NovelToon NovelToon
Pendekar Menjadi Dewa

Pendekar Menjadi Dewa

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Petualangan / Reinkarnasi / Pendekar / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:43k
Nilai: 5
Nama Author: EON

Raja Manusia adalah seseorang pendekar terhebat di benua tengah, Namun Raja dari dataran lain tidak bisa membiarkan Raja manusia bertambah kuat. Raja benua lain bekerja sama untuk membunuh Raja Manusia. Namun tidak menyangka Raja Manusia Bereinkarnasi kembali di sebuah keluarga sederhana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EON, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.8 - Kebangkitan Mana.

Aura pagi-pagi sekali sudah pergi ke Assosiasi Pil Cahaya.

“Tuan muda, Apa yang membuat anda datang pagi-pagi sekali.” Pemilik toko penasaran maksud kedatangan Aura.

“Pak tua, Aku perlu bantuan mu.”

“Bantuan ku.” Pemilik toko menjadi tambah penasaran.

“Aku ingin membuat Pil Naga Langit.” Aura menjelaskan maksud kedatangannya.

“Pil Naga langit? Pil Bintang Delapan.” Pemilik toko itu sangat terkejut.

“Tuan muda, Aku tidak bisa membantumu, Aku masih seorang Pembuat Pil Bintang tujuh.” Jawab pemilik toko sambil menggelengkan kepala.

“Tentu saja aku sudah tahu, Namun dengan ini mungkin berhasil.” Aura sebuah kertas.

“Aray tingkat tujuh?” Pemilik toko terkejut setelah membaca isi kertas tersebut.

“Jika aray ini di kombinasikan selagi membuat Pil Naga Langit, Mungkin akan berhasil.”

“Ah! Tuan muda, Nyawaku berada di tanganmu sekarang.” Pemilik toko menganggukkan kepala yang berarti setuju.

“Kamu terlalu meremehkan ku pak tua.” Aura menggambar pola Aray di sekitar tungku pembuat pil.

Pemilik toko menyiapkan bahan-bahan yang akan digunakan.

Setelah tiga puluh menit, Aura dan Pemilik memulai pembuatan pil.

“Aray tiga naga.” Aura mengaktifkan Aray tersebut.

Pemilik toko pun menyalakan Tunggu Pil milik dia sendiri.

“Ugh!! Pemilik toko tersebut tiba-tiba muntah darah.

“Tuan muda tungku pil, Sudah akan meledak.” Pemilik toko melihat tunggu Pil yang makin membesar.

“Pak tua kamu fokus saja, serahkan saja tungku nya sama ku.” Pemilik toko melanjutkan proses pembuatan pil.

“Ugh!!” Gantian Aura yang muntah darah, Akibat menahan tekanan Tunggu yang ingin meledak.”

“Tuan muda.” Pemilik toko menjadi panik.

“Jangan memperdulikan diriku, Fokus saja yang sedang kamu kerjakan.” Aura berseru lantang kepada pemilik toko.

Setelah dua jam berlalu Proses pembuatan Pil Naga Langit.

“Ah,Jika aku tahu akan seperti ini, Aku tidak akan membantumu, Tuan muda.” Pemilik toko kehabisan banyak tenaga.

“Hahaha, Pak tua kenapa Pembuat pil Bintang tujuh begitu lemah.” Aura Juga Kehabisan tenaga.

Tiba-tiba pintu ruangan tersebut terbuka, Ada seseorang yang masuk keruangan tersebut, tidak lain merupakan Naiya.

“Ah, Cucuku, Kamu sudah bangun.” Ucap pemilik toko dengan lembut.

Naiya tiba-tiba berlari, Pemilik toko berfikir Cucunya akan memeluknya, Namun.

“Apa yang terjadi dengan mu.” Naiya panik setelah melihat banyak darah di tubuh Aura.

“Apa kamu terluka.” Naiya memeluk Aura dengan erat, Naiya sangat khawatir dengan Aura

“Jika kamu memeluk aku begitu kuat, Mungkin saja aku menjadi terluka.” Aura menjentikkan jarinya ke kening Naiya.

