NovelToon NovelToon
Mahasiswaku Suamiku

Mahasiswaku Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Contest / Dosen
Popularitas:826.5k
Nilai: 5
Nama Author: Shofia Hanina

Pertemuan tidak sengaja antara Nefertiti dan Akmal di dalam kereta api memberikan kesan yang mendalam bagi keduanya.

Nefertiti yang biasa dipanggil Titi ternyata menjadi salah satu pengajar di kampus tempat Akmal menimba ilmu.

Akmal yang biasanya dingin kepada lawan jenisnya, tetapi ketika berhadapan dengan Titi menjadi berubah. Akmal tertarik kepada Bu Dosen Titi sejak pertemuan pertama.


Apakah pantas seorang mahasiswa menginginkan Dosennya?


Apakah ada larangan hubungan asmara antara mahasiswa dan Dosennya?

Mungkinkah seorang mahasiswa bisa menjadi suami Dosennya sendiri?


Bagaimana kelanjutannya.

Ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shofia Hanina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harap Tenang Ada Ujian

Titi berjalan kaki menuju ke kampus tempat dilaksanakannya tes SKD. Jaraknya tidak terlalu jauh, kira-kira 50 meter, tetapi mampu membuat kemeja putih yang dipakainya lumayan basah. Keringat mengucur deras karena cuacanya yang sangat panas. Bertepatan tengah hari, jadi pas betul panasnya. Apalagi lokasi ini tidak jauh dengan pantai. Benar-benar sempurna membuat kulit jadi kemerahan. Titi melihat bayangan dirinya, menjadi sangat kecil, efek dari pembiasan cahaya matahari.

Dengan langkah tidak terlalu cepat juga tidak terlalu lambat artinya sedang-sedang saja Titi melihat petunjuk denah tempat dilaksanakannya tes SKD. Titi mencari gedung laboratorium. Ternyata tidak sulit menemukan gedung itu. Terlihat banyak yang berseragam hitam putih sama seperti dirinya. Jadi Titi tinggal mengikuti mereka. Semoga saja satu tujuannya, kalau tidak ya gampang lah. Punya senjata di bawah hidung. Kalau terpaksa tersesat tinggal membuka senjatanya... dijamin beres.. hahaha.

Mereka berjalan ke lantai 1 di gedung yang bertuliskan Gedung Laboratorium. Gedung itu terdiri dari 3 lantai. Di lantai 1 sudah banyak panitia yang bertugas. Titi dipersilahkan untuk tanda tangan dulu sambil mencocokkan kartu peserta ujian yang dibawanya dengan absensi yang tertulis pada kertas dalam sebuah stofmap yang diletakkan di atas meja.

Panitia memberikan informasi kalau habis registrasi peserta ujian, segera menyerahkan tas ke panitia yang bertugas menyimpan tas peserta ujian. Peserta ujian tidak diperkenankan membawa apapun kecuali Kartu Tanda Penduduk (KTP), kartu ujian dan pensil. Peserta yang sudah melewati registrasi dan menyerahkan barang bawaannya dibawa panitia untuk ditempatkan di ruang khusus agar diberi pengarahan sebentar sebelum tes menggunakan CAT. Sebelum ke ruangan tersebut harus melewati panitia yang khusus untuk memeriksa para peserta apakah cuma membawa KTP saja sesuai instruksi atau ada barang lain yang disembunyikan. Desas-desus ada yang mengatakan jika terdapat peserta yang membawa jimat (benda yang diyakini memiliki kekuatan atau supranatural) maupun rajah (sejenis tulisan tertentu yang fungsinya juga diyakini memiliki kekuatan khusus). Acara penggeledahan ini untuk yang perempuan dengan panitia perempuan, begitu juga sebaliknya untuk peserta laki-laki sudah tentu panitianya juga laki-laki tentunya.

Titi melewati ruang pemeriksaan tersebut dengan lumayan santai. Ya walaupun Titi bukan pemeluk agama yang sangat taat, tetapi Titi hanya percaya kepada kekuatan Tuhan dan tidak ada sekutu bagiNya.

Di ruang khusus sebelum masuk ke ruangan tes, ada petunjuk teknis tentang apa yang disebut CAT. Dijelaskan dalam televisi atau layar berukuran besar proses-prosesnya. Pukul 12.45 WIB peserta ujian dengan jadual sesi yang diikuti Titi segera memasuki ruangan tes. Titi dan peserta lainnya mencari kursi sesuai dengan no peserta. Sebelum memasuki ruangan, seluruh peserta tes mencopot sepatu yang dikenakan karena di dalam laboratorium itu sudah di pasang karpet warna hijau, biar tidak kotor maka alas kaki harus dilepas.

