NovelToon NovelToon
Kembalikan Pengantinku

Kembalikan Pengantinku

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Petualangan / TimeTravel / Reinkarnasi / Chicklit
Popularitas:36.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nor Laila Rahmah Wati

Menceritakan tentang seorang gadis berusia 25 tahun bernama Felicia Hikaru. Dia sedari umur 15 tahun telah di tinggalkan oleh kedua orang tuannya yang meninggal akibat kecelakaan saat perjalanan bisnis keluar negeri.

Cantik? Pasti.
Kaya? Pasti.
Terkenal? Pasti.
Jenius? Pasti.

Tapi kenapa tidak ada yang bertahan lama kalau berhubungan dengan pacaran?

Penasaran mengapa bisa begitu, mari ikuti ceritanya...

Happy Reading...

Cover beraumber dari Pinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nor Laila Rahmah Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lapar

...Happy Reading...

...~•~•~<~•~>~•~•~...

Setelah beberapa saat, Xinxin akhirnya menemukan pintu pagar rumahnya. Banyaknya bangunan tinggi dan banyaknya belokan membuatnya yang masih tidak hapal jalanan sekitar kediaman Fu ini tersesat cukup lama.

"Akhirnya ketemu,"

Xinxin sedikit kesusahan mengangkat Chici, kalau saja bukan karena elemen anginnya, kemungkinan dia tidak akan sanggup membawa Chici sampai sekarang.

"Ku harap Kak Chyou tidak merasakan energi di dalam tubuhku! Bisa kacau kalau dia merasakannya dan memberitahu semua orang kalau aku sudah dapat menyerap energi," batin Xinxin was was.

Dia tidak ingin ada yang tahu, dia sudah menyembunyikan tingkatan elemennya bahkan aura energi juga dia sembunyikan berkat teknik yang dia pelajari, tapi tak menutup kemungkinan orang yang memiliki tingkatan melebihi dirinya akan merasakan energi dari dalam tubunnya. Contohnya Fu Chyou yang tingkatan elemennya jauh di atas Xinxin, sedangkan untuk ketiga gadis sombong tadi, dirinya ragu kalau mereka menyadarinya, karena mereka terlalu memikirkan diri sendiri dan mengabaikan orang sekitar mereka.

Xinxin meletakkan tubuh Chici ke ranjang kecilnya saat sudah berada di dalam rumahnya. Saat ini Chici terlihat sangat mengenaskan dengan luka dimana-mana. Mulai dari lengan, kaki, punggung bahkan wajahnya sudah bengkak, pakaiannya pun sobek-sobek.

"Chici...," gumam Xinxin sedih. Menurutnya yang baru di dunia ini hanya Chici temannya.

"Baiklah aku akan mencoba elemen penyembuhku. Apakah dapat menyembuhkan Chici meski hanya tingkat awal,"

Xinxin pun mulai meletakkan tangannya ke area luka tangan Chici. Memfokuskan pikirannya untuk menyembuhkan luka.

Perlahan cahaya putih redup menyelimuti tangan Chici dan perlahan pula lebam serta luka sobek pada tangan menghilang.

"Berhasil," Xinxin begitu senang, ini pertama kalinya dia mencobanya dan hasilnya tidak mengecewakan.

Dia pun beralih ke luka-luka lainnya. Satu-persatu dia sembuhkan. Mungkin hanya luka luar untuk sekarang yang dapat dia sembuhkan. Mungkin kalau tingkatannya semakin tinggi akan mampu menyembuhkan luka dalam bahkan mungkin lebih.

Setelah semua luka serta lebam pada tubuh Chici sudah menghilang, sekarang tinggal menunggu Chici sadar.

"Huhh melelahkan juga ya! Mungkin memang wajar karena aku mentransfer energiku kepada Chici membuat tubuhku sedikit lelah,"

Grokk

Grokk

"Ugh, lapar... Oh iya aku kan terakhir makan malam tadi. Harusnya kan pagi ini aku sudah makan saat Chici membawakan makanan tapi dia tidak datang dan aku belum makan. Ah tapi tadi sebelum ini aku tidak merasa lapar kok tapi... Oh mungkin karena banyaknya energi yang ku keluarkan untuk penyembuhan ini!" Yakin Xinxin dengan dugaannya.

Matahari sudah melewati atas kepala, tapi tanda-tanda Chici sadar masih belum ada.

"Kapan kau bangun Chici?!" Gumam Xinxin menatap Chici yang masih tak sadarkan diri.

