************...
Enam belas jam berlalu.
"Enam belas jam baru selesai, tanpa bakat dua puluh jam, berbakat empat sampai delapan jam."
Merepotkan. Benar-benar merepotkan.
"Sialan, benar-benar sialan. Meskipun aku sudah tak terhitung jumlahnya melakukan meditasi, ini benar-benar proses yang membosankan."
Sialan. Aku mulai menyesali memilih snail sage.
Ini benar-benar lambat.
Aku seharusnya memilih mana circulation. Meskipun itu adalah yang terlemah dari sembilan terbaik yang aku punya, itu adalah yang paling efisien karena tidak banyak memerlukan meditasi.
Belum lagi ada penempaan jiwa dan juga pengembangan tubuh, eh salah, maksudku penempaan tubuh dan pengembangan jiwa.
Dan dua-duanya sama-sama merepotkan seperti pengolahan roh.
Sialan.
Bangsat.
Anjing.
Kenapa, sih. Aku memilih dnail sage, lagipula tujuanku bukanlah menjadi yang terkuat.
Tapi itu sudah terlambat, sekali digunakan itu sudah tidak bisa diubah, ini adalah salah satu kekurangan snail sage.
Tapi kalau kalau memutar balik waktu ceritanya berbeda.
"TIME REGRESSION."
Bercanda.
Mana mungkin aku bisa menggunakan sihir semacam itu, lagipula aku bukanlah penganut aliran waktu.
"SIALANNNNNN........... "
Aku lapar, kurasa sudah lebih dari 24 jam aku disini.
Makananku juga sudah habis, sekarang aku tidak perlu pergi berburu, karena itu bisa diganti dengan mana sampai batas tertentu.
"Sekarang aku malah Ngantuk. Benar juga sudah lebih dari satu hari sejak aku tiba dan aku belum tidur. Tidur ahh. "
...****************...
Aku tidak tahu berapa lama aku tidur, tapi melihat matahari sudah mulai terbit. Dan sekarang aku lapar.
Meski itu bisa diganti dengan mana, itu hanya sampai batas tertentu. Sekarang aku harus pergi berburu.
"Keluarkan white branch!" Aku memberi perintah ke brankas emas.
White branch, artefak D, sebuah sapu terbang dengan panjang dua meter yang berwarna putih.
Salah satu artefak favoritku. Meskipun ini adalah sapu, ketika di duduki itu sangat nyaman dan juga bisa mewujudkan sandaran ketika diduduki. Bukan itu saja, bahkan dalam keadaan terbalik, sapu di atas, aku dibawah, itu tidak akan membuatku terjatuh. Tapi, itu semua bukanlah kemanapun utamanya, kemampuan utamanya adalah berbelok tanpa mengurangi kecepatan Bahkan jika melakukan belokan tajam. Ini sangat cocok juga digunakan bertarung di medan yang sempit dan banyak rintangan. Terlebih ini juga sangat hemat energi.
Aku baru menggunakannya sekarang karena ini membutuhkan mana penggunanya, bukan energi spiritual di sekitar seperti flame blade.
Menggunakan white branch aku keluar dari gua, tidak terbang terlalu tinggi atau terlalu rendah. Jika terlalu tinggi aku bisa menarik perhatian monster terbang dan jika terlalu rendah aku bisa membuat hewan-hewan lari karena keberadaan ku.
terbang di atas hutan.
Menatap rendah bagaikan elang.
Mencari mangsa demi lestari kehidupan.
Dengan menerkam makhluk yang malang.
"Emang waktunya buat puisi apa!? "
Sial.
Ohh… rusa. Ada rusa yang minum dipinggir sungai.
"Hehehe kesempatan."
Aku langsung terbang menurun. Memposisikan flame blade ditangan kananku. Aku mempercepat kecepatan white branch, berharap aku berhasil mendaratkan Serangan kejutan kepada rusa malang itu.
Rusa itu menyadari aku yang mendekat, tapi itu sudah terlambat, bilah dari flame blade sudah berada Di samping lehernya.
Tanpa bisa melawan, kepala rusa itu terlepas dari tubuhnya.
"Bagus."
Aku membawa hasil burunaku ke sungai terdekat, itu adalah sungai yang aku temukan sebelumnya.
Kali ini, tidak seperti yang sebelumnya yang hanya membakarnya saja lalu memakannya. Kali ini, aku berniat melakukan pengawetan menggunakan pengasapan. Aku sudah melakukan ini berulang kali.
Tapi, ada yang menarik perhatianku ke sungai ketika aku menguliti rusa itu.
"Relik?"
Di dalam sungai itu ada sesuatu yang kecil menyerupai kura-kura, hanya saja cangkangnya berwarna putih. Aku masuk kedalam sungai dan mengambil benda itu.
