ini karya pertamaku
jadi mohon untuk bimbingan yang baik ya 😊
seorang wanita cantik bernama Nameera Adinda harus menjalani pernikahan untuk membayar hutang ibu tirinya, ibu tirinya adalah orang yang serakah tak peduli akan nasib nameera, yang jelas semua hutangnya di anggap lunas setelah menikahkan satu putrinya,
tuan narendra sebastian adalah pria tua yang datang ke rumah nameera dan meminta langsung pada ibu tirinya untuk menikahkan salah satu Putrinya,
tak ada pilihan lain ibu tiri nameera langsung menunjuk dirinya saat tuan narendra sudah pulang,, tak ada pilihan nameera tak mau menerima dan mencoba untuk kabur dari ruman namun usahanya nihil, ia ketahuan ingin kabur dan tanpa aba² ibu tirinya langsung menampar pipi mulushnya
apakah kehidupan nameera akan bahagia setelah menikah atau malah sebaliknya
penasaran dengan kisahnya,, yuk pantengin terus ya ceritanya hanya di novel aku
cekkidott 👉👉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ftria oktvn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bdrs 07
hari hari telah berlalu,, dan banyak meninggalkan luka, bahagia, penyesalan, dan juga kekerasan,, ya semua itu dirasakan oleh seorang gadis cantik nameera,,
tepat pula, hari ini adalah hari pernikahan,, yang telah di beritahu oleh tuan narendra,,
dan bagaimana ibu tiri nameera tidak senang, hutangnya akan lunas dan ia dengan suka rela menikahkan nameera dengan pria tua,,, ibu tiri nameera sudah tak sabar,, tak sabar melihat nameera pergi dari rumah ayahnya sendiri,,
sedangkan ashila masa bodoh dengan pernikahan ini,, ia memilih pergi meninggalkan ibunya,,, memilih bersenang senang dengan teman temannya,,, padahal seharusnya ialah yang bertanggung jawab atas hutang ibunya,,
sedangkan di dalam sebuah ruangan,, terlihat nameera sudah mengenakan kebayanya,, wajahnya dipoles dengan make up natural tapi nameera telihat sangat cantik dan mempesona,,
sebenarnya nameera juga belum mau menikah apalagi menikah dengan pria yang umurnya jauh sangat tua dibandingkan dirinya...
ia juga sempat ingin kabur namun lagi lagi ia ketahuan oleh ibu tirinya,,
flashback on
"aku harus kabur ,aku tidak mau melaksanakan pernihakah konyol ini,, aku tidak mau jadi penebus hutang,, dan juga aku ingin menikah dengan lelaki yang aku cintai,"ucap nameera seraya berjalan mengendap endap,
nameera membawa tasnya sambil menenteng sepatu slopnya,, ia sengaja tak memakai sepatunya agar langkah kakinya tak terdengar oleh ibu tirinya,,
namun lagi lagi nasip sial menimpa dirinya,, baru saja sampai di ambang pintu ibu tirinya langsung meneriaki dirinya
"Nameera,, mau kemana kamu hah," dengan nada kasar ibu tirinya memanggil namanya,,
"jangan coba² kabur kamu,, cepat kembali ke kamarmu sebelum aku menghabisi mu,"
"mampus,"
nameera menoleh ibu tirinya, niat hati hendak kabur malah ketahuan,,,
"bu aku sudah bilang aku tidak mau menikahi pria tua itu, ku mohon mengerti aku sekali ini saja, lepaskan aku bu kali ini saja,"nameera dengan nada memohonnya,,
"plak,"satu tamparan keras mengenai pipi mulusnya,
"sudah ku bilang jangan macam macam denganku jika kamu masih sayang nyawamu cepat masuk kamarmu,"
sedangkan ashila ia hanya tertawa melihat nameera yang di marahi oleh ibunya.
"lagian lo itu tinggal nikah doang,"ucap ashila seraya tertawa terbahak bahak
flashback of
tak bisa dipungkiri hari ini dada nameera sesak,, ia merasa susah sekali bernapas karena ia selalu menahan air matanya agar tak jatuh di pipi mulusnya,,
"tok
tok
tok
pintu rumah di ketuk,, ibu tiri nameera segera membuka pintu,,
ya diluar sudah ada beberapa ajudan yang akan menjemput nameera dan keluarganya,,
"anda sudah siap nyonya," ucap salah satu ajudan itu kepada ibu tiri nameera,,
"iya kami sudah siap,"
"baiklah, bisa kita berangkat sekarang nyonya,"
"iya,tunggu dulu aku panggilkan anakku dulu," ibu tiri nameera berjalan menghampiri nameera,
"nameera,, ayo kita berangkat,, awas saja jika nanti kamu mengacaukan acaranya, maka ibu tak segan segan akan menghukummu,"
saat ini nameera tak punya pilihan lain selain menuruti perintah ibu tirinya yang kejam itu,,
akhirnya nameera beserta ibu tirinya sudah sampai, di tempat acara pernikahan,,
ya pernikahan yang sebelumnya tidak pernah nameera fikirkan,,
"perlihatkan senyum termanismu nameera," bisik ibu tirinya tepat di telinganya,,
ingin sekali nameera berlari menjauh dari acara ini,, nameera ingin kabur namun ia tak punya pilihan,"karena sebelumnya ibu tirinya lebih dulu mengancamnya,
.
.
.
.
.
biar asik ...
Author kan belum kasih bumbu rahasia "Bucin"🤣🤣🤣
jawabannya
Bagi orang yang punya hati dan perasaan. takkan mudah melepaskan sesuatu yang bernilai historis terhadap orang yang disayanginya. apalagi rumah tersebut satu satunya peninggalan dan orang yang disayangi semua telah tiada..
cobalah untuk menghargai karya orang lain. kalau tak suka skip atau tinggalkan. tak perlu komentar buruk apalagi menjatuhkan orang lain dengan memberikan bintang satu.
sikap seseorang mencerminkan daya pikirnya sendiri