“Biar aku seperti ini sebentar.”

“Cucuku kamu tidak mengkhawatirkan kakek?” Pemilik toko menjadi cemburu.

“Ah, Kakek aku lupa kamu ada disini.” Naiya baru mengingat bahwa dia datang kemari ingin menemui kakeknya.

Pemilik toko menjadi sangat syok kerena cucu ke sayangannya lebih menghawatirkan orang lain dari pada dirinya.

“Naiya bisa bangkit aku ingin mengambil Pil itu.”

“Baiklah.”Aura menunjuk Tungku Pil yang sudah rusak parah.

“Lebih banyak dari yang kupikirkan.” Aura mengambil Pil Naga langit yang berjumlah empat butir pil.

“Pak tua, Jangan terlalu murung.” Aura memberikan satu buah Pil Naga Langit kepada Pemilik toko yang lagi syok.

Pemilik toko itu pun kembali bersemangat setelah menerima pil tersebut.

“Pak tua, bisa siapkan sebuah ruangan meditasi untukku.” Aura berniat langsung melakukan proses pembangkitan mana setelah dia mandi.

“Tuan muda, ini ruangannya.” Pemilik toko menunjukan sebuah ruangan.

“Pak tua, Tolong jangan biarkan orang masuk kemari, Aku ingin melakukan pembangkitan mana tanpa ada gangguan.”

“Baik, Tuan muda.” Pemilik tersebut berbicara seperti biasanya, Namun dalam hatinya berbicara lain.

Bagaimana tidak, Biasa Proses pembangkitan mana harus Bimbingan dari seorang pendekar untuk memberikan arahan agar tidak terjadi masalah.

Aura mulai duduk dan melakukan meditasi.

Aura menggambil sebuah pil yang tidak lain Pil Naga Langit. Pil ini berfungsi untuk menembus batas sebuah mana.

“Ugh!! Tidak kekuatan pil ini begitu besar.” Aura merasakan tekanan dalam dirinya.

Setelah setengah jam berlalu. Aura merasa sudah berhasil melewati proses pembangkitan mana.

“Tidak mungkin, Kenapa bisa menjadi mana bewarna ungu.” Bagi pendekar mana bewarna ungu merupakan sebuah anugrah.

Tidak untuk Aura yang di kehidupan sebelumnya, dia juga memiliki mana warna ungu.

“Apa ada yang salah dengan proses yang kulakukan." Aura mengingat proses ketika pembangkitan.

“Aku harus mencoba cara itu.”

Aura menelan dua sekaligus Pil Naga Langit.

“Ahhh!!” Aura menjerit kesakitan akibat kekuatan yang melonjak dalam tubuh Aura.

“Prang!!” Sebuah gelas kaca tiba-tiba pecah selagi Lia mencuci piring.

“Aura.” Perasaan Lia pun menjadi tidak enak.

Di lain tempat.

“Aura apa yang terjadi.” Naiya yang mendengar suara Aura yang menjerit dan langsung ingin menghampirinya.

“Kakek apa yang sedang dilakukan Aura.” Naiya menjadi menangis karena khawatir akan Aura.

“Cucuku, Percaya kepadanya.” Pemilik toko memeluk Naiya dengan erat.

Sedangkan kondisi Aura sangat berbahaya.

“Apa yang harus kulakukan jika begini, Tubuhku bisa meledak.” Aura menahan energi yang sangat besar di dalam tubuhnya.

Aura memikirkan sebuah ide untuk menyalurkan energi tersebut kedalam Kolam mananya.

Akibat proses ini tiba-tiba langit menjadi mendung dan petir terus menyambar, seperti sebuah bencana yang akan datang.

Aura terus menyalurkan energi tersebut ke dalam Kolam mananya.

Tiga jam berlalu, akhirnya proses pembangkitan ulang berhasil di lalui Aura.

“Kenapa Aura Raja Manusia tiba-tiba muncul.” Empat raja benua lain merasakan sosok kehadiran Raja manusia.

