NovelToon NovelToon
The CEO'S Second Chance

The CEO'S Second Chance

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: simnuna

Tidak semua cinta pertama berakhir dengan kebahagiaan. Bagi aruna, gadis yatim piatu yang hidup dari beasiswa dan kerja keras, jatuh cinta pada siswa paling populer di sekolah adalahawal dari mimpi buruk yang selama ini tak ingin dia miliki..dia bahagia, namun kebahagaan itu ternyata di bangun diatas sebuah taruhan konyol para anak orang kaya itu. Saat kebenaran terungkap, aruna kehilangan lebih dari sekedar cinta..penghianatan, perundungan, dan kehilangan yang tak tergantikan menghancurkan hidupnya hingga dia memilih menghilang dari masa lalu. Bertahun-tahun kemudia, takdir mempertemukan mereka kembali. Kini, pria yang dulu menghancurkan dunianya telah menjadi seorang pria yang rela melakukan apapun untuk mendapatkan kesempatan kedua. Sayangnya, tidak semua luka dapat di sembuhkan dengan kata maaf… Penasaran?…yuk kepoin ceritanya….

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon simnuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

“Pergilah ke uks kalau kepala lo masih sakit..”ucap liam singkat sebelum pergi dari sana..olla menghentakkan kakinya mendengar ucapan liam.

“Tunggu aja lo..”kesal olla pada aruna dan pergi dari sana mengikuti liam berama dua temanya.

Aruna tak menghiraukan empat orang itu..fokusnya sekarang hanyalah menghilangkan pusing di kepalanya.

_____________________________

Sore hari setelah pulang sekolahan aruna langsung melanjutkan perkerjaanya mencuci pakaian milik tetangga yang biasa di upahkan padanya..aruna tak menghiraukan nyeri di kepalanya yang masih terasa, baginya menyelesaikan pekerjaan tepat waktu adalah yang terpenting sebelum nanti malam kembali masuk bekerja di minimarket.

Saat sedang sibuk di kamar mandi, teriakan diluar tak menyadarkan aruna..sampai pukulan di punggungnya membuat aruna terperenjat kaget..disana berdiri seorang wanita paruh baya memakai daster bunga-bunga.

“Apa kau tuli hah?..”ucap wanita itu menatap aruna kesal.

“Bibi maaf, kran nya hidup jadi aku tak mendengar suara bibi..”ucap aruna langsung berdiri dari duduknya.

“Sudahlah..tak penting..”ucap sang bibi melambaikan tanganya keras.

“Berikan bibi uang..bibi besok mau kepasar..”ucap wanita itu ketus.

Aruan menghela nafas pelan..dia sudah tau maksud kedatangan sang bibi..bibi dan paman nya tak pernah datang menjenguknya, mereka hanya datang saat membutuhkan uang saja..mereka datang seminggu sekali, dan itu sudah terjadi selama betahun-tahun..pamanya juga datang tapi dia cukup sadar diri untuk tak masuk kedalam kamar kos karna tau keponakan adalah seorang gadis.

“Apa paman tak bekerja bibi?..”tanya aruna berbasa basi.

“Uangnya sudah habis, kau fikir gaji paman mu itu banyak?..makan seminggu saja sudah habis..”ucap wanita itu ketus..aruna menghela nafasya.

“Uang ku juga tak banyak bibi..kalau kalian terus meminta, aku juga mau makan apa?..aku juga harus bayar kosan..”ucap aruna pelan..wajah sang bibi terlihat semakin kesal.

“Makanya berkerja lebih keras..itu saja susah..apa juga guna mu kalau membiayai kami saja kau tak mampu..kami ini pengganti orang tua mu kau tau..”ucap wanita paruh baya itu.

“Cepat berikan uangnya..jangan sampai paman mu masuk dan kembali memukul mu..”ucap wanita itu tak sabaran.

Aruna menghala nafasnya dan memberi setangah hasil kerjanya pada sang bibi.

“Bagus..” seru sang bibi.

“Gaji minimarketmu kapan keluar?..”tanya wanita itu.

“Seminggu lagi bibi..”jawab aruna pelan.

“Bagus..jangan lupa sisihkan untuk bibi, seminggu lagi bibi datang..”ucap wanita itu, dan dengan tampa beban pergi dari sana..aruna hanya bisa memperhatikan kepergian sang bibi dalam diam.

.

.

.

Malam ini aruna duduk santai di kasir minimarket..malam ini tak ramai pembeli jadi dia merasa sedikit lega..apalagi denyutan di kepalanya masih terasa.

“Untungah tak ramai orang, aku bisa sedikit bersantai..”ujar aruna.

Baru sebentar dia berkata seperti itu, dari luar terdengar deru motor yang bersahut-sahutan..aruna menoleh, disana dia melihat banyak motor besar yang berhenti di halaman minimarket.sepertinya ada lebih dari sepuluh motor.

“Rame banget..apa mau ngerampok ya..”pikir aruna sedikit panik..apalagi dia hanya sendirian menjaga toko itu.

