Perceraian orang tua membuat Nayla menjadi sosok yang dingin,kasar dan sedikit liar.
Nayla tergabung dalam sebuah geng motor yang mayoritasnya adalah pria.
Mereka sering melakukan balapan liar hingga saat Polisi berpatroli di kawasan mereka dan membuat seluruh anggota kabur berhamburan,tak terkecuali dengan Nayla.
Sialnya saat Nayla melarikan diri dari kejaran Polisi,dia menabrak sebuah mobil milik seorang CEO terkenal.
"Kalau aku tidak bisa mendapatkanmu dengan cara yang baik , maka aku akan mendapatkanmu dengan caraku yang sedikit licik" gumam Rafa dalam hati dengan smirk di wajahnya
Dan apa yang terjadi selanjutnya...???
Pantau terus kelanjutan cerita yang buat jantung deg-degan ini...
Follow My Ig please_puterirezky69
Merupakan Karya Pertama dari saya,,,
Jika terdapat banyak kesalahan dalam penulisan saya minta maaf,karena pada dasarnya saya masih baru belajar😅😅😅
Harap di maklumi ya semuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Rezeki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8. Nayra
Beberapa saat setelah berjibaku di jalanan akhirnya mereka sampai di kota Semarang dan segera mencari alamat Abraham,Papanya Nayla yang telah diberikan Mamanya Nayla.Namun mereka tidak langsung kerumah Abraham melainkan mencari penginapan terdekat yang cocok untuk anggota geng yang ikut dan singgah di salah satu markas teman satu geng dengan mereka yang berada di Kota Semarang.
Setelah hari menjelang sore akhirnya Nayla kembali berkendara menuju alamat sang Papa seorang diri untuk menyiapkan sebuah rencana malam ini. Tak lupa Nayla mengabari sang Mama yang berada di Kanada.
Nayla yang tiba di depan pintu rumah papanya hanya berdiri terdiam ,rasanya enggan untuk memasuki rumah orang yang tidak disukainya itu namun karena ini adalah permintaan sang Mama,Nayla terpaksa menyetujuinya.Dengan malas dia mengetuk pintu rumah Papanya yang sedikit terbuka menandakan ada penghuni yang berada didalamnya.
Tok...tok...tok
Nayla mengetuk pintu tanpa bersuara.
"Siapa" teriak Dita dari dalam yang disusul oleh Nayra.
"Nayla,,,Mas Nayla datang"teriak Dita yang memanggil suaminya.
Nayra yang melihat Nayla secara langsung terlihat sangat kaget dan terpesona melihat wajah cantik natural kakaknya bak seorang model.
Nayra yang tengah terpesona dengan Nayla tidak menyadari dirinya berjalan mendekati Nayla dan hampir memeluknya,namun Nayla terlebih dahulu menolaknya dengan memundurkan langkahnya yang mampu menyadarkan Nayra dari pesonanya.
Abraham yang melihat kejadian itu langsung menghampiri Nayla dan menyentuh pundaknya,Nayla membiarkan saja saat Papanya menyentuh pundaknya dan kemudian mempersilahkan Nayla masuk.
"Masuk Nayla,kapan kamu sampai?" tanya Abraham dengan ramah.
"Baru saja" singkat Nayla yang malas berbasa-basi.
"Kamu uda makan nak?" tanya Dita sang ibu tiri.
"Kamar saya dimana?" tanya Nayla to the point.
"Oh kamar kakak diatas,disamping kamar aku,ayo aku antar" ajakan Nayra dengan semangat yang di jawab anggukan oleh Nayla.
Nayla mengikuti Nayra menuju kamarnya tanpa berpamitan pada Papa dan bundanya(?) . Namun Abraham dan Dita tidak mempermasalahkan dan memaklumi kecanggungan diantara mereka.
Nayla memasuki kamar sederhana yang mungkin lebih kecil dibandingkan dengan kamarnya di rumah Mamanya.Nayla masuk tanpa mengucapkan sepatah kata ataupun berterimakasih.
Setelah beberapa menit Nayla mengelilingi kamarnya yang telah di dekorasi sesuai seleranya baru kemudian ia menyusun barang bawaannya dan setelahnya merebahkan tubuhnya di sebuah ranjang tunggal sederhana yang berada di kamarnya dan tanpa sadar telah terlelap.
Awalnya Abraham ingin memanggil Nayla untuk makan malam bersama mereka,namun ketika Abraham mengetuk pintu kamar Nayla dan tidak mendapat jawaban sehingga Abraham dengan inisiatifnya membuka pintu kamar Nayla perlahan dan merasa tersentuh ketika melihat malaikat kecilnya tertidur dengan polosnya.Itu merupakan peristiwa langka bagi Abraham karena sudah cukup lama dirinya tidak pernah melihat Nayla dalam jarak dekat seperti ini sejak dirinya bercerai dengan Lestari.