Ada beberapa panitia yang bertugas di dalam ruangan laboratorium untuk membantu peserta tes yang mengalami kesulitan. Baik itu kesulitan mencari tempat duduknya karena ruangannya lebar, 2 ruangan dijadikan satu, pintu penyekat pada ruangan dibuka, jadi lumayan banyak, ada sekitar 100 tempat duduk.

Sebelum tes SKD dimulai ada instruksi dulu dari panitia jika peserta harus menaati semua peraturan. Kalau kesulitan segera menghubungi panitia, tanpa perlu mengganggu konsentrasi teman di sebelahnya. Seluruh komputer yang ada di meja peserta tes diminta untuk menghidupkan atau restart ulang karena harus login terlebih dahulu.

Titi berusaha untuk tetap berkonsentrasi. Dia berpapasan dengan banyak orang dan satupun tidak ia kenal. Titi membaca doa sebelum mengerjakan tes. Dan mendengarkan instruksi dari panitia dengan seksama agar tidak terjadi kesalahan. Ternyata ada sandi khusus untuk membuka soal SKD itu. Soal berjumlah 100. Dengan durasi 100 menit. Jadi harus pandai mengatur manajemen waktu, kalau bisa satu soal dikerjakan kurang dari satu menit.

Titi mengerjakan soal secara berurutan. Soal-soal itu terdiri dari pilihan ganda atau multiple choice. Soal TWK yakni Tes Wawasan Kebangsaan, membutuhkan pemahaman dan analisis tentang Pancasila dan UUD 1945. Soal TIU yakni Tes Intelegensi Umum membutuhkan penalaran sebab akibat, perhitungan, dan pengetahuan-pengetahuan umum. Sedangkan soal TKP yakni Tes Karakteristik Pribadi membutuhkan konsentrasi juga karena pilihan-pilihannya hampir sama, jadi harus jeli dan juga soal tersebut menggunakan narasi yang panjang, dibutuhkan waktu yang lumayan untuk membaca dan menganalisis semuanya.

Titi sudah selesai mengerjakan semua soal. Masih ada waktu 15 menit sebelum submit ditutup. Titi mengoreksi lagi hasil pekerjaannya supaya tidak ada yang terlewati. Kurang 10 menit Titi berdoa dan mengucapkan Basmalah langsung dikirim hasil ujiannya. Sesudah itu muncul di layar komputer tulisan dengan huruf besar.

SELAMAT ANDA LULUS.

Titi tidak melihat nilai atau score yang diperoleh. Pandangan matanya fokus pada tulisan LULUS yang tercetak tebal dan menggunakan huruf besar. Hatinya bersorak dan membuncah, beribu ucapan syukur tak mampu Titi lafalkan dengan jelas. Mulutnya seperti komat-kamit ibarat membaca mantra, pada kenyataannya itu adalah ungkapan ucapan syukurnya. Titi tidak larut dalam euforia, masih banyak jalan yang harus dilewati. Dari lowongan formasi yang didaftar kemarin, nanti diambil satu. Dan yang berhak untuk maju tes setelah tes SKD maksimal tiga kali dari jumlah formasi. Jadi nanti yang berhak untuk ikut tes SKB atau Seleksi Kompetensi Bidang yaitu 3 peserta. Tentu 3 peserta itu diambil dari rangking yang teratas. Pada akhirnya cuma satu saja yang lolos atau yang nantinya diterima. Apapun itu, yang penting untuk sekarang ini Titi bisa bernafas lega, yang penting sudah lulus terlebih dahulu, mengenai yang lainnya sudah ada yang mengatur. Untuk menenteramkan hatinya Titi berusaha untuk legowo, yang lainnya bisa pikir keri.

Titi melihat ke samping kiri dan kanannya, di samping kirinya juga sudah selesai, tetapi wajahnya tidak terlihat bahagia. Mungkin belum beruntung, batinnya. Kalau di samping kanannya mukanya terlihat cerah. Ini salah satu tanda membahagiakan tentunya.