Para pria itu mulai turun dari motor dan berjalan kepintu masuk minimarket..aruna sedikit gugup..tapi kemudan bernafas lega saat yang muncul adalah wajah-wajah yang di kenalinya.

Meraka adalah segerombolan siswa populer di sekolahnya..dan kalau tidak salah mereka adalah para siswa di bidang olahraga..tapi aruna tak tau jelas olahraga apa itu.

Kedatangan mereka membuat suasana yang tadinya sunyi heboh seketika..para pria yang berjumblah lebih dari sepuluh orang itu berputar mengelilingi rak demi rak dengan kehebohan dan beberapa umpatan gaul mereka..dan beberapa percakapan tentang bola basket yang aruna tak mengerti.

Aruna hanya memperhatikan mereka dalam diam..sampai matanya menangkap sesosok pemuda tampan yang siang tadi menolongnya..tidak bisa dikataka menolong, tapi setidaknya kehadiaran pria itu menghentikan perbuatan olla padanya.

“Sangat tampan..”batin aruna..dia selama ini memang tak pernah memperhatikan pria-pria di sekolahnya itu..tujuanya hanya belajar dan bekerja setelahnya..belum ada seseorang atau sesuatu yang bisa mengalihkanya dari dua hal itu..tapi sekarang setelah melihat para pria tampan itu..dia benar-benar merasa ketinggalan untuk melihat keindahan dunia dalam bentuk manusia.

Saat asik memperhatikan liam..aruna terkejut saat pria itu mantapnya balik dengan tatapan datarnya..aruna langsung mengalihkan tatapannya ketempat lain.

“Jangan teralihkan aruna..hidup mu sudah berat jangan menambah beban lagi..lagupula katampanan tak memberimu uang..”gumam aruna..dia jadi merasa ngeri membayangkan kalau olla tau dia manatap pujaan hati siswi menor itu..bisa benar-benar lenyap dia dari muka bumi ini.

Sedangkan di sisi liam, pria itu menatap aruna penuh keheranan.

“Pemuja bodoh..”gumamnya..dia pikir aruna adalah salah satu fans gilanya.

“Heh bro bengong aja..”ucap seorang pria menyikut lengan liam..liam hanya menatap pria itu datar dan berlalu dari sana menuju lemari pendingin.

“Huh di cuekin bae gue..”kesal pemuda itu karna ditinggal begitu saja oleh liam..dia akhirnya mengikuti liam.

“Kapten, hati-hati ketuker..”ucap pria tadi saat sudah sampai di samping liam.

Iiam mengeryitkan keningnya tak mengerti.

“Sama-sama dingin soalnya..”ucap pria itu membuat lelucon dengan menyamakan liam dengan lemari pendingin di depan mereka.

Liam mengeplak kepala temannya itu kencang, membuat sang pria meringin kesakitan.

“Sukurin..mang enak..”seru pria satunya..pria tadi di tertawakan oleh semua temanya.

Aruna hanya menonton kejadian konyol itu dari meja kasir.

.

.

.

Setelah lama memilih ini dan itu, segerombolan pria itu mulai keluar dari minimarket..yang tersisa hanyalah dua orang yang bertugas untuk membayar belanjan..salah satunya liam.

Mereka sampai di kasir dan menyerahkan kerajang belanjaan yang berisi banyak soda dan beberapa cemilan pada aruna..aruna menerimanya..dan mulai menghitung total belanjaan itu..wajah aruna terus menatap monitor..saat menerima keranjang tadi dia juga hanya menunduk tampa melihat wajah dua orang itu.

Salah satu pria terus memperhatikan aruna, seolah mengingat wajah aruna.

“Sebentar..”ucar pria itu menghentikan kegiatan aruna..membuat liam yang ada di samping pria itu juga menoleh kearanya.

“Ada apa?..”tanya liam datar.

“Gue kayak pernah liat ni cewek..”seru pria itu menunjuk aruna..aruna terdiam tak berani menoleh..bukan takut..dia terlalu malas terlibat dengan orang berkuasa seperti mereka.

Pria itu masih memperhatikan aruna..sampai aruna terperenjat kaget saat wajahnya di angkat oleh pria itu.

“Kan benar..ini si kutu buku..”seru pria itu menunjuk wajah aruna.

Aruna dengan kasar menepis tangan pria itu dari wajahnya

“Ga sopan..”seru aruna kesal.

“Dih marah..siapa suruh nunduk terus kayak cantik aja..”ketus pria itu..aruna tak menghiraukan, dia kembali menghitung belanjaan mereka..dia kesal dengan pria tak sopan itu, dan dia ingin dua pemuda itu agar cepat enyah dari hadapanya.

Sedangkan liam terus memperhatikan aruna

“Dia gadis waktu itu..”batin liam saat telah mengingat wajah aruna yang tadi siang baru di bully oleh olla.

Setelah selesai aruna langsung memberikan belanjaan mereka tanpa berkata apa-apa lagi.

.

.

.

TO BE CONTINUE………

1
Yensi Juniarti
kapan puncaknya tor gak sabar ..🫣🫣
Yensi Juniarti
lanjuuut ya say 😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!