Beralih menatap keluar jendela. "Kalau keluar aku masih belum tahu lingkungan di luar, nanti kalau tersesat bagaimana?" Xinxin nampak berpikir, mencari ide untuk mendapatkan makanan tapi tidak dengan pergi keluar.

"Aha! Bagaiaman kalau aku mencuri sedikit makanan dari kediaman ini? Seru juga tuh!" Ucap Xinxin setelah mendapat ide absurd.

Tidak ada salahnya kan mendapatkan makanan dari kediaman sendiri?!

Dia saat ini sudah sangat kelaparan, tidak ada waktu lagi untuk berpikir cara lain selain ini.

Xinxin mulai bersiap dengan pakaian yang lebih mudah untuknya bergerak yang dia dapat dari lemarinya. Meski sangat tak menunjukkan pakaian seorang perempuan di dunia itu, tapi kalau itu memudahkannya untuk melakukan aksinya kenapa tidak! Tak lupa cadar juga dia pasang, agar tidak ada yang tahu bagaimana wajahnya sebenarnya. Dia yakin tidak ada yang tahu bagaimana wajahnya, kecuali Chici.

"Chi, kau jangan bangun sebelum aku kembali ya?!" Pastinya Chici tak menjawab karena dia masih tidak sadar.

"Ok!" Jawab terlontar dari mulut Xinxin sendiri.

Kreatt

Pintu di buka....

Dia berbalik menatap Chici kembali sebelum benar-benar keluar. "Hah," dia menghela nafas, mempersiapkan diri keluar dari zona nyamannya kembali.

"Semangat!" Ucapnya menyemangati dirinya.

Xinxin mulai berlari kecil dan berakhir di belakang rumahnya tepatnya saat ini tembok setinggi 2 meter menjulang tinggi di hadapannya.

"Bisa!" Ucapnya meyakinkan dirinya.

Hap

Dia melompat dan meraih ujung tembok paling atas dan menarik dirinya dibantu elemen anginnya untuk meringankan tubunnya.

Hap

Hap

Bug

Suara mendaratnya yang tak begitu nyaring terdengar di telinganya sendiri.

Dia mendarat dengan mulus di tanah dan di depan nya saat ini hanya terlihat pohon-pohon menjulang tinggi.

"Lumayan mudah," ucap Xinxin sambil manggut-manggut.

Kenapa dia tak melewati pintu pagar?

Itu karena di sana pasti masih ada para pelayan serta penjaga yang berlalu lalang, dia tidak ingin bertemu siapapun lagi untuk saat ini. Tadi saya sudah mendapat masalah saat bertemu dengan kedua kakaknya.

Xinxin berjalan dengan santai mengikuti tembok itu dan terlihat di depan sana seseorang baru saja keluar, dan Xinxin langsung bersembunyi di balik pohon.

"Seperti nya penjaga atau pelayan," tebaknya.

Saat di rasa aman, Xinxin keluar dari persembunyiannya kemudian sampailah dia di depan pintu kayu dimana orang tadi keluar.

Dengan pelan dia membukan pintu kayu itu dan mengintip, melihat apakah ada orang di balik pintu itu atau tidak, kalau tidak dia akan aman masuk dari sana.

"Bagus! Tidak ada orang," Xinxin pun membuka pintu sedikit lebar dan masuk setelah memastikan benar-benar tidak ada orang.

Menutup kembali pintu itu kemudian dia melanjutkan pencariannya.

"Dimana sih dapurnya?" Gerutu Xinxin. Sudah lama berjalan tapi dia tetap saja tidak menemukan letak dapur.

"Istirahat dulu deh, nanti lanjut lagi pencariannya," ucap Xinxin kemudian dia duduk sambil membiarkan punggungnya ke pohon.

Cuaca tidak panas, akan tetapi sedikit rintik.

Jauh dari rumah-rumah besar yang dia lewati barusan, di sini hanya ada sebuah pondok kecil berseberangan dengan dia yang saat ini sedang berteduh di bawah pohon.

"Seperti lapangan bola saja luasnya! Untuk apa ya? Tapi kalau di lihat-lihat seperti tempat latihan," ucap Xinxin.

Benar! Lapangan luas itu seperti memang tempat latihan para prajurit atau penjaga di kediaman ini, karena dapat Xinxin lihat, papan target panahan.