Aura yang masih sangat kelelahan ingin melihat apakah dia berhasil mendapatkan mana berwarna merah.

“Apa yang terjadi, Mana apa ini.” Aura bingung melihat mana yang di dapatkan.

“Sejak kapan ada mana berwarna Emas.” Aura menggaruk kepalanya karena tidak menyangka hal tersebut.

“Sudahlah, Akan kucari tahu sendiri,” Aura berjalan keluar dari ruangan.

Ketika membuka pintu ada seorang yang tiba-tiba memeluk Aura, tidak lain Naiya.

“Apa yang terjadi kepadamu, kenapa kamu begitu pucat.” Naiya menangis di pelukan Aura.

“Aku baik-baik saja.” Ujar Aura sambil mengelus kepala Naiya.

“Kurasa ini juga tak terlalu buruk, Makasih dewa.” Aura sangat bahagia dengan kehidupannya yang di jalaninya sekarang, penuh dengan rasa sayang.

“Tuan muda, Mana apa yang kamu bangkitkan sampai-sampai Alam tiba-tiba berubah.” Tanya pemilik toko.

Aura menunjukkan Mananya.

“Kenapa Mana berwarna kuning, bisa menyebabkan hal ini.” Pemilik toko berpikir dengan keras.

Aura tentu tidak menunjukkan mana yang aslinya, Karena bisa menyebabkan masalah kepada Aura maupun orang tuanya.

“Naiya, Aku harus pulang sekarang.” Aura ingin segera memberitahukan orang tuanya bahwa sudah membangkitkan mana.

“Tidak boleh, Kamu harus menemaniku hari ini.” Jawab Naiya dengan muka memelas.

Melihat hal itu Aura hanya bisa mengikuti permintaan Naiya. Merekapun mengelilingi kota sampai sore hari.

Aura pulang. “Ayah ibu, Aku pulang.” Ucap Naiya depan pintu.

Mendengar suara Aura, Lia bukannya membalas melainkan memeluk Aura dengan erat.

“Ibu, Apa yang terjadi.” Aura tanya dengan kaget.

“Biarkan ibu seperti ini lebih lama.” Lia memiliki alasan untuk melakukan itu.

“Ayah ibu, Lihat ini.” Aura menunjukan mananya.

“Warna kuning” Ujar Paul dan Lia.

“Paul anak kita seorang jenius.” Lia sangat dan memeluk Paul.

“Nak, Kemari lah.” Paul mengajak Aura kedalam pelukannya.

“Ah, Aku ingin terus membuat orang tua ku bahagia.”

BERSAMBUNG>>>

1
Shah Dian
789 big up... maaf cm saran aja Thor... bisakah? nama MC nya d ganti... rada aneh aja ...
Bariton Triono
ha ha selesai thor tggl tggu up
[ Azuya ]
makan diganggu = beli tempat makannya
Mas Rolis
Jangan sampai Haitus
Mas Rolis
Menunggu 🆙
Mas Rolis
Lanjuttttttt ➡️
Mas Rolis
Josssss gandossssss thor 👍
Mas Rolis
Jozzzzzzzzzzz Gandozzzzzzzzzz Author 👍
Mas Rolis
Top Markotop Thor 👍
Mas Rolis
Jozzzzzzzzzzz Gandozzzzzzzzzz Author 👍
Mas Rolis
Top Markotop Thor 👍
Mas Rolis
Jozzzzzzzzzzz Gandozzzzzzzzzz Author 👍
Mas Rolis
Top Markotop thor 👍
Mas Rolis
Jozzzzzzzzzzz Gandozzzzzzzzzz Author 👍
Mas Rolis
Lanjut thor 👍
Mas Rolis
Top markotop thor 👍
Mas Rolis
Jozzzzzzzzzzz Gandozzzzzzzzzz Author 👍
Mas Rolis
Top markotop thor 👍
Mas Rolis
Hemmmmmmmm
Jozzzzzzzzzzz jozzzzzzzzzzz jozzzzzzzzzzz Gandozzzzzzzzzz Author 👍
Mas Rolis
Top markotop thor 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!