NovelToon NovelToon
Balada Cinta Belahan Jiwa

Balada Cinta Belahan Jiwa

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:302.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: sushanty areta

Rania gadis belasan tahun yang jatuh hati pada Dewa,teman papanya.Kelembutan dan paras pria itu begitu menggoda Rania hingga melupakan kesenjangan usia diantara mereka.Anehnya,Dewa tetap menganggapnya anak kecil yang tidak pantas untuknya.

Bagaimana perjuangan Rania untuk mendapatkan cinta Dewa?Apa benar pria itu bersikap posesif karena menganggapnya sebagai anaknya juga?

Simak kisahnya ya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sushanty areta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berusaha

Sore harinya Dewa dan Rania yang akan pergi belanja dikejutkan oleh kedatangan papa dan mamanya yang membawa aneka kebutuhan rumah tangga.Tak tanggung-tanggung,Ardi sang papa membawa mobil pick up untuk mengangkutnya.

"Lho pa..ma..kok bawa-bawa beginian?" tanya Rania bingung.

"Kalian kan pindahnya mendadak,jadi papa dan mama nggak sempat menata rumah ini untuk kalian.Lha baru sekarang ini kami kesini." jawab mamanya lalu membantu menata kompor,panci dan alat-alat dapur yang lain.

Ardi dan Dewa terlibat pembicaraan serius diruang tamu.Dua sahabat itu memang acap kali begitu saat bertemu.Ada saja yang jadi topik pembicaraan seru diantara keduanya.Yanti segera membuatkan kopi dan menyuruh Rania mengatarkan kedepan.

Rania dan mamanya masih asik menata dapur dan memasukkan sayur dan bahan makanan lain ke kulkas.Kadang mereka tertawa bersama sambil menggendong si kecil Reno bergantian.

"Ran"

"iya ma"

"Sekarang kau kan sudah jadi istri Dewa,jangan lupa kewajibanmu sebagai istri ya.Memasak,mencuci,bersih-bersih rumah,pokonya seperti mama lah."

"iya Rania tau ma."

"Ran...apa kau benar-benar mencintai Dewa?" Kali ini Rania terdiam.Mamanya masih menatap dengan teduh padanya.Selain sebagai mama,Yanti juga adalah teman curhat terbaiknya.Selisih usia yang tidak begitu jauh membuat dua wanita beda generasi itu seperti saudara.Tidak ada yang Rania tutupi dari mamanya,termasuk saat dia jatuh cinta pada Dewa.Mamanya selalu menganggap perasaanya sebagai cinta monyet yang akan menghilang seiring perkembangan usianya.Tapi nyatanya...makin kesini Rania makin mencintai Dewa.

"Mama kan tau jawabanya.Ngapain bertanya ma?"

"ya mama cuma memastikan aja Ran.Hidup berumah tangga itu berat Ran,ibarat rumah..cinta adalah pondasinya.Nanti bila ada badai menerjang,pastikan jika bangunan rumah tangga kalian cukup kokoh untuk menahannya." nasihat Yanti panjang lebar.Rania hanya menganggukkan kepalanya.

"Satu lagi Ran...cinta yang bertepuk sebelah tangan itu menyakitkan.Mama bukannya ingin kalian berpisah,tapi sungguh,dalam hati mama yang paling dalam..mama masih ingin kamu kuliah dan menghabiskan masa mudamu dulu."

"Tapi kan mama menikah dengan papa diusia muda juga ma." protes Rania karena merasa perkataan mamanya tidak sejalan dengan pemikirannya.

"iya Ran.Tapi saat itu kami saling mencintai,tidak sepertimu.Papa juga pemuda yang baik.Diawal-awal pernikahan juga sering cek cok.Tapi alhamdulilah kami baik-baik saja sampai sekarang." Pandangan Yanti menerawang,kisah masa mudanya seakan terekam kembali dalam ingatannya.Sungguh dia tidak ingin Rania mengalami apa yang terjadi pada dirinya.Sebagai orang tua yang berkecukupan,dia ingin anak gadisnya itu seperti anak-anak lain yang sibuk kuliah,kumpul teman,mengikuti kegiatan diluar dan bermacam-macam kreatifitas masa muda lainnya dan bukanya menikah diusia muda yang unjung-ujungnya juga menimang anak.