Tidak ada alat latihan lain. "Mungkin pondok itu tempat penyimpanan alat latihan?!" Tebak Xinxin sambil makan manggut-manggut seraya matanya berkeliaran kesana kemari melihat situasi, kalau-kalau ada orang datang.

Cukup lama istirahat dia mulai berdiri kembali untuk melanjutkan pencariannya, tapi dia terlanjur kesal karena sedari tadi dia tidak menemukan petunjuk apapun mengenai letak dapur.

Mungkin karena terbawa suasana nyaman dengan angin sepoi-sepoi, ia tidak menyadari ada seseorang yang duduk di atasnya tepatnya di dahan pohon di mana dia berteduh.

Grokkk

Grokkk

"Tunggu mamamu ini mendapatkan makanan untuk mengisimu ya," ucap Xinxin sambil mengelus perutnya yang berbunyi.

"Haha,"

Xinxin langsung waspada saat tak sengaja pendengarannya menangkap suara tertawa tertahan seseorang.

"Orang atau hantu?" Tanya nya. Matanya mencari kesana-kemari keberadaan sosok itu.

Tapi tidak ada, tidak ada satu orang pun di sekitarnya.

"Siapa?" Tanya Xinxin berharap ada yang menjawabnya.

"Hantu ya?" Tanya nya lagi.

Hap

"Ck, hantu dari mana? Orang setampan ini kau bilang hantu? Buta ya matamu?" Kesal orang itu yang baru saja turun dari atas pohon.

¤

¤

¤

Next...

1
Ida Blado
maleslah,ceritanya terlalu monoton dn mc nya oon,,, sorry ya thor gk berniat menghina karyamu,tpi buatlah cerita yg berbeda dri yg lain,krn ceritamu sama aja dgn yg lain
Ida Blado
mc nya tulalit,kurang persiapan dan akal.sudah tahu di jadiin buronan mestinya pinter dong gimana caranya nyamar,kan dia berssal dri masa depan bkn dri jaman batu
Fransiska Husun
aigooo🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️ kasian juga tu para penjaga
Ida Blado
knp xinxin hk menyamarkan wajahnya di banding makai cadar,,, dia kn darindunia modern pasti tahu efek make up lah,,,, kemampuannya kok terlalu sederhana bgy
Fransiska Husun
tp lucu juga sih 😁😁😁
Fransiska Husun
🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️aih-hhhhh berat juga ya🤭🤭🤭mau sampai kapan kabur x xinxin. nnt sang kaisar greget n turun tangan sendiri mau kabur kemana lagi coba??
Fransiska Husun
up up lagi semangat Thor
Ida Blado
jgn jodohin sama kaisar pemaksa itu thor,,, please,,, buat si kausar menikahi wanita lain aja dan biarkan xinxin bertemu dgn pria ygencintai dan di cintai xinxin,,, krn apa bosenlah ceritanya sama kek yg lain,,, ikutan pemilihan permeiauri meski kga suka hrs terima,,,buat sesuatu yg beda dong
Ida Blado
aq harap di selametin wuliang dan akhirnya babay kaisar 😅
Rara ayla
keren, di tunggu up slanjut nya Thor..🤔😄😄
Ida Blado
bego nih xinxin mlh molor,padahal dia bisa ambil kesempatan buat mengalah,kalau memang ingin kabur.padahal aq berharap xinxin pergi dn mulai menjalani hidupnya sendiri dn mandiri,eh mlh ikut drama permeisuri
Ida Blado
kaalau jelas ngincer xinxin ngapain ngadain pemilihan segala,tinggal tunjuk kok repot bener
Ida Blado
tpisaya gk rela kalau xinxin lolos jdi permeisuri,krn itu hsnya nguntungi kekuarga bejat itu
Ida Blado
xinxin kalau gk mau lolos tinggal membuat diri sendiri kalah dn gk usah berusaha menang walauoun di cemoh
Ida Blado
mas xinxin mau di jodohin sama aki aki sih
Ida Blado
kpn xinxin pergi dri rumah terkutuknya sih
Ida Blado
kenapa gk di jelasin wuliang sampai hilang ingatan,,,,, dan apakah mereka akan berjodoh,,, kasihan loh kalau jdi sad boy,dari kecil dia udah hidup srndiri
Ida Blado
kenapa gk langsung pergi aja sih,pasti lbh mudah mau apa2 jg
Ida Blado
kalau cerita begini tuh aq menunggu keluarga durjananya di lepeh dn di tinggal pergi
Fransiska Husun
up up lagiiiii semangat thor 💪♥️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!