¤¤ Budayakan like, komen dan Vote ya, setelah membaca.
Kiran berasal dari keluarga kaya, dia berusia 24 tahun. Kehidupannya Glamor. Sifatnya plinplan suka menyakiti hati laki-laki. Kehidupan malam dan kemewahan lekat padanya.
Sebenarnya dulu Kiran adalah anak yang penurut, namun berubah ketika putus dengan pacar pertamanya. Hingga membuat dia berbuat sesukanya.
Kiran akhirnya dijodohkan dengan sopir pribadinya. Yang bersifat baik dan sholeh. Dia adalah Andrian, awalnya Kiran menolak perjodohan itu. Karena, dijodohkan dengan pria miskin yang tidak sesuai dengan kriterianya. Tetapi karena paksaan orang tuanya akhirnya Kiran menerima dengan terpaksa dan menikah dengan Andrian.
Andrian sebenarnya bukanlah dari keluarga miskin. Penasaran? Yuk simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hijrah Muslimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 8 Hari yang menyebalkan
Hari ini adalah awal Andrian bekerja di rumah Hendra sebagai sopir pribadi Kiran. Ada rasa malas bekerja di rumah tersebut. Karena harus bertemu setiap saat dengan Kiran yang dia kenal sangat sombong.
Andrian menyisir rambutnya di depan cermin.
"Kenapa perasaan ini rasanya malas sekali mulai kerja?" Andrian mengeluh dalam hati.
"Sudahlah aku harus bisa, aku harus bisa melawan semuanya ini bentuk tantangan dari keputusanku keluar dari rumah." Andrian mulai yakin.
Kemudian Andrian melangkah keluar dari cost dan mencari angkutan umum.
Ting tong
Bi inah membuka pintu
"Eh cakep, cari nyonya?"
" Iya bi" Andrian membalas dengan sopan.
"Bisa tunggu diruang tamu, nyonya masih bersiap-siap." Bi inah mempersilahkan Andrian duduk.
Andrian hanya tersenyum dan melangkah ke ruang tamu.
"Eh nak Andrian, sudah datang rupanya." Rina menyapa dengan ramah.
"Siapa ma?"
"Ini pa nak Andrian yang mama ceritakan kemarin." Rina memperkenalkan Andrian.
"Oh iya selamat bekerja nak, Jaga Kiran dan harus sabar hadapi dia." Hendra tersenyum.
Kiran pun turun dari lantai atas, sudah rapi dan tampak sempurna sekali. Namun Andrian tak bergeming dengan kecantikan Kiran. Bagi dia kecantikan bukanlah segalanya.
"Hmmm kenapa aku harus jadi sopir cewek jutek itu." Andrian terdiam.
"Pagi ma pa!" Kiran mencium pipi mama papanya.
"Loh kamu?" Kiran tampak terkejut.
"Kenapa kamu ada disini?" Kiran tampak kesal.
"Kiran ga boleh gitu, dia sopir pribadi kamu. Rina berusaha menjelaskan.
"Apa sopir pribadi? Ga salah, Aku ga butuh sopir mama." Kiran kesal dan membanting tasnya dikursi.
"Kiran kamu butuh orang yang nemani kamu, kamu suka keluar malam. Mama khawatir, jadi mama putuskan mencari sopir pribadi." Rina menjelaskan dengan tegas.
"Ma, Kiran bukan anak kecil. Yang harus diatur-atur, Kiran sudah dewasa."
"Ya kalau sudah dewasa kamu harus bisa bersikap sopan Kiran." Hendra menasehati anaknya.
"Papa sama mama sama saja percuma ngomong panjang lebar tetap saja ngekang." Kiran pun berlalu sambil marah.
"Kiran!" Rina berusaha mencegah anaknya.
"Sudah biarin saja, kasih kuncinya ke Andrian. " Hendra menenangkan istrinya.
Andrian hanya terdiam walaupun dalam hatinya sebenarnya sangat kesal dengan perlakuan Kiran.
"Nak, kamu harus sabar dia memang keras kepala, maklum dari kecil sudah sangat manja. Itu salah kami memanjakan dia." Ujar Hendra penuh harap.
"Iya tuan ga papa, saya memaklumi."Jawab Andrian sambil pamit.
Di dalam mobil Kiran tampak cemberut. Andrian membuka pintu mobil.
"Heh aku malas ya 1 mobil sama kamu!" gertak Kiran.
Andrian hanya terdiam sambil melajukan mobilnya.
"Coba kalau bukan karena mama memaksa, aku malas punya sopir kayak kamu." Kiran ngomel-ngomel sendiri.
Andrian hanya tersenyum ke arah Kiran.
Dregggggg...dregggggg
"Hallo" Kiran menjawab telepon dari Leo.
"Apa kabar Kiran, lama ga pernah ketemu. Nanti malam ketemu yuk." Ujar leo memohon
"Oke ketemu di cafe ya?" Kiran menentukan tempatnya.
"Oke sampai ketemu nanti malam honey!" Leo tertawa senang.
Kiran hanya tersenyum. Tanpa sengaja Andrian melihat senyum Kiran.
"Hmmm manis juga gadis sombong ini ketika tersenyum." Andrian senyum-senyum sendiri.
Dregggggggg
"Ihhh sapa lagi sih yang nelepon." Kiran tampak kesal.
"Hey beb!"
"Oh kamu beb ada apa?" Kiran tampak malas menjawab.
"Kenapa kayak malas gitu jawabnya?" Friska heran dengan sahabatnya itu.
"Nanti makan siang di mall yuk." Ujar Friska semangat.
"Oke!" jawab kiran singkat lalu menutup panggilan.
Friska menatap layar hp yang sudah terputus panggilan teleponnya dan merasa heran dengan tingkah Kiran yang tak seperti biasanya.
"Ga seperti biasanya dia ketus!" Gumam Friska sendiri.
🌿
~ Jangan lupa selalu dukung ya like, komen dan jika berkenan kasih vote ya. Terimakasih🙏
aku asli lo Thor ngikutin kamu dri thn 2020,sampe skrng blm ada apdate terbaru si...