NovelToon NovelToon
My Poor Life

My Poor Life

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis
Popularitas:566.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: melciballu

Rachel~

Tidak ada yang percaya padaku saat itu, aku begitu terpuruk bahkan rasanya hampir kering air mata ini karena terlalu banyak menangis...


Menceritakan tentang seorang gadis yang begitu menyedihkan, Ia hidup dalam kesendirian bahkan bisa dibilang dirinya tidak punya teman.

Pernah sekali ia merasakan bagaimana rasanya mempunyai seorang sahabat, tapi itu semua tidak berlangsung lama.


Orang tua yang tidak pernah menyayanginya tanpa alasan yang jelas, hingga suatu saat kebenarannya terungkap saat dirinya dijebak juga membuatnya hampir depresi.

Ia bukanlah seorang anak yang bisa melakukan semuanya, ia hanyalah seorang gadis yang lemah. Mempunyai IQ yang rata-rata atau bahkan bisa dibilang rendah membuatnya semakin merasa tidak berguna.

Hidup dari kecil dikalangan orang berada membuatnya tidak bisa membuat sesuatu sendiri, tapi bagaimana jadinya jika tiba-tiba semua kemewahan itu hilang dari pada hidupnya?

Simak selengkapnya disini yah, tentang gadis yang bernama Rachelle Audrey

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon melciballu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 7-ke mall

Rachel masih merasa malu dengan kejadian tadi siang. Sekarang ia sedang mengurung dirinya dikamar sejak pulang sekolah tadi.

Ia memilih mengerjakan tugas-tugas nya yang masih belum selesai. Cukup hari ini saja ia mendapatkan hukuman.

' susah banget sih, ini gimana coba cara ngerjainnya' Rachel menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali untuk menyalurkan rasa kesalnya karena kebodohannya yang tak kunjung hilang itu.

"kok nggak kepikiran yah dari tadi" ucap Rachel lalu mengambil ponselnya dan mulai mencari tugasnya di google. "jangan terlalu tergantung pada barang itu! bagaimana mau berubah kalau ngerjain tugasnya aja masih pake ponsel"

Rachel memekik kaget saat suara kakaknya yang tiba-tiba terdengar dari ambang pintu. "kak Alan" ucap Rachel masih dengan wajah terkejutnya.

" jangan terlalu gunain ponsel buat hal yang nggak penting! selagi masih bisa berpikir jangan coba-coba memakai barang itu" ucap Alan dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Rachel.

"benar juga sih, kalau pake ponsel nanti aku jadi tambah bodoh" ucap Rachel pada dirinya sendiri.

Dibacanya satu persatu soal dan mencari ke buku catatannya lalu menulis jawabannya jika sudah menemukannya.

"nggak seperti yang dibayangkan, kenapa soalnya susah semua sih..kalau ngintip dikit ke ponsel bolehkan?" Rachel berbicara sendiri lalu tekekeh pelan.

Orang pendiam tidak selamanya tetap berdiam diri yah, pasti mereka juga akan melakukan hal-hal konyol jika sendiri atau bersama orang-orang terdekatnya. Dan yang pastinya sikap pendiam mereka hanyalah topeng untuk mengelabui orang-orang.

Sama halnya dengan Rachel, ia hanya diam saja untuk meredam semua sakit hatinya, lebih baik berdiam diri daripada membuat onar yang akan menciptakan masalah baru yang tentunya merugikan dirinya sendiri.

tiga jam berlalu, kini semua tugas yang dikerjakan Rachel telah selesai. Pada saat yang bersamaan datanglah Alan. "Rachel" panggilnya membuat kepada Rachel terangkat.

"iya, ada apa kak?" tanya Rachel senang karena kakaknya memanggil namanya.

"Lo mau ikut gue nggak?"

"kemana kak?" tanya Rachel.

"ke mall"

"eumm gimana yah kak, kayaknya enggak deh aku nggak suka keramaian" ucap Rachel tidak enak. Baru pertama kakaknya mengajaknya tapi dengan bodohnya ia menolak.

Memang ia membenci keramaian, kadang ia merasa bosan juga disekolah tapi mau bagaimana lagi, sudah tugasnya untuk bersekolah.

"jadi Lo nolak jalan sama gue?" ucap Alan dengan tatapan tajamnya membuat Rachel menunduk antara takut dan juga tidak mampu menatap kakaknya yang kelebihan tampan itu.

"ng-nggak jadi kak, aku ikut aja sama kakak" ucap Rachel lalu beranjak dari duduknya.

"ganti dulu pakaian kamu, masa mau jalan pakai piyama" ucap Alan membuat Rachel malu sendiri.

"maaf kak, aku lupa.." Rachel menggaruk tengkuknya yang tidak gatal lalu berjalan kearah lemari fan mencari pakaian yang cocok untuk dikenakan olehnya.

...----------------...

"Rachell udah selesai belum, lama banget sih jadi cewek" teriak Alan yang merasa kesal menunggu Rachel dari tadi tapi yang di tunggu tak kunjung keluar dari kamarnya juga.

Cklekkk

Alan menoleh dengan kesal tapi sedetik kemudian rasa kesal itu berubah menjadi rasa kagum. Rachel keluar dari kamarnya dengan memakai baju dengan gaya bahu terbuka dan panjangnya sampai pusar saja sedangkan bawahannya ia memakai celana dengan pendeknya hampir dua jengkal diatas paha dan sepatu sneaker berwarna putih serta rambut panjangnya yang ia gerai dan jangan lupakan sebuah tas hitam dengan dihiaskan berlian-berlian kecil disekitarnya membuat penampilannya semakin cantik apalagi bentuk tubuhnya yang proporsional.