"Sudahlah Ran,semua memang sudah terjadi.Mungkin Dewa memang jodohmu.Mama cuma bisa berdoa agar rumah tanggamu rukun dan diberkahi Allah."

"Aminn ma.Maaf kalau aku udah bikin mama kecewa." Rania memeluk erat mamanya.

Jam 9 malam Ardi dan yanti berpamitan pulang karena Reno sudah tidur di gendongan mamanya dari tadi.Sebenarnya Rania ataupun Dewa menyarankan mereka menginap,tapi keduanya bersikeras pulang.

Rumah itu kembali lengang.Rania memilih mengunci diri di kamar,sedang Dewa masih menonton televisi diruang keluarga yang berada tepat didepan pinru kamar Rania yang artinya juga didepan pintu kamar Dewa karena kamar mereka bersebelahan.

Rania mengeluh dalam hati.Apa menikah itu sesulit ini?Dia berharap jika sudah menikah dengan Dewa,maka mereka bisa dekat dan bisa saling mencintai seperti cerita dalam novel perjodohan yang dibacanya.Tapi nyatanya?bukanya dekat,mereka malah seperti orang asing yang tidak saling mengenal.Sikap dan perkataan mereka juga cenderung kaku dan seperlunya saja.

Esok paginya,Rania bangun pagi-pagi lalu memasak didapur.Walaupun anak orang berada,gadis itu sudah terbiasa berkutat dengan urusan dapur.Mamanya bahkan selalu mengajaknya memasak atau sekedar mencoba menu baru yang ada di majalah atau internet,maka bisa dibilang Rania adalah gadis yang cekatan dan mandiri.

"Kamu sudah shalat subuh Ran?" Suara berat Dewa mengagetkannya.

"shalat?eh..belum om."

"Bangun tidur itu mandi,ambil wudhu trus shalat dulu Ran."

"hmmm..iya om." tidak ada bantahan yang keluar dari bibir Rania.Sangat berbeda saat dia dirumah,ia tidak pernah mendengarkan apa kata papa dan mamanya.Rania sibuk hidup di dunianya sendiri.

Tergesa dia mematikan kompor lalu melakukan perintah Dewa tadi.Pagi yang aneh karena mulai hari ini dia harus mengikuti semua kemauan Dewa suaminya,atau lebih tepatnya suami diatas kertasnya.Rania tau maksud Dewa baik,sejak dulu begitu.Dewa selalu mengingatkannya untuk shalat,mengaji dan berpakaian muslimah.Bukan Rania tidak mau,tapi dia belum siap untuk itu.Lalu apakah sekarang dia akan melakukan apapun untuk merebut hati Dewa?Rania termenung dalam diam.

Ragu dia melangkah ke dapur,meneruskan acara masaknya yang tertunda.Dia juga berinisiatif membuatkan secangkir kopi untuk Dewa yang terlihat membantunya menyapu lantai rumah.

"Ini kopinya om."

"Letakkan disitu." sahut Dewa tanpa memandang Rania.Dia masih sibuk dengan acara sapu menyapunya dilantai yang lumayan berdebu karena proses pindahan kemarin.

Pukul 6 Pagi mereka sudah duduk dimeja makan.Rania dengan seragam sekolahnya,sedang Dewa dengan kemeja garis-garis biru muda dan celana bahan biru tua yang menambah kesan maskulinnya.Pagi itu rambutnya disisir rapi seakan mau pergi ke acara resmi.Tidak ada menu pagi yang istimewa,Rania hanya menyiapkan bubur ayam lengkap dengan pernik-perniknya.Dewa memakannya dengan lahap,dia memang menyukai menu itu.

"Hari ini kau bisa ke sekolah sendiri kan Ran?"

"Iya om,lagian sekolahnya dekat kok.Enggak perlu diatar jemput."

"Bagus.Hari ini om pulang telat ya,mau meninjau proyek baru di perbatasan kota."

"iya."

"Berikan nomer poselmu.Nanti om akan kasi kabar kalau misalnya belum bisa pulang." Rania membuka tasnya dan mengeluarkan ponselnya.

"Om saja yang isi disini." Tanpa berkata Dewa memasukkan nomernya,menekan save dan menelepon ponselnya sendiri.

"nih,udah.Om berangkat dulu ya,asalamualaikum."