Akhirnya waktu yang ditentukan sudah berakhir. Titi memilih untuk keluar belakangan saja. Menghindari lalu lintas orang yang padat. Ingin segera keluar dari ruangan ujian katanya sih ada yang berpendapat seperti ruang pembantaian. Iya.. sejatinya kita dibantai untuk berpikir keras, berharap mendapatkan hasil yang diinginkan.

Setelah dirasa agak lengang, Titi keluar dari ruangan. Banyak suara yang setengah mengeluh karena belum berhasil.

"Ah, sayang sekali kurang satu point."

"Seandainya saja tadi aku pilih yang A bukan B."

"Waktunya kurang, jadi terburu-buru mengerjakannya."

"Ah, sayang sungguh teramat sayang, tahun depan umurku sudah tidak bisa lagi untuk mendaftar."

"Sudah dibelain jauh-jauh, masih juga gagal."

"Sudah belajar mati-matian, masih saja belum lolos."

Dan masih banyak ucapan-ucapan bernada putus asa lainnya yang Titi dengar. Oh... Tuhan...Titi tidak menyalahkan mereka sih...Titi sangat berempati. Tetapi ya kembali lagi yang namanya belum rejekinya, mengeluh seperti apapun tetap tidak ada hasilnya kan, justru semakin menambah keputusasaan belaka. Nyaris atau kurang sedikit seperti apapun tetap tidak bisa mengubah keadaan. Masih banyak kesempatan yang lainnya. Bisa tahun depan, bisa dari sumber atau lowongan yang lain. Yang namanya ujian... sudah lazim dan kita semua juga paham kalau ada yang lulus dan ada yang belum.

Titi segera mengenakan sepatunya kembali. Dia senyum seperlunya kepada orang yang dilewatinya. Ya itu sebagai budaya sopan santun di lingkungan kita. Harus ramah kepada siapapun. Titi menuju lantai 1 untuk mengambil tas yang tadi disimpan oleh panitia.

Ternyata di lantai satu bagian depan pintu masuk laboratorium sangat sesak. Kerumunan tidak bisa dihindari. Banyak yang teriak histeris menyaksikan layar 50 inci itu.

Kira-kira apa yang terjadi gerangan??

Kita tunggu jawabannya..

1
Djoko Prasetyanto
bagus ceritanya..
Cupetong Cupetong
Mungkin malah sekilas tentang kehidupannya yg dibumbui biar tambah makin menarik👍
Fitra Smart
serasa kuliah sambil dengarin dosen jelasin ini🤣🤣
Nining Nuraningsih
bab ini aku lewatin semua ga dibaca maaf ya
Nining Nuraningsih
terlalu bertele tele ya,jadi bosen jarang komunikasinya
Heny Febti
Si Othor udah pernah ikut tes CPNS ya? tau banget. 😀💪
Alia Santi
sangat menarik tapi sudah lama gak up novel e
Ahmad Faudzan
hahh satria enggak mau kalah nieh 🤔🤔🤔
Ahmad Faudzan
super karyanmu Thor ! banyak informasi penting tambah ilmu jadinya
Ahmad Faudzan
God job kak author terusin
Ahmad Faudzan
bau minyak nyong-nyong tu mbak'e 🌹🌹🌹
Ahmad Faudzan
semangat Thor ceritanya menarik
Apariani
super skli novel y sgt menginspirasi dan byk mnanamkn nilai2 akhlak dn aqidah islam yg kental
Alia Santi
lama
re
Suami idaman
AbhiAgam Al Kautsar
terimakasih kak Thor.. yg sudah menceritakan kisah berlokasi di Rembang.. tempat tanah kelahiran ku.
..
komentar terbaik
huh seriusan legalisir sejak sd?
kacau euy, sd aku udah tutup hahaha
komentar terbaik
ini keren detail banget, lokasi, situasi, kronologisnya juga. kebetulan beberapa lokasi yang disebutkan aku pernah ke situ jadi tahu persis sesuai yang digambarkan.

sampai materi tes detail gitu. sering nya kalau cerita tes, pokoknya ikut tes lalu tahu-tahu lulus. di sini sampai isi paparan dan durasi presentasi juga dibahas.

keren.
Alia Santi
kok 2 bln gak up kak
Apariani
sgt menginspirasi skli,muatn moral akhlakul karimah dn ilmu pwngetahuan y byk skli.sukses sllu saya sgt suka novel ini
Djoko Prasetyanto: setuju sekali
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!