Rachel bukanlah gadis yang yang tidak bisa bergaya, hanya saja ia malas berdandan jika berada dirumah.

"ayo kak" ajaknya membuat lamunan Alan buyar.

"a-ayo" ucapnya gugup karena baru saja Rachel melihatnya sedang memandangi tubuh gadis itu.

' hapus pikiran Lo Alan, dia adek Lo' Bathinnya memperingati dirinya sendiri.

Alan dan Achel berjalan beriringan menuju mobilnya yang terparkir di garasi.

"Lo tunggu disini, biar gue ambil mobil dulu" ucap Alan lalu bergegas ke parkiran mengambil mobilnya. Sebenarnya ia masih kepikiran tentang Rachel. Bagaimana gadis alim sepertinya bisa berpakaian layaknya orang dewasa seperti itu apalagi bentuk tubuhnya yang seperti orang dewasa.

Alan menjalankan mobilnya hingga tiba didepan Rachel lalu Rachel masuk kedalam mobilnya dan duduk disamping dirinya lalu ia kembali melakukan mobilnya ke mall yang akan di tuju.

Dari balkon kamar Papah dan mamanya, ternyata Dena sedang melihat interaksi kedua anaknya. "mama senang kalian bisa akur nak, sayangi adekmu, walaupun mama berat untuk menerima kenyataan setidaknya kamu bisa menyayanginya" ucap Dena lirih dengan air mata yang mengalir.

Ia sedih karena putrinya tidak pernah merasakan kasih sayangnya, bahkan menggendongnya tidak pernah walaupun ia yang melahirkannya.

...----------------...

Alan dan Achel sudah tiba disebuah Mall terbesar di kota itu. "ayo turun" ajak Alan saat Rachel masih bergeming ditempatnya.

"iya kak" ucap Rachel lalu ikut turun dari mobil mewah milik sang kakak.

mereka masuk kedalam mall dengan beriringan hingga tiba diloby datanglah seorang pria paruh baya dengan diikuti oleh beberapa orang wanita dengan memakai pakaian formal berupa jas.

"Selamat malam Tuan, selamat datang" Ucap sang pria paruh baya mewakili teman-teman nya lalu mereka membungkuk hormat.

"selamat malam" jawab Alan singkat lalu menarik tangan Rachel agar mengikutinya.

Rachel bingung kenapa orang-orang ini berlebihan sekali, apakah setiap pengunjung yang datang akan mereka perlakukan seperti ini?

Dilihatnya sekelilingnya yang yang ramai itu lalu matanya menangkap sesuatu.

' Anderson group' Bathinnya saat melihat sebuah tulisan besar yang tertera pada tembok mall itu. Pantas saja mereka bersikap hormat seperti itu, ternyata mall ini milik papahnya.

Mereka terus berjalan dengan tangan Alan yang masih setia memegang tangannya membuat orang-orang salah paham. Rachel yang menyadari itu langsung melepaskan tangannya. "kenapa?" tanya Alan saat menyadari Rachel melepas genggamannya.

"itu kak, banyak yang liatin kita.." ucap Rachel pelan membuat Akan terkekeh.

"jangan di peduliin, mereka liatin kita juga karena pakaian Lo tang satu-satunya yang saya kurang bahan itu" ucap Alan berbohong tapi mampu membuat Rachel tidak nyaman.

"kalau gitu kita pulang aja yah, disini banyak orang jahat" ucap Rachel.

"jangan mengada-ada, siapa suruh juga Lo lepasin tangan gue " ucap Alan Cuek lalu kembali berjalan membuat Rachel mau tak mau berlari kecil mengikutinya.

Tanpa diminta, kini tangan Rachel sedang mengait ditangan kakaknya.

"kak Alan mau beli apa sih? kan bisa online juga" ucap Rachel yang merasa capek dari tadi rasanya mereka hanya berputar-putar saja.

"gue nggak mau beli apa-apa, cuma mau ketemuan aja sama teman" jawab Alan enteng membuat Rachel tak percaya.

"kakk, jadi kakak ngajak aku cuma buat nemenin aja nih?" ucap Rachel dan diangguki oleh Alan.

"emang kenapa?"

...TO BE CONTINUED...

1
Fidiya Ratu
lanjut thorr
sakura
...
Mi
ini gada niata buat di lanjut gtu?
sakura
..
putri shelawati
y
Nur Rochimah
lama amat thor ndak up".... jadi lupa kan sama alur ceritanya.... padahal aku penasaran banget lo lanjutanya
Cut Ade Aisyah
lama ya nyambung novelnya hampir setahun
shakira aprilya
kok gak di sambung lagi cerita nya padahal.menarik lo alur nya
Ny Sitorus Boru Manalu
jadi ikut nangis thor
Nur Rochimah
ini uda tamat apa masih up thor... kok lama banget,,, berbulan bulan tiap hari aku lihatin terus lho barangkali up,, ternyata ...... up dong thor...
Aneisha Adisty
😍
Aneisha Adisty
baca ulg lupa m alurny
Aneisha Adisty
😭
Aneisha Adisty
akunangiss😭
Aysah Maulidia Aysah
setuju
Aneisha Adisty
kapan up nya udah nunggu 😩
Aysah Maulidia Aysah
nyimak thoor
Aneisha Adisty
halo ka up dong suka babget😩🙃
Aneisha Adisty
up kaka cantikkk❤️
Rahma Dani Rahma
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!