"Walaikumsalam." Dewa masuk ke mobilnya tanpa menoleh ataupun membiarkan Rania mencium punggung tangannya seperti sinetron di tv.Harusnya dia memberi kesempatan Rania berlaku seperti istrinya setelah gadis itu mati-matian menyenangkan hatinya.Ada yang teriris di sudut hatinya.Apa menikah denga Dewa adalah kesalahan baginya?Ahh...Rania mengabaikan perasaan luka itu dengan bergegas keluar rumah,mengunci pintu dan melangkah pergi kesekolah.Udara pagi yang masih sejuk membelai tubuhnya seakan memberi kesegaran diantara lelah hatinya.Mulai sekarang juga dia harus berangkat lebih pagi dari siswa yang lain agar tidak ketahuan kalau dia tinggal diperumahan dekat sekolah.Penyiksaan tahap kedua dalam hidupnya.

1
Humaira izzatunisa
luar biasa
Maryana Fiqa
aku kesal dengan sikap Rania yg lemot kl gak bs ambil keputusan...
Annie Soe..
Sukaaa ceritanya bagus n menarik ga halu banget,
Pemerannya membumi & kegiatan berbagi sesamanya menonjol.
Inspirasi yg baik thor..
Kok ratingnya kecil, kayaknya kurang promo dr NT deh..
Ttp semangat n terus berkarya thor,
Makasiihhh ..
Annie Soe..
Ehhmm,,,,
Lancar jaya niy otw debaynya..
Annie Soe..
Dewa, knapa kau tidak peka,
Kau tdk lihat istrimu bgitu terguncang krn kejadian itu ?
Annie Soe..
Paket komplit wanita ideal+idaman niy Rania,
Ada ga ya di dunia nyata ??
Annie Soe..
Chris punya pengalaman jelek sm cewek,
Diporotin cewek deh kayaknya..
Annie Soe..
Ternyata Dewa pun dari dulu dah ada "rasa" ke Rania,
Rasa itu dtg stlah ato sblom ada Hafsah ya ???
Annie Soe..
Firman nguping tu,,
Awas ada pebinor..
Annie Soe..
Jadi ikut deg2an, mo ngapain ya dewa.../Shy/
Heryta Herman
si dewa pria dewasa tapi labil....aahhh,bodo' lah
Heryta Herman
nah nah...gimana ini thor...ga suka cerita muter"...sbntr bilang mau ngejalani sbntr bilang krna rania yg sdh ambil memaksa dari awal. klo sdh begitu terpaksa...lpskan saja rania,dewa..lagian tadi juga bilang hp di tinggal di bwh kok bisa tlp frans ya?...
sdh lah...biarkan rania bahagia dgn caranya..dia juga sdh membuktikan bahwa dia bisa hidup tanpa bantuan dewa ataupun ortunya..
Heryta Herman
terserah lah thor...
Heryta Herman
terserahnlah thor...
Heryta Herman
ga setuju..klo cuma menjaga,ga harus nikah juga...pisah aja...ga ada cinta juga kan?
Heryta Herman
jngn ikuti permainan dewa..ambil sikap tegas rania...dewa hanya bersandiwara di dpn orang tuamu...pergi lah sejauh mungkin bodoh..
Heryta Herman
ga banget lah..kemaren rania di biarkan kluar rmh,menjalani hidup sendiri...skrng baru mau dkt" lagi..maumu apa dewa...rania juga bodoh...krna cinta jadi bodoh dan di bodohi...serah lah...
Heryta Herman
berterus teranglah rania..jng kau diam dan pendam segala sendiri..orang ruamu juga harus tau,sprri apa sikap dewa padamu...jng kau tutup" i...jujur saja dgn ortumu..ambil sikap dan tinggalkan semua..runjukkan bahwa kau mamapu gidup tanpa dewa...
cinta tdk harus memiliki bukan?....
Heryta Herman
jln ceritanya muter",bingung baca...persaan rania juga si bikin terombang ambing di hempas seenaknya..kemaren di rmpr hera,di bilang anak kecil,dewa bilang dia terpaksa dgn rania krna di jebak,dan mentakiti hati rania...aah..bingung...thor biarkan rania hidup sendiri mandiri,biarkan dewa yg mengejar rania...
Heryta Herman
teeus terang.lah rania..walaupun daei awal memang kamu yg salah...tapi tdk harus diam juga klo dewa sdh memperlakukan mu tdk semestinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!