"Ini benar-benar relik, meskipun hanya peringkat satu."
Relik. Itu adalah benda yang dilahirkan oleh alam itu sendiri. Mereka tidak bisa dikategorikan sebagai makhluk hidup maupun benda mati. Semua relik itu memiliki ukuran yang kecil, rata-rata hanya sebesar telapak tangan orang dewasa.
Bentuk dari relik itu sendiri sangat beragam, ada yang seperti hewan, tumbuhan, material yang ada di alam seperti batu dan berlian, ataupun memiliki bentuk seperti manusia.
Suatu relik itu memiliki suatu kemampuan dalam diri mereka, ketika pengguna relik atau bisa dibilang master relik menundukkan mereka, master relik bisa menggunakan kemampuan relik tersebut. Inilah kenapa para master relik disebut sebagai orang yang ingin mendapatkan kekuatan dengan cara yang cepat.
Meskipun begitu ada hal yang sangat merepotkan dari menggunakan relik, mereka memerlukan makanan meskipun mereka bukan makhluk hidup, dan juga makanan mereka sangat bervariasi karena ada banyak jenis dari mereka, dan itu juga tidak bisa diganti dengan apapun.
Terlebih relik yang peringkatnya lebih rendah dari penggunanya tidak lagi berguna, dan karena itulah master relik setiap kali naik peringkat harus berganti relik.
Ini sangat merepotkan, tidak seperti artefak yang akan bertambah kuat seiring pertumbuhan pemiliknya.
Sebenarnya, aku sendiri tidak memiliki rasisme terhadap relik itu sendiri. Karena relik itu memiliki banyak sekali kegunaan, termasuk dalam pembuatan artefak. Bisa dibilang tidak ada relik yang tidak berguna, yang ada hanyalah master relik yang tidak berguna.
"White shield turtle, relik peringkat satu, makanannya adalah air sungai satu liter perhari. "
Meskipun aku bukanlah master relik, sebagai seorang pembuat artefak, aku yang menggunakan relik sebagai bahan pembuatan. Membuat aku masih memiliki beberapa informasi tentang relik.
Bahkan jika aku tidak memiliki informasi lengkap tentang semua relik, aku masih bisa menilai segala macam relik. Lagipula aku adalah penyihir yang menguasai keseluruhan aliran harta dan memiliki pengalaman lebih dari seratus lima puluh tahun.
"Pantas saja mudah ditangkap, ini hanya memiliki kemampuan pertahanan saja. Ditundukkan nggak ya? "
Setelah relik ditundukkan, mereka dapat disimpan didalam roh pemiliknya. Ini adalah kemampuan alami yang hanya dimiliki oleh relik. Setelah itu relik hanya dapat menyerap mana yang dimiliki penggunanya dan penggunanya bisa menggunakan kemampuan relik tersebut.
"Tapi, aku harus memberinya makan air sungai satu liter setiap hari. Jika tidak, relik ini akan rusak dan tidak bisa digunakan lagi."
Ini adalah yang paling merepotkan dari menggunakan relik. Semakin rendah maka semakin sering harus diberi makanan tapi dengan harga yang rendah, dan semakin tinggi semakin jarang diberi makan tapi setiap kali makan harus dengan harga yang tinggi.
"Yahh, nggak ada ruginya sih, dan bagaimanapun roh milikku adalah roh dewa relik. "
Untuk menundukkan relik, itu sebenarnya sangat gampang. Cukup memaksanya menyerap mana. Biasanya untuk penyihir peringkat satu menundukkan relik peringkat satu membutuhkan waktu satu hari.
Itulah seharusnya.
"Cepat gila… hanya kurang dari satu detik aku sudah selesai. Apakah itu karena roh atau hukum kultivasi. Mungkin karena keduanya. "
Sekarang aku hanya perlu memberinya makan dengan air sungai.
Memasukkannya ke dalam roh milikku.
Dan mengontrolnya menggunakan Pilar roh.
"Jeng jeng."
Sekarang ada sebuah perisai putih transparan yang melayang di depanku.
"Ohh, bahkan setelah perisai aktif aku masih bisa menyerang musuh tanpa terhalang perisai. Tapi secara bersamaan ini menyerap mana milikku dengan sendirinya ketika aku mengaktifkannya."
Sekarang yang harus aku lakukan adalah menyimpan banyak air sungai di dalam brankas emas.
pakai nama aja Thor
saudaraku mohon ini yg sering baca novel saya gk enak baca pakai pihak pertama
Salam Permata Elemen.
🔥SEMANGAT TERUS THOR NGETIKNYA👏👏👏🔥
'setelah meminumnya' yang bener thor