Sesuai perjanjian,Abraham tidak berani memasuki kamar Nayla tanpa persetujuannya.Maka dari itu Abraham langsung keluar dan menutup pintu dengan sangat pelan hingga tidak menimbulkan suara yang dapat membangunkan Nayla setelah puas memandangi putri kecilnya itu tertidur dan kembali ke meja makan dengan senyum diwajahnya hingga membuat anak dan istrinya heran dan berakhir dengan saling pandang.
Tidak lama sejak Nayla terlelap,ponsel Nayla berdering dan membuatnya kaget dan langsung terduduk secara spontan.
"Halo" ucap Nayla dengan suara serak khas baru bangun tidur.
"Lo dimana Nay, gue dan yang lain uda pada ngumpul di Basecamp Aldi" suara Dion yang terdengar kesal hingga membuat Nayla tersadar 100% dari rasa kantuknya.
"Oiya gue ketiduran Ion,oke gue OTW" jawab Nayla yang langsung mematikan telepon dan bergegas membasuh muka ke kamar mandi .
Nayla segera keluar dari kamarnya dan berjalan dengan cepat keluar rumah dengan memakai pakaian serba hitamnya dan tidak lupa menenteng helmnya yang membuat siapapun yang melihatnya akan mengetahui kalau Nayla adalah anggota geng motor.
Namun sebelum Nayla melewati ruang tamu,Abraham yang melihat Nayla terburu-buru memanggilnya dan ketika Nayla berhenti ,Abraham menghampirinya.
"Nayla...,mau kemana kamu malam-malam begini?" tanya Abraham penuh selidik.
"Gue...,saya ada sedikit urusan" ujar Nayla hati-hati karena takut kalau Papanya akan mengadukannya pada Mamanya yang akan membuatnya berada dalam masalah.
"Urusan apa? tidak bisakah urusan itu diselesaika. besok pagi saja?" sambung Abraham yang mencoba menahan Nayla agar tidak pergi.
Nayla yang sudah terlambat menjadi sangat kesal saat Papanya mencoba menahannya dengan berbagaj pertanyaan.
"Uda deh ya,,,gak usah basa-basi.Kita uda sepakat untuk tidak memaksaku melakukan apa yang anda mau" bentak Nayla yang kemudian langsung pergi tanpa permisi .
Abraham yang mendengar jawaban Nayla merasa sedih namun dengan sebisa mungkin menutupinya dengan senyum palsunya.Ia tidak ingin terlihat lemah dan menyedihkan di hadapan orang-orang yang berada disekitarnya.
Dilain sisi, entah kenapa usai berkata kasar pada Papanya,Nayla merasa tidak nyaman dan sedikit terluka.Tetapi Nayla mengabaikan perasaan itu tanpa ingin memikirkannya lagi.
Dengan kecepatan tinggi Nayla berkendara memecah keramaian di jalan raya.Setibanya di tempat tujuan Nayla langsung disambut oleh teman-teman sablengnya bak seorang ratu.
"Oh Nayla bidadariku..." rayu Jaka dengan melambai-lambaikan tangannya kearah Nayla yang tidak merespon ucapannya seakan muak pada apapun yang dibicarakannya.
Doni yang melihat kedatangan Nayla bergegas berjalan ketempat yang sepi untuk melapor kepada Rafa dan Jake,namun tanpa di ketahui Doni, Dion membuntuti Doni dan merekam percakapan Doni dengan seseorang yang sangat mencurigakan dan ketika Doni bergabung kembali dengan para anggota tiba-tiba seseorang memukulnya...
Brukkkk.....Doni terjatuh
"Ada apa ini?apa salah saya?" tanya Doni dengan bingung.
"Siapa lo sebenarnya??? Siapa yang nyuruh lo buat mengintai kita???Anak geng mana lo ? apa tujuan lo bergabung dengan kita ?" tanya Dion bertubi-tubi.
Sebelum Doni membuka mulut ,Dion terlebih dahulu menyalakan rekaman pembicaraan Doni dengan seseorang di telepon dan membuat Doni tercengang serta menegang.
Nayla yang berdiri di samping Dion pun tiba-tiba berjalan mendekati pria itu dan,,,
Brukkk,,, sekali lagi Nayla memukul Doni dan memberinya tatapan intimidasi.
"Kalau elo gak sebut siapa orangnya sekarang juga,lo bakal mati di tangan gue" ancan Nayla menakut-nakuti yang sukses membuat teman-teman satu geng nya melotot tak percaya dan menahan senyum dengan sedikit berdehem.
"Kalau saya bilang itu Tuan Rafa,saya akan mati di tangan Tuan Rafa.Jika saya tidak mengatakannya ,saya mungkin akan mati ditangan mereka.Ahh ini kah yang dimaksud dengan buah simalakama,maju kena mundur pun kena"
(gumam Doni dalam hati).
Hay guys👋👋👋
Makasih uda mau mampir di karya receh aku😅😅😅
Jangan lupa dukung author selalu dengan memberi like,komen dan vote ya🙏🙏🙏
Jika terdapat kesalahan dalam penulisan author minta maaf dan harap di maklumi ya...
btw bu Dita sm Nayra baik dh keknya
gk spt cerita2 ibu tiri & sdr tiri yg jht & licik
ish.. tp Rafa udah kepala 3 weh